Revisi adalah: Pengertian, Jenis, Tujuan dan Tahapannya

Revisi adalah sebuah kegiatan yang lazim dilakukan dalam lingkungan pekerjaan atau perkuliahan. Sedulur yang sering berkutat dengan penulisan atau proyek tertentu pastinya sering melakukan revisi. Tetapi, apa sih sebenarnya arti revisi dalam kuliah dan kerja?

Coba intip ulasan singkatnya berikut ini, yuk!

BACA JUGA: Cerpen: Pengertian, Struktur, Ciri-Ciri, Unsur & Contohnya

Revisi adalah tahapan untuk

revisi adalah
Depositphotos

Secara umum, revisian adalah sebuah kegiatan untuk meninjau ulang dengan tujuan memperbaiki suatu objek. Revisi menjadi penting dilakukan karena dengannya kita dapat membuat pekerjaan lebih baik dan sempurna. Apabila tidak ada revisi, mungkin Sedulur tidak akan pernah tahu kesalahan dan juga masukan dari orang lain terhadap pekerjaan kita.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), revisi adalah dalam bahasa Indonesia peninjauan atau pemeriksaan kembali untuk perbaikan. Pengertian lain datang dari kamus Merriam-Webster, dimana kamus tersebut menjelaskan bahwa revisi sebagai kata kerja berarti untuk melihat (meninjau) kembali dengan output memperbaiki atau meningkatkan sesuatu.

Dalam dunia kepenulisan, revisi memiliki maksud tahapan pasca penulisan dimana seorang penulis meneliti kembali dan mengkaji secara lebih mendetail tentang apa-apa saja yang telah ia tulis. Hal tersebut dilakukan untuk mencari kesalahan atau kekurangan yang bisa saja terlewat.

Secara garis besar, tujuan utama dari kegiatan revisi adalah untuk memperbaiki sebuah pekerjaan, baik itu yang berbentuk tulisan dalam buku atau karya ilmiah, atau juga proposal dalam dunia kerja.

BACA JUGA: Ciri Ciri Karya Ilmiah Beserta Pengertian & Struktur Penulisannya

Jenis-jenis revisi adalah

revisi adalah
Depositphotos

Revisi dibagi menjadi tiga jenis, revisi teknis, revisi non-teknis, dan juga revisi ulang. Pembagian tersebut didasarkan atas kegiatan yang dilakukan dan juga tujuan utama dari masing-masing jenis revisi. Di bawah ini merupakan penjelasan singkat dari tiga jenis revisi tersebut.

1. Revisi teknis

Jenis pertama revisi adalah revisi teknis. Revisi teknis memiliki makna untuk memperbaiki dan meninjau ulang sebagian isi-isi penting dari sebuah pekerjaan. Contoh revisi teknis seperti yang terdapat pada skripsi atau penelitian yang diajukan oleh seorang penulis. Revisi ini dilakukan apabila hasil akhir atau kesimpulan yang penulis buat tidak terlalu memberikan hasil yang memuaskan dan sesuai dengan target.

2. Revisi non-teknis

Jenis kedua revisi adalah revisi non-teknis. Revisi non-teknis memiliki makna untuk memperbaiki dan meninjau ulang hal-hal kecil dari sebuah pekerjaan. Dalam skripsi atau karya ilmiah lain, revisi non-teknis dapat berupa mengecek ulang ketepatan tanda baca, ejaan sesuai dengan tata bahasa yang benar, dan juga poin-poin lain yang fungsinya tidak begitu signifikan dalam pekerjaan namun melengkapi secara keseluruhan.

3. Revisi ulang

Jenis terakhir revisi adalah revisi ulang. Revisi menjadi salah satu revisi yang ditakuti oleh banyak orang karena sifatnya yang cukup serius. Revisi ulang berarti Sedulur harus menulis kembali hampir semua isi pekerjaan yang telah selesai karena satu dan lain hal.

