pengemasan barang pecah belah

Ada rencana untuk pindahan? Banyak hal yang harus diurus ketika pindah, seperti mengemas barang-barang pecah belah agar tetap aman saat diangkut? Ya, Sedulur harus memastikan pengemasan barang pecah belah benar-benar baik, agar tidak ada barang yang rusak.

Seperti yang telah diketahui, barang pecah belah seperti piring, botol, pajangan, lukisan, peralatan makan, cermin, dan barang berbahan tanah liat memang rentan hancur ketika dipindah atau dikirim ke lokasi lain. Pengemasan memiliki peranan utama terhadap keselamatan barang-barang tersebut.

Lantas, bagaimana cara pengemasan barang pecah belah yang baik dan benar? Langsung saja simak beberapa tips packing barang kaca dan barang pecah belah lainnya berikut ini!

BACA JUGA: Ini 25+ Ide Jualan Makanan Online, Gampang dan Murah!

-->

1. Pilih bahan pembungkus yang kuat

pengemasan barang pecah belah
Pexels/Cottonbro Studio

Dalam pengemas barang pecah belah, penting untuk memilih bahan pembungkus yang kuat dan mampu memberikan perlindungan yang memadai. Bubble wrap merupakan pilihan yang sangat dianjurkan karena kemampuannya untuk menyerap goncangan dan benturan.

Selain itu, gunakan kertas khusus yang dirancang untuk pengemasan barang pecah belah. Kertas ini seringkali memiliki ketebalan yang lebih besar dan kemampuan penyerapan guncangan yang baik.

2. Gunakan box yang kuat

Pilihlah box kardus yang terbuat dari bahan yang kuat dan tahan lama, hindari box yang terlalu tipis atau rapuh. Untuk barang yang sangat rapuh atau berharga, pertimbangkan untuk menggunakan box ganda untuk memberikan perlindungan tambahan.

Jika memungkinkan, buat box lebih kuat dengan tambahan tape atau pita perekat di sepanjang sisi dan sudut box untuk meningkatkan kekuatan strukturalnya.

3. Pelindung tambahan di dasar dan tepi box

pengemasan barang pecah belah
Unsplash/Bench Accounting

Menambahkan pelindung tambahan di dasar dan tepi box sangat penting untuk memberikan perlindungan ekstra pada barang pecah belah. Letakkan lapisan tambahan dari bahan pembungkus seperti kertas gulung, bubble wrap, atau kertas khusus pengemas barang pecah belah di dasar box.

Pastikan tepi box juga dilapisi dengan bahan pembungkus tambahan untuk memberikan perlindungan ekstra pada sudut-sudut yang rentan terhadap kerusakan selama pengiriman.

Tidak hanya itu, ketika Sedulur menambahkan barang ke dalam boks, letakkan pelindung tambahan seperti foam atau poliuretan di sekitar tepi boks. Pastikan pelindung tambahan ini menutupi tepi-tepi boks dengan baik untuk memberikan perlindungan ekstra terhadap benturan yang bisa terjadi selama pengiriman.

4. Pisahkan barang dengan pembungkus

Memisahkan setiap barang dengan bahan pembungkus saat pengemasan barang pecah belah adalah langkah penting untuk mencegah gesekan dan benturan yang dapat menyebabkan kerusakan. Pastikan setiap barang dibungkus dengan bahan pembungkus secara menyeluruh dan aman.

Jika perlu, gunakan pembatas atau pemisah yang kuat antara barang-barang yang berdekatan di dalam boks untuk memastikan tidak ada kontak langsung antara barang-barang tersebut.

Tidak hanya itu, membungkus setiap barang secara terpisah juga memudahkan identifikasi dan pengambilan barang saat tiba di tujuan akhir. Hal ini juga membantu Sedulur untuk lebih mudah memeriksa setiap barang dan memastikan tidak ada yang rusak.

