Contoh Jurnal Umum Beserta Cara dan Tahapan Membuatnya

Sedulur butuh contoh jurnal umum agar dapat membuatnya? Melihat contoh memang lebih mudah, namun jika Sedulur tidak mengetahui cara, langkah dan tahapan membuat jurnal akan sulit membuat jurnal jika berdasarkan contoh saja.

Maka dari itu, dalam kesempatan kali ini akan kita bahas bersama terkait cara dan tahapan membuat jurnal yang disertai dengan contoh.

Untuk memulai pembahasannya, sebelum membahas contoh jurnal umumkita akan mulai dengan membahas pengertian dari jurnal umum, hingga fungsi dan manfaatnya.

BACA JUGA: Cara Menulis Daftar Pustaka Jurnal yang Benar Secara Otomatis

Pengertian jurnal umum

iStock

Saat Sedulur melihat contoh jurnal umum, Sedulur akan memahami bahwa jurnal digunakan untuk mencatat sejumlah transaksi keuangan. Secara spesifik transaksi keuangan yang terjadi dari periode tertentu dicatat sesuai urutan tanggal disertai dengan nama transaksi dan nominalnya.

Jurnal umu digunakan dalam siklus akuntansi perusahaan jasa, karena prinsipnya setiap transaksi yang terjadi di dalam perusahaan jasa dapat dicatat secara kronologis. Sementara itu, pada akuntansi perushaan dagang, jurnal khusus lebih efektif digunakan.

Alih-alih contoh jurnal umum, jurnal khusus lebih cocok untuk perusahaan dagang karena membutuhkan identifikasi jumlah dan transaksi sejenis dengan intensitas tinggi. Ketika Sedulur melihat contoh jurnal umum, pembuatannya disebut dengan istilah proses penjurnalan.

Proses penjurnalan memiliki tujuan, seperti melakukan identifikasi, melakukan penilaian, dan melakukan pencatatan dampak ekonomi dari sebuah transaksi atau beberapa transaksi yang terjadi di dalam perusahaan.

Selain itu, dalam contoh jurnal umum juga, dapat dilihat bahwa pencatatan dalam jurnal bertujuan untuk memudahkan proses pemindahan dampak transaksi yang terjadi ke dalam akun sesuai transaksi yang dilakukan.

Manfaat jurnal umum

contoh jurnal umum
iStock

Dalam contoh jurnal umum, Sedulur bisa mempelajari tujuan dari pembuatannya. Sebagaimana yang dijelaskan sebelumnya yaitu memiliki tujuan untuk identifikasi, penilaian dan pencatatan dampak ekonomi yang terjadi dalam sebuah transaksi.

Pencatatan tersebut juga bertujuan untuk memudahkan proses pemindahan dampak transaksi yang terjadi ke dalam sebuah akun transaksi. Sebelum melihat dan mempelajari contoh jurnal umum, Sedulur juga harus mengatahui manfaat jurnal umum di bawah ini, yaitu:

  • Mengetahui akan timbul pertambahan atau pengurangan suatu perkiraan.
  • Mengetahui jumlah yang akan dicatat di satu atau lebih perkiraan.
  • Mengetahui jumlah yang di debet atau di kredit bahwa mesti seimbang.
  • Dibuat tanda (referensi) supaya dapat diketahui suatu jumlah telah di posting ke perkiraan yang tepat di buku besar sesuai perkiraannya.
  • Dibuat referensi (tanda) supaya diketahui suatu jumlah telah dilakukan posting ke perkiraan yang tepat di buku besar, sesuai nomor perkiraannya.

Fungsi jurnal umum dalam akuntansi

contoh jurnal umum
iStock

Setelah mengetahui manfaat dari jurnal umum dan sebelum masuk ke pembahasan terkait contoh jurnal umum, Sedulur juga harus tahu bahwa jurnal umum memiliki fungsi-fungsi yang spesifik. Setidaknya, terdapat lima fungsi dari jurnal umum dalam akuntansi.

