Kerajaan Tarumanegara adalah salah satu kerajaan yang memiliki corak Hindu terbesar di Nusantara. Kerajaan ini berdiri abad ke-4 sampai ke-7 Masehi. Letak Kerajaan Tarumanegara berada di tepi Sungai Citarum, Jawa Barat. Diperkiraan perkembangan kerajaan ini antara tahun 400 hingga 600 Masehi. Sedangkan sistem pemerintahan Kerajaan Tarumanegara adalah Monarki Absolute atau kekuasaan dan pemimpin tertinggi adalah kerajaan.

Ibukota Kerajaan Tarumanegara di Dayeuh Sundasembawa atau Jayagiri (sebutan Bekasi zaman dulu). Kerajaan ini memiliki pengaruh yang sangat kuat dari budaya Hindu India. Hal ini bisa diketahui dari kepercayaan yang dianut, huruf Pallawa yang tertulis di prasasti, dan bahasa Sansekerta. Lalu siapa pendiri kerajaan ini dan siapa saja raja-rajanya? Berikut penjelasannya selengkapnya.

BACA JUGA: Kerajaan Pajajaran: Sejarah, Raja, Kejayaan & Peninggalan

1. Pendiri

kompas.com

Pendiri kerajaan ini adalah Maharesi Jayasingawarman. Dia datang ke Nusantara dari India karena terjadi kekacauan dan penjajahan oleh pasukan Maharaja Samudragupta dari Kerajaan Magada. Puncak kejayaan kerajaan ini terjadi pada masa pemerintahan Raja Purnawarman. Dia berkuasa antara 395 sampai 434 Masehi.

-->

Di bawah kekuasaan Raja Purnawarman, rakyat merasa senang karena memiliki raja dan dipimpin secara bijaksana. Itulah kenapa Tarumanegara sampai berhasil menguasai 48 kerajaan daerah. Menurut sumber sejarah, kekuasaan kerajaan ini sendiri cukup luas dan hampir di seluruh Jawa Barat.

2. Sejarah

goodnewsfromindonesia.id

Untuk sejarah Kerajaan Tarumanegara bermula ketika Maharesi Jayasingawarman yang berasal dari Salankayana, India, datang ke Indonesia. Ketika itu dia diterima oleh Raja Dewawarman VIII di Kerajaan Salakanagara. Kemudian berlanjut Maharesi Jayasingawarman dinikahkan dengan salah satu putri Raja Dewawarman VIII.

Setelah pernikahannya itu, Jayasingawarman lalu membuka sebuah wilayah (sekarang diperkirakan berada di sekitar Bekasi) dan mendirikan Kerajaan Taruma pada 358 Masehi. Raja Jayasingawarman sendiri berkuasa selama 24 tahun lamanya, dari 358 sampai 382 Masehi. Ketika Jayasingawarman meninggal, pemerintahannya pun diteruskan oleh Dharmayawarman.

BACA JUGA: Sejarah Bedirinya Kerajaan Majapahit Hingga Keruntuhannya

3. Raja-raja Kerajaan Tarumanegara

okezone.com

Nama raja Kerajaan Tarumanegara sendiri cukup banyak dan mereka sempat memiliki masa kekuasaannya masing-masing. Setidaknya ada 12 raja yang sempat memerintah kerajaan. Berikut di antaranya:

  • Jayasingawarman (358 sampai 382 Masehi)
  • Dharmayawarman (382 sampai 395 Masehi)
  • Purnawarman (395 sampai 434 Masehi)
  • Wisnuwarman (434 sampai 455 Masehi)
  • Indrawarman (455 sampai 515 Masehi)
  • Candrawarman (515 sampai 535 Masehi)
  • Suryawarman (535 sampai 561 Masehi)
  • Kertawarman (561 sampai 628 Masehi)
  • Sudhawarman (628 sampai 639 Masehi)
  • Hariwangsawarman (639 sampai 640 Masehi)
  • Nagajayawarman (640 sampai 666 Masehi)
  • Linggawarman (666 sampai 669 Masehi)

4. Puncak kejayaan Kerajaan Tarumanegara

dosenpendidikan.co.id

Puncak kejayaan Kerajaan Tarumanegara adalah pada masa pemerintahan Maharaja Purnawarman. Dia merupakan raja ketiga yang menganut agama Hindu, aliran Vaisnawa. Pada 397 Masehi, Purnawarman membangun sebuah ibu kota kerajaan yang lokasinya berada di dekat pantai. Kemudian kota itu diberi nama Sundapura, yang menjadi cikal-bakal kata “Sunda” sekarang.

