Pengertian Morfologi adalah Cabang dari Ilmu Linguistik

Morfologi adalah cabang kajian linguistik yang mempelajari tentang bentuk kata, perubahan kata, dan dampak dari perubahan itu terhadap arti dan kelas kata. Morfologi akan membahas mengenai kata beserta aturan pembentukan dan perubahannya.

Kata morfologi tidak hanya digunakan dalam istilah cabang ilmu linguistik. Pengertian ini juga digunakan dalam istilah biologi dan geografi. Untuk lebih memahami pengertian morfologi adalah dan contohnya dalam cabang ilmu linguistik, simak artikel berikut ini!

BACA JUGA: Belajar Huruf Abjad Bahasa Indonesia dari A Sampai Z

Pengertian morfologi dalam cabang ilmu linguistik

morfologi adalah
iStock

Dalam kajian linguistik atau ilmu kebahasaan, morfologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk-bentuk dan pembentukan kata yang merupakan bagian ilmu bahasa untuk mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata.

Morfologi juga dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari seluk-beluk kata serta fungsi perubahan-perubahan bentuk tersebut, baik dalam fungsi gramatik (arti kata berdasarkan konteks penggunaan) maupun fungsi semantik (arti kata berdasarkan makna leksikal/kamus).

Untuk memastikan kesahihan pengertian morfologi, simak beberapa pengertian morfologi adalah menurut para ahli sebagai berikut.

1. Tarigan

Morfologi adalah bagian dari ilmu bahasa yang membicarakan seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata.

2. O’Grady

Morfologi adalah sistem kategori dan aturan yang digunakan dalam pembentukan kata serta interpretasinya.

3. Bloomfield

Morfologi dalam ilmu bahasa adalah pembentukan kata yang menghasilkan morfem tetapi bukan frasa dengan ruang lingkup yang akan menjamah konstruksi dan bagian-bagian dari kata.

4. Verhaar

Morfologi atau tata bentuk adalah bidang linguistik yang mempelajari susunan bagian-bagian kata secara gramatikal.

5. Alwasilah

Dalam bahasa  linguistik  bahasa Arab, morfologi ini disebut tasrif, yaitu perubahan suatu bentuk (asal) kata menjadi bermacam-macam bentuk untuk mendapatkan makna yang berbeda (baru). 

Berdasarkan beberapa pendapat ahli mengenai pengertian morfologi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa morfologi adalah cabang linguistik yang mengkaji tentang seluk-beluk bentuk dan pembentukan kata hingga berbagai fungsi perubahan-perubahan bentuk kata untuk mendapatkan makna yang berbeda.

BACA JUGA: 40 Daftar Lagu Daerah di Indonesia dan Asal Provinsinya

Pengertian morfologi dalam berbagai cabang ilmu

morfologi adalah
iStock

Morfologi adalah biologi ilmu yang mempelajari setiap bentuk dan struktur organisme serta fitur struktural organisme secara spesifik. Terdapat beberapa jenis morfologi dalam ilmu biologi, salah satunya adalah morfologi tumbuhan. Morfologi tumbuhan adalah cabang ilmu yang mengkaji tentang bentuk dari tumbuh-tumbuhan dan digunakan sebagai dasar dalam taksonomi. 

Istilah morfologi juga biasa digunakan dalam ilmu geografi. Morfologi adalah geografi ilmu yang membahas mengenai struktur luar dari batu-batuan dalam hubungannya dengan perkembangan ciri topografis. Morfologi juga berkaitan dengan istilah yang digunakan untuk menentukan bentuk dari permukaan bumi sebagai hasil proses alam dan hubungannya dengan aktivitas manusia.

Objek kajian morfologi

morfologi adalah
iStock

Objek kajian morfologi terdiri dari dua hal, yaitu morfem dan kata.

Morfem adalah satuan terkecil bahasa yang memiliki pengertian dalam suatu ujaran. Dalam arti lain, morfem adalah unsur terkecil yang secara individual sudah mengandung pengertian dalam ujaran suatu bahasa.

Morfem dibagi menjadi dua jenis, yakni:

  • Morfem bebas, atau morfem yang dapat langsung membentuk sebuah kalimat atau morfem yang dapat berdiri sendiri.
  • Morfem terikat, atau morfem yang tidak dapat langsung membentuk sebuah kalimat, tetapi selalu terikat dengan morfem lain.