Berikut ini penjelasan terkait fungsi-fungsi dari jurnal umum, yaitu:

1. Fungsi historis

Fungsi pertama dari jurnal umum yaitu fungsi historis. Pencatatan setiap transaksi yang terjadi dilakukan berdasarkan tanggal terjadinya transaksi, serta disertai dengan deskripsi yang menjelaskan kegiatan perusahaan secara kronologis dan sistematis.

2. Fungsi pencatatan

Fungsi kedua yaitu fungsi pencatatan, setiap perubahan yang terjadi pada kekayaan, modal, biaya dan pendapatan harus dicatat ke dalam jurnal umum. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pembuatan laporan keuangan perusahaan dan agar laporan keuangan perusahaan dapat dibuat secara lengkap.

3. Fungsi analisis

Fungsi ketiga yaitu fungsi analisis. Pencatatan yang dilakukan dalam jurnal umum merupakan hasil analisis transaksi yang menghasilkan kategorisasi atau penggolongan nama akun, menghasilkan catatan dalam debit atau kredit yang disertai dengan jumlahnya. Data-data tersebut dapat digunakan sebagai landasan untuk melakukan analisis keuangan perusahaan.

4. Fungsi instruksi

Fungsi intrusksi berasal dari catatan yang terdapat dalam jurnal umum. Catatan-catatan yang terdapat dalam jurnal adalah printah untuk debit dan kredit akun sesuai dengan catatan dalam jurnal. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan perintah atau petunjuk dalam proses memasukkan data ke buku besar.

5. Fungsi informatif

Fungsi terakhir yang fungsi informatif, karena catatan yang terdapat dalam jurnal dapat memberikan informasi dan penjelasan terkait bukti pencatatan transaksi yang terjadi. Semua hal tersebut mengandung nilai informatif terkait setiap hal yang terjadi.

Tahapan membuat jurnal umum

iStock

Sebelum mengetahui contoh jurnal umum, Sedulur wajib mengetahui seperti apa tahapan membuat jurnal umum. Setidaknya, dalam proses pembuatannya, dibutuhkan beberapa tahapan agar menghasilkan jurnal umum yang baik dan rapi.

Berikut ini beberapa tahapan membuat jurnal umum yang perlu Sedulur ketahui, yaitu:

1. Pahami persamaan akuntansi

Agar dapat membuat jurnal umum dengan benar, maka Sedulur harus memahami persamaan akuntansi terlebih dahalu. Persamaan dasar akuntansi sendiri yaitu:

  • Aset = Utang + Modal

Dari pemahaman dasar di atas, kemudian diperluas menjadi:

  • Aset = Utang + Modal + (Pendapatan – Beban)

Pemahaman dasar dalam akuntansi juga berkaitan dengan kelompok-kelompok akun yang masuk di dalamnya. Seperti piutang usaha, masuknya kelompok aset, persediaan aset dan lain sebagainya.

2. Kumpulkan bukti transaksi

Tahapan kedua yaitu dengan mengumpulkan bukti transaksi, bukti transaksi merupakan dasar penting untuk pencatatan sebuah transaksi keuangan dalam jurnal. Karena tanpa bukti transaksi tidak dapat mencatat apapun di dalam jurnal.

Contoh bukti transaksi yang penting untuk Sedulur kumpulkan yaitu:

  • Nota
  • Faktur
  • Kuitansi
  • Invoice
  • dan lain sebagainya.

3. Identifikasi transaksi

Jangan lupa untuk mengidentifikasi transaksi, karena tidak semua transaksi dapat dicatat. Transaksi yang dapat dicatat yaitu transaksi yang mengaikbatkan perubahan posisi keuangan dan dapat dinilai dengan satua moneters.

