Menurut WHO, demam berdarah dengue (DBD) atau dengue fever adalah sebuah penyakit menular yang tertransmisi ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penyakit ini hanya ditemukan di wilayah beriklim tropis dan hangat di mana nyamuk tinggal, seperti Asia Selatan, Asia Tenggara, Pasifik Barat, Afrika, Mediterania dan Amerika Latin. Untuk penanganannya, seseorang membutuhkan bantuan medis atau profesional. 

Bahkan jika terlambat ditangani, pasien memiliki risiko kehilangan nyawa yang cukup tinggi. Meski, menurut WHO, 80 persen pasien menderita gejala ringan, bukan berarti kita bisa meremehkannya. Sedulur harus mewaspadai beberapa gejala DBD pada anak sebagai berikut. 

BACA JUGA: 10 Obat Sakit Gigi Anak yang Aman dan Paling Ampuh

Transmisi atau penularan 

gejala dbd pada anak
Pexels

Sebelum ke deretan gejala dbd pada anak 3 tahun dan orang dewasa secara umum ada baiknya Sedulur memahami dulu bagaimana proses penularan penyakit ini. Melansir WHO, penyakit ini tergolong infeksi virus yang disebut dengan Flaviviridae. Ada empat serotipe atau varian virus yang dikenal dengan nama DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4. Bagaimana ia bisa tersebar? 

-->

1. Lewat gigitan nyamuk

Ini adalah transmisi paling umum dan banyak terjadi yaitu di mana nyamuk betina dari spesies yang disebut tadi menggigit manusia. Prosesnya bisa terjadi ketika nyamuk menggigit orang yang terpapar DENV. Virus akan melakukan replikasi di usus nyamuk dan akan membentuk jaringan yang masuk ke kelenjar air liur nyamuk. Nyamuk yang tak menyadarinya akan menggigit orang lain dan membuat virus menyebar. 

2. Transmisi dari manusia ke nyamuk 

Nyamuk bisa saja menggigit pasien DBD, baik yang bergejala atau tidak dan kemudian menyebabkannya menjadi transmitter DENV. 

3. Transmisi maternal selama kehamilan 

Proses ini terjadi saat ibu hamil terinfeksi dan akhirnya menularkan virusnya pada bayi yang dikandungnya. Bayi yang terinfeksi bisa lahir prematur, kurang berat badan saat lahir , bahkan gawat janin di mana bayi kekurangan oksigen selama masa kehamilan atau ketikan persalinan. 

4. Lain-lain 

DBD juga bisa ditularkan lewat transfusi darah dan donor organ, meski jarang terjadi. Itulah mengapa seseorang yang pernah mengidap DBD biasanya tidak disarankan untuk melakukan donor darah. 

Perlu diingat bahwa DBD tidak bisa ditularkan antar manusia ke manusia lainnya. 

Gejala DBD ringan 

gejala dbd pada anak
Pexels

Gejala dbd pada anak 2 tahun biasanya lebih ringan dibandingkan gejala yang dirasakan orang dewasa atau anak di atas 12 tahun. Orang yang belum pernah terpapar biasanya juga merasakan gejala yang lebih ringan. Sebaliknya, pasien dengan sistem imun yang sudah melemah punya risiko mengalami gejala berat. Berikut beberapa gejala paling umum dari DBD. 

  • Demam tinggi sampai 40 derajat Celcius
  • Rasa sakit di bagian belakang mata, persendian, otot, dan tulang 
  • Sakit kepala yang terasa berat 
  • Ruam merah di sekujur tubuh 
  • Kelelahan dan lemas 
  • Bengkak pada satu atau lebih kelenjar 
  • Mual dan muntah

Terkadang gejala DBD pada anak 5 tahun bisa memiliki kemiripan dengan flu dan demam biasa. Umumnya, gejala akan berkurang setelah 4-7 hari. Namun, bisa saja semakin parah. 

BACA JUGA: 14 Gaya Rambut Anak Cowok Terkini, Biar Si Kecil Makin Keren

Gejala lain yang harus diwaspadai

Pexels

Gejala dbd pada anak 1 tahun dan usia berapapun sebenarnya secara umum sama. Selain gejala umum dan tergolong ringan seperti di atas, pasien bisa juga merasakan beberapa keluhan berikut. 

  • Rasa sakit di perut yang amat terasa 
  • Muntah berkali-kali 
  • Pendarahan parah lewat hidung dan gusi 
  • Keluar darah dari urin, muntahan, dan feses 
  • Pendarahan di bawah kulit yang tampak seperti memar 
  • Sesak napas 
  • Lelah dan lemas 
  • Tidak bisa tidur nyenyak 

Jika ini terjadi, perlu dilakukan pemeriksaan menyeluruh oleh tenaga medis. Pasien harus segera dibawa ke faskes terdekat atau IGD untuk dapat penanganan ekspres. Anak atau pasien akan melakukan serangkaian tes darah untuk memeriksa beberapa hal seperti jumlah trombosit, plasma, dan tekanan darah. Bila ada kelainan, akan dilakukan tindakan sesuai prosedur. 

Fase demam berdarah 

Pexels

Fase demam berdarah pada anak dan orang dewasa dibagi menjadi tiga tahap, yaitu. 

  1. Fase demam tinggi hingga 40 derajat Celcius. Biasanya berlangsung 2-7 hari disertai gejala umum lain seperti muntah, mual, ruam merah, sakit kepala, dan nyeri otot serta tulang. 
  2. Fase kritis terjadi saat suhu mulai turun dan pasien merasa tubuhnya mulai nyaman. Ternyata saat suhu turun ini seseorang sedang dalam masa kritis. Bisa terjadi kebocoran plasma darah, penurunan jumlah trombosit yang drastis, penurunan tekanan darah. Untuk itu, ia harus dipantau ketat, terutama untuk asupan cairan. Fase ini bisa berlangsung selama 24-48 jam. 
  3. Fase pemulihan terjadi ketika cairan yang keluar dari pembuluh darah kembali masuk ke pembuluh sehingga kadar cairan dalam tubuh mulai seimbang. Kadar trombosit pun perlahan naik ke ambang normal. Namun, pasien belum serta merta dinyatakan pulih. Infus akan tetap dipasang untuk memastikan pasien tidak kekurangan cairan dan nutrisi. 

Gejala DBD pada anak 4 tahun dan usia berapapun sebenarnya sama saja. Tidak banyak perbedaan selain kecenderungan bahwa anak-anak yang lebih muda mengalami gejala yang lebih ringan dibanding orang dewasa. Meski begitu, ia bukan penyakit yang bisa diremehkan dan disembuhkan dengan obat warung. Sedulur harus membawa pasien ke faskes terdekat untuk dapat penanganan profesional. 

Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? Aplikasi Super solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar. Yuk, unduh aplikasinya di sini sekarang!

Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat Aplikasi Super. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah. Langsung restok isi tokomu di sini aja!