Sejarah & Isi Perjanjian Hudaibiyah, Diplomasi Rasulullah SAW

Salah satu perjanjian atau kesepakatan yang pernah terjadi ketika Rasulullah SAW ingin melaksanakan ibadah ke Makkah adalah Perjanjian Hudaibiyah. Perjanjian Hudaibiyah merupakan upaya diplomasi Rasulullah untuk dapat meredakan ketegangan yang terjadi antara umat Islam dengan kaum musyrikin Quraisy. Sebagaimana diketahui dakwah yang dilakukan Nabi Muhammad di Makkah mendapat pertentangan sejak awal.

Perjanjian Hudaibiyah kapan dilakukan? Perjanjian Hudaibiyah terjadi pada tahun 6 Hijriah atau 625 Masehi. Terjadi diskusi yang cukup alot sebelum perjanjian ini disepakati. Namun, Rasulullah SAW akhirnya menerima permintaan kaum Quraisy meski ditentang beberapa sahabatnya. Lantas apa saja isi dari perjanjian Hudaibiyah? Simak penjelasannya berikut ini. 

BACA JUGA : Kisah Ashabul Kahfi Singkat Beserta Pelajaran Pentingnya

Latar belakang proses perjanjian Hudaibiyah

perjanjian hudaibiyah
Freepik

Sekitar abad ke-6 Hijriyah, Nabi Muhammad SAW mengajak semua para sahabatnya untuk melaksanakan ibadah umrah di Makkah. Setelah semua persiapan selesai, Nabi Muhammad SAW dan sahabatnya yang berjumlah sekitar 1.400 orang berangkat menuju ke Makkah pada hari Senin awal bulan Dzulqa’dah. Mereka tidak membawa senjata dan kalaupun membawa senjata mereka tidak memperlihatkannya, karena sesuai dengan ajakan Nabi Muhammad SAW, mereka ke Makkah hanya untuk ibadah, bukan untuk berperang.

Namun di tengah perjalanan, Nabi Muhammad SAW dan rombongan ‘dicegat’ kelompok musyrik Quraisy ketika sampai di Hudaibiyah, sebuah wilayah yang terletak 20 kilometer dari Makkah. Mereka bertanya perihal maksud dan tujuan Nabi Muhammad SAW dan umatnya datang ke Makkah. Nabi Muhammad SAW menjawab dan meyakinkan bahwa tujuan mereka adalah untuk beribadah, bukan berperang.

Kelompok kafir Quraisy itu pun tidak langsung percaya dengan alasan ibadah yang disampaikan Rasulullah tersebut. Mereka kemudian mengirimkan utusan untuk mengecek kebenarannya. Nabi Muhammad SAW pun melakukan hal yang sama, Ia mengutus sahabatnya untuk bisa meyakinkan para pemuda Makkah.

Hingga akhirnya pemuka Makkah mengirim utusannya yang bernama Suhail bin Amr dan Mukriz dengan mandat terjadinya diplomasi antara kaum Muslim dan kafir Quraisy. Keduanya boleh membuat kesepakatan apapun dengan umat Islam, akan tetapi, ada satu hal yang tidak boleh diabaikan, yaitu Nabi Muhammad SAW dan rombongan umat Islam tidak boleh masuk ke Makkah.

Setelah adanya diskusi yang sangat panjang dan alot, kedua pihak akhirnya setuju dan membuat kesepakatan bersama. Perjanjian atau kesepakatn tersebut kemudian disebut dengan Shulhul Hudaibiyah atau Perjanjian Hudaibiyah. Meskipun dalam perjanjian tersebut banyak merugikan umat Islam. Diantaranya, muncul penolakan-penolakan yang terkait dengan penyebaran ajaran Islam dan pelaksanaan ibdah di Makkah yang telah diusulkan Rasulullah. Sebagaimana yang diterangkan dalam kitab Hayatus Shabatat.

Perjanjian tersebut disaksikan oleh kedua belah pihak yang mana pihak Muslimin ada Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Umar dan yang lainnya. Setelah sekitar 20 hari berada di Hudaibiyah, sebelum kembali ke Madinah, Nabi Muhammad SAW memerintahkan para sahabatnya untuk bertahallul dan menyembelih sebanyak 70 ekor unta sebagai rasa syukur atas perjalanan tersebut. 

BACA JUGA : Kisah Nabi Luth dan Kaum Sodom yang Suka Berbuat Maksiat

Isi perjanjian Hudaibiyah

perjanjian hudaibiyah
Freepik

Dikutip dari NU Online, terdapat lima butir Perjanjian Hudaibiyah seperti berikut.

  1. Gencatan senjata selama 10 tahun. Ditiadakannya permusuhan dan tindakan buruk terhadap masing-masing pihak selama masa tersebut.
  2. Siapa yang datang dari kaum musyrik kepada Nabi, tanpa izin keluarganya, harus dikembalikan ke Makkah, tetapi bila ada di antara kaum Muslim yang berbalik dan mendatangi kaum Musyrik, maka ia tidak akan dikembalikan.
  3. Diperkenankan siapa saja di antara suku-suku Arab untuk mengikat perjanjian damai dan menggabungkan diri diantara kedua pihak. Ketika itu, suku Khuza’ah menjalin kerja sama dan mengikat perjanjian pertahanan bersama dengan Nabi Muhammad SAW. Sedangkan Bani Bakar memihak kaum musyrik.
  4. Nabi Muhammad SAW dan rombongan belum diperkenankan memasuki Makkah. Tetapi pada tahun selanjutnya, diperbolehkan mendatangi Makkah dengan syarat hanya bermukim tiga hari tanpa membawa senjata kecuali pedang yang tidak dihunus.
  5. Perjanjian ini diikat atas dasar ketulusan dan kesediaan penuh untuk melaksanakannya, tanpa penipuan atau penyelewengan.

Alasan Nabi Muhammad menerima Perjanjian Hudaibiyah

perjanjian hudaibiyah
Freepik

Keputusan Nabi Muhammad SAW menerima pernjanjian ini sempat dianggap sebagai hal yang tidak masuk akal oleh para sahabat. Bahkan sahabat Sayyidaina Umar bin Khattab tidak mau mengakui dan menulis perjanjian itu, karena bukan hanya tidak adil, tetapi juga dianggap melecehkan simbol-simbol Islam. Karena saat itu, akidah Islam harus terus diperkuat di tengah kekejaman orang-orang kafir pada fase dakwah Islam Makkah.

Muhammad al-Ghazali dalam Sejarah Perjalanan Hidup Muhammad (2003) menyatakan, sulit menemukan apa alasan Nabi Muhammad menerima Perjanjian Hudaibiyah ini. Mungkin saja beliau punya rencana untuk menggalang kekuatannya kembali dan menunggu waktu yang pas untuk menaklukkan Makkah secara paksa.

Atau, bisa jadi Nabi Muhammad juga menjalankan mandat Ilahi dan doktrin jihad untuk memerangi kaum Quraisy seperti isi dari QS Al Baqarah ayat 193 yang berbunyi, “Sehingga tak ada lagi penindasan, dan yang ada hanya keadilan dan keimanan kepada Allah SWT; tetapi bila mereka berhenti, janganlah ada lagi permusuhan. Kecuali terhadap mereka yang melakukan kezaliman.”

Pada akhirnya, semua yang ditetapkan oleh Nabi ternyata adalah benar. Sekiranya para pelintas batas kaum kafir Quraisy harus ditahan di Madinah, maka akan memberikan beban ekonomi tambahan bagi masyarakat Madinah yang sudah kebanjiran pengungsi dari Makkah. Sebaliknya, para pelintas dari Madinah yang ditahan di Makkah akan dibiarkan, karena pasti mereka adalah para kader yang dapat melakukan upaya politik pecah belah di antara suku-suku yang ada di dalam masyarakat Quraisy.

Dalam diplomasi Hudaibiyah ini, Nabi Muhammad SAW menuai kesuksesan luar biasa di kemudian hari. Semua lahir dari kemampuan menahan diri dari meraih keuntungan jangka pendek hari ini, demi keuntungan yang lebih besar di masa depan. Dengan kata lain, dalam menghadapi situasi yang sulit sekali pun hendaknya kita mencontoh sikap dan perilaku Rasulullah yang tidak mudah terbawa emosi, seraya meletakkan pandangan jauh ke depan.

Hikmah adanya perjanjian Hudaibiyah

sejarah islam
Freepik

Dengan adanya perjanjian ini, terdapat beberapa hikmah yang dapat kita ambil, diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Pemerintahan Islam di Madinah akhirnya mendapatkan legitimasi.
  2. Memberikan peluang kepada Rasulullah untuk memperluas dakwah tanpa harus berperang.

BACA JUGA : Pengeritan Syirkah Beserta Syarat, Rukun dan Jenisnya

Pengkhianatan perjanjian Hudaibiyah

sejarah islam
Pixabay

Perjanjian hudaibiyah disebabkan kaum Quraisy merasa terancam atas kedatangan rombongan Rasulullah ke Makkah. Setelah disepakati antara kedua belah pihak, justru kaum Quraisy melanggar perjanjian ini. Melihat apa yang telah dilakukan kaum Quraisy dengan merusak perjanjian yang telah disepakati itu, maka menurut Rasulullah tak ada jalan lain selain membebaskan Makkah. Untuk itu, beliau bermaksud mengutus orang kepada kaum Muslimin di seluruh jazirah Arab agar bersiap menantikan panggilan yang belum mereka ketahui apa tujuannya. 

Nah, itulah penjelasan mengenai Perjanjian Hudaibiyah. Perjanjian Hudaibiyah terjadi pada saat Rasulullah dan rombongannya dihadang oleh kaum kafir Quraisy ketika akan melaksanakan ibadah di Madinah. Perjanjian Hudaibiyah rumaysho akhirnya disepakati setelah terjadi diskusi yang sangat panjang dan juga alot. 

Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? Aplikasi Super solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar.

Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat Aplikasi Super. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah.