tajwid

Pernah mendengar kata tajwid? Kata ini berasal dari sebuah bahasa arab lho Sedulur yang memiliki makna melakukan  sesuatu dengan elok dan indah atau bisa juga dengan bagus. Hukum mempelajari ilmu tajwid adalah fardhu kifayah. Artinya, jika ada sebagian kaum muslimin yang mempelajari ilmu tajwid, maka gugurlah kewajiban sebagai kaum muslimin lainnya untuk mempelajari ilmu tajwid.

Belajar macam-macam tajwid dapat membantu umat Islam ketika membaca ayat Al Quran dengan baik dan benar, sehingga juga dapat menekan resiko terjadinya perubahaan sebuah makna. Banyak sekali keutamaan dalam membaca kitab suci Al Quran dengan baik dan benar tercantum dalam firmanNya surat Al Muzzammil ayat 4,

أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ ٱلْقُرْءَانَ تَرْتِيلًا

Arab latin: Au zid ‘alaihi wa rattilil-qur`āna tartīlā
Artinya: Atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan

Nah, untuk mengetahui lebih jelas mengenai kata ini, berikut penjelasan dari tim  Aplikasi  Super.

Apa itu ilmu tajwid dasar?

Ilmu tajwid berasal dari kata jawwada dalam bahasa arab. Sedangkan dalam ilmu qiraah adalah  sebuah ketrampilan dalam membaca. Jadi bisa diartikan jika tajwid adalah mengeluarkan sebuah huruf dari tempatnya dengan memberikan  sifat-sifat yang dimilikinya. Ilmu tajwid merupakan ilmu yang mempelajari tentang bagaimana cara membunyikan  atau mengucapkan sebuah huruf-huruf yang terdapat di dalam sebuah kitab suci Al-Quran.

Nah, saat berada di bangku sekolah, kita sudah sering kali mempelajari tentang ilmu ini, supaya dalam membaca Al-quran bisa lebih baik dan bagus. Berikut ini macam-macam ilmu tentang tajwid yang harus kamu ketahui

BACA JUGA : 35+ Ucapan Selamat Hari Ibu yang Penuh Kasih & Menyentuh Hati

15 Hukum Tajwid dan Contohnya

1. Hukum Nun sukun dan tanwin

Hukum Bacaan Tadjwid Al-Quran, Susah Paham?
Inews.id

Saat nun sukun dan tanwin ialah hukum bacaan nun mati bertemu dengan salah satu huruf yang sudah dibagi di dalam  beberapa kategori. Nah, ketika hukum nun sukun dan tanwin ada sekitar llima macam yaitu izar halqi, idgham bighunnah, idghom bilaghunnah, iqlab dan ikfa haqiqi.

Izhar

Diambil dari buku-buku terkait Dasar-dasar Ilmu Tajwid yang ditulis oleh Dr. Marzuki, MAg dan Sun Choirol Ummah, SAg, MSI, izhar adalah mengeluarkan sebuah huruf dengan jelas. Huruf izhar tidak perlu dibaca dengan dengung.

Ada 6 huruf yang terkena hukum izhar saat bertemu nun sukun ( نْ ) atau tanwin ( ـَــًـ , ـِــٍـ , ـُــٌـ ). Huruf tersebut adalah gho (غ), ‘ain (ع), kho (خ), ha (ح ), ha’ (هـ ), dan hamzah (ء).

Contoh izhar :

مَآ أَغْنَىٰ عَنْهُ

Arab latin: Mā agnā ‘an-hu (QS Al Lahab ayat 2).

Iqlab

Selanjutnya adalah hukum iqlab artinya ialah mengganti suatu huruf, menjadi huruf lain. Diambil dari Panduan Praktis & Lengkap Tahsin, Tajwid, Tahfiz Untuk Pemula karya Raisya Maula Ibnu Rusyid menjelaskan jika huruf iqlab hanya ba (ب)

Cara membaca iqlab adalah mengubah nun mati atau tanwin, menjadi mim mati (مْ) sebelum ba disertai dengung samar. Ciri iqlab adalah dari huruf mim kecil di antara huruf mim dan ba.

