Pedagogik adalah bagian dari proses pendidikan itu sendiri. Dalam pendidikan di sekolah, baik sekolah dasar, sekolah menengah pertama hingga sekolah menengah atas, pendidikan berjalan dengan beberapa metode dan proses. Setiap pendidik, terutama guru harus memahami proses pedagogik

Dalam kesempatan kali ini akan jelaskan pengertian pedagogik adalah bagian penting dari pendidikan itu sendiri. Mengulas pengertian pedagogik, manfaat serta fungsinya. Tanpa berlama-lama, yuk mari langsung kita simak penjelasannya di bawah ini.

BACA JUGA: Respirasi Adalah: Pengertian, Jenis & Prosesnya Pada Manusia

Pengertian pedagogik

Pengertian pedagogik adalah
freepik

Pedagogik adalah istilah pengajaran atau gaya mengajar sebuah guru, merupakan bagian ilmu yang mengajari bagaiman teknik mengejara itu sendiri. Namun secara etimologis, pedagogi sendiri berasal dari bahasa Yunani Kuno, yang berarti mengawasi anak, dan bertanggung jawab atas pendidikannya.

Pedagogig berasal dari kata paedos dan agogos. Peados berarti anak laki-laki, sementara agogos yaitu mengantar, mendidik dan membimbing. Hal ini berarti bahwa pedagogik adalah seorang ahli yang membimbing dan mengantarkan seorang anak untuk mencapai tujuan tertentu.

BACA JUGA: Persyaratan SKCK Terbaru, Alur, Cara Pembuatan & Biayanya

Pedagogik menurut para ahli

Pedagogok Menurut Para Ahli
freepik

Selain pengertian pedagogik adalah bagian dari proses pendidikan, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam pengertian di atas. Terdapat juga beberapa Ahli yang memberikan padangan secara spesifik terkait pedagogik itu sendiri. Berikut ini daftar para ahli terkait makna pedagogik:

1. Sarworno

Sarworni seorang pakar pendidikan berpendapat bahwa pedagogik adalah metode pendidikan yang menekankan pada praktik dan proses pendidikan itu sendiri. Maksudnya, hal tersebut berkaitan dengan kegiatan mendidikan dan membimbing siswa. Saworno menekankan bahwa pedagogik merupakan teori yang secara detail, objektif, dan kritis dalam mengembangkan konsep hakikat manusia, hakekat anak, dan hakekat pendidikan itu sendiri.

2. Prof. Dr. J. Hoogveld

Prof. Dr. J. Hoogvel juga menjelaskan bahwa pedagogik adalah sebuah ilmu yang mempelajari perihal pembimbingan anak untuk mencapai tujuannya. J. Hoogveld sendiri merupakan pakar pendidikan asal negeri Belanda mendefiniskan bahwa pedagogik memiliki tujuan tertentu, terutama membantu siswa untuk menggapai tujuannya ketika kelak dewasa dan berada di lingkungan masyarakat.

3. Ana Maria Gonzalez Soca

Pedagogik adalah proses yang menyoroti hubungan antara pendidikan, pengajaran, dan pembelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan kepribadian peserta didik atau siswa. Hal tersebut untuk memberikan kesiapan kepada siswa dalam menjalani kehidupan sosial kelak. Ana maria juga menjelakan bahwa pedagogik tidak memiliki batas dan melampaui batasan-batasan institusi pendidikan.

4. Gladys Valdivia

Berbeda dengan kedua pakar di atas, Gladys Valdivia berpendapat bahwa pedagogik adalah sebuah proses pendidikan yang berkaitan erat dengan tujuan sosial. Pedagogik dikembangkan untuk memberikan pemahaman terhadap siswa agar dapat mengetahui hubungan suatu hal dengan hal lainnya. Hal ini menunjukan bahwa pedagogik berada di dalam dan di luar proses pendidikan itu sendiri.

5. Menurut Addine

Addine menjelaskan bahwa pedagogik adalah sebuah proses pendidikan yang memiliki kharakter khas. Karakter tersebut bersifat terstruktur berdasarkan temuan dalam bidang sains kontemporer. Sedangkan hubungan sekolah dan kehidupan didasarkan pada dua aspek penting, yaitu sebuah pekerjaan untuk mendidik siswa menjadi seorang manusia yang siap untuk menjalani kehidupan sosial di masyarakat.

BACA JUGA: Cara Belajar Bahasa Korea Sendiri dengan Cepat untuk Pemula

Pedagogik sebagai ilmu pengetahuan

Pedagogik Sebagai Ilmu Pengetahuan
freepik

Setelah menyimak pengertian di atas, satu garis besar dapat disimpulkan bahwa pedagogik adalah proses pendidikan untuk siswa agar dapat menjalani hidup sosial masyarakat. Namun sebagai sebuah ilmu pengetahuan, pedagogik sendiri memiliki arti memberikan bimbingan dan bantuan secara spiritual  kepada sesorang yang belum dewasa.