BACA JUGA: Segini Gaji Kurir di Semua Perusahaan Logistik Indonesia

5. Isi ruang kosong

pengemasan barang pecah belah
Pexels/Cottonbro Studio

Isilah ruang kosong di sekitar barang dengan bahan pembungkus seperti kertas gulung, kertas berlapis, atau bubble wrap. Letakkan lapisan bahan pembungkus di antara barang-barang dan di sekitar mereka untuk memberikan perlindungan tambahan.

Sedulur juga bisa menggunakan packing peanuts untuk mengisi ruang kosong di dalam box. Packing peanuts dapat menyesuaikan dengan bentuk barang dan melindungi barang dari guncangan.

Kendati demikian, pastikan ruang kosong di dalam boks tidak terlalu padat, namun tetap cukup untuk memberikan gerakan sedikit di antara barang dan bahan pembungkus. Penempatan yang terlalu padat, dapat menyebabkan barang terjepit dan merusaknya.

6. Gunakan tape secara aman

Tape yang diterapkan dengan aman dan kuat membantu menjaga box tetap tertutup dengan rapat selama pengiriman. Hal ini mencegah kemungkinan bongkar muat yang tidak sengaja yang dapat menyebabkan kerusakan pada barang.

Tape yang diterapkan dengan baik juga membantu menjaga kekuatan struktural box. Dengan menahan tepi-tepi box bersama-sama, tape mengurangi risiko box terpisah atau terbuka selama pengiriman.

BACA JUGA: 7 Peluang Usaha di Bidang Agribisnis yang Bisa Kamu Coba!

7. Label dengan jelas

pengemasan barang pecah belah
Pexels/Ketut Subiyanto

Label dengan jelas yang menyatakan “Fragile” atau “Handle with Care” memberikan peringatan kepada kurir dan penerima bahwa box berisi barang pecah belah yang memerlukan perlakuan khusus. Hal ini dapat meningkatkan kesadaran dan kehati-hatian dalam penanganan barang.

Label yang jelas dan informatif juga dapat membantu mencegah penanganan yang kasar pada barang oleh petugas pengiriman. Mengurangi risiko kerusakan akibat perlakuan tidak hati-hati selama pengiriman.

8. Perhatikan berat boks

Memperhatikan berat box penting untuk mencegah beban box menjadi terlalu berat. Perlu untuk diketahui, box yang terlalu berat bisa menyebabkan penekanan berlebihan pada bahan pembungkus dan struktur box, meningkatkan risiko kerusakan pada barang.

Selain itu, berat box yang terlalu berat juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan dan cedera pada pekerja pengiriman atau penerima. Peningkatan berat dapat membuat box sulit untuk diangkat dan dipindahkan dengan aman, meningkatkan risiko cedera pada pekerja.

9. Pilih pengiriman yang aman

Unsplash/Nathan Dumlao

Memilih penyedia jasa pengiriman yang terpercaya dan memiliki reputasi baik, dapat membantu meminimalkan risiko kerusakan pada barang. Biasanya layanan pengiriman yang aman dilengkapi dengan fitur pemantauan dan pelacakan yang memungkinkan Sedulur untuk memantau perjalanan barang.

Fitur tersebut tentu saja memberikan visibilitas yang lebih besar terhadap status pengiriman dan memungkinkan Sedulur untuk mengetahui jika ada masalah yang timbul selama proses pengiriman.

10. Pastikan asuransi

Asuransi pengiriman memberikan perlindungan finansial terhadap kerusakan atau kehilangan barang selama proses pengiriman. Untuk barang pecah belah, asuransi merupakan langkah penting untuk melindungi investasi Sedulur terhadap kerusakan atau kehilangan yang tidak terduga.

Dengan memiliki asuransi yang memadai, Sedulur bisa mengurangi risiko kerugian yang timbul akibat kerusakan atau kehilangan barang pecah belah selama pengiriman.

Nah, itulah beberapa tips pengemasan barang pecah belah yang perlu Sedulur ketahui. Memperhatikan pengemasan barang pecah belah memang sangat penting untuk memastikan keamanan dan juga keutuhan barang selama proses pengiriman.