Mie ayam adalah salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia. Warungnya bahkan bisa ditemukan di banyak tempat. Mulai dari warung tenda hingga warung mie ayam di restoran. Belum lagi penjual mie ayam keliling dengan gerobak yang juga mudah ditemukan. Namun, tak berbeda jauh dengan mie ayam, ada mie yamin yang juga jadi favorit.

Secara tampilan, mie yamin dan mie ayam memang tampak sama. Namun meski begitu, keduanya sebenarnya berbeda lho, Sedulur. Kira-kira perbedaan mie ayam dan mie yamin? Yuk simak penjelasan di bawah ini!

BACA JUGA: Resep Mie Kocok Bandung yang khas Kuah Segar & Gurih

Mie Ayam

Kuliner Mantap

Mie ayam yang selama ini kita kenal memiliki tekstur yang kenyal dan lebih tebal. Tekstur kenyal yang dimiliki mie ayam ini membuatnya seperti mie yang dimasak setengah matang. Sementara dari segi warna, mie pada mie ayam cenderung memiliki warna kuning yang pucat.

Meski begitu, mie ayam banyak difavoritkan karena rasanya yang gurih. Belum lagi beragam topping yang melengkapi mie ayam seperti ayam bumbu kecap, potongan daun bawang, sawi hijau, dan makin nikmat dengan tambahan bakso.

Biasanya mie ayam disajikan dengan kuah panas yang langsung disiram di atasnya. Sebagai pelengkap, penikmat mie ayam tak lupa menambahkan sambal dan saos tomat. Selain itu, pangsit goreng juga biasanya ditambahkan sebagai pelengkap.

BACA JUGA: Cara Membuat Mie Ayam Ala Abang Penjual yang Laris Dijual

Mie Yamin

mie yamin
Sweetrip Indonesia

Sering disamakan dengan mie ayam, mie yamin sebenarnya memiliki tekstur dan penyajian yang berbeda. Mie yamin adalah mie yang ukurannya lebih tipis dan lebih kecil dibandingkan mie pada mie ayam. Secara tekstur pun cukup berbeda dengan mie ayam. Mie ini memiliki tekstur yang lebih empuk dan tidak kenyal seperti mie ayam.

Tak hanya itu, warnanya juga lebih coklat karena ada campuran bumbu kecap. Dari segi rasa, mie yamin memiliki dua varian, yakni yamin manis dan yamin gurih. Sementara untuk penyajian, tak berbeda jauh dengan mie ayam. Yamin disajikan dengan topping ayam di atasnya, sawi hijau, dan kuah kaldu. Ada pula biasanya tambahan bakso atau pangsit goreng dan basah.

Sejarah Mie Yamin

Mie Yamin
IDN Times

Dilansir dari iNews, yamin merupakan kuliner yang berasal dari Cirebon, Jawa Barat. Hidangan ini sudah mulai dijual di Cirebon sejak tahun 1950. Dan sejak saat itu, penggemar kuliner ini makin bertambah banyak. Dilansir dari Liputan6, salah satu penjual tertua Mie Yamin Cirebon, Suwandi mengatakan bahwa dulu pada saat awal berjualan, ia sering ikut ayahnya berjualan dengan gerobak dorong. Bahkan kala itu, tak jarang pula pedagang yamin yang berjualan dengan cara dipikul.

Hal yang paling menjadi ciri khas mie yamin adalah cara penyajiannya. Berbeda dengan mie ayam yang langsung disiram kuah panas di atasnya, yamin memiliki penyajian yang berbeda yakni kuahnya yang dipisah. Sehingga mie bisa lebih awet jika tak langsung dimakan.

Selain itu, menurut Wandi, yang unik dari kuliner ini adalah mie-nya yang biasanya dibuat secara manual. Bahkan mulai dari beras yang ditumbuk, hingga menjadi adonan mie. Saat itu, penggunaan tepung masih sangat jarang, sehingga pedagang harus mencari bahan lain yang bisa menghasilkan mie yamin yang enak.

BACA JUGA: Resep Mie Ayam Abang-Abang yang Komplit Enak & Sederhana!

Resep mie yamin sederhana

Bahan utama:

  • Mie telur atau mie basah tipis, rebus hingga matang
  • 100 gram sawi hijau atau sawi sendok, rebus sebentar
  • 50 gram tauge segar, siram air panas sampai layu, sisihkan
  • Bawang merah goreng untuk taburan
  • Potongan daun bawang
  • Bakso sapi (jumlah sesuai selera)

Bahan topping tumisan ayam:

  • 500 gram dada fillet ayam
  • 5 siung bawang putih, cincang halus
  • 2 sdm kecap asin
  • 2 batang daun bawang, iris halus
  • 3 sdm kecap manis
  • 3 lembar daun jeruk
  • 2 ruas jahe, geprek
  • 1 sdt minyak wijen
  • 1/2 sdt merica bubuk
  • minyak untuk menumis
  • 1/2 gelas air

Bahan kuah resep mie yamin:

  • 500 ml kuah kaldu ayam
  • 5 siung bawang putih cincang halus
  • 1 batang daun bawang, iris besar
  • 1 sdm minyak goreng
  • 1 1/2 sdt garam
  • 1/2 sdt gula pasir
  • 1 lbr daun jeruk purut

Bahan minyak ayam:

  • 100 gram kulit ayam
  • 50 ml minyak sayur
  • 4 siung bawang putih, geprek

Cara membuat:

Tumisan ayam:

  • Potong dadu daging ayam fillet
  • Tumis bawang putih, jahe, dan daun jeruk sampai harum
  • Masukkan potongan ayam, tumis hingga berubah warna
  • Tambahkan air ke dalam tumisan, lalu masukkan bumbu seperti kecap asin, kecap manis, dan merica
  • Koreksi rasa dan masak hingga air menyusut, lalu sisihkan

Kuah:

  • Rebus air kaldu ayam sampai mendidih
  • Sambil menunggu kaldu mendidih, panaskan minyak goreng di wajan
  • Tumis bawang putih dan daun jeruk sampai harum. Tambahkan garam dan gula pasir
  • Masukkan tumisan bawang ke kuah kaldu ayam yang sudah mendidih. Tambahkan daun bawang dan bakso. Aduk rata

Minyak ayam:

  • Panaskan sedikit minyak sayur, masukkan kulit dan lemak ayam
  • Masukkan bawang putih geprek
  • Kecilkan api, lalu masak hingga kulit dan lemak ayam mengeluarkan minya
  • Sisihkan minyak ayam tersebut

Cara penyajian:

  • Siapkan mangkuk sedang. Masukkan daun bawang iris, 1 sdm kecap manis, 1sdm kecap asin, 1 sdm minyak ayam, 1 sdt minyak wijen
  • Masukkan mie yang sudah direbus, aduk hingga rata
  • Tata tumisan ayam di atasnya
  • Tambahkan sawi, tauge, dan bakso
  • Taburi minyak goreng di atasnya
  • Siapkan kuah panas di mangkuk kecil yang berbeda
  • Mie yamin siap dihidangkan

Itu dia resep mie yamin sederhana yang bisa Sedulur contoh di rumah. Meski cara membuatnya cukup mudah, namun banyak step yang harus dilakukan untuk memasak hidangan ini. Oleh karena itu, sebelum memasak hidangan ini, pastikan Sedulur sudah menyiapkan bahan-bahannya dengan lengkap.

Sedulur yang membutuhkan bahan memasak Mie Yamin atau sembako lain, bisa membeli di Aplikasi Super lho! Sedulur akan mendapatkan harga yang lebih murah dan kemudahan belanja hanya lewat ponsel. Yuk unduh aplikasinya di sini sekarang.
 
Sementara Sedulur yang ingin bergabung menjadi Super Agen bisa cek di sini sekarang juga. Banyak keuntungan yang bisa didapatkan, antara lain mendapat penghasilan tambahan dan waktu kerja yang fleksibel! Dengan menjadi Super Agen, Sedulur bisa menjadi reseller sembako yang membantu lingkungan terdekat mendapatkan kebutuhan pokok dengan mudah dan harga yang lebih murah.