Purnawarman dikenal sebagai raja yang gagah berani, sangat memerhatikan rakyatnya, dan sangat bijaksana. Kemudian pada masa pemerintahannya, dia melakukan penggalian Sungai Gomati sepanjang 12 km. Hal ini dilakukan untuk menghindari bencana alam seperti banjir ataupun kekeringan yang di musim kemarau.

Itulah kenapa perekonomian Tarumanegara saat itu sangat maju dan makmur. Bahkan, Purnawarman sempat memberi sebuah sedekah sebanyak 1.000 ekor sapi kepada Brahmana. Masyarakatnya kala itu hidup dengan bertani.

Kemudian sistem pemerintahan Tarumanegara sudah diatur sedemikian rupa. Di bawah kekuasaan Purnawarman, setidaknya terdapat 48 kerajaan daerah yang berhasil ia kuasai. Wilayah itu di antaranya Jakarta, Bogor, Cirebon, Banten, dan hampir seluruh wilayah Jawa Barat.

Tak sampai di situ, ternyata kerajaan ini juga menjalin hubungan diplomatik dengan Cina, artinya terjadi hubungan perdagangan dan pelayaran antara Tarumanegara dan Cina.

BACA JUGA: Kerajaan Kutai: Sejarah, Raja, Masa Kejayaan & Peninggalan

5. Keruntuhan Kerajaan Tarumanegara

moondoggiesmusic.com

Ketika Raja Linggawarman berkuasa selama tiga tahun dan wafat pada 669 masehi, tahta kerajaan jatuh ke tangan menantunya, Tarusbawa. Nah, masa pergantian kekuasaan ini menjadi tanda masa keruntuhan Kerajaan Tarumanegara. Sebab, Tarusbawa diketahui lebih ingin untuk kembali ke kerajaannya sendiri, yaitu Sunda.

Sunda sendiri sebelumnya juga berada di bawah kekuasaan Tarumanegara. Karena pengalihan kekuasaan ke Kerajaan Sunda ini, Kerajaan Galuh tidak sepakat dan memilih untuk memisahkan diri.

Alhasil, akibat dari hal itu wilayah bekas Tarumanegara terbagi menjadi dua, yaitu Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh dengan Sungai Citarum sebagai pembatasnya. Sejak saat itulah kerajaan ini mulai runtuh secara perlahan.

BACA JUGA: Kerajaan Sriwijaya: Sejarah, Raja, Masa Kejayaan & Keruntuhan

6. Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

suara.com

Peninggalan Kerajaan Tarumanegara ternyata cukup beragam. Mulai dari prasasti, arca sampai naskah yang berhasil ditemukan di beberapa lokasi. Berikut ini beberapa peninggalannya:

Prasasti

Untuk prasasti setidaknya ada tujuh buah yang sekaligus menjadi bukti keberadaan Kerajaan Tarumanegara. Prasasti itu ditemukan di Jakarta (satu buah), Bogor (lima buah), dan Lebak Banten (satu buah). Berikut di antaranya:

Prasasti Jambu atau Koleangkak

Prasasti Ciaruteun atau Ciampea

Prasasti Tugu

Prasasti Kebon Kopi

Prasasti Muara Cianten

Prasasti Pasir Awi

Prasasti Cidanghiang atau Lebak

Arca:

Arca Rajarsi

Arca Wisnu Cibuaya I

Arca Wisnu Cibuaya II

Karya sastra

Naskah Wangsekerta

Itulah tadi sejarah tentang Kerajaan Tarumanegara, mulai dari masa kejayaan sampai runtuhnya. Semoga informasi ini bisa menambah wawasan Sedulur tentang sejarah, ya.

Sedulur yang membutuhkan sembako, bisa membeli di Aplikasi Super lho! Sedulur akan mendapatkan harga yang lebih murah dan kemudahan belanja hanya lewat ponsel. Yuk unduh aplikasinya di sini sekarang.