Salah satu aktivitas yang bisa membuat si kecil nyenyak dalam tidur adalah membacakan mereka dongeng. Selain itu, dongeng juga bisa membuat bonding antara orangtua dan anak kian dekat. Itu karena saat orangtua membacakan dongeng kepada sang buah hati, pasti ada interaksi dan komunikasi. Membacakan dongeng sebelum tidur kepada sang buah hati tidak perlu dengan cerita yang panjang dan berbelit-belit. Sebab, anak cenderung akan kesulitan dalam mencerna apa yang menjadi isi dari dongeng tersebut. Dongeng yang dibacakan hendaknya sederhana dan seru, jadi mampu untuk membuat anak tertarik dan penasaran mendengar cerita lebih lanjut lagi.

Ada banyak dongeng rekomendasi yang sederhana dan juga menarik untuk dibacakan kepada anak. Dikutip dari berbagai sumber, yuk kita intip rangkuman 8 dongeng sebelum tidur dibawah ini!

Baca Juga: 10 Dongeng Anak Terbaik & Lucu untuk Kecerdasan si Kecil

Dongeng Sebelum Tidur Singa dan Tikus

iphincow.com

Dongeng yang pertama adalah satu dari 1001 dongeng sebelum tidur yang sering dibacakan oleh orangtua kepada sang buah hati. Kisah ini dimulai dari hiduplah seekor singa gagah nan kuat di dalam hutan yang sangat lebat. Singa tersebut adalah Raja hutan yang mana semua hewan tunduk dan takut kepadanya. Sang raja hutan tersebut juga dikenal oleh hewan lain sebagai sosok yang mengerikan dan tak ada satupun hewan yang berani untuk mendekatinya. Ia juga dikenal sebagai hewan yang suka berburu dan tidur, dan jika ada seekor hewan yang berani mengganggu waktu tidurnya, maka singa tak segan untuk marah besar.

Pada suatu hari yang cerah, ada seekor tikus sedang bermain dan tersesat di dalam hutan yang lebat tersebut. Ia tak tahu kalau sedang tersesat dan masuk ke wilayah sang raja hutan. Alangkah kaget dan takutnya si tikus karena melihat sosok singa yang sedang berada tak jauh darinya, sedang tertidur pulas.

“Aku harus kembali secepat mungkin, aku tidak mau membangunkan singa yang berbahaya itu,” gumam si tikus.

Tak lama, terdengar suara langkah kaki si tikus yang kemudian membangunkan singa. Singa pun sontak kaget dan mengaum kencang sambil memegang si tikus “Roarrrrrr..!! Berani-beraninya kamu mengganggu tidurku!!”

“M-maafkan aku.. aku tidak sengaja tersesat dan masuk di wilayah ini.. aku akan segera meninggalkan tempat ini secepat mungkin..”ujar si tikus dengan nada gemetar.

Si Raja Hutan menjawab dengan lantang. “Maaf katamu? Aku ini adalah Raja Hutan yang gagah dan perkasa! Kamu tidak boleh seenaknya masuk apalagi mengganggu tidur siangku!!”

“Tolong ampuni aku.. aku tidak sengaja memasuki wilayah ini.. “ Tikus masih ketakutan.

Singa menyentak, “Aku tidak akan memaafkanmu!!”

“Tolong, Tuan.. aku berjanji tidak akan mengulanginya dan tidak akan mengganggu anda lagi.. Lagipula, jika Tuan memakanku, tentunya tidak akan kenyang.. Tubuhku sangat kecil..” tikus masih mencoba meyakinkan singa.

“Aku mohon, aku berjanji akan menolongmu kelak jika kau membutuhkanku..” lanjut si tikus.

“Kau bercanda? Bagaimana tubuh kecil sepertimu bisa menolongku?? Baiklah.. kali ini aku memaafkanmu karena kau benar bahwa aku tidak kenyang memakan tubuhmu yang kecil itu.. Sekarang kau pergi dari sini dan jangan kembali..!” Seru singa sambil melepaskan tikus dari tangannya.

Tikus merasa lega dan senang dan kemudian berlari jauh.

Beberapa hari setelah bertemu tikus, singa lapar dan merasa ini adalah waktu yang tepat untuk dia berburu. Namun tiba tiba saja kaki sang raja hutan terjerat sesuatu dan ternyata itu adalah perangkap hewan. Sang singa merasa terjebak dan tak berdaya, kemudian mengeluarkan aumannya sekencang mungkin. “Tolong siapapun, tolong aku!! Lepaskan tali yang menjerat ini!!”

Sayang sekali tidak ada hewan yang mendengar suara rintihan sang singa yang masih saja berteriak minta tolong.

Namun, tiba-tiba ada seekor tikus yang datang dari kejauhan dan segera berlari ke arah sang singa. “Tuan, apa kamu baik-baik saja??”

“Hei Tikus! Tolong selamatkan aku dari jeratan ini! Aku tidak bisa keluar!” ucap sang singa dengan nada memelas.

Tikus pun dengan cekatan melepas tali yang mengikat singa dengan giginya. Setelah semua sudah terlepas, sang singa menghampiri tikus dan berkata.”Terimakasih tikus kecil. Berkatmu aku bisa keluar dari jebakan ini. Maaf telah meremehkanmu waktu itu.”

“Tidak mengapa, Tuan. Sudah kewajibanku untuk menolong sesama makhluk yang hidup di dunia ini.” Tikus menjawab.

Setelah itu, Singa dan Tikus menjadi teman yang baik, dan singa berubah menjadi hewan yang ramah kepada semua hewan yang ada di hutan itu.

Malin Kundang

duniapendidikanversiwakamadkurikulum.blogspot.com

Kisah ini berasal dari kota Padang, Sumatera Barat. Kisah ini bermula ketika seorang anak bernama Malin Kundang yang hidup bersama ibunya di sebuah desa yang amat kecil, ingin sekali merantau seperti ayahnya di kota.

“Ibu, aku sudah tidak tahan dengan kemiskinan ini. Aku ingin merantau di kota dan mencari uang yang banyak.” keluh Malin kepada ibunya suatu hari.

Ibunya tidak bisa berkata apa-apa lagi selain mengiyakan sang anak. “Baik, anakku. Ibu doakan semoga bisa menjadi anak yang sukses, ya.”

“Iya, ibu”. Jawab Malin singkat.

Setelah itu, Malin segera bersiap dan pergi dari desa dan meninggalkan ibunya. Ia menaiki kapal besar menuju kota yang ia inginkan. Namun naas, saat perjalanan kapal yang ditumpangi olehnya dibajak dan diserang oleh sekelompok bajak laut. Hampir semua awak kapal meninggal, Malin adalah salah satu yang selamat karena berlindung di tempat yang kecil.

Singkat cerita, kapal itu kemudian berlabuh di pesisir pantai yang menjadi perantauan Malin untuk mencari uang. Disana ia bekerja dengan giat dan tekun, dan menjadi pemuda yang kaya raya. Malin pun kemudian mempersunting salah satu gadis cantik yang ada di pesisir itu untuk dijadikan istrinya. 

Setelah menikah, sang istri mengajak Malin untuk berkunjung di sebuah desa yang tak lain adalah kampung halamannya. Sang ibu pun mendengar kabar bahwa Malin akan pulang dan merasa sangat senang dan menemui sang anak.

“Malin.. Anakku. Kamu pulang, nak..”

Namun sayang, Malin yang sekarang kaya raya telah melupakan ibunya karena malu akan kemiskinan yang menimpa ibunya. “Siapa kamu? Aku tak kenal. Ibuku sudah meninggal.”

Ibu Malin menangis karena anaknya tidak mau mengakui siapa dirinya. Beliau kemudian murka kemudian meminta Tuhan untuk mengutuk Malin menjadi batu.

Tuhan pun mengabulkan permintaan sang ibu. Tuhan lantas mengubah semua awak kapal beserta Malin menjadi batu dan sejak itu dikenal sebagai “Batu Malin Kundang”.

Dongeng Sebelum Tidur Cinderella dan Sepatu Kaca

decider.com

Salah satu pilihan dongeng sebelum tidur romantis yang bisa dibacakan oleh orang tua kepada anaknya adalah Kisah Cinderella berikut ini.

Pada zaman dahulu, hiduplah seorang anak perempuan bernama Cinderella yang tinggal bersama ibu tiri dan 2 kakak tirinya. Cinderella hidup sengsara disitu, karena ia diperlakukan seperti pembantu. Setiap hari tugasnya hanya mencuci, mengepel, membersihkan kamar seisi rumah, dan disuruh-suruh oleh ibu dan kakak-kakak tirinya. Tidak ada waktu untuknya berdandan dan merias diri.

Suatu hari, datanglah seorang petugas dari istana yang memberikan sayembara kepada seisi kota. “Pangeran telah mengundang kalian semua untuk datang ke pesta dansa. Pangeran sedang mencari pasangan untuk hidup.” ujar petugas itu.

Setelah petugas pergi, salah satu saudara tiri Cinderella berujar. “Jangan mimpi untuk ikut datang ke pesta itu! Hanya kami saja yang boleh.”

Cinderella lalu menangis dalam kamarnya. “Aku juga ingin berada di pesta itu..” ujarnya lirih sambil terisak.

Hari pesta pun tiba. Semua kakak tiri Cinderella berdandan cantik dan memakai gaun yang indah. Cinderella semakin menangis menjadi-jadi karena ia tidak boleh datang.

“Jangan menangis, anak muda.” ujar seseorang di dekatnya.

Cinderella kaget. “Ayo kita pergi ke taman, bawakan aku labu dan lihat apa yang terjadi.” lanjut seseorang yang disebut sebagai ibu peri itu.

Ia membawa labu dan berlari menuju taman. Alangkah terkejutnya labu yang ia bawa kemudian berubah menjadi kereta kencana yang sangat indah dengan kuda didepannya, tak lupa ibu peri juga menyulap seekor tikus untuk menjadi kusirnya.

“Apakah aku akan pergi ke pesta dansa dengan kereta ini?” Tanya Cinderella.

“Iya, nak. Ah, aku hampir lupa, bajumu akan ku ubah menjadi gaun yang sangat cantik dan pergilah ke pesta dansa.” kata ibu peri sambil mengubah pakaian Cinderella.

Ibu peri juga berpesan bahwa jangan lupa untuk meninggalkan pesta dansa sebelum jam 12 karena pakaian dan kereta akan berubah.

Cinderella lantas bergegas menuju pesta. Setelah sampai, semua mata tertuju padanya. Pangeran lalu meminta Cinderella untuk berdansa bersamanya dengan mengulurkan tangan.

Mereka berdua menari dengan sangat serasi. Ibu dan dua kakak tiri Cinderella sangat iri dan dengan wanita yang tak mereka kenali itu.

Tak terasa jam menunjukkan pukul 12 malam, Cinderella yang masih menari dengan pangeran segera lari meninggalkan pesta dan meninggalkan salah satu sepatunya tanpa sengaja. Melihat itu, pangeran kebingungan dan menyimpan sepatu itu dan berharap semoga Cinderella datang lagi.

Paginya, petugas istana dan pangeran mulai mencari siapa pemilik sepatu kaca itu dengan menyisir rumah-rumah. Tibalah giliran rumah Cinderella, dan kakak-kakak tirinya tidak mau kalah dengan mencoba mengepaskan sepatu kaca itu. Namun, keduanya tidak berhasil. 

“Apakah ada satu lagi perempuan yang tinggal disini? Aku melihat seseorang selain kalian dari balik jendela itu” tanya Pangeran kepada kakak-kakak tirinya.

Dengan kesal, akhirnya mereka menyuruh Cinderella untuk turun dan mencoba sepatu kaca itu. Tanpa disangka, sepatu itu pas untuknya. Kakak dan ibu tiri Cinderella kaget bukan main. Sesuai janjinya, Pangeran menikahi gadis pemilik sepatu kaca dan menjadikannya sebagai putri di kerajaan miliknya. Cinderella dan pangeran pun hidup bahagia selamanya.

Semut dan belalang

popmama.com

Alkisah hiduplah seekor semut yang rajin bekerja. Setiap hari ia bekerja mengumpulkan bahan makanan yang kemudian disimpan di dalam lumbung. Hujan maupun panas, si semut tetap bekerja keras.

Suatu hari saat sang semut sedang bekerja, ia bertemu dengan seekor belalang. Belalang pun bertanya kepada semut. “Hai semut, mengapa engkau begitu rajin dalam bekerja? Apa kau tidak jenuh?” 

“Aku bekerja agar ketika musim dingin tidak kehabisan stok makanan.” jawab semut.

Belalang menimpali semut sambil makan. “Musim dingin masih lama. Tidak usah terburu-buru. Santai saja dan bersenang-senang dahulu.”

Tanpa terasa musim dingin pun tiba. Sang semut telah siap menghadapi musim dingin karena di rumahnya sudah tersedia banyak bahan makanan, sementara belalang mulai kalang kabut kelaparan. Belalang pun meminta bantuan makanan dari sang semut lalu ditolak. Namun karena tidak tega, semut akhirnya menolongnya. 

Anak kambing yang cerdik

bobo.grid.id

Dikisahkan hiduplah keluarga kambing yang terdiri dari ibu dan dua orang anaknya yang hidup di tengah hutan. Suatu ketika, sang ibu yang ingin pergi sebentar berpesan kepada anak-anaknya agar tidak membukakan pintu dari siapapun selain ibunya. Ibu kambing kemudian mengajarkan sebuah lagu sederhana agar anak kambing dapat mengenali ibunya. Tak disangka, ada seekor serigala yang mendengarkan nyanyian sang ibu dari luar.

Setelah ibu kambing pamit untuk pergi sebentar, tak lama kemudian terdengar suara nyanyian yang sama seperti yang ibu kambing ajarkan kepada mereka. Salah satu anak kambing kemudian mendengarkan nyanyian tersebut dengan seksama dan tidak lantas membukakan pintu.

“Kenapa suaranya berbeda dengan ibuku?” gumam si anak kambing.

Lalu si anak kambing mengintip dari balik pintu untuk melihat siapa yang sedang bernyanyi. Alangkah terkejutnya sang anak karena yang bernyanyi bukanlah ibunya melainkan seekor serigala lapar.

Dengan takut, si anak kemudian berteriak dengan kencang dan berulang kali sampai hampir semua hewan yang ada disekitar itu tahu dan datang. Kemudian sang serigala berlari menjauh dan tidak kembali lagi.

Serigala dan anak gembala

cerita-anak-indo.blogspot.com

Suatu waktu dikisahkan seorang anak gembala yang bekerja di saudagar kaya raya. Sesuai dengan namanya, anak gembala tersebut bertugas menggembalakan, menjaga dan merawat domba-domba milik majikannya. Saat menggembala, dia melakukannya sambil meniup seruling ditemani oleh seekor anjing. Suatu hari, si anak gembala tiba-tiba berteriak.

“Tolong.. Tolong.. Ada serigala datang.. Ada serigala datang..”

Karena teriakannya sangat kencang, kemudian semua warga datang berhamburan untuk menolongnya. Namun, si gembala itu kemudian tertawa terbahak-bahak dan berujar. “Hahahaha.. Aku hanya iseng berteriak karena aku bosan disini.”

Warga kemudian kesal dan kembali ke rumah masing-masing.

Suatu ketika setelah kejadian itu, datang segerombolan serigala yang mendekat ke arah domba dan dengan cepat memangsa domba-domba milik tuan saudagar. 

Si anak gembala sangat terkejut dengan keadaan itu, ia berteriak namun tidak ada warga yang datang. Dia pun menangis dan merenungi sikapnya.

Abu nawas mau terbang

senata.id

Penduduk timur dihebohkan dengan berita yang mengatakan bahwa Abu Nawas mau terbang. Berita ini tersebar dimana-mana hingga sang Raja mengetahdamemanggil yang bersangkutan untuk datang ke istananya.

Sesampainya di istana, Raja bertanya kepada Abu Nawas. “Hei Abu. Apakah benar berita yang tersebar itu bahwa kau mau terbang?”

“Benar, Baginda.” jawab Abu Nawas.

“Apakah kau bersungguh-sungguh? Jika kau tidak terbang, maka kau akan ku hukum mati.” ancam Raja.

Abu Nawas kemudian mengangguk dan pamit pulang.

Beberapa hari kemudian, sang Raja memerintahkan Abu Nawas untuk membuktikan hal itu. Tentu saja sambil disaksikan oleh seluruh warga. Abu kemudian menaiki gedung tertinggi di sana dan mengepak-kepakkan tangannya seperti mau terbang.

“Hei, Abu. Mana janjimu? Katanya kau mau terbang” sang Raja mulai kesal.

Abu menjawab dengan enteng.”Iya, Baginda. Saya mengatakan mau terbang, bukannya bisa terbang.”

Baginda pun kesal dan tidak jadi menghukum Abu Nawas karena perkataannya benar.

Baca Juga: Cerita Kancil dan Buaya, Dongeng Anak Favorit [Rekomended]

Telur emas dan sepasang suami istri

kumparan.com

Di suatu desa hiduplah sepasang suami istri yang miskin. Saat di pasar, mereka membeli seekor ayam aneh dan membawanya pulang. Sesampainya di rumah, tiba-tiba ayam tersebut mengeluarkan telur emas yang sangat berkilauan. Mereka takjub dan girang dengan si ayam kemudian lantas menjual telur itu. Seketika mereka menjadi bergelimang harta karena itu.

Namun, ayam tersebut tidak mengeluarkan telur emas lagi. Sang istri kemudian berkata.

“Ayam ini tidak mengeluarkan telur emas yang bisa kita jual lagi. Bagaimana kalau kita potong perutnya dan telur emas itu akan muncul. Kita bisa kaya raya.”

“Kau cerdik sekali istriku. Mari kita potong.” timpal sang suami.

Setelah suami istri memotong perut si ayam, mereka terkejut bahwa tidak ada satupun telur emas yang bisa mereka dapatkan.Sekarang, ayam mereka mati dan tidak ada telur emas yang bisa didapat lagi.

Demikianlah rangkuman dongeng sebelum tidur yang lucu, romantis, bahkan mendidik ini. Setiap dongeng pasti terdapat nilai moral yang bisa dipetik dan diambil hikmahnya agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.