Objectives & Key Results (OKR): Definisi, Manfaat & Contohnya

Sedulur yang bekerja di perusahaan tentu tidak asing dengan istilah Objectives and Key Results atau OKR. Secara sederhana, OKR adalah kerangka kerja yang digunakan sebagai indikator pencapaian atas tujuan yang diinginkan. Penyusunan OKR dapat membantu perusahaan dalam menentukan dan melaksanakan strategi sehingga tujuan bisnis dapat tercapai.

Agar Sedulur lebih memahami apa itu OKR dan bagaimana cara menyusun OKR agar dapat berjalan baik, berikut Super telah merangkum informasi selengkapnya. Mulai dari definisi, manfaat, hingga contoh OKR yang digunakan dalam bisnis perusahaan. Yuk, langsung disimak informasinya di bawah ini!

BACA JUGA: Mengenal Business Development Beserta Tanggung Jawabnya

Pengertian OKR adalah

okr adalah
iStock

Objectives and Key Results atau OKR merupakan salah satu metode yang banyak digunakan untuk mengukur performa kerja di perusahaan. Pengukuran performa kerja di sini tidak dilakukan dengan evaluasi kinerja harian karyawan, melainkan didasarkan pada progress untuk mencapai target dalam jangka waktu tertentu.

Dilansir Glints dan Ekrut, OKR memungkinkan perusahaan membuat target yang cukup ambisius, namun dapat terukur segala pelaksanaannya. Sebab OKR disusun dalam bentuk kerangka yang memuat target atau tujuan bisnis dan hal-hal yang harus dicapai agar target bisnis dapat terwujud.

Sehingga bisa disimpulkan bahwa OKR merupakan kerangka kerja yang membantu perusahaan menerapkan dan menjalankan strategi secara nyata. Idealnya, OKR setiap tim atau divisi di perusahaan merupakan turunan dari OKR pimpinan. Sedangkan OKR pimpinan adalah turunan dari OKR perusahaan. Sehingga nantinya capaian yang diperoleh setiap tim dapat dapat bermuara pada tercapainya tujuan perusahaan. 

Sejarah OKR

okr adalah
iStock

Sebelum masuk ke pembahasan yang lebih jauh, tak ada salahnya Sedulur menyimak sejarah OKR terlebih dahulu. Diketahui, OKR baru populer digunakan oleh perusahaan-perusahaan di dunia pada satu hingga dua dekade terakhir. Meski demikian, metode OKR disebut telah dikembangkan sejak lama. Berikut timeline perkembangan OKR sejak awal dikembangkan hingga kini.

  • Pengembangan metode OKR dimulai pada 1954 oleh Peter Drucker yang kala itu mencetuskan metode bernama management by objective atau biasa disingkat MBO.
  • Pada 1968, Andy Grove yang merupakan pendiri perusahaan teknologi Intel mengadopsi metode MBO. Ia juga melakukan modifikasi hingga terbentuk OKR seperti yang ada saat ini.
  • Pada 1974, John Doerr bergabung dengan Intel dan mempelajari metode OKR.
  • Pada 1999, John Doerr mengenalkan metode OKR kepada pendiri Google, yakni Larry Page dan Sergey Brin. OKR pun diterapkan di Google dan tersebar luas hingga sekarang.

Adapun di Indonesia, OKR masih menjadi hal baru yang penerapannya dipelopori oleh perusahaan startup.

BACA JUGA:Pengertian Liaison Officer Beserta Tugas & Tanggung Jawabnya

Tujuan OKR adalah

iStock

Berdasarkan pengertian OKR seperti yang telah dijelaskan pada poin sebelumnya, dapat diketahui tujuan OKR adalah sebagai berikut.

  • Melakukan aktivitas bisnis untuk mencapai target tertentu dalam jangka waktu yang telah ditetapkan.
  • Mempercepat dan memudahkan proses penentuan tujuan.
  • Mewujudkan komunikasi yang lebih jelas sehingga setiap individu dapat saling berkontribusi.
  • Menyatukan perusahaan dan meningkatkan kerja sama antar tim yang berbeda.
  • Meningkatkan fokus perusahaan sehingga disiplin dalam berusaha dan inisiatif.

Manfaat OKR adalah

iStock

Sementara, manfaat OKR bagi perusahaan dapat diuraikan menjadi beberapa poin sebagai berikut.

  • Dapat menghubungkan tujuan dan aktivitas tim maupun individu sehingga sesuai dengan misi strategis perusahaan.
  • Memudahkan tim untuk menyesuaikan dan beradaptasi dengan perubahan sekaligus mengurangi risiko.
  • Membantu karyawan untuk lebih fokus dalam mencapai tujuan bisnis.
  • Memungkinkan setiap karyawan berkontribusi secara pribadi untuk tujuan yang penting.

BACA JUGA: PIC (Person in Charge): Definisi, Tugas, & Skill yang Dibutuhkan

Elemen penting pada OKR

okr adalah
iStock

Seperti diketahui, metode OKR memiliki tujuan utama untuk mencapai target tertentu dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. OKR juga sekaligus menjadi indikator untuk mengukur capaian atau progress atas tujuan tersebut.

Agar dapat memenuhi tujuan OKR tersebut, Sedulur perlu mengetahui komponen-komponen di dalam OKR. Dengan demikian, Sedulur bisa memahami langkah seperti apa yang harus dilakukan.

Sesuai dengan namanya, yakni Objectives and Key Results, komponen OKR dibagi menjadi dua, yaitu objective dan key results. Apa itu? Berikut penjelasannya.

1. Objective

Sederhananya, objective adalah tujuan atau target yang ingin dicapai oleh perusahaan atau tim. Oleh karena itu, biasanya objective merupakan sesuatu yang bersifat ambisius karena akan menentukan ke arah mana tim akan berjalan. Untuk mencapai objective tersebut, diperlukan tindakan yang terukur yang disebut sebagai key results.

2. Key results

Jika objective merupakan tujuan yang ingin dicapai, bisa dikatakan bahwa key results adalah tindakan yang dilakukan untuk mencapai objective tersebut. Biasanya, key results terdiri atas sekumpulan metrik yang mengukur progress atau kemajuan dan menggambarkan sejauh mana tujuan telah dicapai.

Contoh OKR adalah

iStock

Agar lebih memahami tentang objective dan key results dalam OKR, berikut adalah contoh OKR dari beberapa divisi di perusahaan yang dapat Sedulur simak, sebagaimana dikutip dari Linov HR dan Mekari Qontak.

  1. Contoh OKR umum perusahaan

OKR umum perusahaan adalah OKR yang menjadi tujuan bersama yang didasarkan pada tujuan perusahaan jangka panjang. Tercapainya OKR umum ini biasanya didukung oleh OKR dari setiap divisi.

Contoh objective OKR umum: menjadi perusahaan pemimpin dalam industri

Maka, key results yang harus dicapai adalah sebagai berikut.

  • Membuka minimal 5 cabang baru dalam satu tahun.
  • Mendapat 2.000 pelanggan baru dalam satu tahun.
  • Mencapai nilai penjualan minimal Rp110 miliar per tahun.
  1. Contoh OKR Human Resources (HR)

Sebagai divisi yang berfokus pada pengelolaan karyawan atau sumber daya manusia di perusahaan, OKR HR tentunya akan berkaitan dengan masalah karyawan.

Contoh objective OKR HR: meningkatkan kedisiplinan kehadiran karyawan hingga 30% dalam 6 bulan

Maka, key results yang harus dicapai adalah sebagai berikut:

  • Menerapkan sanksi atau hukuman untuk karyawan yang terlambat atau pulang lebih awal.
  • Menggunakan aplikasi presensi untuk memantau dan mencatat kehadiran karyawan.
  1. Contoh OKR Marketing

Contoh objective OKR Marketing: mendapatkan 400 pelanggan baru dalam satu tahun

Maka, key results yang harus dicapai adalah sebagai berikut.

  • Minimal menghubungi 150 prospek setiap minggu dalam satu tahun.
  • Melakukan pitching dengan 20 calon klien setiap minggu dalam satu tahun.

BACA JUGA: Helper: Pengertian, Tugas, Jenis, Gaji dan Syaratnya

Cara menyusun OKR agar dapat tercapai dengan baik

iStock

Sebuah OKR disusun dengan tujuan agar dapat dicapai oleh perusahaan melalui tim ataupun karyawan sebagai individu. Untuk itu, dalam penyusunan OKR perlu memperhatikan sejumlah hal sehingga target yang diinginkan dapat tercapai sesuai rencana. Berikut cara menyusun OKR yang baik.

  • Pilih tool yang akan digunakan untuk membuat OKR. Tool di sini bisa berupa spreadsheet ataupun software tertentu yang dapat disesuaikan dengan budaya di perusahaan.
  • Menentukan objective dan key results. Dalam menyusun OKR, penting untuk menentukan tujuan yang ingin atau harus dicapai dan cara mencapai tujuan tersebut. Seperti dijelaskan sebelumnya, tujuan yang ingin dicapai adalah objective dan cara untuk mencapai tujuan itu diuraikan dalam key results.
  • Melakukan evaluasi OKR. Sebagai kerangka kerja yang digunakan untuk mengukur performa atau kinerja, OKR perlu untuk dievaluasi. Dengan begitu, perusahaan atau pun tim dapat mengetahui sejauh mana tujuan telah tercapai dan kendala yang dihadapi.

Sementara, menurut Ekrut, ada beberapa kesalahan yang harus dihindari dalam menyusun OKR sebagai berikut.

  • Menentukan tujuan yang terlalu besar sehingga tidak dapat diraih.
  • Progress atau perkembangan kinerja karyawan untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan tidak dapat dipantau dengan baik.
  • Memiliki terlalu banyak objective dalam satu periode kerja sehingga proses kerja menjadi tidak fokus.

Tips mencapai OKR untuk karyawan

iStock

Di samping memahami cara menyusun OKR, Sedulur juga perlu mengetahui tips agar dapat memenuhi OKR sehingga target yang sudah ditentukan oleh perusahaan dapat tercapai. Berikut beberapa tips yang bisa Sedulur ikuti.

  • Mulai bekerja dengan target kecil atau target harian secara konsisten.
  • Mengatur strategi yang tepat untuk mengerjakan suatu tugas.
  • Mengatur prioritas dalam bekerja.
  • Melakukan evaluasi secara berkala.

Demikian tadi ulasan mengenai Objectives and Key Results atau OKR yang tengah populer diterapkan di sejumlah perusahaan beberapa tahun terakhir. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan Sedulur, ya!