Agar hasil pencatatan benar, maka Sedulur harus mengidentifikasi transaksi sebelum melakukan pencatatan. Baru setelah identifikasi transaksi dilakukan, Sedulur bisa menentukan pengaruh terhadap posisi keuangan. Sedulur bisa menggunakan persamaan dasar akuntansi untuk melakukan identifikasi.

4. Pencatatan jurnal umum

Tahapan terakhir yaitu prpses pencatatan jurnal itu sendiri, yang dikenal juga dengan proses penjurnalan. Sistem pencatatan yang dipakai yaitu double-entry system, maksudnya setiap transaksi yang dicatat akan berdampak pada dua posisi keuangan debit dan kredit dalam jumlah yang sama.

Jurnal umum terdiri dari beberapa komponen yang biasanya terdiri dari 9 kategori yaitu:

  • Tanggal: Tanggal terjadinya transaksi.
  • Kode pembantu Untuk membantu mencatat detail transaksi.
  • Uraian: Mencatat uraian atau keterangan transaksi debet maupun kredit.
  • No akun: Nomor akun yang ada di debet.
  • Nama akun: Nama akun kategori debet sesuai nomor akun.
  • Debet: Mencatat jumlah transaksi kategori yang ada di debet.
  • No akun: Nomor akun yang ada di kredit.
  • Nama akun: Nama akun kategori kredit sesuai nomor akun.
  • Kredit: Mencatat jumlah transaksi kategori yang ada di kredit.

BACA JUGA: Cara Menulis Daftar Pustaka APA Style dari Buku dan Jurnal

Contoh jurnal umum

contoh jurnal umum
iStock

Ini merupakan bagian penting, yaitu contoh jurnal umum yang bisa Sedulur jadikan contoh. Berikut ini merupakan contoh jurnal yang dimiliki oleh PT Jaya Abadi:

  1. Tanggal 5 Januari 2018, Pak Jaya menginvestasikan uangnya sebesar Rp500.000.000 pada perusahaannya PT Jaya Abadi.
  2. Tanggal 11 Januari 2018, dibayar uang sejumlah Rp20.000.000 untuk sewa kantor selama satu tahun.
  3. Tanggal 15 Januari 2018 membeli peralatan dan perlangkapan kantor masing-masing sebesar Rp10.000.000 dan Rp 5.000.000.
  4. Tanggal 20 Januari 2018 menerima pendapatan dari penjualan tunai sebesar Rp10.000.000.
  5. Tanggal 25 Januari 2018 membayar gaji pegawai untuk bulan Januari sebesar Rp20.000.000.

Analisis atau identifikasi transaksi yang dilakukan yaitu:

  1. Setoran modal membuat harta perusahaan bertambah dalam bentuk kas Rp500.000.000 ( debit ). Modal pak Jaya bertambah Rp500.000.000 pada sisi kredit.
  2. Harta perusahaan berupa kas berkurang Rp20.000.000 (kredit) untuk membayar sewa. Namun, perusahaan juga memiliki aset berupa sewa dibayar dimuka sebesar Rp20.000.000 (debit).
  3. Aset perusahaan berupa peralatan bertambah Rp10.000.000 dan berupa perlengkapan sebesar Rp5.000.000. Tetapi aset berupa kas perusahaan berkurang sebesar Rp15.000.000.
  4. Pendapatan dari penjualan membuat pendapatan bertambah pada sisi kredit sebesar Rp10.000.000. Aset perusahaan berupa kas bertambah Rp10.000.000 (debit).
  5. Beban gaji bertambah Rp25.000.000 (debit). Aset perusahaan berupa kas berkurang sebesar Rp25.000.000 (kredit).

Nah itulah contoh jurnal umum yang bisa Sedulur pelajari, disertai dengan penjelasan terkait tahapan membuatnya. Semoga penjelasan di atas membantu Sedulur memahami lebih lengkap jurnal umum disertai dengan tujuan, manfaat dan fungsinya.

Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? Aplikasi Super solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar.

Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat Aplikasi Super. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah.