Petis Udang Bumbu Khas Jatim, Asal Usul hingga Cara Pilihnya

Petis adalah salah satu bumbu rahasia kelezatan makanan di wilayah Jawa Timur, khususnya Surabaya. Hampir setiap sudut kuliner di Kota Pahlawan, bumbu yang terbuat dari udang ini selalu jadi campuran wajib untuk menyedapkan rasa. Contoh penggunaan petis udang ada di makanan seperti tahu tek, rujak cingur, sampai tahu petis.

Namun, sudahkah Sedulur mengetahui asal usul dan manfaat apa saja yang bisa didapatkan dari petis udang? Agar tidak penasaran, yuk simak ulasannya berikut ini.

BACA JUGA: Mengenal Nasi Boran, Kuliner Lamongan yang Lezat dan Nikmat

Asal Usul Petis

petis udang
Unsplash/Etienne Girardet

Bagi Sedulur yang tinggal di wilayah Jawa Timur, pasti tidak asing dengan bumbu dapur bernama petis. Terbuat dari rebusan udang yang dimasak dalam proses yang sangat lama, bumbu ini juga sering disebut sebagai petis udang.

Dilansir dari Liputan6, untuk bisa menciptakan petis yang enak dan legit, biasanya udang harus dicampur dengan rempah-rempah lain seperti gula, bawang putih, dan garam. Pemilihan udang yang dipakai pun tidak boleh sembarangan, karena harus menggunakan udang kecil atau rebon.

Namun, siap sangka, petis udang yang sangat identik dengan berbagai macam kuliner di wilayah Surabaya, ternyata bumbu ini berasal dari Cirebon. Fakta ini ditemukan dalam literatul kuno bernama Babad Cirebon.

Petis udang disebut sudah ada sejak zaman Kerajaan Padjajaran, kala dipimpin oleh Pangeran Walangsungsang atau Cakrabuana pada abad ke-14. Dalam literatur tersebut, penemuan petis tidak lepas dari pembuatan terasi yang menjadi salah satu olahan bumbu terkenal dari Cirebon.

Sayangnya, kepopuleran terasi ternyata membuat pamor petis tidak begitu disukai oleh masyarakat Cirebon hingga akhirnya bumbu ini mulai dibawa ke Jawa Timur.

Ciri Khas Petis

Salah satu ciri khas petis udang adalah warnanya yang hitam legam. Tapi dibalik warnanya yang kurang menarik tersebut, petis memiliki cita rasa yang sangat unik dan lezat.

Dilansir dari Kompas, seorang pakar petis bernama Faizul Mubarok menjelaskan alasan dibalik hitamnya warna petis. Dia mengatakan bahwa hitamnya petis berasal dari efek karamelisasi sari udang dan gula yang terjadi dalam waktu lama.

Namun, Faizul juga mengatakan ada beberapa petis yang memiliki warna tidak hitam pekat. Hal ini lantaran bahan yang dipakai serta kualitas proses pemasakannya.

BACA JUGA: Resep Sambal Pencit Khas Jawa Timur yang Segar, Bikin Nagih

Cara Memilih Petis

oleh oleh khas sidoarjo
Freepik/Freepik

Karena banyak jenis petis udang yang tersedia, tentu Sedulur perlu mengetahui bagaimana cara memilih petis udang. Berikut ini beberapa cara memilih petis udang yang enak dan berkualitas yang perlu Sedulur ketahui, yaitu:

1. Tekstur petis seperti berminyak

Dilihat dari warnanya, petis dari udang ini memiliki warna hitam legam. Warna hitam legam itu yang menjadi ciri khasnya, walaupun secara visual terlihat tidak menarik namun rasanya terbukti nikmat. Salah satu tips pertama cara memilih petis adalah dengan memilih tekstur yang seperti berminyak.

Namun Sedulur juga perlu membedakan, tekstur seperti berminyak berbeda dengan petis yang ada minyaknya. Petis yang ada minyaknya itu berarti petis diberi minyak. Namun tekstur seperti berminyak dalam petis terlihat mengkilap seperti berminyak.

Jika tekstur ini terlihat pada petis, maka Sedulur wajib membelinya karena dijamin petis memiliki cita rasa yang nikmat.

2. Wajib pilih yang berwarna hitam

Karena yang menjadi ciri khas utamanya yaitu warnanya yang hitam legam, tentu Sedulur wajib memilih petis yang berwarna hitam legam. Karena banyak jenisnya, petis terdiri dari beberapa warna yang berbeda. Ada yang hitam legam dan ada yang merah kehitaman.

Meskipun secara warna dan visual, petis dengan warna merah kehitaman lebih menarik, namun secara kualitas dan cita rasa jauh berbeda dengan petis yang berwarna hitam legam. Petis udang khas Surabaya memiliki warna hitam legam dan terlihat tidak begitu menarik.

Secara visual terlihat tidak begitu menarik, belum tentu secara rasa tidak nikmat. Terbukti, petis khas Surabaya dengan warna hitam legam secara kualitas sangat baik.

3. Cium aroma petis

Karena bahan utama dan bahan yang paling dominan adalah dar sari udang, maka aroma petis akan tercium sangat amis. Aroma ini yang membuat petis sangat nikmat. Aroma yang amis berarti petis memiliki kandungan sari udang yang banyak.

Dengan begitu rasanya pun dijamin sangat gurih yang dihasilkan dari sari udang tersebut. Selain melihat tekstur yang ada minyaknya, dan warna yang hitam legam, Sedulur wajib memastikan aroma petis. Jika aroma amis tercium menyengat, maka Sedulur wajib membelinya.

BACA JUGA: 12 Makanan Khas Sidoarjo yang Terfavorit dan Populer

Samakah dengan Terasi?

Petis udang
Freepik/Stockking

Pada bagian selanjutnya disinggung bahwa terdapat petis yang berwarna merah kehitaman. Jika dipikirkan, petis dengan warna merah kehitaman memiliki kemiripan dengan terasi. Lantas apa bedanya petis tersebut dengan terasi? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

Bagi orang awam, terasi dan petis mungkin menjadi bumbu yang mirip. Apalagi bahan untuk membuat keduanya sama, yaitu udang. Namun, jika ditelaah lebih dalam dua bahan ini memiliki perbedaan yang mencolok.

Terasi memiliki proses pemasakan yang memanfaatkan fermentasi pada udang. Selain itu, hasil akhir bumbu ini lebih padat dan teksturnya kering. Sementara itu, petis udang memiliki bahan dasar kaldu dari kepala udang. Kaldu ini dimasak dalam proses lama dengan menggunakan teknik memasak api kecil. Hasil akhir dari petis sendiri lebih cair dan kental seperti pasta.

Dari karakter, terasi memiliki rasa yang lebih asin dengan aroma tajam yang menyengat. Sementara petis memiliki aroma yang lebih lembut dan rasanya didominasi manis gurih yang legit. Petis udang sendiri bisa langsung disantap sebagai cocolan. Namun, untuk terasi, Sedulur harus dimasak lebih dahulu agar rasanya lebih lezat ketika disantap.

Manfaat Petis

Tak hanya memiliki rasa yang lezat, petis juga memiliki beragam manfaat untuk kesehatan tubuh. Seperti dijelaskan oleh Dr. Laili Rahmawati dalam artikel yang dirilis Kompas, petis memiliki efek positif untuk menjaga kesehatan tulang.

Hal ini tidak lepas dari cukup banyaknya kandungan mineral seperti zinc, fosfor dan kalsium dalam 100 gram petis. Tak hanya itu, sambal petis juga memiliki persentase protein yang cukup tinggi sehingga bagus untuk orang-orang yang sedang menjalani diet.

BACA JUGA: Sejarah Nasi Krawu, Hidangan Penuh Makna dengan Kelezatan Istimewa!

Cara Membuat Petis

Petis udang
Unsplash/Rob Wicks

Walaupun petis biasanya dijual secara bebas dan dengan mudah ditemukan di toko. Sedulur juga bisa mencoba membuatnya sendiri di rumah. Kalau tertarik coba simak informasi tentang bahan dan cara membuat petis berikut ini.

Bahan:

  • 200 gram kulit dan kepala udang
  • 1 siung bawang putih
  • 1 liter air 
  • 2 sendok makan maizena
  • 50 gram gula aren 
  • 2 sendok makan kecap manis
  • 1 sendok teh garam

Cara membuat:

  • Pertama, cuci bersih kulit dan kepala udang. Setelah bersih, masukan ke panci berisi air.
  • Tambahkan bawang putih ulek, lalu masak hingga mendidih dan berubah warna.
  • Jika sudah mendidih, diamkan hingga dingin.
  • Setelah dingin, blender rebusan itu hingga halus, lalu saring. 
  • Hasil saringan ampas udang direbus dan beri kecap manis, gula aren, dan garam. Kemudian masak hingga air menyusut.
  • Tambahkan tepung maizena yg sudah dilarutkan dengan air dan aduk sebentar.
  • Jika sudah, dinginkan dan apabila Sedulur suka pedas bisa ditambah cabai. Petis udang sudah siap.
  • Ampas udang bisa dimanfaatkan menjadi kaldu untuk berbagai jenis masakan seperti tom yum, sup seafood, dan lain sebagainya.

Demikian tadi penjelasan tentang petis udang dan manfaatnya untuk kesehatan. Bumbu khas Surabaya ini memang sudah sangat terkenal dan jadi salah satu ciri khas kuliner Kota Pahlawan yang tidak bisa dihilangkan.

Kalau Sedulur ingin mencoba membuat petis sendiri di rumah. Jangan khawatir karena itu sangat mungkin dilakukan kok. Apalagi bahan dan bumbu untuk membuat petis cukup mudah ditemukan di toko kelontong dan SuperApp. Jadi dijamin tidak akan kerepotan saat membuatnya.

SuperApp sendiri adalah aplikasi yang membantu kulakan sembako dan barang kebutuhan pokok untuk toko atau kebutuhan sehari-hari di rumah jadi mudah. Kalau kamu tertarik menggunakan SuperApp, bisa cari tahu lebih banyak informasinya lewat media sosial Instagram SuperApp. Selamat mencoba ya!