Kisah Romantis 9 Istri Soekarno Bapak Proklamator Indonesia

Di luar karir politiknya yang cemerlang, Soekarno menyimpan kisah hidup yang tak kalah dramatis. Ia dikabarkan memiliki pasangan lebih dari satu. Istri Soekarno ada berapa? Siapa saja mereka? Yuk simak!

Siapa sih yang tak kenal dengan Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia? Sosok Soekarno merupakan salah satu yang paling berpengaruh di Indonesia. Bahkan hingga saat ini, Soekarno akan selalu dikenang dengan harum jasanya bagi Indonesia. Kisah hidupnya sebagai pahlawan Indonesia begitu lekat di benak masyarakat Indonesia. Akan tetapi, bagaimana dengan kehidupan pribadinya?

Kehidupan Soekarno sebagai  bapak proklamator Indonesia, dapat membuat siapapun menggelengkan kepala. Ya, diketahui hingga akhir hayatnya, jumlah Istri Soekarno mencapai 9 orang.  Mungkin sudah banyak yang tahu jika Soekarno merupakan pria romantis yang mampu memikat 9 wanita yang pada akhirnya ada yang menjadi istrinya. Tapi tahukah Sedulur siapa saja istri Soekarno yang cukup fenomenal itu? Kali ini, yuk kita bahas 9 wanita spesial yang pernah menjadi istri Presiden pertama RI ini!

Wajah 9 Istri Soekarno yang Memesona dan Kisah Romantisnya

1. Siti Oetari

istri soekarno
boombastis

Putri sulung dari HOS Tjokroaminoto, Siti Oetari, merupakan istri pertama Soekarno dan menikahinya pada 1921 pada usia 21 tahun. Sedang Oetari berumur 16 tahun. Saat itu, Oetari belum lama ditinggal mati ibunya. Pernikahan ini namun tidak berdasarkan cinta. Menurut Soekarno, pernikahannya dengan Siti Oetari ini adalah untuk meringankan beban Hos Tjokroaminoto yang menjadi idola Soekarno saat itu.

Pernikahan ini pun tidak dilakukan dengan dasar cinta. Baik Soekarno maupun Siti Oetari hanya menganggap satu sama lain sebagai saudara, dan tidak lebih. Pernikahan ini pun berakhir dengan perceraian saat Soekarno berkuliah di Bandung. Soekarno klaim bahwa dirinya tak pernah ‘menyentuh’ Oetari layaknya suami istri.

2. Inggit Ganarsih

istri soekarno
The Asian Parent

adalah istri kedua Bung Karno. Sukarno dan Inggit bertemu di kota Bandung. Sukarno pindah ke Bandung untuk berkuliah di Technische Hoogeschool te Bandoeng (kini Institut Teknologi Bandung/ITB) tahun 1921. Kala itu, Inggit merupakan ‘ibu kos’ dari Soekarno dan usianya juga lebih tua 13 tahun. Saat keduanya bertemu, Inggit Ganarsih masih menyandang status sebagai istri orang (H Sanusi, politisi Sarekat Islam). Begitu pula Soekarno yang juga masih menjadi suami dari Oetari.

Di rumah kos di Bandung milik Inggit cinta bersemi. Mereka memutuskan menikah pada 24 Maret 1923. Pernikahan ini berlangsung selama 20 tahun lamanya. Selama itu pula, Inggit Ganarsih menjadi Istri Soekarno yang paling setia menemani perjuangannya. Mereka bercerai di tahun 1943 karena Inggit tidak mau dimadu dan mereka tidak dikaruniai anak. Perceraian ini sedianya memiliki perjanjian yakni Soekarno akan menafkahi Inggit seumur hidup. Akan tetapi Inggit sendiri tidak pernah menagih janji tersebut.

3. Fatmawati

istri soekarno
99.co

Istri ketiga adalah Fatmawati. Setelah bercerai dengan Inggit Ganarsih pada tahun 1943, Soekarno menikahi Fatmawati yang merupakan anak angkatnya di Bengkulu. Mereka menikah saat Soekarno sudah berusia 42 tahun, sedangkan Fatmawati masih 20 tahun. Fakta ini menobatkan Fatmawati sebagai istri Soekarno yang paling muda. Perbedaan usia yang jauh ini tak menghalangi cinta mereka untuk bersemi.

Fatmawati juga merupakan Istri Ir soekarno yang paling terkenal, karena berjasa menjahit bendera merah putih yang dikibarkan saat kemerdekaan Indonesia. Pernikahan Soekarno dari Fatmawati memiliki keturunan, lima anak. Mereka adalah Guntur Soekarnoputra, Megawati, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri dan Guruh Soekarnoputra.

4. Hartini

istri soekarno
boombastis

Hartini masuk sebagai istri keempat yang dinikahi soekarno. Mereka bertemu ketika di Candi Prambanan. Mereka menikah pada tahun 1953. Hartini saat itu berumur 29 tahun dan berstatus janda dengan lima anak.

Dari pernikahan dengan Hartini, Soekarno Hartini dapat dua anak, yaitu Taufan Soekarnoputra dan Bayu Soekarno Putra. Hartini, wanita asal Ponorogo kelahiran tahun 1924 ini bertemu pertama dengan Bung Karno tahun 1952 di kota tempat tinggalnya, Salatiga, Jawa Tengah. Hartini merupakan istri Ir soekarno yang menemani sosok proklamator tersebut hingga ajal menjemput.

5. Haryati

Haryati istri Soekarno
viva

Bung Karno lalu menikah dengan Haryati di Jakarta . Haryati adalah penari yang juga merupakan staf Sekretariat Negara Bidang Kesenian itu. Sukarno lantas menikahinya gadis berusia 23 tahun itu pada 21 Mei 1963 dengan hajatan sederhana. Saat itu, Soekarno berpendapat bahwa pernikahan mereka berdua sebaiknya tak diumumkan secara luas karena beberapa pertimbangan.

Mereka menikah secara diam-diam dan usia pernikahannya pun tak berlangsung lama. Pernikahan Soekarno dengan Haryati hanya berlangsung selama 3 tahun. Mereka memutuskan berpisah di tahun 1966 dan tidak memiliki anak sepanjang masa pernikahannya. Dalam surat perceraiannya, dikabarkan Soekarno menuliskan bahwa perpisahan ini dilakukan karena adanya ketidakcocokan antara mereka berdua.

6. Ratnasari Dewi

istri soekarno
diadona

Berikutnya adalah Ratnasari Dewi, istri Soekarno yang masih hidup hingga saat ini. Perempuan cantik satu ini merupakan WNA Jepang dengan nama asli Naoko Nemoto yang ditemui Soekarno di Hotel Imperial Tokyo. Perkenalan mereka dimulai dari pengusaha-pengusaha Jepang yang membawa Naoko Nemoto dalam pertemuan dengan Soekarno. Pertemuan pertama tersebut membawa kesan sangat dalam. Tidak lama kemudian, Bung Karno mengundang Naoko ke Jakarta, untuk bertamasya selama dua minggu.

Kunjungan tersebut diakhiri dengan perkawinan pada awal Maret 1962, setelah Naoko Nemoto pindah agama. Bung Karno memilihkan nama , Ratnasari Dewi. Sayangnya, pernikahan ini berbuah kemalangan bagi Ratnasari Dewi. Ibunya meninggal karena kaget saat mendengar anaknya dinikahi oleh orang asing. Kakak Ratnasari pun melakukan bunuh diri 26 jam menyusul kematian ibunya. Belum lagi, pernikahan tersebut harus disembunyikan karena menikahi orang asing akan membawa sentimen buruk bagi Soekarno.

7. Kartini Manopo

grid

Kartini Manoppo (19 Maret 1931 – 14 April 1990) adalah istri kedelapan Soekarno, presiden pertama Republik Indonesia. Kartini merupakan wanita asal Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Dia terlahir dari keluarga terhormat. Pernikahan ini berlangsung secara siri karena keluarga Kartini Manoppo tidak memberikan restu. Kartini yang berasal dari keluarga terpandang, tak boleh menikah sebagai istri kelima. Meskipun istri kelima dari seorang Presiden sekalipun.

Pasca tragedi 1965, Kartini yang sedang hamil diminta oleh Soekarno menyelamatkan diri ke Eropa. Ia pun menetap di Nurnberg, Jerman, dan melahirkan seorang anak. Dua tahun setelah kelahiran buah hati mereka, Soekarno dan Kartini pun memutuskan berpisah. 

8. Yurike Sanger

istri soekarno
Grid

Yurike Sanger adalah istri ketujuh Bung Karno. Pertama kali Presiden Soekarno bertemu dengan Yurike Sanger pada tahun 1963. Kala itu Yurike masih yang masih berstatus pelajar menjadi salah satu anggota Barisan Bhinneka Tunggal Ika pada acara kenegaraan. Soekarno yang terpesona akan kecantikan Yurike pun memutuskan menikahinya secara resmi pada tahun `1964.

Manis kisah cinta mereka namun sangat singkat. Pasalnya, setelah tragedi 1965 Soekarno diasingkan dan sulit untuk bertemu dengan Yurike. Terlebih setelah Soekarno sakit-sakitan, Yurike pun semakin sulit untuk bertemu. Hingga akhirnya Bung Karno meminta untuk bercerai demi masa depan Yurike sendiri. Mereka resmi bercerai pada tahun 1967 secara baik-baik.

9. Heldy Djafar

oposisicerdas

Heldy Djafar adalah istri kesembilan Soekarnopresiden pertama Republik Indonesia. Heldy Djafar lahir dari pasangan H Djafar dan Hj Hamiah. Ia bungsu dari sembilan bersaudara. Ia menikah dengan Soekarno pada tahun 1966. Kala itu Soekarno berusia 65 tahun sementara Heldy Djafar berusia 18 tahun. Saksinya Ketua DPA Idham Chalid dan Menteri Agama Saifuddin Zuhri.

Pernikahan keduanya hanya bertahan dua tahun. Kala itu situasi politik sudah semakin tidak menentu. Komunikasi tak berjalan lancar setelah Soekarno menjadi tahanan di Wisma Yaso, Jalan Gatot Subroto. Heldy sempat mengucap ingin berpisah karena kondisi yang sulit tersebut. Namun Soekarno menolak dan ingin tetap mempertahankan mahligai cinta mereka. Namun kian hari hubungan mereka pun kian renggang, hingga akhirnya Heldy menerima pinangan lelaki lain pada tahun 1968.

Itulah kisah romantis Soekarno dengan perempuan-perempuan di hidupnya. Beberapa berusia sangat singkat, sedang beberapa lainnya bisa mencapai usia pernikahan hingga puluhan tahun. Meski begitu, rasa cinta Soekarno akan istri-istrinya tak pernah mengalahkan rasa cinta beliau pada bangsanya. Bahkan istri beliau pun mengakui bahwa Soekarno akan mengorbankan apa saja demi bangsa Indonesia.