larangan makan saat diet intermittent fasting

Banyak orang yang melakukan diet intermittent fasting, namun berat badan masih saja sulit berkurang. Mereka tidak sadar telah melakukan berbagai kesalahan selama menjalaninya. Untuk itu, penting dalam mengetahui larangan makan saat diet intermittent fasting.

Bagi yang belum tahu, intermittent fasting merupakan diet berupa mengatur pola makan yang terbagi dalam 2 waktu, yakni puasa dan makan. Tidak hanya menetapkan menu makanan tertentu, diet ini lebih berfokus pada waktu untuk makan dan juga menahan lapar. 

Caranya juga ada 2, yakni puasa selama 16 jam atau 24 jam sehari. Hal ini dilakukan dua kali dalam seminggu. Selain menurunkan berat badan, penelitian membuktikan jika metode diet ini memiliki beberapa dampak baik untuk kesehatan, bahkan memperpanjang umur. 

Namun sangat disayangkan, karena masih banyak orang yang melakukan kesalahan dan pada akhirnya tidak membuahkan hasil yang maksimal. Nah, dirangkum dari beberapa sumber, berikut ini beberapa larangan makan saat diet intermittent fasting yang sering dilanggar.

-->

BACA JUGA: 12 Merek Dressing Salad yang Cocok untuk Diet, Tetap Enak!

1. Tidak memilih jendela makan yang tepat

larangan makan saat diet intermittent fasting
Pexels/The TH

Kesalahan yang sering terjadi adalah tidak memilih jendela makan yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup. Hal ini bisa menyebabkan kesulitan untuk menjaga konsistensi dalam pola makan pada program diet intermittent fasting yang dijalankan.

Oleh sebab itu, pilihlah jendela makan yang sesuai dengan rutinitas harian Sedulur. Pertimbangkan jam kerja, waktu tidur, dan juga aktivitas lainnya. Yang terpenting, pilihlah jendela yang dapat dilakukan dengan konsisten.

2. Mengonsumsi terlalu banyak kalori selama jendela makan

Meskipun Sedulur sudah memiliki jendela makan yang tepat, mengonsumsi terlalu banyak kalori selama jendela tersebut juga bisa menghambat proses penurunan berat badan. Ini bisa terjadi jika Sedulur tidak memperhatikan jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi.

Jadi, perhatikan jumlah kalori yang dikonsumsi selama jendela makan. Selain itu, pilihlah makanan yang sehat dan bergizi. Hindari makanan tinggi lemak dan gula yang bisa mengganggu tujuan penurunan berat badan.

3. Mengonsumsi makanan tidak sehat

Makanan yang tidak sehat, seperti olahan tinggi gula, garam, dan lemak trans, tentu saja dapat mengganggu tujuan penurunan berat badan. Bahkan, olahan makanan tidak sehat tersebut juga dapat mempengaruhi kesehatan Sedulur secara keseluruhan, lho.

Untuk itu, pilihlah makanan sehat dan bergizi selama jendela makan. Sedulur juga sebaiknya untuk memastikan selalu memilih makanan utuh, seperti sayuran, buah-buahan, protein berkualitas tinggi, dan lemak sehat. Tidak lupa untuk hindari makanan olahan dan makanan cepat saji yang kurang bergizi.

4. Tidak mencukupi asupan cairan

Asupan cairan yang cukup sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan meningkatkan metabolisme. Terutama selama periode puasa, kekurangan cairan dapat menyebabkan dehidrasi dan juga menurunkan energi.

Sedulur perlu memastikan untuk minum cukup air selama periode puasa dan jendela makan. Air mineral merupakan pilihan terbaik. Namun Sedulur juga dapat minum teh tanpa gula atau kopi hitam tanpa gula. Hindari minuman berkalori tinggi atau beralkohol yang dapat mengganggu tujuan penurunan berat badan.

5. Mengonsumsi terlalu banyak kafein

Meskipun kafein dapat membantu menekan nafsu makan dan meningkatkan metabolisme, mengonsumsi terlalu banyak kafein justru dapat mengganggu pola tidur, meningkatkan kecemasan, dan menyebabkan ketidakseimbangan hormon.

Jadi akan lebih baik untuk membatasi konsumsi kafein. Hindari minuman berkafein pada malam hari agar tidak mengganggu kualitas tidur. Selain itu, perhatikan sumber kafein seperti kopi, teh, dan minuman berenergi. Pilihlah yang rendah gula dan tidak mengandung tambahan bahan kimia yang merugikan.

BACA JUGA: 11+ Olahraga Mengecilkan Perut dan Paha

6. Tidak berolahraga dengan tepat

larangan makan saat diet intermittent fasting
Unsplash/Bruce Mars

Olahraga menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat, yang dapat membantu meningkatkan pembakaran kalori, meningkatkan metabolisme, dan menjaga kesehatan jantung dan tubuh secara keseluruhan. Tidak berolahraga dengan tepat bisa mengurangi manfaat dari diet intermittent fasting, lho!

Pilihlah jenis olahraga yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan. Lakukan olahraga aerobik seperti berlari, bersepeda, atau berenang untuk meningkatkan pembakaran kalori. Latihan kekuatan seperti angkat beban juga dapat membantu membangun otot dan meningkatkan metabolisme basal.

7. Tidak mengatur waktu makan dengan baik

Larangan makan saat diet intermittent fasting berikutnya, yakni kesalahan dalam mengatur waktu. Hal ini dapat menyebabkan gangguan pada pola makan dan metabolisme Sedulur, mempengaruhi kualitas tidur, energi, dan keberhasilan penurunan berat badan.

Untuk itu, pastikan untuk mengatur waktu makan dengan baik dan konsisten. Tentukan jendela makan yang sesuai dengan jadwal harian Sedulur, dan usahakan untuk makan pada waktu yang sama setiap hari. Selain itu, atur jeda yang cukup antara makanan terakhir sebelum tidur.

8. Tidak memperhatikan kesehatan mental

Kesehatan mental memainkan peran penting dalam keberhasilan diet dan gaya hidup sehat secara keseluruhan. Stres, kecemasan, dan tekanan mental dapat mempengaruhi keputusan makanan, kualitas tidur, dan kesejahteraan Sedulur secara umum.

Jadi jangan lupa berikan perhatian yang cukup pada kesehatan mental Sedulur. Lakukan kegiatan yang menyenangkan dan melepas stres, seperti meditasi, yoga, atau hobi yang diminati. Jaga komunikasi yang baik dengan orang-orang terdekat dan cari bantuan jika merasa kesulitan mengatasi stres.

9. Mengonsumsi makanan berkalori rendah tetapi rendah nutrisi

Makanan berkalori rendah namun rendah nutrisi, tentu saja tidak mampu memberikan nutrisi yang cukup bagi tubuh Sedulur. Akibatnya, tubuh akan kekurangan energi, mengalami kelelahan, dan juga penurunan kesehatan dalam jangka panjang.

Oleh sebab itu, pilihlah makanan yang kaya akan nutrisi saat Sedulur makan selama jendela makan. Fokus pada makanan utuh dan alami seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, protein berkualitas tinggi, dan lemak sehat. Pastikan untuk mendapatkan berbagai macam nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

10. Tidak berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter

larangan makan saat diet intermittent fasting
Unsplash/Louis Hansel

Setiap orang memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda-beda. Kondisi kesehatan tertentu pastinya dapat memengaruhi cara tubuh dalam menanggapi pola makan intermittent fasting. Tidak berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter sebelum memulai diet, dapat meningkatkan risiko efek samping.

Selain itu, Sedulur juga tidak bisa mencapai hasil yang diinginkan. Jadi sebelum memulai diet intermittent fasting, disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter untuk mengevaluasi apakah pola makan ini cocok untuk Sedulur berdasarkan kondisi kesehatan atau tidak.

Itu dia beberapa larangan makan saat diet intermittent fasting yang biasa diabaikan. Selain menghindarinya, pastikan untuk memilih makanan yang sehat dan bergizi saat jendela makan. Terus fokus pada makanan yang tinggi serat, protein, serta karbohidrat kompleks untuk mendukung kesehatan dan mencapai tujuan penurunan berat badan.