Toko kelontong adalah warung yang menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari. Keberadaannya penting, tetapi sering dianggap sebelah mata. Pengelolanya dianggap melakukan pekerjaan yang tidak bergengsi dan penghasilannya tidak menentu. Padahal hal itu hanyalah persepsi sempit saja. 

Setiap pekerjaan punya konsekuensinya sendiri. Sedulur pasti sudah sering melihat bagaimana penjual sayur keliling dan pengelola toko kelontong kecil-kecilan bisa menghidupi keluarganya selama bertahun-tahun. Ini karena penghasilan mereka dari untung memang tidak seberapa besar, tetapi jika dikalikan dengan frekuensi transaksi, penghasilan mereka pun bisa dibilang menjanjikan. Tak kalah dengan pekerja kantoran. Bila Sedulur tertarik atau terpikir untuk membuka usaha kelontong, ikuti tips-tips berikut. Bisa dengan modal kecil, kok. 

BACA JUGA: Tips Memulai Usaha Fotokopi yang Harus Diketahui Pemula

1. Buat rencana dan lakukan riset 

toko kelontong kecil kecilan
pexels

Rencana di sini antara lain mencakup perhitungan modal yang dipunya, lokasi pembukaan toko, target pembeli, ketersediaan supplier barang, kuantitas barang yang akan dibeli. Begini rinciannya.

Kepemilikan modal 

Sebenarnya toko kelontong bisa dimulai dengan modal kecil-kecilan. Sedulur wajib tentukan dulu lokasi yang bakal dipakai. Bila masih di area bangunan rumah, berarti harus ada dana yang dikeluarkan untuk merenovasi, setidaknya untuk mengecat dinding dan membuat pintu toko yang aman. Namun, bila ingin membuka di tempat yang lebih representatif, uang sewa lapak atau bangunan pun wajib dipikirkan masak-masak. Sisihkan pula modal untuk setidaknya membeli sejumlah stok barang yang menurut Sedulur bakal cepat terjual habis dalam waktu singkat. 

Lokasi toko 

Untuk awalan, Sedulur bisa memanfaatkan ruang kosong di depan rumah. Ini bisa menghemat banyak biaya. Tinggal lakukan renovasi agar ruang menjadi lapang dan bersih, sehingga memudahkan saat proses penataan. Lakukan ini sebelum stok barang datang.

Target pembeli 

Perhitungkan kira-kira siapa yang bakal menjadi pelanggan atau pembeli di warung sembako kecil Sedulur. Jika di depan rumah, target pasarnya pasti tetangga dan penghuni komplek terdekat. Hitungannya akan berbeda bila rumah Sedulur berada di dekat pabrik, perkantoran, atau bahkan sekolah, target pasar akan lebih luas dan jadi keuntungan tersendiri. 

Ketersediaan supplier 

Sedulur wajib melakukan riset lapangan untuk mencari penjual grosir yang menawarkan harga termurah di kota Sedulur. Pikirkan pula bensin yang perlu Sedulur keluarkan untuk membeli stok produk. Jika supplier ada di luar kota, hitung juga estimasi ongkos kirim yang harus dikeluarkan. Untuk usaha kelontong yang modalnya kecil, silakan pakai supplier dalam kota dulu. 

BACA JUGA: 15+ Nama Toko yang Membawa Berkah dan Cara Memilihnya

2. Siapkan juga kemungkinan terburuk 

pexels

Hal-hal di atas adalah elemen penting dalam sebuah riset bisnis. Termasuk warung kecil kecilan ini. Jangan anggap enteng. Selain itu, jangan lupakan pula jalan keluar darurat misal rencana Sedulur tidak berjalan sesuai rencana. Kegagalan bisa terjadi karena beberapa hal, salah perhitungan dan adanya potensi pesaing yang terlalu kuat. 

Dana darurat disiapkan

Salah perhitungan bisa saja terjadi apalagi Sedulur yang masih pemula dalam hal bisnis. Meski sudah membaca berbagai kiat dan tips dari yang berpengalaman, guru terbaik tetap datang dari pengalaman pribadi Sedulur. Jadi, siapkan dana darurat untuk menanggulangi kerugian. Jangan sampai kendor dengan dana darurat karena tergiur penghasilan pengusaha kelontong yang sudah mapan. Kita tidak pernah tahu waktu, keringat, dan kerugian yang sudah mereka rasakan hingga sebesar sekarang. Boleh optimis, tetapi tetap logis. 

Menghadapi potensi pesaing

Sedulur bukan satu-satunya orang di dunia yang beraspirasi menjadi pengusaha toko kelontong. Mengingat jumlah penduduk di Indonesia yang padat, jumlah pesaing di sekitaran rumah Sedulur pun bisa saja sudah banyak. Silakan pertimbangkan apakah masih ada celah untuk membuka warung sembako di sekitaran rumah. Misal sudah banyak, coba pikirkan inovasi agar toko Sedulur berbeda dari yang lain. 

3. Tips memilih produk 

toko kelontong kecil kecilan
pexels

Membedakan toko kelontong kecil-kecilan Sedulur dengan yang lain bisa dimulai dengan pilihan produk sembako yang kualitasnya baik. Berikut aspek kendali mutu yang bisa dilakukan Sedulur sebagai pengusaha kelontong. 

  • Pilih produk yang sudah punya nama di pasaran, jadi lebih mudah dijual 
  • Selalu perhatikan tanggal kadaluarsa barang saat membeli dari supplier. Jangan terima barang yang sudah hampir melewati masa pakai. 
  • Bila ada pesaing, coba teliti produk yang belum tersedia di toko-toko lain dan jadikan itu celah untuk menyediakannya di toko Sedulur. 
  • Coba kerja sama dengan produsen lokal baru, tetapi produknya berkualitas baik. Sedulur bisa gunakan media sosial untuk meriset beberapa produsen sembako lokal yang belum banyak mendistribusikan produknya di kota Sedulur. Coba beli sampel produknya dan andalkan selera tinggi Sedulur untuk menentukan apakah produk tersebut layak dijual atau tidak. Bila perlu coba minta bantuan kerabat atau tetangga untuk ikut menilai. Jika hasilnya positif, silakan jadikan mereka supplier. Merek baru yang belum dijual di manapun bisa jadi nilai plus untuk usaha kelontong baru Sedulur.

BACA JUGA: 5 Tips Mencari Tempat Usaha Toko Sembako di Kampung

4. Desain toko yang representatif dengan tata letak yang memudahkan barang terlihat 

pexels

Selain inovasi warung kelontong seperti yang dijelaskan di poin sebelumnya. Sedulur juga perlu kepiawaian untuk menata toko agar mudah diakses. Baik oleh pembeli dan penjual sekaligus. Tergantung kondisi, Sedulur punya dua opsi antara menjadikan toko kelontong tersebut mirip swalayan yang pembelinya bisa memilih dan mengambil barang sendiri atau toko yang penjualnya dilayani penuh oleh pengelola. 

Apapun itu, pastikan barang terlihat jelas dan mudah diakses setidaknya oleh pengelola atau penjaga toko. Tata barang yang kiranya bisa digantung, diletakkan di belakang atau di depan, atau butuh penjagaan ketat karena harganya lebih mahal. 

Bisa pula adopsi desain kekinian agar toko kelontong Sedulur lebih menarik. Pilih cat yang netral dan perabot yang minimalis saja. Tidak perlu terlalu banyak ornamen tidak perlu di dalam toko. 

5. Jaga kebersihan toko dan Sedulur sendiri sebagai pengelola 

toko kelontong kecil kecilan
pexels

Pastikan pula toko sembako Sedulur dalam keadaan bersih dan kering. Sembako dan barang kebutuhan sehari-hari adalah produk yang mudah sekali rusak bila penyimpanannya tidak tepat. Pastikan mereka disimpan di tempat kering dan teduh, tidak terkena sinar matahari langsung. Selain bagian dalam, tak lupa bersihkan pula bagian luarnya. 

BACA JUGA: List Harga Etalase & Ukuran yang Pas untuk Toko Sembako

6. Berikan layanan yang terbaik, ramah tapi tegas 

pexels

Sebagai pengusaha yang menawarkan barang, Sedulur wajib memberikan pelayanan yang terbaik. Kondisikan untuk tetap ramah dalam keadaan apapun. Namun, jangan sampai melupakan ketegasan. Sudah banyak toko kelontong yang gulung tikar karena tidak bisa menolak pembeli yang terus berhutang dan tidak berniat membayarnya. 

Selain pembeli yang menyebalkan, kesalahan juga ada di pengelola toko yang kurang tegas. Terapkan batasan hutang yang diperbolehkan dan tolak jika sudah melebihi kuota tersebut. Jangan lupa untuk dicatat dengan tertib agar tidak terlewat. Pun bila perlu ingatkan mereka saat datang kembali untuk belanja. 

7. Pastikan pembukuannya tertib 

pexels

Pembukuan adalah hal penting dalam suatu usaha. Sedulur bisa menggunakan bantuan aplikasi atau mencatatnya secara manual. Semua terserah preferensi masing-masing. Namun, jangan sampai ada alur pemasukan dan pengeluaran yang terlewat. Pembukuan atau rekaman transaksi sangat krusial untuk perkembangan toko kelontong. Dengan melihat data tersebut, Sedulur bisa tahu barang mana yang paling laku dan mana yang sebaliknya, kurang diminati. Apa saja yang membuat pengeluaran Sedulur membengkak dan lain sebagainya. Jangan lupa hitung biaya operasional seperti tagihan listrik dan biaya sewa bila ada. 

8. Siapkan diri untuk bersaing di era digital

toko kelontong kecil kecilan
pexels

Di era pandemi seperti sekarang, banyak orang memilih untuk belanja secara daring atau online. Sedulur yang baru memulai usaha toko kelontong kecil-kecilan pun wajib mengikuti zaman. Selain coba sediakan metode pembayaran non-tunai, Sedulur bisa mendaftarkan diri menjadi agen Super. Tujuannya agar toko Sedulur bisa diakses lebih banyak pembeli. 

Sedulur bisa mempelajari caranya dengan mengunduh Aplikasi Super di ponsel pintar, baca persyaratannya, dan buktikan sendiri kehebatan aplikasi ini dalam membantu mengembangkan bisnis kecil Sedulur di bidang sembako. 

Modal buka warung kelontong bisa beragam tiap pengusaha. Semua didasarkan pada pengalaman masing-masing. Tidak ada patokan pasti. Kalau ada modal, tempat, tenaga, dan pikiran, mulai dulu, yuk. Siapa tahu ini adalah jalan pembuka rezeki buat Sedulur semua.