cara membeli rumah dengan gaji kecil

Tips dan Cara Menabung untuk Membeli Rumah Idaman, walau dengan Gaji Kecil!

Siapa sih yang nggak pengin bisa membeli rumah idaman, apalagi sebelum usia 30an? Sebuah kebanggan tersendiri bagi milenial kalau udah bisa membeli rumah di usia yang masih muda, apalagi kalau mereka bisa membeli rumah dengan gaji kecil, ataupun membeli rumah secara cash.

Rumah tempat tinggal emang jadi kebutuhan yang sangat dibutuhkan oleh keluarga, tapi nggak mudah untuk mewujudkannya, karena adanya uang muka atau down payment (DP) yang cukup besar, apalagi kalau hanya punya pendapatan atau gaji kecil.

Berikut Cara Membeli Rumah dengan Gaji Kecil

Dengan tips menabung dan cara membeli rumah idaman ini, kamu pun bisa menyiapkan rumah sederhana untuk tempat tinggal, baik rumah baru ataupun rumah bekas, walaupun gaji pas-pasan.

Cara Menabung untuk Membeli Rumah Idaman dengan Gaji Kecil

Bagi sebagian orang, menabung adalah sesuatu yang dilakukan ketika mereka punya uang lebih, alias “menyisihkan”. Padahal, supaya kamu bisa membeli rumah untuk keluarga, kamu nggak boleh menyisihkan, tapi harus “mengalokasikan”. Berikut ada tips dan cara menabung untuk membeli rumah idaman.

1. Mulai berinvestasi.

Salah satu cara menabung untuk membeli rumah idaman adalah dengan menabung atau berinvestasi. Mulailah berpikir untuk melakukan investasi supaya uang kita bisa berlipat ganda melalui investasi. Kamu bisa memulainya dengan berinvestasi dalam bentuk yang lebih aman, seperti deposito, reksa dana, atau emas.

Emas adalah salah satu bentuk investasi yang tidak terpengaruh kenaikan inflasi karena nilainya cenderung stabil.

Menabung emas cocok dipilih oleh kamu yang butuh waktu sangat lama untuk mengumpulkan dana untuk membeli rumah idaman. Namun pastikan kamu udah mengenal seluk-beluk berinvestasi emas secara lebih detail.

2. Mengelola pengeluaran dengan ketat.

Kita cenderung gampang untuk mengeluarkan uang, dan hal ini bisa jadi sebuah bencana kalau kamu melakukannya di luar kendali. Kalau kamu terlalu sering melakukan pengeluaran bahkan menjadi sebuah kebiasaan, ini bisa menjauhkanmu dari impian membeli rumah idaman.

Segera hentikan kebiasaan buruk ini dan biasakan dirimu untuk selalu memperhitungkan seagalanya sebelum mengeluarkan danamu untuk keperluan yang mungkin nggak penting. Itulah salah satu cara menabung untuk membeli rumah idaman agar bisa terealisasi.

3. Berhemat

Salah satu cara menabung untuk membeli rumah idaman dengan gaji kecil adalah menjalani pola hidup hemat. Hidup hemat emang sulit untuk dilakukan, apalagi kalau kamu udah punya kebiasaan boros.

Tujuan dari hidup hemat ini adalah supaya kamu bisa bebas dari masalah keuangan yang mungkin terjadi di masa depan. Selain membantumu menabung untuk membeli rumah idaman, kamu sekaligus juga bisa menyiapkan tabungan dana darurat.

4. Tentukan berapa nominal yang ingin kamu tabung berdasarkan kriteria yang udah kamu tentukan.

Mungkin kita udah menabung untuk membeli rumah idaman, tapi sebenarnya rumah idaman seperti apa yang kamu inginkan? Di usia berapa kamu ingin memiliknya? Ada baiknya mulai sekarang kamu udah menetapkan berapa nominal yang harus kamu tabung dengan tujuan yang cerdas dan jelas.