BACA JUGA: Pengertian Subjek Beserta Fungsi, Ciri-ciri dan Jenisnya

Tujuan utama revisi adalah

Depositphotos

Sebelumnya telah kita bahas secara singkat tentang tujuan revisi. Dengan kegiatan revisi, Sedulur dapat memiliki kesempatan untuk memperbaiki dan meninjau ulang sebuah pekerjaan, baik itu yang berbentuk tulisan dalam buku atau karya ilmiah, atau juga proposal dalam dunia kerja.

Lebih daripada sekedar memperbaiki dan meninjau ulang sebuah pekerjaan, revisi juga dapat memberikan kita berbagai macam masukan atau feedback. Tentunya dengan menerima masukan, kita dapat meningkatkan kualitas pekerjaan di masa yang akan datang.

Proses revisi tentunya tidak dapat diabaikan begitu saja. Dengan adanya revisi, secara tidak langsung kita akan semakin termotivasi untuk memaksimalkan lagi hasil pekerjaan.

BACA JUGA: Statistik: Pengertian, Fungsi, Tujuan dan Jenis-jenisnya

Tahapan dalam menulis

Depositphotos

Revisi merupakan suatu kegiatan yang acap kali ditemui oleh seorang penulis. Nah, dalam kegiatan tulis menulis, revisi juga masuk ke dalam tahap kepenulisan. Penasaran dengan apa saja tahap-tahap tersebut?

  • Tahap pratulis

Tahap pratulis adalah tahap pertama dalam kegiatan menulis. Tahap pratulis ini biasanya dilakukan oleh para penulis sebelum mulai menuangkan kata-kata. Terdapat berbagai kegiatan yang dilakukan oleh seorang penulis di dalam tahap ini, seperti menentukan tema dan topik yang akan ditulis, bagaimana caranya agar ia dapat membawakan tema dan topik tersebut agar tetap menarik dari sudut pandang pembaca, dan sebagainya.

  • Tahap pembuatan

Tahap kepenulisan yang kedua adalah tahap pembuatan. Pada tahap ini, penulis mulai bisa menuangkan kata-kata, mengembangkan kerangka tulisan kemudian menjadi sebuah draft yang disusun secara kasar. Seorang penulis akan lebih mengutamakan isi tulisan daripada tata bahasa dalam tulisannya. Hal tersebut dilakukan agar semua pikiran, gagasan, dan perasaan mampu tertuang ke dalam tulisan.

  • Tahap revisi

Revisi menjadi salah satu tahapan dalam kegiatan menulis. Merevisi berarti memperbaiki dan meninjau ulang. Hal tersebut dapat berupa menambah yang kurang atau mengurangi yang lebih, menambah informasi lebih lanjut, menambah detail perumusan penulisan, mengubah urutan penulisan pokok-pokok pikiran agar pembaca lebih memahami isi secara keseluruhan, menghapus informasi yang kurang relevan, dan lain-lain. Dalam tahap ini, penulis akan berusaha untuk menyempurnakan draft kasar yang telah diselesaikan agar tulisan tetap fokus pada tujuan utama pembuatan.

  • Tahap penyuntingan

Tahap penyuntingan berbeda dengan tahap revisi. Tahap penyuntingan ini dilakukan oleh seorang penulis dengan tujuan membaca lagi keseluruhan isi draft kasar yang telah disempurnakan pada tahap sebelumnya.

  • Tahap publikasi

Tahap terakhir dalam kegiatan tulis menulis yang terakhir adalah tahap publikasi. Dalam tahap ini, tulisan sudah berbentuk final dan sempurna. Tidak ada lagi kekurangan kecil yang tidak mendetail dan tentunya tidak ada kesalahan fatal dalam sebuah tulisan. Seorang penulis biasanya sudah mulai mengirim tulisannya ke penerbit, media, atau perusahaan yang mempublikasikan tulisan, baik itu dalam bentuk majalah, buku, dan sebagainya.

Bagaimana Sedulur? Apakah sudah lebih paham mengenai definisi dari kegiatan revisi? Revisi adalah sebuah kegiatan untuk meninjau ulang dengan tujuan memperbaiki suatu objek. Terdapat tiga jenis revisi, revisi teknis, non-teknis, dan revisi ulang.

Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan Sedulur dalam dunia kepenulisan, ya!

Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? Aplikasi Super solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar.

Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat Aplikasi Super. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah.