bunga edelweis

Bunga edelweis memiliki nama Latin Leontopodium alpinum dan Leontopodium nivale dan dikenal sebagai bunga yang banyak ditemukan di wilayah pegunungan. Utamanya daerah pegunungan di Eropa dan Amerika Selatan. Tanaman ini tersebar pula di Asia dan Australia dengan jenis yang agak berbeda.

Bunga ini bersifat ornamental dan sering kali dijadikan simbol cinta abadi karena tak bakal layu meski dipetik. Namun, kebiasaan memetik bunga ini membuat edelweis masuk dalam kategori tanaman yang dilindungi karena langka. Dicari tetapi susah tumbuh di alam liar. Seberapa istimewa sih si cantik ini? Yuk, cari tahu belasan fakta menariknya di bawah ini. 

BACA JUGA: 10 Jenis Bunga Keladi Beracun, Jauhkan dari Si Kecil. Hati-Hati!

1. Asal usul nama bunga edelweiss 

arti bunga edelweis
Pexels

Melansir House of Switzerland, kata edelweiß ini diambil dari Bahasa Jerman sesuai dengan tempat asalnya yakni Swiss, Austria, dan Jerman yang semuanya menggunakan bahasa tersebut. Secara harfiah, bunga edelweis artinya putih dan terhormat. Sejak lama bunga ini pun sering dijadikan simbol cinta abadi karena habitatnya yang sangat terpencil dan sifatnya yang perennial, yaitu bisa berbunga sepanjang tahun tanpa mengenal musim. 

2. Morfologi bunga edelweis 

Morfologi
Instagram @_markus_allgaeuer_

Gambar bunga edelweis selalu identik dengan mahkota bunga berwarna putih dan berbulu. Ia memiliki putik kuning di bagian tengahnya yang menyempurnakan tampilan uniknya. Bentuk mahkotanya pun mirip dengan morfologi daunnya, sama-sama ramping dan diselimuti bulu-bulu halus. Itulah mengapa sejumlah ilmuwan asal Swiss menamai mereka dengan nama bunga wol. 

3. Habitat 

Habitat
Pexels

Bunga ini identik dengan Swiss dan Austria karena banyak ditemukan di Pegunungan Alpen. Namun, bila merujuk Conservatoire et Jardin Botaniques yang bermarkas di Jenewa, bunga edelweis berasal dari kawasan Himalaya, Siberia, dan Tibet. Intinya mereka memang hanya bisa tumbuh di dataran tinggi, yaitu kawasan dengan ketinggian minimal 2000-3000 mdpl. 

Tanaman ini suka dengan tanah yang berbatu, padang rumput, dan tebing batu kapur yang terjal. Itulah mengapa ia banyak ditemukan di kawasan pegunungan Eropa yang dikenal dengan batuan cadas, terekspos cahaya matahari tetapi tetap beriklim sejuk.  

4. Punya fitur-fitur spesial 

bunga edelweis kering
Instagram @raxseilbahn

Melansir sumber yang sama, edelweis memiliki beberapa fitur spesial yang membuatnya bisa bertahan di segala cuaca. Keistimewaan dari bunga edelweis yaitu: 

  • Rambut atau bulu yang anti UV 
  • Daun yang bisa mencegah evaporasi berlebih karena berbulu 
  • Getah atau cairan di dalam bunga yang tidak mudah beku 
  • Kelopak yang melindungi bunga di berbagai cuaca 
  • Batang yang kuat 

BACA JUGA: 12 Macam Macam Bunga Hias Cantik, Cocok Untuk Dekorasi Halaman Rumah

5. Tipe bunga edelweis yang ada di dunia

gambar bunga edelweis
Instagram @barren_steppe

 Masih dari sumber yang sama, ilmuwan sepakat bahwa ada dua kelompok bunga edelweis di dunia. Satu yang banyak ditemukan di Eropa, dan satu lagi yang menyebar di Asia. Detailnya sebagai berikut: 

  • Leontopodium alpinus dan L. nivale yang banyak ditemui di Pegunungan Pyrenees di perbatasan Spanyol dan Prancis; Pegunungan Alpen yang melintang di wilayah Prancis, Swiss, Jerman, Slovenia, Austria, Monaco, Italia, dan Liechtenstein; kawasan Balkan bagian Utara hingga Pegunungan Carpathian di wilayah Eropa Tengah dan Timur, serta Balkan bagian Tenggara. 
  • Leontopodium leontopodinum, L. linearifolium, L. himalayanum, L. calocephalum, L. artemisiifolium, dan L. ochroleucum yang menyebar di kawasan pegunungan Himalaya, India, Mongolia, Rusia bagian Timur, Tiongkok, dan Tibet.

6. Bunga edelweis yang ditemukan di Indonesia bernama latin Anaphalis javanica 

bahaya bunga edelweis
Instagram @pixeldust92

Melansir artikel dari Kehati, bunga edelweis yang ditemukan di Indonesia masuk dalam genus Anaphalis. Masih dalam keluarga Asteraceae, tetapi berbeda dari morfologi dan habitat dibanding genus Leontopodium. Jika di luar negeri, bunga tersebut ditemukan di ketinggian 2000 mdpl, di Indonesia bunga ini bisa tumbuh di ketinggian 1200 mdpl. Bunga Anaphalis javanica dipercaya sebagai tanaman endemik Indonesia, jadi hanya bisa ditemui di sini. 

7. Proses perkembangbiakan 

keistimewaan dari bunga edelweis yaitu
Instagram @tijanatimebomb

Untuk berkembang biak, bunga edelweiss membutuhkan bantuan serangga. Mereka menarik serangga dengan putiknya yang besar dan berwarna kuning. Bagian tersebut juga mengeluarkan aroma khusus yang bisa menarik serangga untuk datang. Asam amino dalam nektar bunga edelweis dipercaya bisa membantu metabolisme serangga dan sebagai gantinya lewat mereka, penyerbukan pun akan terjadi.

Hanya satu biji yang akan dihasilkan tiap bunga yang sudah melalui proses penyerbukan. Bahkan untuk mematangkan biji tersebut, diperlukan 20-30 hari. Cukup lama dan susah, itulah yang membuatnya langka dan melahirkan mitos bunga edelweis untuk pacar. 

BACA JUGA: 10 Tips Merawat Bunga Anggrek Agar Cepat Mekar & Subur

8. Tidak benar kalau ia hanya tumbuh di atas es dan tebing terjal 

mitos bunga edelweis
Instagram @silvia_bosco_0

Masih merujuk pada artikel House of Switzerland, ada mitos bunga edelweis hanya bisa tumbuh di atas es dan tebing terjal sehingga siapapun yang mengambilnya berarti seorang yang tangguh dan pemberani. Ternyata hal itu hanyalah mitos yang dikarang oleh para pendaki gunung Alpen untuk memberikan kesan baik atas diri mereka.

Kisah-kisah heroik tersebut juga banyak disebutkan dalam karya sastra, salah satunya novel Edelweiss karya Berthold Auerbach. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bunga ini memang banyak tumbuh di bebatuan. Namun, bisa pula di padang rumput di dataran tinggi. 

9. Di berbagai negara ia sering dikeringkan sebagai souvenir 

bunga edelweis artinya
Pexels

Kisah-kisah heroik dan mitos yang berkembang sempat membuat bunga ini diburu orang. Para pedagang yang beroperasi di dekat pegunungan pun menjual bunga edelweis kering sebagai souvenir atau oleh-oleh. Di Indonesia, ia bahkan berjuluk bunga abadi karena dianggap tidak akan pernah layu seperti cinta seseorang pada kekasih yang sedang ia puja.

Persis dengan yang terjadi di Eropa. Namun, saking meledaknya, di pertengahan abad 20 bunga ini sempat dianggap pasaran dan harga bunga edelweis sempat turun drastis di kawasan Eropa. 

10. Jadi simbol nasional beberapa negara di Eropa 

mitos bunga edelweis untuk pacar
Instagram @gianfrancomaltesi

Sampai di era 1990-an, beberapa negara Eropa melakukan rebranding dengan mengorelasikan edelweiss sebagai simbol nasionalisme. Edelweiss pun kembali menemukan tempatnya sebagai bunga yang spesial. Pada masa okupasi Nazi di Eropa, orang Austria menggunakan bunga untuk menunjukan posisi politik mereka. Bunga biru jika mendukung keberadaan Nazi, dan sebaliknya bunga putih bila menentang. 

Lagu Edelweiss juga muncul di film The Sound of Music. Dinyanyikan oleh karakter yang diceritakan berasal dari Austria, tetapi terpaksa pergi dari negaranya saat Nazi datang. Edelweis dalam film tersebut pun dijadikan simbol kerinduan akan kebebasan serta keinginan untuk melawan otoritarianisme. 

Lagu berjudul sama dijadikan pula sebagai lagu tema sebuah serial The Man in The High Castle yang tayang empat musim di Amazon Prime di 2015-2019. Serial bergenre distopia tersebut mencoba menggambarkan bagaimana bila akhir Perang Dunia II berakhir dengan kemenangan Nazi dan Jepang.

Diceritakan Amerika Serikat terbagi menjadi dua, satu bagian dikontrol Nazi dan satu bagian lainnya di bawah kekuasaan Jepang. Lagu Edelweiss di serial tersebut pun punya makna yang sama, yaitu kerinduan akan kebebasan. Di Swiss dan Slovenia, bunga ini juga dijadikan simbol nasionalisme. 

BACA JUGA: 10+ Gunung Tertinggi di Dunia & Asalnya yang Jarang Orang Tahu

11. Di Indonesia, bunga ini dilindungi karena langka 

bunga yang dilindungi di indonesia
Instagram @skona_uterum

Lain halnya di Indonesia, arti bunga edelweiss lebih sering diasosiasikan dengan cinta dan kesetiaan. Namun sejak 2018, pemerintah memasukan Anaphalis javanica sebagai salah satu flora dan fauna yang dilindungi.

Orang yang ketahuan memetiknya bisa dipidana dengan UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati Ekosistem dengan ancaman penjara 10 tahun dan denda Rp200 juta. Seperti diliput dari Tempo, beberapa pengelola taman nasional juga memberlakukan peraturan tambahan seperti larangan pendakian bagi pemetik bunga langka tersebut. 

12. Kaya akan vitamin C dan banyak dilirik untuk kosmetik dan skincare 

kandungan kosmetik dan skincare
Instagram @distorsi.senja

Sejauh ini, belum ada penelitian yang menunjukan bahaya bunga edelweis. Di masa lalu, bunga ini banyak dipakai penduduk sekitar pegunungan untuk obat-obatan tradisional. Ia terbukti kaya akan vitamin C.

Di luar negeri, bunga elok tersebut pun dilirik sebagai bahan kosmetik dan skincare karena kemampuannya membantu mempercepat regenerasi kulit. Beberapa juga menyulapnya jadi parfum karena aromanya yang khas. Mengingat bunga ini tidak berstatus langka di Eropa, maka hal ini pun mungkin dilakukan dengan. Namun, hal ini belum diizinkan di Indonesia. 

Itu beberapa fakta menarik dari bunga edelweis. Ada baiknya, kita turut menjaga kelestarian bunga elok tersebut dengan tidak memetiknya sembarangan. Mengingat kebutuhanmu paling hanya sebatas menjadikannya ornamen di rumah. Akan lebih baik melihat mereka tumbuh indah di alam liar, bukan?