korban binomo

Putusan Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Tangerang atas dakwaan Indra Kenz sudah bulat, para korban Binomo Indra Kenz pun tidak kuasa menahan tangis dan mengeluarkannya secara histeris. Pasalnya, para korban menganggap putusan tidak sesuai.

Para korban binomo Indra Kenz pun melakukan protes terhadap vonis atau dakwaan dari Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Tangerang tersebut. Banyak tuntutan yang disampaikan, mulai dari vonis hingga perkara penyitaan aset.

BACA JUGA: Viral! Lesti Diusir dari Dangdut Academy, Ini Faktanya!

Indra Kenz pelaku penipuan

korban binomo
Merdeka

Indra Kenz atau yang bernama lengkam Indra Kesuma merupakan terdakwa dalam kasus penipuan investasi berkedok Binary Option Mobile (Binomo). Putusan hakim setelah melalui 7 bulan masa persidangan menjatuhkan vonis 15 tahun penjara serta aset dari Indra Kenz akan disita negara.

Vonis tersebut dinilai tidak adil oleh para korban. Para korban ikut menyoroti pertimbangan Menjelis Hakim yang menyatakan bahwa klaim investasi yang dilakukan Indra Kenz melalui Binomo hanyalah permainan judi. Ini yang menjadi landasan penyitaan aset itu sendiri.

Dilansir dari Merdeka.com, Pakar hukum pidana dari Universitas Brawijaya Fachrizal Afandi menilai vonis diberikan Majelis Hakim terhadap Indra Kenz janggal. Kejanggalan itu lantaran Majelis Hakim, tak disertakan Pasal 45 ayat 2 juncto Pasal 27 Ayat 2 UU ITE soal perjudian, namun berujung dengan perampasan aset dari Indra Kenz untuk negara.

Kecewa terhadap putusan Hakim

Tribun

Melansir Laporan dari CNN Indonesia, Wakil Ketua Paguyuban Korban Indra Kenz, Rob Simatupang, menyatakan sangat kecewa terhadap putusan hakim tersebut. Para korban berharap setiap aset yang dimiliki oleh Indra Kenz dikembalikan kepada Paguyuban untuk disalurkan kepada setiap korban.

Dari sejumlah kasus yang terjadi terkait penipuan, seperti contoh yang terjadi di Pengadilan Negeri Medan, Rob menyampaikan bahwa Majelis Hakim pengadilan mengembalikan aset afiliator sebagai terdakwa penipuan kepada para korban. Berbanding terbalik dengan kasus dari Indra Kenz itu sendiri.

Rob mencurigai Majelis Hakim di PN Tangerang, padahal para korban sebelumnya sangat yakin dan percaya pada para penegak hukum di Indonesia, terutama komitmen mereka dalam membranas kejahatan digital. Termasuk penipuan berkedok investasi.

BACA JUGA: Viral! Wirda Mansur Sedekah 50 Juta Langsung Dapet 1,4 Miliar

Majelis Hakim seharusnya menyertakan Pasal Perjudian

korban binomo
Solopos

Masih menurut pakar hukum Fachrizal Afandi, Majelis Hakim seharinya menyertakan pasal 45 ayat 2 juncto pasal 27 ayat 2 jika menilai bahwa perbuatan dari Indra Kenz merupakan perjudian bukan penipuan. Namun nyatanya, pertimbangan vonis memutuskan untuk menyita aset sebagai rampasan negara.

Padahal dalam konstruksi hukum vonis Indra Kenz hanya memuat soal penyebaran berita bohong dan tidak termuat soal perjudian.

Fachri lanjut menjelaskan bahwa jika Majelis Hakin ingin merampas aset Indra Kenz, vonis yang digunakan harus mencantumkan unsur perjudual sebagaimana yang diatur dalam Pasal 45 ayat 2 juncto Pasal 27 Ayat 2 UU ITE, karena sebagai tindakan ilegal.

Untuk menyelamatkan aset dari Indra Kenz dan kembali kepada korban, para korban yang diwakili oleh paguyuban harus melakukan banding. Serta sidang banding yang terjadi harus dikawal secara ketat.

Karena menurut Fachri, bahwa korban penipuan Indra Kenz diatur dalam Pasal 45 a Ayat 1 Juncto Pasal 28 UU ITE dan berhak mendapatkan kembali hartanya. Mekanisme pengembalian aset korban akan diatur sebagaimana putusan dari majelis hakim dan dilaksanakan oleh jaksa eksekutor yang akan membagi sesuai dengan hasil putusan.

Selain korban, banyak pakar dan pihak terkait juga mencurigai dengan putusan ini. Tentu hal tersebut merupakan hal yang harus diperhatikan. Jangan sampai korban Indra Kenz kembali menjadi korban disaat mereka berjuang menuntut keadilan kepada negara.

Sampai saat ini, proses banding masih dilakukan dan perlu pengawalan ketat dari setiap elemen masyarakat. Mulai dari para korban, pihak media dan pihak-pihak lainnya. Ini demi mendapatkan keadilan dari korban binomo Indra Kenz.

Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? Aplikasi Super solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar.

Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat Aplikasi Super. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah.