Belajar membaca anak SD adalah langkah awal yang harus diperhatikan. Dengan metode yang tepat, anak tentu akan menjadi lebih mudah memahami bacaan. Tak hanya itu, terbiasa membaca sejak kecil juga bisa membangun kebiasaan baik bagi anak. Besar kemungkinan apabila sedari kecil terbiasa membaca, maka ketika dewasa akan terbiasa membaca juga.

Namun, kadang sebagai orang tua kita tidak bisa langsung menentukan bagaimana menemani belajar membaca anak SD. Misalnya materi apa yang perlu dipelajari dan harus mulai dari mana. Kemudian, suasana seperti apa yang harus dibangun dan metode seperti apa yang kiranya akan membuat anak menjadi semangat belajar membaca?  Yuk simak bersama-sama di sini.

Namun sebelum mengatahui cara mengajari membaca kepada anak, kita bahas terlebih dahulu apa saja tahapan yang perlu diperhatikan sebelum Sedulur memberikan pelajaran membaca kepada anak.

BACA JUGA: 25 Doa Sehari-hari yang Wajib Diajarkan Pada Anak-anak

-->

Tahapan Mengajari Membaca kepada Anak

belajar membaca anak SD
freepik

Untuk usia 6-10 tahun, beberapa tahapan yang bisa Sedulur perhatikan adalah:

  • Membaca buku bacaan sederhana dan mempelajari kurang lebih 100 kosakata umum yang sering digunakan.
  • Memahami bahwa tiap huruf memiliki bunyi berbeda, yang kemudian membentuk sebuah kata.
  • Memahami isi buku cerita yang dibaca, hingga mampu menceritakan ulang tentang cerita, karakter, dan kejadian yang ada di dalam cerita tersebut.
  • Saat memasuki usia 8 tahun, anak sudah bisa membaca buku sendiri tanpa bantuan.

Sementara itu, anak usia 11-12 tahun, tahapan yang bisa Sedulur lakukan adalah:

  • Membaca untuk mempelajari hal-hal yang disukainya dan untuk belajar materi di sekolah.
  • Meningkatkan pemahaman terhadap buku atau materi yang dibaca.
  • Membaca buku fiksi termasuk buku yang terdiri dari beberapa sub bab, atau buku nonfiksi termasuk koran dan majalah.

1. Belajar dengan Perlahan

belajar membaca anak SD
freepik

Untuk mengajari cara membaca, kadang orang dewasa tidak sabar dan ingin membuat anak cepat memahami bacaan. Sekilas memang tampak mudah karena kita sendiri orang dewasa. Namun bagi anak, bacaan adalah sesuatu yang baru. Alfabet, angka, sebuah kata, kalimat, dan bacaan merupakan hal baru yang tidak mungkin dipelajari dalam waktu sehari dua hari saja.

Cara membimbing belajar juga berbeda seperti belajar membaca anak sd kelas 2, kelas 1, atau usia lainnya. Kita juga perlu memahami apa yang anak suka dan lingkungan seperti apa yang akan menunjang proses belajar anak.

Ketika mulai belajar membaca, tanamkan dalam diri Sedulur bahwa otak anak masih kosong dan belum tahu apa-apa tentang membaca. Maka sangat wajar apabila anak tidak akan langsung paham, mengerti, dan hafal huruf-huruf di hadapannya itu. Dengan demikian, belajarlah secara perlahan tanpa membuat anak merasa dikejar sesuatu.

BACA JUGA: 10 Inspirasi Model Meja Belajar untuk Anak yang Ergonomis

2. Belajar sambil Bermain

belajar membaca anak SD
freepik

Bermain selalu menjadi daya pikat bagi anak kecil. Bermain bisa dilakukan dengan berbagai cara, misalnya yang melatih motorik, daya ingat, dan lain sebagainya. Salah satunya belajar membaca anak SD kelas 1, TK, atau jenjang lainnya juga bisa dilakukan sambil bermain. Suasana yang nyaman dan menyenangkan memungkinkan belajar menjadi terasa asyik.

Untuk belajar membaca, Sedulur bisa menggunakan properti. Misalnya gunakan kartu untuk membantu mengingat huruf atau taktik lain agar mengingat dan membaca tidak jemu. Jika dilakukan di rumah, Sedulur juga bisa mengundang teman anak agar menjadi lebih ramai dan menyenangkan. Namun pastikan agar proses belajar juga tetap berjalan dengan kondusif.

3. Melafalkan Tulisan yang Sedang Dibaca

freepik

Nah, untuk belajar membaca anak sd juga bisa dilakukan dengan cara melafalkan tulisan yang sedang dibaca. Pertama, biasakan terlebih dahulu membaca dengan melafalkannya. Hal ini karena ketika membaca dan melafalkan, informasi selain diterima oleh mata juga langsung terserap melalui indra pendengaran, yaitu telinga.

Ini juga akan sangat berguna apabila sang anak membaca dan kita sebagai orang dewasa tidak secara langsung membimbingnya dengan melihat buku. Ketika anak membaca dengan lantang, seharusnya otomatis kita mampu mendeteksi apabila terjadi kesalahan saat membaca. Untuk pemula, sering-sering saja melafalkan huruf dengan jelas dan lantang agar mudah diingat.

BACA JUGA: 12 Ciri-ciri Pubertas Anak Laki-laki Remaja, Bunda Wajib Tahu!

4. Menggunakan Contoh Kata yang Familiar

freepik

Kemudian belajar membaca anak TK juga ada pada kefamiliaran kosa kata menurut mereka. Sebagai saran, sebaiknya hindari dahulu menggunakan kosa kata yang bahkan anak belum pernah mendengar kata tersebut. Jika terjadi, hal itu bisa membuat anak menjadi kebingungan karena tidak tahu juga apa yang sebenarnya ia baca. Maka mulailah dengan yang ringan saja.

Sebagai contoh, Sedulur bisa mulai dengan mengajak anak membaca namanya sendiri. Ia juga nanti bisa melanjutkan dengan menuliskan namanya. Selain familiar, nama juga akan sering dituliskan di mana-mana saat anak sedang sekolah.

Setelah belajar menuliskan nama sendiri, Sedulur juga bisa lanjutkan dengan mengeja dan membaca nama orang tua, teman, keluarga, barang di sekitar, atau kata-kata lainnya yang sudah tidak asing lagi disebutkan. Belajar membaca anak sd seperti ini dipercaya bisa meningkatkan kecepatan anak saat belajar.

5. Tambahkan Ilustrasi

belajar membaca anak SD
freepik

Belajar membaca anak sd harus bersifat interaktif dan kreatif agar lebih mudah dipahami. Selain itu, belajar membaca juga merupakan ilmu wajib yang sebaiknya sudah bisa dilakukan sejak dini. Semakin muda anak mampu membaca, maka kemungkinan besar ia akan jauh lebih mudah dalam menangkap dan mempelajari hal lain melalui bacaan.

Dengan demikian, bukan hal yang aneh lagi jika para orang tua berupaya keras agar anaknya bisa segera bisa membaca. Membaca juga sangat bermanfaat di kehidupan sehari-hari. Hal ini tentulah akan membantu tumbuh kembang dan kebiasaan anak setiap harinya.

Salah satu yang bisa Sedulur lakukan adalah menambahkan ilustrasi pada pembelajaran membaca. Misalnya menggunakan buku dan kartu bergambar atau justru membaca sambil menggambar. Sedulur bisa menggambar huruf A untuk apel, B untuk Belalang, C untuk Cicak dan seterusnya. Ilustrasi akan membuat bacaan tampak menarik loh.

BACA JUGA: 50 Ucapan Selamat Ulang Tahun Untuk Anak Tercinta Penuh Makna

6. Gunakan Buku yang Menarik

freepik

Belajar membaca tidak mungkin lepas dari yang namanya buku. Bahkan sebelum anak mengenal bacaan, tidak ada salahnya jika ia sudah dikenalkan dengan buku sebagai sebuah benda yang nantinya akan menjadi bagian dari hidupnya. Buku adalah jendela dunia, maka buatlah ia tertarik untuk mempelajari dan mengetahui isi dalam buku tersebut.

Untuk anak, buku yang menarik biasanya adalah buku bergambar dan penuh warna. Ada juga buku menarik lainnya seperti buku yang bisa memperlihatkan sesuatu secara 3 dimensi yang dinamakan pop up book. Ketika buku dibuka, ia akan menampilkan gambar secara 3 dimensi sehingga belajar semakin menarik.

Buku menarik juga bukan hanya dari segi penampilan, tapi juga isi. Carilah buku yang kiranya akan membuat anak penasaran dengan isi buku itu. Misalnya buku dongeng atau komik yang memiliki alur cerita. Selain membeli di toko buku, Sedulur juga bisa mencoba mencari referensi dengan download buku belajar membaca anak sd kelas 1.

7. Luangkan Waktu untuk Membaca Bersama

freepik

Jika Sedulur mencari cara untuk belajar membaca tanpa mengeja, maka mungkin ini adalah salah satunya. Luangkan waktu untuk membaca bersama setiap harinya. Misalnya menjelang tidur atau ketika menemani anak belajar. Semakin sering anak ditemani dan dirangsang untuk bisa membaca, perkembangannya juga akan semakin cepat.

Belajar membaca anak sd juga butuh usaha yang besar dari orang dewasa di sekitarnya, terutama bagi orang yang mengajarkannya. Selain untuk meningkatkan kemampuan membaca anak, membaca bersama juga memungkinkan seseorang untuk saling mendekatkan diri dan menciptakan hubungan emosional yang baik. Kegiatan ini baik dilakukan oleh orang tua pada anak.

BACA JUGA: Penting! Imunisasi IPV Pada Anak, Untuk Cegah Polio, Simak Moms

8. Belajar Secara Interaktif

freepik

Belajar membaca anak sd sudah semestinya dilakukan secara interaktif. Jangan sampai proses belajar dilakukan seperti di kelas atau sekolah zaman dahulu. Berikan anak kesempatan untuk bertanya dan kesempatan untuk mencoba membaca sendiri.

Belajar secara interaktif juga sangat memungkinkan dilakukan pada saat bermain. Dengan bermain, akan terjadi banyak interaksi dan suasana belajar pun akan bisa dibangun secara menyenangkan.

Misalnya, Sedulur bermain game tebak gambar berdasarkan alfabet. Sedulur juga bisa mencoba permainan tebak kata dengan mengisi kata kosong dalam sebuah kalimat. Ketika membaca, si anak kemungkinan besar akan mencari tahu apa kata lainnya untuk mengisi kalimat kosong tersebut dan mendorong banyak pertanyaan sehingga belajar tidak satu arah.

9. Mengajarkan Secara Berurutan

freepik

Berikutnya belajar membaca anak sd yang sudah semestinya diperhatikan sejak awal mulai memberikan pelajaran. Hal penting yang satu ini kadang membuat orang bingung sebenarnya harus mulai dari mana ya mengajarkan belajar untuk anak? Karena tidak semua orang tahu bagaimana cara mengajarkan dari awal kecuali dia seorang guru.

Maka dari itu, kita bahas ya. Mengajarkan anak belajar dimulai dengan mengenalkan huruf. Seperti dibahas sebelumnya, lakukan tahap ini dengan cara yang menyenangkan. Misalnya dilakukan dengan permainan tebak huruf, menggambar huruf, atau mewarnai huruf. Gunakan juga properti lain seperti buku, kartu, dan benda lainnya yang menunjang proses belajar.

Berikutnya disusul oleh menghafal suku kata. Di dalamnya Sedulur bisa sertakan materi untuk membedakan huruf mati dan huruf vokal. Barulah kemudian memasuki materi membaca secara utuh. Game rekomendasi untuk belajar membaca secara utuh salah satunya adalah susun kata. Misalnya tulisan lpae disusun menjadi Apel. Bagaimana, menarik kan?

BACA JUGA: 40 Kata Kata Mutiara Untuk Anak Agar Sayang Orang Tua & Sukses

10. Berikan Contoh yang Baik Agar Anak Semangat Belajar

freepik

Belajar membaca anak sd tidak selalu mulus dan dipenuhi semangat anak untuk belajar. Selain menjaga semangat anak, sudah semestinya orang dewasa juga harus bisa menjaga semangat untuk menemani anak belajar. Jangan sampai ketika anak sedang semangat, Sedulur justru sedang malas. Apalagi jika dua-duanya tidak ada keinginan untuk belajar. Wah, tamat sudah.

Berikan contoh yang baik agar anak semakin semangat belajar. Biasakan diri untuk rutin membaca sehingga anak tahu bahwa orang tuanya gemar membaca. Dari sana, bisa terdapat pertanyaan sebenarnya ada apa ya di dalam buku yang dibaca oleh Ibu atau Ayahnya itu? Kebiasaan ini juga bisa tertanam bahwa membaca adalah sebuah kebiasaan yang lumrah dilakukan.

Jika sudah tertanam pikiran bahwa membaca itu hal yang sewajarnya dilakukan, bukan tidak mungkin anak berusaha belajar sendiri tanpa diminta. Maka dari itu, semangat untuk memberikan contoh yang baik agar anak semakin semangat juga belajar membaca.

Itulah yang bisa Sedulur lakukan untuk menemani belajar membaca anak sd. Harus disertai dengan banyak hal menarik, bukan? Anggaplah ini sebagai salah satu cara agar Sedulur dan anak lebih dekat melalui kegiatan belajar bersama. Tetap semangat demi mendorong anak untuk menjadi pribadi yang berwawasan dan gemar membaca. Selamat mencoba!