omset agen gas lpg

Bila Sedulur merupakan pemilik usaha kelontong atau warung sembako, tidak ada salahnya menambah persediaan barang dagangan seperti gas LPG atau elpiji. Umumnya, bisnis semacam ini dikenal dengan sub agen. Namun, siapa sangka modal usaha sub agen LPG ternyata tidak terlalu besar tapi tetap bisa memberikan keuntungan menggiurkan.

Bisnis gas elpiji sendiri memang cukup menarik. Hal ini tak lepas dari kebutuhan gas yang begitu penting untuk masyarakat Indonesia. Tak hanya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari, gas elpiji ukuran 3 kg dan 5 kg juga penting untuk usaha kecil menengah.

Kalau Sedulur tertarik untuk menjadi seorang sub agen, simak ulasan lengkap terkait modal usaha sub agen LPG berikut ini!

BACA JUGA: Menjanjikan, 7 Ide Usaha Sarapan Pagi yang Praktis & Mudah!

-->

Syarat Jadi Sub Agen

modal usaha sub agen lpg
Freepik/Freepik

Untuk menjadi seorang sub agen gas elpiji ini sebenarnya tidak ada syarat utama dan mengikat. Sedulur bisa mendaftarkan diri langsung kepada agen-agen gas resmi Pertamina terdekat.

Umumnya, para pemilik usaha akan mencatat siapa saja pelanggan yang kulakan gas dan akan diberikan informasi ketika persediaan gas habis atau sudah tersedia kembali.

Selain itu, seorang sub agen gas elpiji juga memiliki perjanjian usaha dengan agen resmi. Biasanya akan terjadi kesepakatan harga yang diberikan kepada para agen resmi kepada sub agen.

Modal Usaha Sub Agen LPG

omset agen gas lpg
Unsplash/Alison Pang

Bagi masyarakat yang tertarik, modal yang perlu disiapkan untuk menjadi sub agen gas LPG 3 kg adalah sekitar Rp25 juta hingga Rp35 juta. Ini merupakan modal yang cukup dasar untuk bisa memulai bisnis sub agen gas.

Modal yang dikeluarkan tersebut, nantinya akan Sedulur gunakan untuk membeli persediaan gas dari agen resmi Pertamina. Selain itu, modal tersebut juga diperuntukkan untuk pembiayaan operasional serta gaji karyawan.

Potensi Keuntungan Bisnis LPG

omset agen gas lpg
Unsplash/Mufid Majnun

Untuk mengetahui potensi keuntungan bisnis gas elpiji. Maka Sedulur harus memulai dengan pertanyaan berapa sih omset agen gas LPG? Jika dilakukan perhitungan kasar dengan melihat rencana keuntungan yang didapatkan yaitu Rp200 ribu per hari.

Maka dengan dasar rencana itu, Sedulur membuat proyeksi perhitungan dengan membuat rencana keuntungan sebesar Rp4 ribu untuk satu tabung gas. Maka Sedulur membutuhkan stok tabung gas sebanyak 50 buah.

Dengan penghitungan tersebut, maka bisa dihitung secara kasar bahwa omset dari bisnis ini bisa mencapai Rp6 juta per bulan.

BACA JUGA: 10 Faktor Kegagalan Wirausaha dan Cara Mencegahnya

Resiko Bisnis Gas

modal usaha sub agen lpg
Unsplash/Avinash Shet

Setalah tuntas membahas modal usaha sub agen lpg. Sedulur sebaiknya juga memperhatikan dan mengetahui resiko usaha gas elpiji yang tidak bisa diabaikan. Berikut ini diantaranya:

1. Kerusakan tabung gas

Resiko usaha gas elpiji yang kedua yaitu kemungkinan tabung gas yang rusak. Saat ini sudah banyak warga yang menggunakan gas elpiji untuk memasak, otomatis permintaan akan meningkat. Semakin tinggi permintaan suatu barang maka pasti akan membutuhkan pasokan lebih banyak dari biasanya.

Untuk itu, perlu waktu untuk mengirimkan semua pasokan tersebut dari produsen ke toko eceran. Biasanya dalam proses distribusi, kebanyakan agen akan membawa tabung-tabung tersebut menggunakan truk.

Hal itu membuat tabung gas rentan mengalami kerusakan, terutama pada ukuran 3 kg. Sebab, ukurannya yang kecil sangat rentan untuk terbentur antara satu dengan yang lainnya sehingga mengakibatkan kerusakan.

2. Sempitnya jangkauan penjualan

Tidak semua daerah mudah untuk dijangkau distribusi penjualan gasnya. Apalagi jika berada di daerah pedesaan yang cukup terpencil dan jauh kemana-mana. Tentu hal itu menjadi resiko usaha gas elpiji yang harus diketahui dan dipertimbangkan sebelum memulainya.

Hal itu dikarenakan pengangkutan dan pendistribusian tabung gas dilakukan menggunakan mobil besar. Jika medannya sulit dilalui, maka hal itu akan menjadi hambatan bagi sang penjual untuk memasok produknya. Belum lagi stigma warga desa yang menganggap bahwa penggunaan gas elpiji sangat berbahaya.

Untuk mengupayakan, maka harus dilakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada warga desa bahwa elpiji tidak berbahaya. Dan juga memberi tahu warga desa cara memasang gas dengan benar, serta mengatasi kebocoran jika sewaktu-waktu terjadi.

3. Proses distribusi yang kurang lancar

Resiko usaha gas elpiji yang selanjutnya adalah proses distribusinya yang kurang lancar. Biasanya proses pendistribusian gas dilakukan dengan mobil truk. Jika sedang mengalami cuaca yang sangat buruk seperti hujan yang tidak kunjung berhenti, maka akan sangat sulit untuk mendistribusikannya.

Selain itu, ketersediaan stok gas yang minim juga bisa menjadi pemicu tidak lancarnya proses distribusi. Agar tidak terjadi, disarankan untuk selalu mengecek stok yang tersedia setiap harinya.

Demikian tadi informasi lengkap tentang modal usaha sub agen LPG lengkap dengan syarat serta potensi keuntungannya. Semoga informasi ini bisa membantu Sedulur yang ingin memulai usaha sembako dan gas di rumah.

Oia, Sedulur juga melengkapi kebutuhan bisnis sembako di rumah dengan kulakan di SuperApp. SuperApp adalah aplikasi yang membantu kulakan sembako dan barang kebutuhan pokok untuk toko atau kebutuhan sehari-hari di rumah jadi mudah. Untuk informasi lebih banyak, Sedulur bisa mengikuti Instagram SuperApp.