Yang dimaksud tujuan yang cerdas di sini adalah, tujuan tersebut digambarkan secara spesifik, terukur, relevan, dan punya target waktu. Misal:

“Saya ingin punya rumah seluas 200m2 dengan lokasi yang cukup strategis di perumahan A, paling lambat 31 Desember 2030.”

Dengan tips membeli rumah seperti ini, kamu pun bisa menentukan jumlah tabungan yang harus kamu simpan tiap bulannya. Tentunya kamu juga harus mempertimbangkan relevansinya dengan pendapatan keluarga yang kamu miliki. 

Jangan sampai nominalnya nggak masuk akal, karena ini bisa berpengaruh terhadap alokai anggaranmu yang lain. Pilih jumlah yang tepat, lalu sisihkan dananya sesuai dengan tabungan yang udah kamu tentukan sebelumnya.

Pisahkan tabungan tersebut di rekening khusus, dan disiplinkan dirimu untuk melakukannya setiap bulan selama beberapa tahun ke depan, sampai kamu mampu membeli rumah.

5. Tentukan target tabungan bulanan

Dengan penentuan tabungan yang harus kamu capai supaya bisa memenuhi target membeli rumah 10-20 tahun mendatang, tentu bakal sangat sulit untuk mengetahui seberapa banyak dana yang telah kamu kumpulkan, dan berapa persen target yang udah kamu capai.

Karena itu, ada baiknya kamu juga udah menentukan berapa target tabungan berkala yang harus kamu raih. Misalnya, target mingguan, target harian, dan yang lainnya. 

Dengan ini, kamu juga bisa mengontrol keuangan kamu sewaktu-waktu, karena tak jarang ada pengeluaran di luar dugaan yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Contoh:

Kamu harus mengumpulkan uang senilai Rp 1 miliar untuk bisa membeli rumah idaman dalam waktu 15 tahun. Kamu bisa menetapkan berapa target bulanan yang harus kamu capai dengan cara melakukan breakdown dana ke bawah.

Dana yang dibutuhkan selama 15 tahun: 

Rp 1 miliar

Dana yang harus dicapai dalam waktu setahun: 

Rp 1 miliar / 15 = Rp 67 juta / tahun

Target bulanan yang harus dicapai:

Rp 67 juta / 12 = Rp 5,58 juta / bulan

Jadi untuk bisa meraih nominal Rp 1 miliar dalam waktu 15 bulan, kamu harus menyiapkan perkiraan dana tabungan sebesar Rp 5,58 juta / bulan. Jadikan nilai ini sebagai patokan Ingat, nominal ini belum termasuk perhitungan inflasi selalu mengalami kenaikan.tiap tahunnya.

6. Lunasi semua utang.

Salah satu cara membeli rumah dengan gaji kecil adalah, kamu nggak boleh berutang untuk mendapatkan dana. Kalau kamu punya utang, sebaiknya segera lunasi utang-utang tersebut, karena hal ini bisa jadi beban utang yang cukup memberatkan proses menabung untuk membeli rumah idaman. 

Akan lebih mudah kalau kamu bisa menabung tanpa terbebani atau terpikirkan oleh utang-utangmu.

7. Belanja dengan cerdas.

Belanja adalah salah satu penggunaan anggaran terbesar yang emang harus dilakukan. Karena itu, penting adanya kalau kamu mulai mengelola dan berbelanja dengan cerdas sebagai salah satu cara membeli rumah dengan gaji kecil.

Susun dan catat daftar belanja apa saja yang perlu dilakukan tiap bulannya. Selalu gunakan catatan tersebut ketika kamu berbelanja. 

Carilah promo-promo diskon atau cashback belanja yang biasanya ditawarkan oleh beberapa pusat perbelanjaan, dan manfaatkan promo tersebut untuk membeli barang dengan harga yang lebih murah.

8. Libatkan anggota keluarga yang lain.

Salah satu cara membeli rumah untuk keluarga milenial adalah dengan melibatkan niat kamu ini ke anggota keluarga yang lain. Kamu bahkan bisa mengajak mereka untuk ikut serta dalam proyek tabungan jangka panjang ini.

Dengan adanya keterlibatan dari anggota lain, kalian akan saling mengingatkan untuk selalu hidup hemat dan mengalokasikan uang tabungan. 

9. Mencari pekerjaan sampingan

Salah satu cara membeli rumah dengan gaji kecil adalah dengan menambah pemasukan kamu melalui pekerjaan sampingan. Bakalan sangat sulit untuk membeli rumah idaman kalau kamu hanya mengandalkan gaji yang jumlahnya sangat terbatas karea terpotong biaya kebutuhan pokok.

Kamu bisa membuka kursus tiap hari Sabtu-Minggu, penulis artikel di internet, atau menjual kue-kue kering untuk dipasarkan kepada tetangga. Kamu juga bisa berjualan sembako ke toko atau warung langganan kamu dengan memesan barang dari aplikasi Super yang dijual dengan harga grosir yang murah, sehingga kamu bisa menjualnya lagi dengan keuntungan lebih besar.

Cara dan Tips Membeli Rumah dengan KPR

Ketika kamu mau membeli rumah, kamu juga harus mempertimbangkan cara pembiayaan yang bakal kamu lakukan, apakah mau membeli rumah cash, atau dengan KPR. 

Kalau kamu mau membeli rumah cash, berarti kamu harus punya modalnya dulu, tapi kalau lewat KPR, kamu udah bisa menempati rumahnya walaupun angsuran belum lunas.

Berikut adalah cara dan tips membeli rumah dengan KPR:

1. Mempersiapkan uang muka.

Cara dan tips membeli rumah dengan KPR yang pertama adalah, kamu harus menyiapkan DP sekitar 30% dari harga rumah. 

Berdasarkan Surat Edaran No. 15/40/DKMP tanggal 24 September 2013, Bank Indonesia mewajibkan calon pembeli rumah untuk membayar uang muka minimal 30% dari harga total rumah.

Selain itu, kamu juga harus menyiapkan dana untuk biaya-biaya tambahan lain, seperti biaya balik nama, notaris, biaya KPR, PPN, dll, yang besarnya bisa mencapai 5%-10% dari harga rumah.

Contoh:

Ibu Maryam menemukan rumah minimalis sederhana dengan luas tanah 36m2 dengan harga Rp 300 juta di daerah Jakarta. Di luar gaji suami, ia mampu menghasilkan pendapatan sebesar Rp 5 juta per bulan. Ia pengin membeli rumah tersebut 5 tahun lagi sebagai bentuk investasi.

Kita asumsikan uang muka untuk rumah sebesar 30%. Maka uang muka yang harus disiapkan:

Uang Muka = 30% x Harga Rumah

= 30% x Rp 300 juta 

= Rp 90 juta

Maka pokok kredit rumah tersebut adalah:

Pokok Kredit = Harga Rumah – Uang Muka

= Rp 300 juta – Rp 90 juta

= Rp 210 juta

Dengan mengasumsikan kenaikan inflasi sebesar 5% per tahun, maka DP rumah juga akan berubah. 

Gunakan kalkulator finansial untuk menentukan berapa Future Value (FV) atau nilai uang di masa depan dari uang muka tersebut. Ternyata harga uang muka rumah setelah 5 tahun lagi menjadi senilai Rp 112,500,000

Berarti Ibu Maryam harus menyiapkan dana sebesar Rp 112,500,000 untuk memiliki rumah idaman tersebut 5 tahun lagi dengan KPR.

2. Menyiapkan dana untuk beberapa biaya tambahan.

Selain uang muka rumah, kamu juga harus membayar beberapa biaya berikut saat hendak membeli rumah dengan KPR ke bank.

a. Biaya Provisi

Biaya provisi adalah biaya yang dikenakan kepada nasabah pengguna KPR oleh bank sebagai bentuk biaya administrasi atas sejumlah dana yang udah dipinjamkan.

Tiap bank punya biaya yang berbeda-beda, tapi kebanyakan menetapkan nilai 1% dari pokok kredit yang mereka bayar.

Contoh:

Biaya provisi yang harus dibayar oleh Ibu Maryam adalah:

Biaya Provisi = 1% x Pokok Kredit

= 1% x Rp 210 juta

= Rp 2,1 juta

b. Pajak Pembeli (BPHTB)

Untuk bisa mendapatkan nilai pajak pembelian, ada beberapa komponen yang harus dimasukkan, yaitu Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP). Nilai ini akan berbeda-beda di tiap wilayah dan juga bisa berubah sewaktu-waktu sesuai aturan pemerintah.

Contoh untuk besaran NJOPTKP di wilayah Jakarta adalah Rp 60 juta.

Contoh:

Pajak pembeli yang harus dibayar Ibu Maryam adalah:

Pajak Pembeli = 5% x (Harga Rumah – NJOPTKP)

= 5% x (Rp 300 juta – Rp 60 juta)

= 5% x Rp 240 juta

= Rp 12 juta

c. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) biasanya harus dibayarkan sekaligus sewaktu mengajukan Biaya Balik Nama (BBN).

Contoh:

Variabel Rp 75 ribu yang digunakan di perhitungan ini hanyalah contoh, karena nilainya bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan pemerintah.

PNBP yang harus dibayar Ibu Maryam adalah:

PNBP = (1/1000 x Harga Rumah) + Rp 75 ribu

= (1/1000 x Rp 300 juta) + Rp 75 ribu

= Rp 300 ribu + Rp 75 ribu

= Rp 375 ribu

d. Biaya Balik Nama (BBN)

Biaya Balin Nama (BBN) ini juga bergantung pada perjanjian di awal dan kebijakan bank. 

Contoh:

Variabel Rp 650 ribu yang digunakan di contoh berikut bisa berubah-ubah sesuai kebijakan pemerintah. 

Biaya Balik Nama yang harus dibayar Ibu Maryam adalah:

BBN = (1% x Harga Rumah) + Rp 650 ribu

= (1% x Rp 300 juta) + Rp 650 ribu

= Rp 3 juta + Rp 650 ribu

= Rp 3,5 juta

Selain menghitung keempat biaya tersebut, biasanya kamu juga perlu menyiapkan biaya notaris, sebab proses pengajuan KPR ini juga membutuhkan layanan jasa notaris tersebut.

3. Membayar biaya bunga dan cicilan KPR

Untuk biaya bunga, bank biasanya menetapkan hitungan bunga yang berbeda-beda tergantung dari kebijakan bank sendiri. Kamu yang hendak membeli rumah idaman untuk keluarga milenial harus selalu mencermati cicilan yang harus dibayar ini.

Contoh:

Dengan asumsi Bu Maryam menggunakan kredit bunga anuitas dengan bunga 10% setahun dan tenor KPR selama 5 tahun (60 bulan), maka bunga KPR yang harus dibayar adalah sebagai berikut:

Cicilan per Bulan = Pokok Kredit x [Bunga per Bulan / [1 – (1 + Bunga per Bulan) ^ ( – Tenor dalam Satuan Bulan)]

= Rp 210 juta x [(5%/12) / 1 – {1 + (5%/12)} ^ (-60)]

= Rp 4,461,879

Berarti, tiap bulan Ibu Maryam harus menyediakan dana segar sebesar Rp 4,461,879 selama 5 tahun untuk bisa menyicil rumah yang ditempatinya.

Gunakan kalkulator Kredit Bunga Anuitas untuk memudahkan perhitungan.

Total Pinjaman dan Bunga = Cicilan per Bulan x Tenor dalam Satuan Bulan

= Rp 4,461,879 x 60

= Rp 267,712,740

Total Bunga = Total Pinjaman dan Bunga – Pokok Kredit

= Rp 267,712,740 – Rp 210,000,000

= Rp 57,712,740

4. Pilih rumah yang sesuai dengan kondisi keuangan

Tips membeli rumah dengan KPR bisa dijadikan pilihan supaya kamu bisa segera memiliki rumah dengan proses yang mudah, tapi pastikan kamu melakukan simulai awal ketika memilih metode ini, supaya kamu bisa memperkirakan kondisi keuangan dan kemampuan membayar yang kamu miliki.

Tips ini tentu bakal sangat membantu untuk mencegah terjadinya masalah keuangan atau kondisi gagal bayar di masa yang akan datang.

Cara Membeli Rumah Cash

Cara paling aman untuk membeli rumah adalah dengan cara membeli rumah cash keras, karena akan mempermudah proses jual beli. Status kepemilikan rumah juga bisa cepat diperoleh.

Dengan membeli rumah secara cash, kamu juga bisa mendapatkan beberapa keuntungan, seperti harga murah yang jauh lebih murah tanpa harus membayar bunga, dan bisa terhindar dari utang. 

Makanya, masih ada orang yang masih menggunakan cara membeli rumah dengan sistem cash supaya mereka bisa langsung segera menggunakan rumahnya untuk tempat tinggal atau pun bisnis, dengan segala keuntungan tersebut.

Berikut adalah beberapa cara membeli rumah cash yang patut kamu coba untuk mendapatkan rumah idaman:

1. Menentukan pilihan awal rumah idaman yang diincar.

Untuk menentukan rumah yang mau kamu beli secara cash, kamu harus mempertimbangkan beberapa hal, seperti harga, lokasi rumah, dan fasilitas umum yang ada di sekitar rumah tersebut, serta keamanan lingkungannya.

Jangan sampai kamu salah pilih rumah dan justru menyulitkan kamu dan keluarga. Selalu pilih lokasi yang strategis dan dekat dengan beberapa fasilitas umum, tempat ibadah, penyedia jasa dan fasilitas lainnya. Punya cash keras berarti kamu udah siap untuk membayar lebih mahal demi hal tersebut.

Pertimbangkan juga apakah kamu bisa membuka usaha kecil-kecilan di sekitar rumah kamu nantinya, agar kamu bisa lebih mudah mengelola bisnis kamu, apalagi kalau kamu membuka bisnis yang berguna untuk masyarakat sekitar, seperti warung sembako atau depot.

2. Membayar uang muka

Setelah menentukan lokasi rumah yang kamu inginkan, dan kamu udah cocok dengan harga yang ditawarkan, cara membeli rumah cash berikutnya adalah dengan cara membayar uang muka atau DP terlebih dahulu.

Mengapa masih perlu membayar uang muka? Ini untuk mencegah risiko penipuan dan tindak kejahatan yang seringkali terjadi dengan menggunakan penjualan properti. Jangan sampai uang mukanya terlalu besar.

Kamu juga bisa membeli rumah cash secara bertahap seperti ciclan KPR, tapi biasanya jangka waktu pembayarannya lebih singkat daripada KPR, yaitu hanya 1 hingga 2 tahun, tergantung kesepakatan dengan penjual.

Contoh:

Bu Maryam hendak membeli rumah seharga Rp 360 juta secara cash bertahap selama 1 tahun. Berarti uang yang perlu dibayarkan Bu Maryam tiap bulannya:

Biaya per Bulan = Harga Rumah / Jangka Waktu Pembayaran dalam Bulan

= Rp 360 juta / 12

= Rp 30 juta

Cara Membeli Rumah

3 Menentukan Jasa Notaris

Dengan menggunakan cara membeli rumah cash keras, proses pembelian rumahmu akan lebih aman. Nantinya kamu juga perlu menentukan jasa notaris mana yang ingin kamu gunakan untuk mengesahkan proses pembelian rumah ini.

Selain itu jasa notaris juga akan membantu proses balik nama sertifikat agar bisa lebih cepat dan tepat, bisa mencapai 3 hari aja.

Cara Membeli Rumah Bekas Agar Tidak Tertipu

Membeli rumah bekas atau rumah seken bisa jadi pilihan apabila gajimu kecil. Cara ini lebih membutuhkan ketelitian dibandingkan ketika membeli rumah baru. Kamu harus lebih cermat, terutama dalam melihat kondisi fisik rumah.

Jangan gampang percaya dengan apa yang dikatakan orang lain, karena nantinya kamu dan keluargamulah yang bakal tinggal di sana. Karena itu kamu harus mengecek sendiri kondisi rumahnya, supaya kamu juga bisa mengambil keputusan dengan tepat.

Berikut cara membeli rumah bekas agar tidak tertipu.

1. Periksa kondisi rumah

Salah satu tips membeli rumah bekas agar tidak tertipu adalah, selalu cermat memeriksa setiap suduh rumah tersebut, seperti kekuatan struktur bangunan, kondisi atapnya, dinding, pintu, jendela, lantai ataupun sumber air dan saluran pembuangan airnya.

Jangan gampang terbuai dengan tampilan luar rumah yang mungkin terlihat mewah, tapi ternyata banyak rayap yang mengintai di dalam struktur bangunannya. Jangan lupa selalu bawa teman yang lebih mengerti kondisi dari sebuah bangunan, misalnya orang properti atau orang arsitek.

2. Pertimbangkan lokasi

Tentunya kamu harus mengetahui kondisi dan keadaan dari jalur transportasi di sekitar rumah seken yang mau kamu beli. Apakah jaraknya dekat dengan tempat kerja kamu? Ataukah jaraknya cukup jauh dari fasilitas umum di sekitar?

Sebisa mungkin carilah lokasi yang nggak macet, dan tentunya terbebas dari banjir. Jika perlu, cek lokasi rumah bekas tersebut selama beberapa bulan sekali, untuk melihat situasi rumahnya dalam musim yang berbeda, atau pun ketika masa-masa liburan.

3. Cek kelengkapan surat-suratnya

Saat membeli rumah bekas, kita wajib mengecek semua kelengkapan surat-suratnya saat beli rumah. Kalau nggak ada surat, itu sama aja seperti rumah bodong. Berikut beberapa surat yang harus kamu cek kelengkapannya saat membeli rumah bekas.

a. Sertifikat tanah: Menunjukkan status kepemilikan tanah, mencakup Sertifikat Hak Milik (SHM), Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), dan Sertifikat Hak Pakai (SHP).

b. Akta Jual Beli (AJB): Bukti terjadinya transaksi jual beli atas rumah tersebut, dan harus ditandatangani notaris.

c. Izin Mendirikan Bangunan (IMB): Bangunan harus punya IMB, karena kalau tidak ada, pemerintah bisa membongkar bangunan itu karena melanggar aturan.

d. Pajak Bumi Bangunan (PBB): Harus ada surat lunas PBB supaya tidak berurusan dengan pemerintah.

e. Tanda lunas tagihan: Mencakup tagihan listrik, air, dan telepon. Jangan sampai kedapatan pemilik sebelumnya nunggak tagihan, karena bisa-bisa kamu yang harus bayar tagihannya.

4. Cek harganya

Tips dan cara membeli rumah bekas dengan gaji kecil berikutnya adalah, selalu cek harga properti yang ada di sekitar rumah yang kamu incar. Bisa jadi harganya terpaut jauh dengan rumahmu yang mau kamu beli. Cari harganya di internet ataupun lewat broker properti.

Lalu selalu perhatikan apa saja fitur yang didapat ketika membeli rumah tersebut. Apakah full furnished, ataukah berupa rumah kosong? Apakah harganya udah termasuk biaya pengalihan Hak/PPAT/AJB? Tanggung jawab siapakah itu. Lalu pahami juga syarat jual-belinya.

 

Itulah tips dan cara membeli rumah idaman dengan gaji kecil, baik yang lewat cicilan KPR ataupun dengan cash keras. Ingat, membeli rumah juga harus selalu teliti, baik itu kondisi rumah maupun keuangan kita.
Convenient split-tunneling feature: With split tunneling, you can route some of your device’s traffic through your VPN while necessary hyperlink the rest uses your local IP..