Contoh iqlab:

مِنْۢ بَعْدِ

Arab latin: mimm ba’di (QS Al Bayyinah ayat 4).

Ikhfa

Ikhfa adalah saat nun sukun atau tanwin bertemu 15 huruf hijaiyah, hingga keluar bunyi dengung. Bunyi ikhfa ditahan selama 2-3 ketukan. Ikhfa secara bahasa artinya menyembunyikan atau menyamarkan.

Huruf ikhfa adalah kaf ( ك ), qaf ( ق ), fa’ ( ف ), zha ( ظ ), tha ( ط ), dhad ( ض ), shad ( ص ), syin ( ش ), sin ( س ), za’ ( ز ), dzal ( ذ ), dal ( د ), jim ( ج ), tsa’ ( ث ), dan ta’ ( ت ).

Contoh ikhfa:

لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ

Arab latin: Laqad khalaqnal-insāna (QS At Tin ayat 4).

Idgham bilaghunnah

Pada hukum tajwid ini diterapkan saat nun sukun atau tanwim bertemu dengan huruf lam (ل) dan ra (ر). Secara bahasa, idgham berarti memasukkan sesuatu kepada yang lain.

Cara membaca untuk idgham bigunnah adalah menyesuaikan huruf di depannya, sehingga keduanya terdengar sama. Sama seperti hukum tajwid lain, idgham bilagunnah juga ditemukan dalam surat pendek.

Contoh idgham bilaghunnah:

وَلَمْ يَكُنْ لَهُ

Arab latin: Wa lam yakul lahụ (QS Al Ikhlas ayat 4).

Idgham bighunnah

Cara membaca untuk jenis idham bighunnah sama dengan idgham bilaghunnah. Namun untuk idgham bighunnah memiliki empat huruf yaitu ya (ي), nun (ن), mim (م), wawu (و).

Contoh idghan bighunnah:

أَبِى لَهَبٍ وَتَبَّ

Arab latin: Abī lahabiw wa tabb (QS Al Lahab ayat 1).

BACA JUGA : 10 Suku Bangsa di Indonesia Ciri Khas & Asal Daerahnya

2. Hukum min sukun

Hukum Bacaan Tadjwid Al-Quran, Susah Paham?
linetoday

Hukum bacaan mim mati ialah macam tajwid yang didasarkan kepada pertemuan mim mati dengan huruf tertentu. Ada sekitar tiga macam hukum mim mati yaitu ikhfa syafawi, izhar syafawi dan idgham mimi.

Ikhfa syafawi

Dalam pendidikan agama islam dan budi pekerti untuk kelas VII SMP yang diterbitkan oleh Kementrian Agama memberikan penjelasan, jika huruf ikhfa syafawi hanya ada satu yaitu  ba. Tajwid  ini dibunyikan dengan bibir tertutup disertai dengan bunyi yang samar dan dengungan.

Contoh ikhfa syafawi:

تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍ

Arab latin: Tarmīhim biḥijāratim (Al Fil ayat 4).

Izhar syafawi

Pada hukum izhar syafawi berlaku untuk semua huruf hijaiyah saat bertemu mim sukun ( مْ ), kecuali mim dan ba. Cara baca izhar syafawi adalah menyuarakan mim mati dengan jelas di bibir serta mulut tertutup.

Contoh izhar syafawi:

أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ

Arab latin: An’amta ‘alaihim (Al Fatihah ayat 7).

Idgham mimi

Pada hukum tajwid yang satu ini dikenal dengan idgham mutamasilain. Idgham mimi mulai berlaku ketika mim sukun bertemmu dengan huruf mim, yang dibaa dengan bunyi mim rangkap dan mendengung.

Contoh idgham mimi:

ٱلَّذِىٓ أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ

Arab latin: Allażī aṭ’amahum min jụ’iw (QS Quraisy ayat 4).

BACA JUGA : 12 Makanan Awetan Hewani atau Nabati yang Paling Dicari

3. Hukum idgham

Hukum Bacaan Tadjwid Al-Quran, Susah Paham?
detik

Ada sekitar tiga macam tajwid idgham yang berbeda karena ada perbedaan makhroj dan juga sifatnya. Hal ini meliputi idgham mutamthilain, idgham mutaqaribain dan idgham mutajanisain

Idgham mutamathilain

Pada tajwid ini berlaku apabila ada huruf bertemu dengan makhroj dan sifat yang sama, kecuali wau dan ya. Untuk cara membacanya adalah dimasukkan, diighamkan atau ditasyididkan kepada huruf yang kedua.

Contoh idgham mutamathilain:

بَل لَّا تُكْرِمُ

Arab latin: bal lā tukrimụ (QS Al Fajr ayat 17).

Idgham mutaqaribain

Pada hukum tajwid ini berlaku apabila ada huruf bertemu dengan makhraj dan sifat yang hampir sama. Huruf yang masuk ke dalam idgham mutaqaribain ialah lam dan ra, serta kaf dan qaf.

Contoh idgham mutaqaribain:

فَقُل رَّبُّكُمْ

Arab latin: Fa qur rabbukum (QS Al An’am ayat 147).

Idgham mutajanisain

Pada hukum bacaan ini berlaku ketika dua huruf bertemu dengan makhroj yang sama namun sifat berbeda di dalam satu kalimat. Beberapa contoh idgham mutajanisain terdapat di dalam beberapa ayat Al Quran

Contoh idgham mutajanisain

فَلَمَّا اَثْقَلَتْ دَعَوَ اللهَ رَبَّهُمَا

Arab latin: Fa lammā aṡqalad da’awallāha rabbahumā (QS Al A’raf ayat 189)

BACA JUGA : Pulau Komodo, Taman Nasional Eksotis yang Jadi Keajaiban Dunia

4. Hukum qalqalah

15 Hukum Bacaan Tajwid Dalam Alquran yang Baik & Contohnya
kumparan

Mengenai cara membaca hukum  tajwid ini adalah dipantulkan, sampai terdengar bunyi seperti membalik dan suara yang bergetar. Contoh huruf qolqolah antara lain ba, jim, dal, ta, dan qaf.

Qolqolah sughro

Pada hukum ini berlaku apabila huruf qolqolah berada di tengah ayat, dengan suara dipantulkan tidak terlalu kuat. Berikut adalah contohnya

رَزَقْنَٰهُمْ

Arab latin: razaqnāhum (Qs Al Baqarah ayat 3).

Qolqolah kubro

Dalam membaca hukum ini adalah dibaca dengan pantulan yang cukup kuat. Huruf qolqolah kubro berada tepatnya di akhir ayat.

Contohnya adalah:

وَٱلْيَوْمِ ٱلْمَوْعُودِ

Arab latin: Wal-yaumil-mau’ụd (QS Al Buruj ayat 2).

5. Hukum mad

Hukum Bacaan Tadjwid Al-Quran, Susah Paham?
kumparan

Huruf di dalam hukum tajwid terdiri dari alif, wau, dan ya di dalam kondisi mati atau saktah. Mad dibaca panjang bergantung pada harokat huruf.Panjang pendeknya sebuah bacaan mad diukur dengan menggunakan harakat. Nah berikut ini adalah macam-macam hukum mad yang wajib Sedulur ketahui. Yuk simak di bawah ini:

Mad thabi’i

Biasanya akan dibaca mad asli, hukum tajwid ini berlaku pada alif sesudah fathah, ya sukun sesudah kasrah, dan wau yang sesudah dhammah. Berikut ini adalah contohnya:

بِّ ٱلنَّاسِ

Arab latin: Birabbin-nās (QS An Nas ayat 1).

Mad far’i

Pada hukum tajwid ini kita mengharuskan ayat dibaca lebih panjang dari mad asli. Tambahkan dikarenakan adanya hamzah atau sukun dalam ayat. Berikut adalah contohnya:

ءَآللَّهُ خَيْرٌ

Arab latin: Allāhu khairun (QS An Naml ayat 59).

Demikian ulasan mengenai 15 macam hukum tajwid dan contohnya semoga  menambah pengetahuan buat Sedulur dan lebih bisa lancar dalam membaca Al-Quran ya Sedulur.