Strict Parents

Mempunyai anak adalah idaman setiap orang, namun membentuk karakter anak agar dapat berpikir bijak dan mempunyai akhlak mulia di masa depan, membutukan perlakuan khusus. Sayangnya beberapa orang tua kerap salah mendidik anak demi menginginkan apa yang dia harapkan. Sikap seperti ini biasanya termasuk dalam strict parents. Istilah ini juga diartikan sebagai orang tua yang menuntut standar tinggi pada anaknya.

Pola asuh strict parents bisa berdampak bahaya bagi pertumbuhan mental seorang anak. Mulai dari si buah hati menjadi sering berbohong, mudah mengalami depresi hingga hilangnya rasa percaya diri. Agar lebih memahami pengertian strict parents dan bisa menghindarinya. Yuk simak dan pahami penjelasan lengkapanya di bawah ini.

BACA JUGA: 10 Tips Menjadi Single Parent Tangguh untuk Anak Tersayang

Mengenal pola asuh strict parents

strict parents
Pexels

Mengasuh anak tidak boleh sembarangan, mengingat di masa kanak-kanak mereka sangat sensitif akan segala hal-hal. Seperti dapat menirukan kebiasaan orang tua, sikap dan tutur kata orang tua. Pola asuh yang terkenal dan bisa memberikan dampak buruk ke anak adalah strict parent. Istilah ini masih sangat populer sampai sekarang di kalangan orang tua yang sudah memiliki anak. Lantas strict parents artinya apa?

Strict parents adalah orang tua yang selalu menempatkan standar tinggi  dan kerap menuntut anak. Dalam sisi psikologis, orang tua yang menerapkan pola asuh seperti ini umumnya punya sifar angkuh, otoriter atau otoritatif.  Orang tua yang kerap menerapkan gaya asuh seperti ini, membuat anak strict parent biasanya dapat menjadi pribadi lebih baik. Akan tetapi pada banyak kasus gaya asuh model ini menonjolkan sifat otoritatif dari orang tua.

Tanda strict parents otoriter biasanya seperti perilaku dingin, tidak responsif dan bersikap tidak suportif terhadap anak-anaknya. Orang tua yang menerapkan gaya asuh ini, tidak akan mengizinkan anak untuk mengeluarkan pendapat atau mempertanyakan keputusan yang sebelumnya telah dibuat oleh orang tuanya.

Sebenarnya model asuh anak seperti ini dapat membuat anak lebih disiplin dan tak akan menentang orang tua. Strict family adalah orang tua yang menerapkan perlakuan over protektif kepada sang anak. Dengan begitu segala keputusan dari orang tua tidak boleh ditentang oleh anak sehingga mereka cenderung lebih penurut.

BACA JUGA: Hope, Kisah Pilu Korban Kekerasan Seksual pada Anak Kecil

Ciri-ciri strict parents

strict parents
Pexels

Mengenal gaya asuh ini, tak hanya dilihat dari pengertiannya saja. Sedulur bisa melihat beberapa ciri jika orang tua menerapkan model asuhan ini. Agar lebih memahami ciri-ciri orang tua menggunakan gaya asuh ini, yuk simak beberapa ciri di bawah ini Sedulur.

Jarang ada kasih sayang

strict parents
Pexels

Jangan berharap bahwa model pengasuhan strict parent memberikan kasih sayang kepada anak. Sebab, umumnya orang tua dengan gaya pengasuhan seperti ini membuat anak menjadi lebih murung dan minder. Contoh strict parents dari ciri ini bisa terlihat dari orang tua yang bersikap keras, ketat dan otoriter serta jauh dari anak-anak. Para orang tua seperti ini juga umumnya tidak pernah memberikan pujian kepada anaknya.

Sebab, model pengasuhan ini lebih mementingkan sikap disiplin dibandingkan menawarkan rasa kesenangan kepada anak. Karena cenderung menonjolkan kedisiplinan, membuat anak akan patuh dan tak akan melawan tindakan orang tua.

Hukuman berupa kekerasan fisik

strict parents
Pexels

Ciri-ciri strict family adalah mereka kerap melakukan tindakan kekerasan fisik kepada anak. Orang tua yang melakukan tindakan seperti ini, karena sang anak tidak menurut perintah orang tua dan cenderung berani. Maka jalan pintas terakhir orang strict parent adalah melakukan tindakan fisik. Banyak contoh orang tua melakukan kekerasan fisik, mulai dari memukul dan menjewer sang anak.

Tidak mempercayai sang anak

strict parents
Pexels

Orang tua yang menerapkan gaya asuh strict parent umunya otoriter. Mereka berusaha anaknya displin, tak melawan perintah orang tua hingga tegas. Namun seiring berjalannya waktu, model asuh seperti condong membuat anak menjadi minder dan tidak percaya diri. Orang tua dengan pola asuh seperti ini tidak akan mempercayai anak saat membuat keputusan sendiri.

Dampak strict parent pada anak adalah mereka tidak leluasa dalam membuat keputusan. Anak tak punya pendirian dan seakan goyah terhadap segala pilihan. Orang tua seperti ini tidak akan memberikan keleluasaan pada anak, bahwa dirinya bisa melakukan hal terbaik.

Mempermalukan si buah hati

strict parents
Pexels

Model pengasuhan strict parent tak akan memberikan sang anak pujian atau penghargaan. Alih-alih membuat anak bangga, justru orang tua mempermalukan sang anak. Anak bisa dipermalukan oleh orang tua dan tindakan ini merupakan bentuk motivasi si kecil menjadi lebih baik lagi Sedulur.

BACA JUGA: 10 Tips Menjadi Single Parent Tangguh untuk Anak Tersayang

Contoh kasus orang tua dengan gaya asuh strict parent

strict parents
Pexels

Kasus Ari Hanggara

 Kasus ini sempat membuat heboh media masa di tahun 80 an, di mana ada orang tua tega menyiksa anaknya dengan dalih si anak tidak menurut perintah orang tua. Ari Hanggara merupakan anak kedua pasangan Machtino Ediwan dan Dahlia Nasution. Namun pasangan ini sempat cekcok sehingga berujung pada perpisahan. Sampai akhirnya Machtino Eddiwan tinggal bersama istri keduanya bernama Santi.

Peristiwa memillukan terjadi di mana Ari Hanggara dituduh sebagai anak yang mencuri uang dan nakal. Sampai pada akhirnya, Machtino Eddiwan seorang pria pengangguran dan istrinya tirinya Santi melakukan tindak kekerasan kepada Ari Hanggara. Ari dihukum di kamar mandi dan kepalanya dibenturkan ke tembok. Hingga pada akhirnya Ari meregang nyawa dan kedua orang tuanya tersebut di hukum penjara.

Machtino Eddiwan divonis oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan 5 tahun penjara. Sementara Santi istri tak sahnya dihukum 2 tahun penjara. Saking hebohnya kasus ini, maka diangkat menjadi sebuah film berjudul Ari Hanggara dan dibintangi Deddy Mizwar sebagi Machtino Eddiwan.

Kasus anak bunuh diri

Kasus ini kerap menghiasi layar kaca hingga berita-berita online. Umumnya anak yang melakukan tindakan ini disebabkan oleh kasus strict parenting. Namun bisa juga karena masalah pribadi dengan kawan. Tapi umunya berawal dari pola asuh orang tua yang salah. Ini merupakan contoh strich parenting yang biasa kita tahu di layar kaca hingga media masa.

Dampak strict parents

strict parents
Pexels

Orang tua yang kerap menerapkan asuhan model ini, lebih mengutamakan sikap disiplin kepada anak dan bersifat otoriter terhadap anak. Sehingga pasti ada dampak yang ditimbulkan bagi anak jika mempunyai orang tua seperti ini. Adapun dampak strict parents seperti berikut:

1. Depresi

Pexels

Anak akan mengalami rasa depresi, minder dan tak punya rasa percaya diri. Strict Parents mengutamakan sikap otoriter terhadap anak dan tidak memberikan anak keleluasaan dalam menyampaikan ekspresinya. Study dari The Journal of Psychology mengungkapkan anak-anak yang diasuh menggunakan model ini, akan merasa tidak bahagia dan sering menunjukkan gejala-gejala depresi.

2. Memunculkan gangguan prilaku negatif pada anak

Pexels

Pola asuh ketat dapat membuat anak bisa berprilaku negatif. Seperti berbohong, depresi, suka melakukan tindakan kekerasan dan masih banyak lagi. Pola asuh strict parenting menyebabkan anak dapat mencontoh perilaku orang tua yang menganut  gaya asuh otoriter.

Orang tua membuat ancaman, paksaan serta hukuman demi mendisplinkan sang anak. Alhasil dampak negatifnya adalah anak akan mempunyai sifat membangkang. Punya sifat agresif, pemarah, impulsifpun sudah dapat tertanam pada diri anak-anak.  

3. Menjadi anak merasa tak percaya diri

Pexels

Dampak lain orang yang kerap menerapkan pola asuh seperti ini membuat sang anak merasa menjadi tidak percaya diri. Memiliki orang tua dengan gaya asuh seperti ini menciptakan anak-anak dapat terbiasa terdikte. Anak merasa tidak percaya diri dan kerap goyak saat membuat keputusan sendiri.

Alhasil anak strict parents biasanya tidak bisa luwes melakukan adaptasi di lingkungan luar rumahnya. Bahkan, hal ini bisa berdampak buruk saat anak akan masuk ke dua kerja.

Cara mengatasi strict parents

Pexels

Mempunyai orang tua dengan pola asuh seperti ini memang membuat anak merasa tertekan. Namun bukan berarti Sedulur tidak bisa mengatasinya. Ada beberapa cara yang bisa Sedulur lakukan saat menghadapi orang tua dengan tanda strict parents. Berikut cara mengatasi strict parents yang bisa dilakukan.

1. Ikuti arahan dan tuntutanya jika ini dianggap positif

Pexels

Mengikuti arahan orang tua dengan pola asuh seperti ini, memang membutuhkan kesabaran. Ambil sisi positif yang menurut Sedulur benar dan tinggalkan hal negatif. Seperti jika Sedulur melakukan kesalahan dengan tidak mematuhi perintahhnya, maka lebih baik menurut.

2. Berbicara dari hati ke hati

Pexels

Cara selanjutnya dan bisa Sedulur lakukan adalah bicara dari hati ke hati. Ajak orang tuamu berdiskusi saat mennyelesaikan persoalan. Jangan menonjolkan emosi ataupun ego sesaat.

Demikian ulasan tentang pengertian, ciri-ciri hingga dampak kehadiran strict parenting di rumah kamu Sedulur. Semoga pemahaman di atas menambah wawasan kita akan dampak positif dan negatifnya nya pola asuh ini.  

Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? Aplikasi Super solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar. Yuk, unduh aplikasinya di sini sekarang!

Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat Aplikasi Super. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah. Langsung restok isi tokomu di sini aja!