wisata religi surabaya jawa timur

Ketika berlibur ke Surabaya, salah satu alternatif yang bisa dilakukan adalah berwisata religi. Apalagi, ada banyak tempat wisata religi Surabaya yang sangat menarik untuk dikunjungi, mulai dari masjid, klenteng, dan lain sebagainya. Sangat rugi jika dilewatkan begitu saja.

Apalagi berkunjung ke objek wisata religi Surabaya tidak hanya melepaskan penat, namun juga sekaligus menenangkan hati sembari beribadah. Jadi jangan heran jika banyak tempat wisata religi di Kota Pahlawan ini yang tidak pernah sepi pengunjung.

BACA JUGA: Wisata Religi Sunan Ampel Surabaya: Lokasi, Harga dan Tips

Rekomendasi Objek Wisata Religi Surabaya

Ya, seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, ada banyak wisata religi Surabaya yang tersedia. Jika Sedulur merasa tertarik untuk mengunjunginya, langsung saja simak dan perhatikan dengan betul beberapa rekomendasi yang ada di bawah ini!

1. Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya

wisata religi surabaya jawa timur
Unsplash/Zaskia Auryn

Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya atau yang sering disebut sebagai Masjid Agung Surabaya, merupakan masjid terbesar kedua di Indonesia setelah Masjid Istiqlal di Jakarta. Diresmikan pada tahun 2000, masjid ini memiliki arsitektur yang megah dan modern dengan kubah berwarna hijau yang khas.

Masjid ini memiliki kapasitas yang sangat besar, mampu menampung hingga 30.000 jamaah. Terdapat menara setinggi 99 meter yang dapat dinaiki pengunjung untuk menikmati pemandangan kota Surabaya yang terasa khas dari ketinggian.

Di sini, terdapat fasilitas pendidikan seperti madrasah dan pusat kegiatan sosial untuk masyarakat. Area parkir yang sangat luas juga mampu menampung banyak kendaraan, memudahkan para pengunjung yang datang membawa kendaraan.

  • Alamat: Jalan Masjid Al-Akbar Timur No.1, Pagesangan, Kec. Jambangan, Surabaya, Jawa Timur
  • Jam buka: 24 jam

2. Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya

Bisa dibilang jika Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya adalah masjid dengan arsitektur yang unik. Masjid yang satu ini menggabungkan antara gaya arsitektur Tiongkok dengan nuansa Islam. Masjid ini memiliki desain yang menyerupai pagoda dengan warna dominan merah, hijau, dan kuning.

Perpaduan warna tersebut memberikan nuansa Tiongkok yang kental. Sesuai namanya, Masjid Muhammad Cheng Hoo, dibangun untuk menghormati Laksamana Cheng Hoo, sosok penjelajah Muslim dari Tiongkok yang memiliki peran penting dalam sejarah penyebaran Islam di Indonesia.

Meskipun tidak sebesar Masjid Nasional Al-Akbar, masjid ini memiliki ruang salat yang nyaman dan bersih. Terdapat juga ruang serbaguna yang digunakan untuk kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan. Tidak lupa, area parkirnya cukup luas untuk menampung kendaraan pengunjung.

  • Alamat: Jalan Gading No.02, Ketabang, Kec. Genteng, Surabaya, Jawa Timur
  • Jam buka: 04.00 WIB – 22.00 WIB

3. Masjid Sunan Ampel

Masjid Sunan Ampel merupakan salah satu masjid tertua dan paling bersejarah di Surabaya. Masjid ini didirikan oleh Sunan Ampel, salah satu dari Walisongo pada tahun 1421. Masjid Sunan Ampel tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan dakwah dan pendidikan Islam sejak zaman dahulu.

Masjid ini memiliki arsitektur khas Jawa dengan sentuhan Timur Tengah. Struktur bangunan yang masih terawat baik mencerminkan kekayaan sejarah dan budaya. Ruang salat yang luas mampu menampung banyak jamaah, terutama saat salat Jumat dan acara keagamaan lainnya.

Sedulur bisa menemukan perpustakaan yang menyimpan berbagai buku dan manuskrip tentang Islam dan sejarah masjid. Area parkir di tempat wisata religi Surabaya ini juga cukup luas untuk menampung kendaraan pengunjung yang datang untuk beribadah atau berwisata.

  • Alamat: Jalan Ampel Masjid No.53, Ampel, Kec. Semampir, Surabaya, Jawa Timur
  • Jam buka: 24 jam

4. Makam Sunan Ampel

Makam Sunan Ampel terletak di kompleks yang sama dengan Masjid Sunan Ampel. Sebagai salah satu Walisongo, Sunan Ampel memiliki peran penting dalam penyebaran Islam di Jawa, sehingga makamnya menjadi tempat ziarah yang sangat dihormati.

Kompleks makam yang satu ini sangat terawat dengan baik, lengkap dengan berbagai bangunan tambahan untuk kenyamanan peziarah. Dalam tempat wisata religi Surabaya ini juga tersedia area khusus bagi peziarah untuk berdoa dan bermeditasi.

Bahkan Sedulur juga bisa menemui pemandu yang siap memberikan informasi tentang sejarah Sunan Ampel dan makamnya.

  • Alamat: Jalan Ampel Blumbang No.2 A, Ampel, Kec. Semampir, Surabaya, Jawa Timur
  • Jam buka: 24 jam

5. Makam Sunan Bungkul

Makam Sunan Bungkul merupakan salah satu taman kota terbesar dan terkenal di Surabaya. Sunan Bungkul atau yang juga dikenal sebagai Mbah Bungkul, adalah seorang tokoh penyebar agama Islam di Surabaya pada masa Kerajaan Majapahit.

Makam yang satu ini menjadi tempat ziarah yang populer bagi masyarakat yang ingin menghormati jasa beliau dalam menyebarkan Islam di daerah tersebut. Kompleks Makam Sunan Bungkul dikelilingi oleh area yang tenang dan asri, yang memungkinkan pengunjung untuk berziarah dengan khusyuk.

Selain itu, wisata religi Surabaya ini juga dilengkapi dengan fasilitas umum seperti area bermain anak, jogging track, dan area piknik yang bisa dinikmati setelah berziarah. Lokasinya yang berada di pusat kota, membuatnya mudah dijangkau oleh berbagai moda transportasi.

  • Alamat: Jalan Taman Bungkul, Darmo, Kec. Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur
  • Jam buka: 24 jam

BACA JUGA: Gua Maria Kediri: Wisata Religi Katolik yang Damai untuk Doa

6. Kampung Santri Ndresmo

wisata religi surabaya
Unsplash/Mufid Majnun

Kampung Santri Ndresmo adalah kawasan yang terkenal dengan kehidupan religiusnya di Surabaya. Terletak di Kecamatan Wonocolo, objek wisata religi Surabaya ini dikenal sebagai pusat kegiatan keagamaan Islam.

Kampung yang satu ini menjadi tempat belajar agama bagi banyak santri dari berbagai daerah. Terdapat beberapa pesantren dan madrasah yang menjadi tempat belajar agama Islam bagi para santri. Selain itu, banyak masjid di kawasan ini yang tidak hanya digunakan untuk ibadah sholat saja.

Akan tetapi juga untuk berbagai kegiatan keagamaan yang lainnya. Bahkan di sekitar kampung terdapat banyak toko yang menjual kitab, pakaian muslim, dan perlengkapan ibadah lainnya. Ya, berbagai kegiatan seperti pengajian, ceramah, dan diskusi agama sering diadakan di sini.

  • Alamat: Cangkrukan Ndresmo, Jalan Sidosermo II No.18, Sidosermo, Kec. Wonocolo, Surabaya, Jawa Timur
  • Jam buka: 24 jam

7. Klenteng Hok An Kiong

Berikutnya ada Klenteng Hok An Kiong, salah satu klenteng tertua di Surabaya. Terletak di kawasan Pecinan Kembang Jepun, bangunan klenteng ini memiliki arsitektur tradisional Tiongkok yang mempesona dengan ornamen-ornamen yang detail.

Klenteng ini didirikan pada abad ke-19 dan merupakan tempat ibadah bagi umat Tridharma (Buddha, Tao, dan Konghucu). Klenteng Hok An Kiong tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi saksi bisu sejarah perkembangan komunitas Tionghoa di Surabaya.

Terdapat altar-altar yang indah untuk beribadah kepada dewa-dewa dalam kepercayaan Tridharma di tempat wisata religi Surabaya ini. Ada pula ruang untuk meditasi dan refleksi diri bagi pengunjung. Klenteng juga menyediakan ruang untuk kegiatan komunitas dan pertemuan.

  • Alamat: Jalan Coklat No.2, Bongkaran, Kec. Pabean Cantikan, Surabaya, Jawa Timur
  • Jam buka: 06.00 WIB – 17.00 WIB

8. Klenteng Boen Bio

Klenteng Boen Bio atau yang juga dikenal sebagai Klenteng Tjwan Bio, adalah salah satu klenteng tertua dan terbesar di Surabaya. Dibangun pada tahun 1883, klenteng ini didedikasikan untuk dewa-dewa Taoisme dan Konfusianisme, serta menjadi pusat spiritual penting bagi komunitas Tionghoa di Surabaya.

Ruang utama klenteng digunakan untuk sembahyang dan upacara keagamaan. Ruangan ini dihiasi dengan patung dewa-dewi, lilin merah besar, dan hio (dupa) yang selalu menyala. Klenteng ini juga memiliki halaman luas dengan taman yang asri.

Ya, hal itu mampu menciptakan suasana yang tenang dan damai bagi para pengunjung. Terdapat pula perpustakaan yang menyimpan berbagai teks keagamaan dan buku-buku tentang Taoisme dan Konfusianisme.

  • Alamat: Jalan Kapasan No.131, RT.007/RW.09, Kapasan, Kec. Simokerto, Surabaya, Jawa Timur
  • Jam buka: 07.00 WIB – 16.00 WIB

9. Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria

wisata religi surabaya jawa timur
Unsplash/Estefania Rainie

Rekomendasi wisata religi Surabaya yang terakhir adalah Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria. Gereja yang juga dikenal sebagai Gereja Katedral Surabaya ini menjadi salah satu gereja tertua di Surabaya.

Dibangun pada tahun 1899, Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria memiliki arsitektur gotik yang megah dan menjadi pusat keuskupan Surabaya. Gereja ini memiliki ruang ibadah yang luas dan indah, dengan jendela kaca patri yang menggambarkan kisah-kisah Alkitab.

Taman kecil di sekitar gereja yang dilengkapi dengan patung Santa Perawan Maria, menjadi tempat untuk berdoa dan merenung. Ada juga ruang serbaguna untuk kegiatan gereja seperti pertemuan komunitas, seminar, dan kegiatan sosial.

  • Alamat: Jalan Kepanjen No.4-6, Krembangan Sel., Kec. Krembangan, Surabaya, Jawa Timur
  • Jam buka: 08.00 WIB – 16.00 WIB

Mungkin hanya itu beberapa tempat wisata religi Surabaya yang bisa direkomendasikan. Bagi Sedulur yang sedang menghabiskan waktu liburan di Surabaya, jangan lupa luangkan waktu untuk berkunjung ke objek wisata religi yang ada.