Sebagai contoh, berikut adalah analisis sederhana mengenai morfem.

  • Bersepatu -> ber- dan sepatu (dua morfem)
  • Bersepatu ke sekolah kakak -> ber-, sepatu, ke, sekolah, kakak (lima morfem).

Morfem dilambangkan dengan pengapit tanda kurung kurawal { … }. Kata “buat” sebagai sebuah morfem dilambangkan dengan: {buat}, sementara kata “buatkan” dibentuk dari {buat} + {-kan}. Namun, pada kenyataannya, morfem juga merupakan sesuatu yang abstrak. Morfem {meng-} misalnya, bentuk konkretnya sangat bervariasi. 

Contohnya:

  1. {meng-} + {bantu} > membantu [məm + bantu] 
  2. {meng-} + {desis} > mendesis [mən + dəsis] 
  3. {meng-} + {sapa} > menyapa [məɲ + sapa] 
  4. {meng-} + {gapai} > menggapai [məŋ + gapaɪ] 
  5. {meng-} + {lucu} > melucu [məø + lucu]

Dari contoh di atas dapat diketahui bahwa morfem {meng-} memiliki lima varian yang disebut dengan istilah alomorf. Mudahnya, alomorf adalah variasi dari morfem. Di antara alomorf-alomorf di atas, morfem {meng-} dianggap paling mewakili. Bentuk yang paling mewakili disebut dengan istilah morf yang sering dijadikan nama morfem itu sendiri.

Alomorf dari morfem {meng-} dianggap sebagai morf karena distribusinya luas, yakni dapat diikuti oleh konsonan velar (k, g), konsonan faringal (h), dan semua vokal (i, e, a, ə, u, o).  Sementara itu, kata adalah bentuk bebas yang paling kecil. Namun, morfem juga dapat berupa keseluruhan kata atau bagian dari suatu kata. Sehingga kemungkinan besar, sebenarnya morfem lah satuan kata yang paling kecil.

Perbedaan utama dari morfem dan kata adalah kata dapat berdiri sendiri serta dapat membentuk suatu makna bebas. Sebagai satuan gramatik, kata terdiri dari satu atau beberapa morfem. Sebuah kata dapat berbentuk tunggal atau terdiri atas satu satuan gramatikal dan dapat pula berupa bentuk kompleks atau terdiri atas beberapa satuan gramatikal.

BACA JUGA:  Arti Prik, Bahasa Gaul yang Sempat Viral di Tiktok

Klasifikasi morfem dan kata

morfologi adalah
iStock

Klasifikasi morfem

1. Morfem bebas dan terikat

Morfem bebas adalah morfem yang mampu berdiri sendiri sebagai kata atau membentuk sebuah kata. Morfem mandi, duduk, dan makan, masing-masing merupakan kata yang dapat langsung menjadi unsur kalimat, seperti terlihat pada kalimat:

  1. Kakak sudah makan
  2. Dinda duduk di kelas sendiri
  3. Anak itu mandi di sungai

Morfem terikat adalah morfem yang tidak mampu berdiri sendiri sehingga harus bergabung atau terikat dengan morfem lain dalam membentuk sebuah kata. 

Contohnya adalah sebagai berikut:

  1. Pada kata bersama, morfem terikat {ber-} bergabung dengan satu morfem bebas {sama};
  2. Dalam kata keikutsertaan, morfem terikat {ke-/-an} bergabung dengan dua morfem bebas, yakni morfem {ikut} dan {serta};
  3. Morfem terikat {ber-} dapat bergabung dengan morfem terikat {tanding} untuk membentuk kata bertanding.

2. Morfem utuh dan morfem terbagi

Morfem utuh adalah morfem yang keseluruhan komponennya menyatu atau utuh dalam suatu posisi. Contohnya adalah kata minuman yang terdiri atas dua morfem, yakni morfem bebas {minum} dan morfem terikat {-an}. 

Morfem terbagi adalah morfem yang posisi komponennya terpisah. Morfem terikat {per-/-an} pada kata perdebatan, misalnya, disela oleh morfem bebas {debat} sehingga komponennya terpisah atau terbagi, yakni sebagian berada di depan bentuk dasar dan sebagian di belakang bentuk dasar.

3. Morfem dasar, morfem pangkal, dan morfem akar

Morfem dasar adalah bentuk yang menjadi dasar bentukan dalam proses morfologis. Bentuk dasar ini dapat berupa morfem tunggal seperti: gambar, main. Dalam bahasa Indonesia, gambar dan main merupakan morfem tunggal yang menjadi bentuk dasar dari kata bermain dan mainan, serta bergambar dan menggambar.

Morfem dasar juga dapat berupa gabungan morfem seperti: perbudak. Morfem dasar perbudak (gabungan dari morfem bebas budak dan morfem terikat per-) menjadi dasar bentukan memperbudak.

Sementara itu, morfem pangkal (stema) adalah istilah yang digunakan untuk menyebutkan bentuk dasar dalam proses infleksi atau proses pembubuhan afiks inflektif. Dalam bahasa Indonesia, morfem pangkal dapat dilihat pada kata main yang dibubuhi afiks ber– menjadi bermain.

Morfem pangkal dari kata bermain adalah main yang merupakan morfem berkategori verba. Ketika dibubuhi afiks ber-, morfem pangkal menjadi morfem berimbuhan yang tetap berkategori verba. Jadi, morfem pangkal merupakan bentuk dasar dari bentukan yang lebih tinggi dengan tetap mempertahankan kategori kata yang dimiliki oleh morfem pangkal.

Morfem akan adalah bentuk yang tersisa setelah semua afiks ditanggalkan, baik afiks infleksional maupun afiks deverensional. Contohnya, dalam bahasa Indonesia memperbaiki merupakan morfem berimbuhan yang memiliki morfem akar. Baik yang mengalami proses afiksasi dengan penambahan morfem per-i menjadi perbaiki, lalu perbaiki ditambah morfem terikat mem- menjadi memperbaiki.

Klasifikasi kata

Dengan melihat jumlah morfem yang membentuk kata, maka kata dapat dibedakan menjadi dua, yakni:

  1. Kata monomorfemis, yaitu kata yang terdiri atas satu morfem seperti bunga, tanda, meja, burung, dan pohon.
  2. Kata polimorfemis yaitu kata yang terdiri atas dua morfem atau lebih seperti bersepeda, menata, memanggil, makanan, duduklah, bertemu, temanmu, mitra kerja.

Proses morfologis

morfologi adalah
iStock

Proses morfologis adalah proses pembentukan kata-kata dari satuan lain yang merupakan bentuk dasarnya yang terbagi menjadi beberapa klasifikasi, yaitu afiksasi, reduplikasi, dan komposisi.  

1. Afiksasi

Merupakan proses pembubuhan afiks (imbuhan) pada sebuah morfem dasar atau bentuk dasar. Proses ini melibatkan unsur-unsur dasar atau bentuk dasar, afiks, dan makna gramatikal yang dihasilkannya.

Contoh afiksasi sederhana yaitu:

  1. ujar + {ber-} > berujar 
  2. ajar + {ber-} > belajar 
  3. rupa + {ber-} > berupa

Dilihat dari posisi melekatnya bentuk dasar, afiks dapat diklasifikasikan menjadi:

  1. Prefiks, adalah afiks yang ditambahkan di awal bentuk dasar, seperti me- pada kata menghibur. Prefiks dapat muncul bersama dengan sufiks atau afiks lain. Misalnya, prefiks ber- bersama sufiks -kan pada kata berdasarkan.
  2. Infiks, adalah afiks yang ditambahkan di tengah bentuk dasar. Misalnya infiks -el- pada kata telunjuk dan -er- pada kata seruling.
  3. Sufiks, adalah afiks yang ditambahkan pada posisi akhir bentuk dasar. Sufiks -an pada kata bagian dan sufiks -kan pada kata bagaikan.
  4. Konfiks, adalah afiks yang berupa morfem terbagi dimana pada bagian pertama berposisi pada awal bentuk dasar dan bagian yang kedua berposisi pada akhir bentuk dasar. Pada konfiks per-/-an seperti terdapat pada kata pertemuan, konfiks ke-/-an seperti pada kata keterangan, dan konfiks ber-/-an seperti pada kata berpelukan.
  5. Sirkumfiks, adalah gabungan afiks yang bukan konfiks, seperti ber-/-an pada kata beraturan yang memiliki makna ‘mempunyai aturan’.

2. Reduplikasi

Merupakan proses pengulangan satuan gramatik, baik seluruhnya maupun sebagian, baik dengan variasi fonem maupun tidak. Hasil pengulangan akan disebut sebagai kata ulang (termasuk kata majemuk), sedangkan satuan yang diulang merupakan bentuk dasar.

Terdapat beberapa jenis reduplikasi, yakni:

  1. Pengulangan seluruh, yaitu pengulangan seluruh bentuk dasar tanpa perubahan fonem dan tidak berkombinasi dengan proses pembubuhan afiks. Sebagai contoh adalah pohon menjadi pohon-pohon.
  2. Pengulangan sebagian, yaitu pengulangan sebagian dari bentuk dasarnya. Sebagai contohnya adalah berjalan menjadi berjalan-jalan.
  3. Pengulangan yang berkombinasi dengan proses pembubuhan afiks, dalam jenis ini bentuk dasar diulang seluruhnya dan berkombinasi dengan proses pembubuhan afiks. Artinya, pengulangan itu terjadi bersama-sama dengan proses pembubuhan afiks dan bersama-sama pula mendukung suatu fungsi. Sebagai contoh adalah kereta menjadi kereta-keretaan, pohon menjadi pohon-pohonan.
  4. Pengulangan dengan perubahan fonem. Contohnya adalah bolak-balik yang dibentuk dari dasar balik yang diulang seluruhnya dengan perubahan fonem /a/ menjadi /o/, dan dari /i/ menjadi /a/.

3. Komposisi (kata majemuk)

Komposisi atau kata majemuk adalah sebuah kata yang memiliki makna baru yang tidak merupakan gabungan makna unsur-unsurnya. Kata majemuk dikelompokan menjadi dua jenis, yakni kata majemuk setara, dan kata majemuk tak setara. 

Kata majemuk setara

Atau kata majemuk kumulatif atau kata majemuk gabungan merupakan kata majemuk yang bagian-bagianya sederajat. Kata majemuk setara dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu: 

  1. Bagian-bagian nya terdiri dari wakil-wakil keseluruhan yang dimaksud. Misalnya adalah kaki tangan, tikar bantal, orangnya tua. 
  2. Bagian-bagian nya terdiri dari kata-kata yang berlawanan. Seperti besar kecil, tua muda, tinggi rendah.
  3. Bagian-bagian nya terdiri dari kata-kata yang maknanya hampir sama. Contohnya panjang lebar, susah payah, hancur lebur.

Kata majemuk tak setara

Atau kata majemuk determinatif merupakan kata majemuk yang tidak mempunyai inti. Kata majemuk ini terdiri dari:

  1. Kata majemuk dengan susunan DM (Diterangkan Menerangkan). Contohnya adalah raja muda dan orang tua.
  2. Kata majemuk dengan susunan MD (Menerangkan Diterangkan). Seperti  purbakala dan maharaja.

BACA JUGA: Biografi R.A Kartini, Pejuang Emansipasi Perempuan Indonesia

Contoh morfologi 

morfologi adalah
iStock

Contoh morfologi dalam penggunaannya dapat dilihat pada contoh kalimat berikut

“Adik pergi bermain bersama teman-temannya”

  • Adik merupakan morfem bebas,
  • Pergi merupakan morfem bebas, 
  • Ber- merupakan morfem terikat bersama morfem bebas Main
  • Ber- merupakan morfem terikat bersama morfem bebas Sama
  • Teman merupakan morfem bebas
  • dan -Nya merupakan morfem terikat bersama morfem bebas Teman.

Nah, itulah informasi mengenai pengertian morfologi dalam cabang ilmu linguistik. Bagaimana? apakah Sedulur tertarik untuk belajar lebih lanjut mengenai tata bahasa dalam Bahasa Indonesia tersebut? Selamat belajar, ya!

Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? Aplikasi Super solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar.

Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat Aplikasi Super. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah.