Apa itu VUCA: Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity

VUCA bukan lagi menjadi suatu hal yang baru di dunia bisnis. Akronim yang berarti Volatility (volatilitas), Uncertainty (ketidakpastian), Complexity (kompleksitas), dan Ambiguity (ambiguitas) ini mendeskripsikan suatu sifat dari beberapa kondisi dan situasi yang sulit. Para pemimpin yang ada di lingkup bisnis akan dihadapkan dengan situasi yang tidak bisa diprediksi.

Istilah ini sendiri berasal dari US Army War College yang berguna untuk menggambarkan situasi di Perang Dingin. Semenjak saat itu, istilah ini diadopsi oleh banyak perusahaan dan organisasi untuk mengarahkan perencanaan yang strategis. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai apa itu VUCA, yuk simak selengkapnya berikut ini.

BACA JUGA: Startup: Pengertian, Contoh dan Bedanya dengan Bisnis Biasa?

Pengertian VUCA

vuca adalah singkatan dari
Unsplash

Secara definisi, VUCA adalah singkatan dari volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity serta menjadi salah satu istilah yang sering ditemukan pada sektor bisnis. Tak cukup sampai di situ, istilah ini juga sering ditemukan dalam konteks perencanaan strategi dan kepemimpinan. Lalu, bagaimana sebenarnya kondisi ini dapat terjadi?

Kondisi ini bisa terjadi ketika bisnis sedang berjalan. Umumnya, banyak perusahaan yang akan dihadapkan pada situasi ini. Jika ditelisik dari sejarahnya, istilah ini merupakan sebuah konsep yang pada awalnya dipakai ketika menggambarkan situasi perang. Lebih tepatnya, istilah ini merupakan suatu kondisi yang disebabkan oleh perang. 

Akan tetapi seiring berjalannya waktu, kondisi ini biasa ditemukan dalam sektor kepemimpinan serta strategi bisnis. Supaya bisa menghadapi situasi sulit, strategi yang digunakan untuk menghadapinya menjadi salah satu kegiatan penting untuk perusahaan. Terdapat berbagai upaya dan pendekatan yang dilakukan oleh berbagai perusahaan supaya bisa meminimalisasi kerugian yang bisa saja timbul karena situasi yang sulit itu. 

1. Volatility

vuca adalah kepanjangan dari
Unsplash

VUCA model yang menjadi poin pertama adalah volatility atau volatilitas. Ini merupakan sebuah situasi di mana suatu kondisi mengalami kecenderungan untuk berubah dari satu kondisi pada kondisi yang lainnya. Dalam konteks bisnis, volatilitas bisa jadi menunjukkan adanya suatu kesulitan dan bahaya terhadap bisnis.

Singkatnya, volatilitas merupakan suatu kejadian atau situasi yang bisa dengan mudah berubah dan berpotensi untuk menimbulkan kerugian bagi bisnis perusahaan. Situasi sulit ini seringkali disebut dengan kondisi kondisi yang berbahaya.

Tanda dari situasi ini pastinya tidak stabil dan tidak bisa diprediksi walaupun tidak selalu rumit. Beberapa informasi akan tersedia ketika kejadian mulai bisa terungkap. Cara yang bisa dilakukan untuk menghadapinya adalah sebagai berikut:

  • Tingkatkan kecepatan dalam mengambil keputusan
  • Melatih elastisitas peran serta mengembangkan “spesialisasi generalisasi”
  • Memanfaatkan potensi tinggi untuk tugas sementara waktu
  • Bangun penyimpanan secara berulang ke dalam sistem serta bangun kelonggaran dalam rantai pasokan
  • Secara teratur, hal ini bisa digunakan untuk melatih kita supaya tahan terhadap berbagai gangguan, serta meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan bakat
  • Memanfaatkan teknologi dan strategi alternatif  supaya bisa memastikan komunikasi yang berkelanjutan. Contohnya adalah dengan menggunakan software akuntansi untuk memudahkan proses pembukuan 

2. Uncertainty

Uncertainty
Unsplash

Secara definisi, uncertainty dalam konsep VUCA adalah ketidakpastian. Artinya adalah sebuah ketidakpastian dalam konteks bisnis yaitu kurangnya hal yang dapat ditentukan ketika proses menjalankan bisnis. Acuan konsep ini ada pada setiap kemungkinan atau probabilitas dalam strategi bisnis. Perusahaan wajib menjawab dan mengatasi berbagai kemungkinan tersebut.

Tanda dari ketidakpastian ini adalah kurangnya informasi penting yang bisa ditindaklanjuti seperti durasi, waktu, sebab dan akibat. Kerugian akibat adanya ketidakpastian bisa diminimalisir dengan beberapa cara berikut ini:

  • Akses pada wawasan pasar bisa ditingkatkan dengan bantuan teknologi terkini
  • Mempertimbangkan dan berbagi pengalaman dalam keberhasilan mengatasi ketidakpastian
  • Mengumpulkan informasi serta wawasan tambahan, misalnya adalah analitik pasar dan data pelanggan
  • Menganalisis penyebab situasi dan kondisi saat ini dan fokus pada apa yang ada dalam rentang kendali masing-masing
  • Cari dan sediakan jalur karier serta “wawancara rutin” supaya bisa mengidentifikasi dan menganalisis minat dan kekuatan seseorang. Hal ini bertujuan untuk membuat mereka tetap terlibat dalam berbagai situasi
  • Menggunakan penilaian kinerja yang secara teratur memberitahukan umpan balik dan memberikan pengakuan atas keberhasilan bagi mereka yang dapat melakukan pekerjaannya dengan baik dan benar

BACA JUGA: E Commerce: Pengertian, Jenis, Contoh & Manfaatnya

3. Complexity

Complexity
Unsplash

Complexity merupakan aspek ketiga dalam VUCA yang memiliki pengertian berupa suatu hubungan antar komponen. Artinya, kondisi ini memberikan gambaran sebuah kompleksitas yang mengacu pada hubungan, jumlah, serta penggunaan komponen. 

Untuk mengatasi kompleksitas, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menyederhanakan ruang lingkup permasalahan. Suatu perusahaan harus melakukan pengelompokan serta hal yang lainnya. Akan tetapi, kompleksitas memiliki arti yang berbeda dengan kerumitan. Mengatasi sebuah permasalahan ini merupakan tugas perusahaan, yaitu dengan proses analisis dan investigasi.

Tanda dari kondisi ini adalah dengan bagian hubungan yang saling bergerak dan berhubungan dan informasi yang beragam. Berikut adalah beberapa cara untuk mengatasinya:

  • Memperjelas perbedaan antara hak dan keputusan
  • Meningkatkan kolaborasi, koordinasi, serta komunikasi
  • Memberikan proses identifikasi kepada orang-orang yang mempunyai kekuatan dan pengalaman dalam menghadapi hal atau masalah ini
  • Menarik serta mengembangkan orang-orang yang bisa berkembang dalam kompleksitas masalah
  • Menyesuaikan struktur organisasi serta keahlian, supaya bisa sesuai dengan kompleksitas konteks

4. Ambiguity

Ambiguity
Unsplash

Ambiguity atau ambiguitas secara definisi memiliki arti tidak tetap. Hal ini bisa menjadi salah satu penyebab adanya masalah yang dimiliki sebuah perusahaan ketika akan melakukan strategi bisnis. Harus dilakukan penetapan dan perencanaan struktur yang benar ketika memilih untuk menjalankan strategi tertentu. Contoh VUCA ambiguitas adalah dengan menentukan bagaimana kelompok bidang perencanaan strategi dapat berperan dengan benar dan terstruktur. 

Tanda dari konsep ini adalah berkurangnya informasi yang bisa membuat keahlian dalam memprediksi dampak tindakan menjadi sebuah tantangan. Tentunya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk bisa mengurangi dampaknya, seperti:

  • Fokus dalam MVP atau Minimal Viable Product yang dimiliki seseorang
  • Memberikan berbagai kejelasan dan ruangan untuk melakukan interaksi 
  • Memprioritaskan dan memahami kebutuhan yang dimiliki pengguna
  • Memberikan keterlibatan dan komitmen yang kembali untuk tujuan
  • Meluangkan waktu supaya bisa mempelajari pengalaman dan pembelajaran lainnya, serta bisa meneruskannya 
  • Berlatih untuk membuat prototipe yang cepat supaya gagal lebih cepat dan belajar lebih cepat lagi
  • Melakukan uji coba atau eksperimen yang bertujuan menemukan apa yang tidak diketahui sebelumnya

Strategi kepemimpinan di era VUCA

vuca leadership adalah
Unsplash

VUCA leadership adalah suatu adaptasi yang diperlukan oleh seorang pemimpin perusahaan jika sudah mengetahui berbagai konsepnya. Ketika menjalankan sebuah organisasi atau bisnis, Bob Johansen dari Institute for the Future memberikan penjelasan mengenai beberapa kerangka menangkal atau menghadapi istilah atau permasalahan ini.

Hal ini tercantum di dalam bukunya yang berjudul Leaders Make The Future pada 2009. Bob Johansen menjelaskan bahwa VUCA Prime adalah sebuah kerangka kerja dalam menghadapi ancamannya. 

Para pemimpin sukses bisa menggunakan konsep berbeda supaya bisa membangun strategi selama krisis sedang berlangsung. Strategi yang dimiliki Johansen bisa dilakukan pemimpin dalam menghadapi era krisis ini diantaranya adalah berkebalikan dengan sebelumnya. Strateginya yaitu kepemimpinan meliputi akronim dari Pandangan ke depan (Vision), Pemahaman (Understanding), Kejelasan (Clarity), dan Adaptasi dan Kegesitan (Adaptability and Agility). Berikut adalah penjelasan dari pemahaman dan pandangan ke depan.

BACA JUGA: Cara Penulisan Gelar yang Benar Lengkap dengan Contohnya

1. Pemahaman (Understanding)

vuca model
Unsplash

Mempunyai pemahaman yang berkaitan dengan perubahan situasi bisa menjadi salah satu bekal yang sebaiknya dimiliki oleh seorang pemimpin. Dengan memilikinya, mereka dapat dengan mudah memprediksi berbagai dampak dari perubahaan yang ada kaitannya dengan organisasi atau bisnisnya.

Seperti yang dikutip dalam sebuah artikel berjudul The Five Competitive Forces That Shape Strategy yang dipublikasikan Harvard Business Review pada 2008, ada total lima kekuatan kompetitif yang bisa dijadikan sebagai sebuah strategi. Artikel ini memberikan penjelasan terkait lima kekuatan yang bisa memberikan pengaruh dalam strategi produk atau jasa apa pun dalam lingkungan pasar yang bersaing. Contohnya adalah daya tawar pembeli, ancaman pendatang baru, serta daya tarik yang dimiliki pemasok. 

Dengan mengetahuinya, hal ini bisa menjadi salah satu konsep yang penting dalam pengembangan sebuah bisnis. Contohnya adalah pada industri pemasaran digital yang persaingan terhadap pesaing yang keluar dan ancaman dari pendatang baru menjadi faktor utamanya. Jadi, pemimpin diharuskan untuk mempelajari perubahannya supaya bisa terus sesuai dengan perubahan.

2. Pandangan ke depan (Vision)

contoh vuca
Unsplash

Seorang pemimpin tidak akan diam saja jika menghadapi suatu perubahan yang dinilai drastis seperti VUCA. Mereka akan memberikan berbagai perubahan dalam strategi supaya perusahaan tetap stabil. Ketika masa perubahan itu terjadi, maka seorang pemimpin akan berusaha untuk berpegang teguh terhadap nilai serta tujuan yang ingin dicapai. 

Tujuan yang patut dipertahankan sama dengan yang ditulis dalam sebuah artikel yang dipublikasikan oleh Harvard Business Review 1996 berjudul  Building Your Company’s Vision yang ditulis Jim Collins dan Jerry I. Porras. Artikel tersebut menjelaskan bahwa visi terdiri dari dua elemen utama dan dua sub-elemen, yaitu ideologi inti yang terdiri dari nilai-nilai inti serta tujuan inti serta masa depan yang diprediksi yang dapat dijelaskan sebaik mungkin. 

Contoh perusahaan yang berhasil menghadapi VUCA

perusahaan vuca
Unsplash

Telah diketahui bahwa VUCA adalah kepanjangan dari Volatility (volatilitas), Uncertainty (ketidakpastian), Complexity (kompleksitas), dan Ambiguity (ambiguitas). Setelah mengetahui penjelasannya, selanjutnya adalah memahami beberapa contoh perusahaan yang berhasil menghadapi situasi ini.

Tentunya, hal ini penting dilakukan. Karena jika tidak, pasti bisa menyebabkan kemunduran secara terus menerus. Kemungkinannya kecil untuk bisa memenangkan konsumen. Contoh sederhananya adalah pada perusahaan di industri televisi. Jumlah penonton pada saat ini tentunya mengalami penurunan akibat adanya berbagai online platform. Akan tetapi, terdapat beberapa perusahaan yang sudah berhasil menghadapinya seperti berikut ini:

BACA JUGA: Apa itu Leadership? Ini Pengertian, Peran, Jenis, & Contohnya

1. PT Kereta Api Indonesia 

PT KAI
Kompas

PT Kereta Api Indonesia (KAI) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bisa mengidentifikasi VUCA dan membaca kebutuhan konsumennya. Perusahaan ini mulai meningkatkan pelayanannya seiring dengan adanya perubahan sistem. Dulu, calon penumpang harus mengantre di loket tiket. Saat ini, pelayanannya semakin mudah hanya dengan menggunakan kartu langganan saja. Tentunya, hal ini bisa digunakan untuk mengurangi jumlah kolom pada loket tiket.

2. GOJEK 

GOJEK 
CNN Indonesia

Gojek merupakan salah satu perusahaan rintisan yang bisa menangani VUCA dengan baik. Seperti yang diketahui, ojek dikenal sebagai salah satu angkutan yang bisa menembus kemacetan. Dengan mengakses aplikasinya, maka bisa dengan mudah menghubungkan antara konsumen dan pengemudinya. Tak hanya bisa digunakan untuk mendapatkan kemudahan transportasi, aplikasi ini juga dilengkapi dengan layanan pesan antar makanan dan minuman. Hasilnya, GOJEK berhasil mendapatkan predikat Decacorn.

Seiring dengan perkembangan zaman, tentu saja perubahan pasti terjadi. Perubahan tersebut akan membuat seseorang mau tidak mau harus beradaptasi. Akan tetapi, dalam dunia VUCA tidak semuanya memiliki kejelasan arah dalam pengambilannya. Perusahaan akan semakin sulit untuk menghadapi lingkungan yang seperti ini. 

Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? Aplikasi Super solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar. Yuk, unduh aplikasinya di sini sekarang!

Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat Aplikasi Super. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah. Langsung restok isi tokomu di sini aja!