Hal ini tentu saja berkaitan dengan tujuan dari pendidikan itu sendiri yang bersifat transformative atau memberikan perubahan terhadap siswa agar dapat memaksimalkan potensi diri baik secara kognitif dan karakter. Karena sebagai ilmu pengetahuan, pedagogik juga memiliki teori, konsep dan metode tersendiri.

BACA JUGA: 15 Komik Pendidikan Lucu, Bisa jadi Pendamping Belajar Anak

Tujuan dan manfaat pedagogik

Tujuan dan Manfaat Pedagogik adalah
freepik

Berdasarkan penjelasan di atas, satu tujuan pedagogik adalah untuk memanusiakan manusia, agar dapat menjadi seseorang menjalani hidup dengan bahagia. Dengan kata lain, sebuah persiapan agar seseorang dapat mejalani hidup dengan baik di lingkungan sosial. Hal ini seiring dengan hakikat pendidikan itu sendiri.

Pendidikan sendiri memiliki sebuah tujuan yang mulia, bagian tujuan besar dari kebudayaan itu sendiri. Pendidikan dapat membentuk sebuah karakter bangsa, dan mempengaruhi peradaban masyarakat itu sendiri.

BACA JUGA: 8 Manfaat & Contoh Sifat Jujur Unjuk Diajarkan Pada Anak

Manfaat pedagogik

Manfaat Pedagogik
freepik

Berdasarkan penjelasan di atas, makan jelas bahwa pedagogik dapat memberikan manfaat. Manfaat tersebut  yaitu sebagai berikut:

  • Memanusiakan manusia, menjadikan seorang siswa menjadi lebih dewasa agar siap menjalani kehidupan secara mandiri.
  • Bertujuan agar siswa dapat memahami dan menjalani kehidupan di masa depan, dan dapat membuat siswa dapat menjalani hidup lebih bermakna dan memuliakan hidup.
  • Membantu peserta didik mempertanyakan dan menantang keyakinan dan praktik-praktik yang mendominasi.
  • Megembangkan kepribadian siswa yang sehat dan sportif.

BACA JUGA: 10 Deretan Universitas Terbaik di Dunia 2022 Versi QS World

Kompetensi pedagogik

Kompetensi Pedagogik adalah
freepik

Sementara itu, kompetensi pedagogik adalah ukuran atau indikator bagi seorang guru dalam mengelola proses pembelajaran peserta didik. Dapat memahami pengelolaan proses pembelajaran yang mencakup pelaksanaan, evaluasi, serta pengembangan karakter peserta didik itu sendiri.

Di Indonesia, kompetensi pedagogik didasarkan pada peraturan pemerintah. Hal tersebut tertuang pada Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 Pasal 3 Ayat 4 dalam Aqib (2009, hlm. 60) kompetensi pedagogik sebagaimana dimaksud pada ayat 2 merupakan kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik yang sekurang-kurangnya meliputi:

  1. Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan,
  2. Pemahaman terhadap peserta didik,
  3. Pengembangan kurikulum atau silabus,
  4. Perancangan pembelajaran,
  5. Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis,
  6. Pemanfaatan teknologi pembelajaran,
  7. Evaluasi hasil belajar,
  8. Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

BACA JUGA: Hak dan Kewajiban Anak di Rumah & Sekolah, Bunda Wajib Tau!

Kompetensi pedagogik guru

freepik

Dari turunan di atas guru-guru di Indonesia juga memiliki kompetensi pedagogik guru. Pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 tahun 2007 akan dipaparkan melalui tabel di bawah ini:

No.

Kompetensi Inti Guru

Indikator

1.

Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual.

1.1. Memahami karakteristik peserta didik yang berkaitan dengan aspek fisik, intelektual, sosial-emosional, moral, spiritual, dan latar belakang sosial- budaya.
1.2. Mengidentifikasi potensi peserta didik dalam mata pelajaran yang diampu.
1.3. Mengidentifikasi bekal-ajar awal peserta didik dalam mata pelajaran yang diampu.
1.4. Mengidentifikasi kesulitan belajar peserta didik dalam mata pelajaran yang diampu.

2.

Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik.

2.1. Memahami berbagai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik terkait dengan mata pelajaran yang diampu.
2.2. Menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam mata pelajaran yang diampu.

3.

Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu.

3.1.  Memahami prinsip-prinsip pengembangan kurikulum.
3.2.  Menentukan tujuan pembelajaran yang diampu.
3.3.  Menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diampu.
3.4.  Memilih materi pembelajaran yang diampu yang terkait dengan pengalaman belajar dan tujuan pembelajaran.
3.5.  Menata materi pembelajaran secara benar sesuai dengan pendekatan yang dipilih dan karakteristik peserta didik.
3.6.  Mengembangkan indikator dan instrumen penilaian.

4.

Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik.

4.1. Memahami prinsip-prinsip perancangan pembelajaran yang mendidik.
4.2. Mengembangkan komponen-komponen ran-cangan pembelajaran.
4.3. Menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap, baik untuk kegiatan di dalam kelas, laboratorium, maupun lapangan.
4.4. Melaksanakan pembelajaran yang mendidik di kelas, di laboratorium, dan di lapangan dengan memperhatikan standar keamanan yang dipersyaratkan.
4.5. Menggunakan media pembelajaran dan sumber belajar yang relevan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang diampu untuk mencapai tujuan pembelajaran secara utuh.
4.6. Mengambil keputusan transaksional dalam pembelajaran yang diampu sesuai dengan situasi yang berkembang.

5.

Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran.

5.1. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran yang diampu.

6.

Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki.

6.1.  Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mendorong peserta didik mencapai prestasi secara optimal.
6.2.  Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mengaktualisasikan potensi peserta didik, termasuk kreativitasnya.

7.

Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik.

7.1.  Memahami berbagai strategi berkomunikasi yang efektif, empatik, dan santun, secara lisan, tulisan, dan/atau bentuk lain.
7.2.  Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik dengan bahasa yang khas dalam interaksi kegiatan/permainan yang mendidik yang terbangun secara siklikal dari (a) penyiapan kondisi psikologis peserta didik untuk ambil bagian dalam permainan melalui bujukan dan contoh, (b) ajakan kepada peserta didik untuk ambil bagian, (c) respons peserta didik terhadap ajakan guru, dan (d) reaksi guru terhadap respons peserta didik, dan seterusnya.

8.

Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.

8.1.  Memahami prinsip-prinsip penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu.
8.2.  Menentukan aspek-aspek proses dan hasil belajar yang penting untuk dinilai dan dievaluasi sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu.
8.3.  Menentukan prosedur penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar
8.4.  Mengembangkan instrumen penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.
8.5.  Mengadministrasikan penilaian proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan mengunakan berbagai instrumen.
8.6.  Menganalisis hasil penilaian proses dan hasil belajar untuk berbagai tujuan.
8.7.  Melakukan evaluasi proses dan hasil belajar.

9.

Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran.

9.1.  Menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk menentukan ketuntasan belajar
9.2.  Menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk merancang program remedial dan pengayaan.
9.3.  Mengkomunikasikan hasil penilaian dan evaluasi kepada pemangku kepentingan.
9.4.  Memanfaatkan informasi hasil penilaian dan evaluasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

10.

Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran.

10.1.  Melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan.
10.2.  Memanfaatkan hasil refleksi untuk perbaikan dan pengembangan pembelajaran dalam mata pelajaran yang diampu.
10.3.  Melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dalam mata pelajaran yang diampu.

 BACA JUGA: 20 Fakta Anak Pertama dari Sifat Hingga Kepribadiannya!

Fungsi pedagogik

freepik

Dari penjelasan di atas, mulai dari pengertian, tujaun dan manfaat, dapat disimpulkan bahwa pedagogik adalah bagian penting. Namun tidak terlepas dari kritik itu sendiri. Kritik pedagogik adalah penting untuk mengembangkan kompetensi pedagogik itu sendiri. Sebagaimana kita simak dalam penjelasan sebelumnya, bahwa kompetensi pedagogik guru adalah penting, demi keberlangsungan proses pendidikan itu sendiri.

Dari penjelsan pedagogik guru adalah penting, kita bisa merunutkan bahwa fungsi pedagogik adalah:

  1. Untuk memahami fenomena pendidikan (situasi pendidikan) secara sistematis.
  2. Memberikan petunjuk tentang apa yang seharusnya dilaksanakan oleh pendidik .
  3. Menghindari terjadinya kesalahan-kesalahan dalam praktik mendidik anak, yaitu kesalahan konseptual, teknis dan kekeliruan yang bersumber dari kepribadian pendidik.
  4. Mengenal diri sendiri dan melakukan koreksi. Dari penjelasan di atas pedagogik berfungsi untuk melakukan langkah-langkah yang bertujuan meningkatkan pedagogik.

Penjelasan di atas semoga cukup lengkap untuk menjelaskan bahwa pedagogik adalah bagian penting dalam mendidik. Semoga juga bisa menjadi pedoman bagi para guru dalam memberikan kualitas pengajaran yang lebih baik, agar bisa menghasilkan generasi yang lebih baik untuk negara kita tercinta ini.