Product Designer: Definisi, Kualifikasi dan Skills yang Dibutuhkan

Di era digital saat ini, banyak perkembangan aplikasi yang canggih dan mutakhir. Hal ini terlihat dari banyaknya peluang dan ketersediaan pekerjaan yang baru. Salah satunya profesi seperti product designer yang berkaitan erat dengan era digital dan teknologi.

Bagi Sedulur yang penasaran dengan product designer, dalam kesempatan kali ini kita akan bahas terkait pekerjaan ini, mulai kualifikasi serta kemampuan atau skill yang dibutuhkan. Untuk memulai pembahasan kita mulai dengan membahas pengertiannya terlebih dahulu.

BACA JUGA: Content Planner: Pengertian, Tugas dan Skill yang Dibutuhkan

Apa itu product designer?

product designer
iStock

Product designer adalah peran pekerjaan yang bertanggung jawab atas pengalaman dan penggunaan sebuah aplikasi. Peran utamanya tentu berkaitan dengan segala hal yang terkait dengan aspek visual barang yang dibuat perusahaan. Namun, terkadang mereka juga berperan dalam pembuatan arsitekur informasi pada produk tertentu.

Beberapa istilah yang sering digunakan dalam lingkup kerja product designer meliputi user experience designer, customer experience architect, dan user interface designer. Perbedaan ini didasari oleh kebutuhan pekerjaan dan keragaman departemen dalam perusahaan.

Pada umumnya, peran ini memiliki tugas yang penting selama proses pengembangan aplikasi. Fase awal yaitu berkaitan dengan desain dan konsep, dalam bagian ini akan diterjemahkan tujuan aplikasi dan penggunaannya.

Seorang desainer produk juga memiliki tujuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dimiliki perusahaan. Pertanyaan tersebut harus dijawab dan diejawantahkan dalam sebuah desain. Adapun pertanyaan yang biasanya harus dijawab yaitu:

  • Siapakah target pelanggannya dan bagaimana mereka akan menggunakan produk tersebut?
  • Bagaimana saya bisa membuat produk mudah dan nyaman digunakan?
  • Bagaimana saya bisa membuat produk menarik secara visual?
  • Bagaimana cara membuat versi produk yang paling terjangkau?

Jawaban dari pertanyaan tersebut menjadi dasar seorang desainer produk untuk menyusun sebuah aplikasi atau produk yang akan digunakan oleh konsumen.

Saat produk atau aplikasi tumbuh akan ditambahkan beberapa fitur dan fungsi lain untuk membuat pengalaman pengguna menjadi lebih intuitif dan lebih lengkap lagi. Tugas dan pekerjaan lain juga berkaitan dengan membuat aplikasi jadi lebih efisien untuk meningkatkan kecepatan saat digunakan.

Seorang desainer produk juga harus memahami tujuan bisnis secara keseluruhan, mengetahui anggaran perusahaan, serta mengidentifikasi dan mengatasi masalah yang dialami oleh produk. Desainer produk akan fokus pada pengalaman pengguna, desain teknis pemasaran dan banyak lainnya.

Peran dan fungsi seorang product designer

iStock

Secara umum, orientasi seorang desainer produk untuk meningkatkan aplikasi yang dimiliki perusahaan memiliki peran lebih baik lagi setiap harinya. Untuk mendukung orientasi dan tujuan tersebut, tentu seorang product designer membutuhkan kejelasan dalam peran dan fungsinya di perusahaan. Berikut ini beberapa peran dan fungsi yang dimaksud.

1. Melakukan riset dan penelitian

Pertama adalah melakukan riset dan penelitian, tujuannya seorang product designer melakukan riset dan penelitian yaitu untuk mengetahui pengalaman pengguna. Metode yang digunakan yaitu kualitatif (wawancara pengguna atau melakukan tes penggunaan) dan kuantitatif (data analitik).

Hasil dari riset dan penelitian lantas dianalisis secara terstruktur ini mengetahui apa saja hal yang bisa dibuat atau diperbaiki. Di beberapa perusahaan, riset dan penelitian bahkan mendapat tempat khusus karena berpengaruh dalam pembuatan rencana bisnis yang baru.

2. Merencanakan fitur dalam aplikasi

Peran dan fungsi seorang product designer selanjutnya yaitu membuat konsep dan rencara fitur baru. Proses ini juga dapat dilakukan untuk menambal atau memperbaiki fitur yang sudah berjalan pada aplikasi tersebut.

Tentunya, proses ini berjalan dengan undangan pemangku kepentingan, seperti product owner atau product manager, engineer, dan business development. Biasanya, proses ini disebut sprint planning dan berjalan dalam waktu lima hari.

Tugas ini juga merupakan bagian penting dalam tahapan desain sebuah produk sekaligus merupakan tahap awal menerjemahkan visi dan misi dalam sebuah desain.

3. Design thinking

Peran seorang product designer selanjutnya yaitu akan melakukan design thinking. Design thinking mengacu pada proses kognitif, strategis, dan praktis pada proses pembuatan desain. Proses ini bisa dilakukan baik untuk pembuatan desain pada fitur baru atau desain pada fitur yang dikembangkan.

Proses ini dilakukan untuk membuat inovasi agar aplikasi bisa lebih baik dari yang sebelumnya. Sementara, tujuan jangka panjang dari design thinking adalah menambah nilai aplikasi baik dalam konteks bisnis maupun sosial.

4. Membuat prototipe

Prototipe adalah cara yang digunakan untuk dengan merasakan bagaimana pengguna akan berinteraksi dengan aplikasi. Di prototipe, product designer akan melihat apakah desain yang dibuat sudah sesuai permintaan para pemegang keputusan.

Biasanya, proses ini digunakan untuk mengecek dua hal, yakni user journey dan interaksi, serta transisi desain. User journey mengarah kepada apa yang bisa dilakukan oleh pengguna, sementara interaksi dan transisi lebih mengarah ke teknis desain.

Skill yang dibutuhkan seorang product designer

product designer
iStock

Dibutuhkan beberapa skill dan kemampuan untuk bisa mendapatkan pekerjaan ini. Biasanya untuk menjadi seorang desainer produk, beberapa perusahaan memberikan syarat utama untuk lulusan desain komunikasi visual atau teknik informatika.

Namun ada juga perusahaan yang menjadi gelar sebagai rujukan, namun lebih memberikan penekanan terhadap hasil karya. Ini biasanya ditunjukan dengan memberikan portofolio desain yang sudah dibuat. Bukan hanya itu saja, skill dasar yang dibutuhkan yaitu:

1. Kemampuan desain yang utama

Kemampuan pertama yang dibutuhkan untuk menjasi seorang product designer adalah kemampuan desain. Ini merupakan kemampuan wajib dan kemampuan utama. Tanpa kemampuan desain sulit melakukan pekerjaan ini. Kemampuan desain akan semakin baik ditunjang dengan kemampuan komunikasi visual.

2. Riset dan penelitian

Kemampuan kedua untuk menjadi seorang product designer yaitu kemampuan riset dan penelitian. Kemampuan riset dan penelitian tergantung kebutuhan perusahaan. Namun lebih baik dan diwajibkan seorang desainer produk memiliki kemampuan dasar dalam riset dan penelitian. Kemampuan seperti wawancara user dan usability testing contohnya.

3. Menciptakan prototipe

Skill dan kemampuan lain yang dibutuhkan yaitu menciptakan prototipe. Setiap desain yang telah dibuat akan disajikan kepada pemegang kepentingan, seperti engineer dan product manager. Untuk mempresentasikan desain dibutuhkan prototipe yang umumnya diperlihatkan di perangkat lunak seperti InVision atau Zeplin.

BACA JUGA: FGD (Focus Group Discussion): Pengertian, Fungsi & Teknisnya

Jenjang karir product designer

iStock

Bagian terakhir kita akan bahas terkait jenjang karir seorang product designer. Awalnya akan bermula sebagai seorang junior terlebih dahulu. Dari junior menjadi senior product designer membutuhkan kurang lebih waktu dua tahun.

Dua tahun tersebut merupakan waktu untuk memperdalam pengalaman dan melakukan riset desain dan pembuatan prototipe. Jika seorang product designer fokus dalam riset desain karir yang akan dituju yaitu menjadi seorang lead product designer.

Namun jika kemampuannya didukung dengan skill coding serta keterampilan managerial, karir yang dituju adalah menjadi seorang produk manager. Pengalaman dan kemampuan serta waktu kerja akan menentukan jenjang karir seorang product designer itu sendiri.

Nah itulah tadi penjelasan terkait pekerjaan seorang product designer. Semoga penjelasan di atas membuat Sedulur paham dengan berbagai jenis dan pilihan pekerjaan yang bisa ditekuni. Agar mendapatkan karir yang baik, disiplin dan tekun merupakan kunci untuk meraihnya!