{"id":99481,"date":"2023-05-16T11:00:35","date_gmt":"2023-05-16T04:00:35","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=99481"},"modified":"2023-05-16T10:24:54","modified_gmt":"2023-05-16T03:24:54","slug":"bata-merah-vs-hebel-12-5-23-azm","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/bata-merah-vs-hebel-12-5-23-azm\/","title":{"rendered":"Lebih Kuat Mana Bata Merah vs Hebel? Ini Perbandingan Lengkapnya!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Bagi Sedulur yang tengah membangun rumah atau renovasi rumah, ada dua pilihan material yang bisa digunakan yaitu bata merah dan hebel. Mungkin Sedulur masih bingung, lebih baik mana bata merah vs hebel. Khususnya dalam aspek kekuatan dan ketahanan material untuk jangka waktu lama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Supaya Sedulur tidak bingung. Dalam kesempatan kali ini, kita akan bahas lengkap terkait keunggulan antara bata merah vs hebel dalam kebutuhan material bangunan. Jadi Sedulur bisa membuat pertimbangan yang tepat saat merenovasi rumah. <\/span><span style=\"color: #000000;\">Tanpa berlama-lama, yuk mari langsung kita simak penjelasan terkait bata merah vs hebel di bawah ini!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/model-meja-dapur-minimalis-terbaru-4-5-23-azm\/\">12 Desain Meja Dapur Minimalis yang Bisa Ditiru di Rumah<\/a> <\/strong><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Bata merah<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_99492\" aria-describedby=\"caption-attachment-99492\" style=\"width: 1490px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-99492\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Architizer.webp\" alt=\"\" width=\"1500\" height=\"1000\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Architizer.webp 1500w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Architizer-768x512.webp 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Architizer-390x260.webp 390w\" sizes=\"(max-width: 1500px) 100vw, 1500px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-99492\" class=\"wp-caption-text\">Architizer<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk membukan pembahasan terkait perbandingan bata merah vs hebel, kita mulai dengan bata merah terlebih dahulu. Bata merah merupakan jenis bata yang paling sering dan umum digunakan untuk membangun rumah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bata merah sendiri dibuat dari tanah liat yang dicetak persegi kemudian dibakar. Karakter utama bata merah adalah tahan panas, tak mudah retak atau pecah, bisa menahan rembesan air, dan lainnya. Bata merah juga merupakan material yang ramah di lingkungan karena terbuat dari bahan daur ulang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Adapun kelebihan dari bata marah sendiri adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Hanya memerlukan bahan perekat yang simpel, seperti pasir dan semen instan, sehingga bisa menghemat pengeluaran konstruksi<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mudah diangkut atau dianggap lebih portabel karena ukurannya kecil<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Proses pemasangannya tidak perlu tukang khusus karena jasa kontraktor umum juga sudah memadai untuk menyusun bata merah dengan baik<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Ukurannya relatif kecil<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Banyak tersedia di toko bangunan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Memiliki ketahanan panas yang baik<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mudah rekat, cukup menggunakan campuran semen dan pasir biasa<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sementara itu, kekurangan dari bata merah adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Suhu ruangan tidak stabil karena mudah menyerap panas dan dingin<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Membangun dinding bata merah memerlukan material perekat yang banyak sehingga membuat pengeluaran lebih boros<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Dalam pemasangannya, bata merah terlihat sulit tertata rapi sehingga memakan waktu lebih lama dalam pengerjaan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Cukup berat, membuat beban lebih pada struktur bangunan rumah<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Batu bata lebih lama dalam proses pemasangannya<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tidak hanya mudah menyerap panas saat musim panas, batu bata merah juga dikenal mudah menyerap dingin saat musim dingin<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Bata hebel<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/media.istockphoto.com\/id\/1487658177\/id\/foto\/latar-belakang-pola-bentuk-tekstur-dinding-atau-tembok-yang-terbuat-dari-bahan-bata-ringan.jpg?s=612x612&amp;w=0&amp;k=20&amp;c=Zoa-u1Iy4CJn5MTyTJqC4R8vD8zElvXMf_LLcIZbChU=\" alt=\"bata merah vs hebel\" width=\"612\" height=\"407\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">iStock<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bata hebel atau hebel merupakan salah satu material baru yang kini banyak digunakan. Karena hebel memiliki bobot yang ringan dibandingkan dengan batu bata merah. Hebel bisa jadi sangat ringan karena terbuat dari pasir, semen, busa kimia, gypsum, kapur, pasta aluminium, dan air.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Meski bobotnya ringan, kekuatan bata hebel setara dengan bata merah. Tidak seperti bata merah, untuk merekatkan hebel dibutuhkan perekat khusus. Adapun kelebihan dari hebel yaitu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tahan terhadap api<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Lebih kedap suara<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Hemat penggunaan perekat<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mudah dipasang, dibor, dan dipotong<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Proses pemasangan lebih cepat dan mudah<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Beratnya sangat ringan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Memiliki ukuran yang seragam sehingga membuat dinding terlihat lebih rapi<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Ketahanannya cukup baik<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kedap air, sehingga dapat menjaga dinding dari rembesan air<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sementara itu, kekurangan dari hebel sendiri adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sulit menggunakan perekat biasa karena harus menggunakan perekat khusus<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pemasangannya harus dilakukan oleh tukang yang berpengalaman<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pembelian bata harus dalam jumlah yang banyak<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sulit dikeringkan jika terkena air<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Memiliki ukuran yang besar sehingga dapat menyisakan bata yang terbuang<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/cara-plester-dinding-rumah-8-5-23-azm\/\">Simak 10 Cara Plester Dinding Rumah yang Benar Agar Tembok Mulus!<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Perbedaan antara bata merah vs hebel<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/media.istockphoto.com\/id\/474592866\/id\/foto\/rumah-dalam-konstruksi.jpg?s=612x612&amp;w=0&amp;k=20&amp;c=ZSPdAv4pAZ0MqiMiFCe7ZD67inLM3NEYT3wqDx5fbzE=\" alt=\"\" width=\"612\" height=\"408\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">iStock<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk mengetahui perbandingan dari bata merah vs hebel, tentu penting untuk mengetahui perbedaan-perbedaan mendasar dari kedua jenis material ini. Berikut ini adalah penjelasan utama terkait perbedaan mendasarnya, yaitu:<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Bahan utama pembuatan<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_99496\" aria-describedby=\"caption-attachment-99496\" style=\"width: 1430px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-99496\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Pinterest-1-2.webp\" alt=\"\" width=\"1440\" height=\"810\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Pinterest-1-2.webp 1440w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Pinterest-1-2-720x405.webp 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Pinterest-1-2-800x450.webp 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Pinterest-1-2-444x250.webp 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Pinterest-1-2-768x432.webp 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Pinterest-1-2-600x337.webp 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Pinterest-1-2-285x160.webp 285w\" sizes=\"(max-width: 1440px) 100vw, 1440px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-99496\" class=\"wp-caption-text\">Pinterest<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Perbedaan pertama yaitu terletak dari bahan pembuatannya. ata merah diproduksi dari tanah liat dengan proses pencetakan yang kemudian dibakar pada suhu tinggi hingga mengering dan mengeras. Sementara itu, bata hebel yang terdiri dari dua jenis, yakni Autoclaved Aerated Concrete (AAC) dan Cellular Lightweight Concrete (CLC) menggunakan bahan utama yang sedikit lebih kompleks dibandingkan material bata merah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk bata hebel AAC, proses produksi yang dilakukan menggunakan bahan utama berupa semen, pasir kwarsa, kapur, gypsum, air, dan pasta alumunium. Sementara, untuk bata hebel CLC dibuat menggunakan bahan utama seperti pasir, semen, air, dan busa.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Kekuatan bata merah dan hebel<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_99498\" aria-describedby=\"caption-attachment-99498\" style=\"width: 1270px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-99498\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Pinterest-20.jpg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"678\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Pinterest-20.jpg 1280w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Pinterest-20-768x407.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-99498\" class=\"wp-caption-text\">Pinterest<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam proses produksinya, bata hebel menggunakan bahan pengikat berupa semen yang memiliki kekuatan lebih tinggi ketimbang tanah liat pada bata merah. Alhasil, kekuatan bata hebel jauh lebih unggul.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Terlebih lagi, material bata hebel ini pun menggunakan campuran bahan yang sama seperti bahan pembuatan beton sehingga memenuhi standar untuk pembuatan bangunan tahan gempa. Pada sejumlah tes yang dilakukan, material bata merah pun hanya memiliki kemampuan untuk menahan beban sekitar 25 kilogram per sentimeter persegi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sementara, bata hebel dapat menahan beban mencapai 40 kg per sentimeter persegi. Dengan demikian, hal ini menunjukkan bahwa bata hebel memiliki kekuatan dua kali lebih baik ketimbang bata merah.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Harga bata merah dan hebel<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_99497\" aria-describedby=\"caption-attachment-99497\" style=\"width: 2490px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-99497\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Coldwells.webp\" alt=\"\" width=\"2500\" height=\"1667\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Coldwells.webp 2500w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Coldwells-768x512.webp 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Coldwells-1536x1024.webp 1536w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Coldwells-2048x1366.webp 2048w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Coldwells-390x260.webp 390w\" sizes=\"(max-width: 2500px) 100vw, 2500px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-99497\" class=\"wp-caption-text\">Coldwells<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bata merah dan hebel sangat mudah ditemukan di toko material. Bata merah memiliki harga yang cukup terjangkau dan cocok digunakan untuk Sedulur yang memiliki anggaran terbatas dalam pembangunan rumah atau renovasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Beda halnya jika Sedulur memilii cukup keluluasan anggaran yang dapat membeli bata hebel sebagai material bangunan. Ditambah lagi ketersediaan bata hebel yang masih cukup jarang ketimbang bata merah. Wajar jika harga dari bata hebel lebih mahal dari bata merah.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>4. Bobot bata merah dan bata hebel<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_99494\" aria-describedby=\"caption-attachment-99494\" style=\"width: 1270px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-99494\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Pinterest-3-3.webp\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"720\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Pinterest-3-3.webp 1280w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Pinterest-3-3-720x405.webp 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Pinterest-3-3-800x450.webp 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Pinterest-3-3-444x250.webp 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Pinterest-3-3-768x432.webp 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Pinterest-3-3-600x337.webp 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Pinterest-3-3-285x160.webp 285w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-99494\" class=\"wp-caption-text\">Pinterest<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Perbedaan terakhir yaitu terletak dari bobotnya, atau berat kedua bahan material ini. Meskipun memiliki dimensi fisik lebih kecil, tapi bata merah memiliki bobot yang tergolong berat sehingga memengaruhi durasi waktu pengangkutan, pemasangan, serta dapat membebani struktur penopangnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sementara itu, bata hebel memiliki karakter berbeda, di mana ukurannya yang ringan tak hanya mempermudah proses pengangkutan, tapi juga membuat durasi pemasangan lebih cepat, aman, dan dapat menopang struktur secara lebih prima.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">JIka disimak dari ulasan di atas, tentu penggunaan bata hebel lebih baik. Hal tersebut disebabkan karena lebih banyak keunggulan dari bata hebel itu sendiri. Namun hal ini bukan berarti bata merah tidak baik untuk digunakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam membangun atau merenovasi rumah, kebutuhan material biasanya ditentukan dari keinginan pemilik rumah dan tujuan membangun rumah. Maka segala prioritas perlu ditentukan agar dapat bisa mengukur penggunaan bahan material yang sesuai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Nah itulah penjelasan lengkap terkait bata merah vs hebel, melalui penjelasan di atas Sedulur kini sudah tahu kelebihan dan kekurangan dari kedua bahan material di atas. Kembali lagi kepada pertimbangan dasar dan kebutuhan yang menjadi prioritas Sedulur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada dasaranya bata merah dan hebel merupakan bahan material yang sama-sama kuat serta juga sama-sama memiliki kekurangan. Maka dari itu, pertimbangan kebutuhan dan prioritas Sedulur menjadi penentu untuk memilih bahan material yang mana.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":13,"featured_media":99499,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1856],"tags":[14123,1394,13799],"class_list":["post-99481","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tips","tag-bata-merah-vs-hebel","tag-renovasi-rumah","tag-tips-rumah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Lebih Kuat Mana Bata Merah vs Hebel? Ini Perbandingan Lengkapnya!<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kalian masih bingung mana yang paling bagus antara kekuatan bata merah vs hebel? Cari tahu perbandingan lengkapnya pada artikel ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/bata-merah-vs-hebel-12-5-23-azm\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Lebih Kuat Mana Bata Merah vs Hebel? Ini Perbandingan Lengkapnya!\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kalian masih bingung mana yang paling bagus antara kekuatan bata merah vs hebel? Cari tahu perbandingan lengkapnya pada artikel ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/bata-merah-vs-hebel-12-5-23-azm\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-05-16T04:00:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-05-16T03:24:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/02-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"850\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"450\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Azmil R. Noel Hakim\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Azmil R. Noel Hakim\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/bata-merah-vs-hebel-12-5-23-azm\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/02-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/02-1.jpg\",\"width\":850,\"height\":450,\"caption\":\"bata merah vs hebel\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/bata-merah-vs-hebel-12-5-23-azm\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/bata-merah-vs-hebel-12-5-23-azm\/\",\"name\":\"Lebih Kuat Mana Bata Merah vs Hebel? Ini Perbandingan Lengkapnya!\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/bata-merah-vs-hebel-12-5-23-azm\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2023-05-16T04:00:35+00:00\",\"dateModified\":\"2023-05-16T03:24:54+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62\"},\"description\":\"Kalian masih bingung mana yang paling bagus antara kekuatan bata merah vs hebel? Cari tahu perbandingan lengkapnya pada artikel ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/bata-merah-vs-hebel-12-5-23-azm\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/bata-merah-vs-hebel-12-5-23-azm\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/bata-merah-vs-hebel-12-5-23-azm\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Lebih Kuat Mana Bata Merah vs Hebel? Ini Perbandingan Lengkapnya!\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62\",\"name\":\"Azmil R. Noel Hakim\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Azmil R. Noel Hakim\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Lebih Kuat Mana Bata Merah vs Hebel? Ini Perbandingan Lengkapnya!","description":"Kalian masih bingung mana yang paling bagus antara kekuatan bata merah vs hebel? Cari tahu perbandingan lengkapnya pada artikel ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/bata-merah-vs-hebel-12-5-23-azm\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Lebih Kuat Mana Bata Merah vs Hebel? Ini Perbandingan Lengkapnya!","og_description":"Kalian masih bingung mana yang paling bagus antara kekuatan bata merah vs hebel? Cari tahu perbandingan lengkapnya pada artikel ini!","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/bata-merah-vs-hebel-12-5-23-azm\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2023-05-16T04:00:35+00:00","article_modified_time":"2023-05-16T03:24:54+00:00","og_image":[{"width":850,"height":450,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/02-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Azmil R. Noel Hakim","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Azmil R. Noel Hakim","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/bata-merah-vs-hebel-12-5-23-azm\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/02-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/02-1.jpg","width":850,"height":450,"caption":"bata merah vs hebel"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/bata-merah-vs-hebel-12-5-23-azm\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/bata-merah-vs-hebel-12-5-23-azm\/","name":"Lebih Kuat Mana Bata Merah vs Hebel? Ini Perbandingan Lengkapnya!","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/bata-merah-vs-hebel-12-5-23-azm\/#primaryimage"},"datePublished":"2023-05-16T04:00:35+00:00","dateModified":"2023-05-16T03:24:54+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62"},"description":"Kalian masih bingung mana yang paling bagus antara kekuatan bata merah vs hebel? Cari tahu perbandingan lengkapnya pada artikel ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/bata-merah-vs-hebel-12-5-23-azm\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/bata-merah-vs-hebel-12-5-23-azm\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/bata-merah-vs-hebel-12-5-23-azm\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Lebih Kuat Mana Bata Merah vs Hebel? Ini Perbandingan Lengkapnya!"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62","name":"Azmil R. Noel Hakim","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g","caption":"Azmil R. Noel Hakim"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/99481"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=99481"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/99481\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":99500,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/99481\/revisions\/99500"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/99499"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=99481"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=99481"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=99481"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}