{"id":96326,"date":"2023-03-30T16:00:53","date_gmt":"2023-03-30T09:00:53","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=96326"},"modified":"2023-03-30T10:58:25","modified_gmt":"2023-03-30T03:58:25","slug":"cara-menyikapi-pubertas-27-3-23-why","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cara-menyikapi-pubertas-27-3-23-why\/","title":{"rendered":"8 Cara Menyikapi Masa Pubertas Pada Anak Remaja  \u00a0"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Masa pubertas akan dialami oleh setiap remaja yang beranjak dewasa. Biasanya anak-anak yang mengalami masa pubertas seringkali canggung dan merasa bingung. Untuk itu, orang tua harus mengetahui bagaimana cara menyikapi pubertas agar anak bisa melewati masa pubertas dengan baik dan tidak terjerumus pada hal yang buruk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Masa pubertas biasanya ditandai dengan adanya perubahan fisik pada tubuh anak. Untuk anak laki-laki masa pubertas biasanya terjadi di usia 10-14 tahun. Sedangkan untuk anak perempuan terjadi pada usia 12-16 tahun. Lantas bagaimana cara mengatasi masa pubertas pada anak-anak untuk para orang tua baru? Yuk simak penjelasannya di bawah ini!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA : <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/nama-laki-laki-malaysia-17-3-23-why\/\">120 Nama Bayi Malaysia yang Sangat Populer Beserta Artinya<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Pengertian pubertas<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_96328\" aria-describedby=\"caption-attachment-96328\" style=\"width: 1190px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-96328\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/ciri-ciri-masa-pubertas-perempuan-dan-laki-laki.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"675\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/ciri-ciri-masa-pubertas-perempuan-dan-laki-laki.jpg 1200w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/ciri-ciri-masa-pubertas-perempuan-dan-laki-laki-720x405.jpg 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/ciri-ciri-masa-pubertas-perempuan-dan-laki-laki-800x450.jpg 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/ciri-ciri-masa-pubertas-perempuan-dan-laki-laki-444x250.jpg 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/ciri-ciri-masa-pubertas-perempuan-dan-laki-laki-768x432.jpg 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/ciri-ciri-masa-pubertas-perempuan-dan-laki-laki-600x337.jpg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/ciri-ciri-masa-pubertas-perempuan-dan-laki-laki-285x160.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-96328\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">Gramedia<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebelum mempelajari cara menyikapi pubertas, alangkah baiknya Sedulur mengetahui pengertiannya terlebih dahulu.\u00a0<span style=\"font-weight: 400;\">Mengutip dari Sampoerna Academy, pubertas merupakan proses perubahan atau perkembangan seorang anak dari segi fisik menjadi dewasa secara seksual. Pubertas akan terjadi pada setiap remaja, baik laki-laki maupun perempuan. Akan tetapi waktu pubertas antara anak laki-laki dengan perempuan memiliki perbedaan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Secara umum, pubertas pada anak perempuan terjadi lebih cepat terjadi dibandingkan dengan laki-laki. Pubertas pada anak perempuan biasanya terjadi pada rentang usia 10-14 tahun. Sedangkan untuk anak laki-laki terjadi rentang usia 12-16 tahun. Namun memang seiring dengan berbeda-bedanya kondisi tubuh manusia, proses itu terjadinya bisa berbeda-beda waktunya.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Sesuai dengan pengertiannya, remaja yang sedang mengalami pubertas akan mengalami beberapa perubahan pada fisiknya. Hal tersebut disebabkan karena adanya pengaruh dari perubahan hormon ketika mengalami masa pubertas<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Ciri-ciri Pubertas<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_96329\" aria-describedby=\"caption-attachment-96329\" style=\"width: 740px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-96329\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/5e1545722e052.jpg\" alt=\"\" width=\"750\" height=\"500\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/5e1545722e052.jpg 750w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/5e1545722e052-390x260.jpg 390w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-96329\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">Kompas<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b><br \/>\n<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mengetahui pengertian pubertas, berikut beberapa ciri=ciri pubertasSecara umum masa pubertas berakhir menjelang usia 20 tahun. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Mengutip Tim Tunas Karya Guru dalam buku <em>Pasti Bisa Ilmu Pengetahuan Alam untuk SD\/MI Kelas VI<\/em>, berikut ciri-ciri pubertas untuk anak perempuan dan laki-laki:<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>A. Ciri-ciri pubertas pada anak perempuan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Perubahan atau ciri-ciri pubertas pada anak biasanya dibedakan menjadi dua jenis, yaitu ciri primer dan sekunder. Berikut ini penjelasannya:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong> 1. Ciri primer<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Ciri primer merupakan ciri utama yang terjadi pada remaja yang mengalami masa pubertas. Ciri utama masa pubertas pada anak perempuan ditandai dengan haid atau menstruasi pertama. Haid pertama yang dialami perempuan disebut menarkhe. Peristiwa ini menandakan bahwa organ kelamin perempuan, yaitu ovarium telah berfungsi menghasilkan sel telur (ovum).<span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><strong> 2. Ciri sekunder<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Ciri sekunder yaitu ciri perubahan fisik yang terjadi pada masa pubertas. Adapun perubahan fisik yang biasa terjadi pada masa pubertas anak perempuan di antaranya yaitu sebagai berikut.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tumbuh rambut halus di daerah tertentu, seperti ketiak dan sekitar alat kelamin.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Suara menjadi halus dan tinggi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Payudara dan pinggul membesar.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kulit bertambah halus.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Munculnya jerawat dan peningkatan produksi keringat.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong> B. Ciri-ciri pubertas pada anak laki-laki<\/strong><\/span><\/h2>\n<p>Sama dengan ciri pubertas pada perempuan, pada anak laki-laki juga dibedakan menjadi ciri primer dan sekunder sebagai berikut:<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Ciri primer<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Ciri primer atau ciri utama masa pubertas pada anak laki-laki ditandai dengan mimpi basah. Kejadian ini menunjukkan pematangan sel kelamin (sperma).<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><strong><br \/>\n2. Ciri sekunder<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Ciri sekunder atau perubahan fisik pada anak laki-laki selama masa pubertas, adalah sebagai berikut:<\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tumbuh rambut halus di tempat tertentu, seperti ketiak dan sekitar alat kelamin.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Suara makin membesar.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tumbuh jakun.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tumbuh kumis, jambang, dan janggut.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pundak dan dada semakin besar dan bidang.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Munculnya jerawat dan peningkatan produksi keringat.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA : <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/kereta-dorong-bayi-yang-bagus-9-3-23-why\/\">15 Rekomendasi Merk Kereta Dorong Bayi Paling Bagus!<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Cara menyikapi masa pubertas pada anak<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Beberapa anak menganggap masa pubertas merupakan masa yang cukup sulit untuk dilalui. Namun bagaimanapun, masa ini harus dijalani. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dan dilakukan dalam menyikapi masa pubertas pada anak di antaranya sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>1. Mengajarkan anak untuk merawat diri<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_96389\" aria-describedby=\"caption-attachment-96389\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-96389 size-full\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/istockphoto-1351018931-612x612-1.jpg\" alt=\"cara menyikapi pubertas\" width=\"612\" height=\"408\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/istockphoto-1351018931-612x612-1.jpg 612w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/istockphoto-1351018931-612x612-1-390x260.jpg 390w\" sizes=\"(max-width: 612px) 100vw, 612px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-96389\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">iStock<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Cara menyikapi pubertas pada anak yang pertama adalah orang tua harus mengajarkan anak untuk merawat diri. Hal ini karena biasanya remaja yang mengalami masa pubertas akan lebih banyak berkeringat sehingga sering menimbulkan bau badan. Jadi, mereka harus berhati-hati tentang kebersihan pribadi mereka sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Studi pada 2017 di Ethiopian Journal of Health Sciences menunjukkan, praktik kebersihan pribadi yang buruk menjadi faktor penyebab utama peningkatan penyakit menular di negara berkembang. Untuk itu, remaja yang sedang masa pubertas dianjurkan untuk selalu menjaga kebersihan tubuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Sedulur yang memiliki anak perempuan yang beranjak remaja, Sedulur harus mengajarkan cara menggunakan pembalut dengan benar. Beri tahu juga bahwa organ genital perlu dijaga kebersihannya, terutama saat menstruasi. Jangan biarkan celana dalam menjadi lembab, karena bisa memicu pertumbuhan jamur. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Pada remaja laki-laki, jelaskan bahwa tumbuhnya kumis dan jenggot merupakan bagian dari masa pubertas yang normal terjadi.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menjaga penampilan tetap rapi, Sedulur juga harus bisa memberi contoh cara bercukur yang benar. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Jika\u00a0 merasa tidak nyaman untuk mengajari keterampilan baru ini pada anak remaja, meminta bantuan pada kakak, sepupu, atau sahabat juga bisa jadi pilihan. Tak hanya itu, Sedulur <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">juga dapat mengarahkan mereka untuk mencari referensi di internet, soal cara bercukur, atau informasi lainnya.<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>2. Sikap atau perilaku pada masa pubertas<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_96390\" aria-describedby=\"caption-attachment-96390\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-96390 size-full\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/istockphoto-1333960534-612x612-1.jpg\" alt=\"cara menyikapi pubertas\" width=\"612\" height=\"408\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/istockphoto-1333960534-612x612-1.jpg 612w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/istockphoto-1333960534-612x612-1-390x260.jpg 390w\" sizes=\"(max-width: 612px) 100vw, 612px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-96390\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">iStock<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b><br \/>\n<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Masa pubertas biasanya juga disertai dengan perubahan sikap dan perilaku pada remaja. Perubahan sikap itu ada yang tidak baik bagi perkembangan remaja. Perubahan s<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ikap tersebut di antaranya adalah sebagai berikut.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ingin menyendiri<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bosan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tidak mau bekerja sama<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sering membantah atau menentang<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mudah marah atau tersinggung<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Hilangnya kepercayaan diri<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Senang menggoda teman yang berbeda jenis kelamin<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengurangi pengaruh sikap yang tidak baik tersebut, remaja tentunya perlu mengembangkan sikap positif. Beberapa hal yang dapat dilakukan di antaranya yaitu sebagai berikut.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><strong> a. Perbanyak bergaul dengan teman-teman yang baik<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Sikap ini akan menjauhkan remaja dari sikap bosan, ingin menyendiri, tidak mau bekerja sama, dan sikap tidak percaya diri.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><strong> b.<\/strong> <strong>Bersikap baik kepada orang tua, saudara, teman sebaya, dan teman yang lebih muda<\/strong><\/span><strong><br \/>\n<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Sikap yang ini akan menciptakan hubungan yang baik dengan orang-orang di sekeliling remaja yang sedang memasuki masa pubertas. Sikap ini juga dapat menjauhkan dari permusuhan dan pertentangan dengan orang lain.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><strong> c. Melakukan ajaran agama dengan baik<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Sikap selanjutnya yang perlu dilakukan adalah melakukan ajara agama dengan baik. Sikap ini akan menghindarkan pada remaja dari hal-hal negatif seperti pergaulan bebas dan penggunaan obat-obatan terlarang.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Mengatasi masalah jerawat<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_96399\" aria-describedby=\"caption-attachment-96399\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-96399\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/istockphoto-1061188712-612x612-1.jpg\" alt=\"\" width=\"612\" height=\"407\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/istockphoto-1061188712-612x612-1.jpg 612w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/istockphoto-1061188712-612x612-1-390x260.jpg 390w\" sizes=\"(max-width: 612px) 100vw, 612px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-96399\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">iStock<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selama masa pubertas, perubahan hormonal dapat menyebabkan munculnya jerawat pada remaja. Kulit remaja juga dapat menjadi kering dan juga berminyak. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengatasi hal tersebut, pastikan untuk mencuci muka 2 kali sehari dengan sabun pembersih yang lembut dan sesuai dengan jenis kulit ya. Sedulur juga perlu memberikan informasi pa<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">da remaja untuk tidak memencet atau mengorek jerawat, karena hal tersebut justru akan memperburuk masalah. J<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ika memiliki jerawat serius yang tidak kunjung sembuh, ajaklah remaja untuk menemui dokter kulit untuk melalukan konsultasi.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>4. Berikan edukasi tentang penyakit menular seksual<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_96331\" aria-describedby=\"caption-attachment-96331\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-96331 size-full\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/istockphoto-1425889778-612x612-1.jpg\" alt=\"cara menyikapi pubertas\" width=\"612\" height=\"408\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/istockphoto-1425889778-612x612-1.jpg 612w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/istockphoto-1425889778-612x612-1-390x260.jpg 390w\" sizes=\"(max-width: 612px) 100vw, 612px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-96331\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">iStock<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada masa tertentu selama masa pubertas, hasrat seksual pada anak remaja akan mulai timbul. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, hanya karena ada hasrat, remaja belum bisa dikatakan siap secara emosional untuk berhubungan intim. Maka dari itu Sedulur dapat menc<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">oba untuk membuka diskusi mengenai hal ini, misalnya dengan menanyakan apakah ada teman lawan jenis yang membuatnya tertarik. Kemudian<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, lanjutkan dengan memberi pemahaman bahwa ketertarikan tersebut adalah hal yang wajar dimiliki pada remaja yang sedang mengalami masa pubertas. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan lupa untuk<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> memberi penjelasan juga bahwa hubungan intim harus dilakukan dengan aman, untuk menghindari penyakit menular seksual. Misalnya dengan menggunakan kondom. Akan tetapi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0jelaskan juga bahwa risiko penularan penyakit tetap bisa terjadi. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, sebaiknya minta ia untuk menunda berhubungan intim hingga usianya sudah cukup dewasa. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Penting juga untuk mewanti anak remaja, agar tidak membiarkan siapapun menyentuh bagian tubuhnya tanpa izin. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu pula sebaliknya, saat ingin menyentuh tubuh lawan jenis, pastikan untuk meminta izin terlebih dahulu dan jangan memaksa.<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>5. Pastikan anak remaja punya seseorang untuk diajak bicara<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_96330\" aria-describedby=\"caption-attachment-96330\" style=\"width: 1190px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-96330 size-full\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/2ed69f64-84a5-427a-908b-6e783ca380f0.jpg\" alt=\"cara menyikapi pubertas\" width=\"1200\" height=\"620\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/2ed69f64-84a5-427a-908b-6e783ca380f0.jpg 1200w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/2ed69f64-84a5-427a-908b-6e783ca380f0-768x397.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-96330\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">Kompas<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bila remaja tampak nyaman dengan sang ibu, maka jadilah orang yang selalu ada untuk mendengarkan curhatan mereka. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, jika ia lebih nyaman bicara dengan orang lain misalnya kakak, sepupu, atau teman dekat yang lebih tua, Sedulur dapat\u00a0 minta bantuan pada mereka. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Remaja seringkali bingung tentang bagaimana cara menyikapi masa pubertas, dengan berbagai perubahan yang terjadi pada tubuhnya. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk melewati masa ini dengan baik, ia tentunya membutuhkan teman bicara yang menurutnya nyaman.<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>6. Ajarkan untuk mudah beradaptasi<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_96332\" aria-describedby=\"caption-attachment-96332\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-96332\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/istockphoto-1319563618-612x612-1.jpg\" alt=\"\" width=\"612\" height=\"344\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/istockphoto-1319563618-612x612-1.jpg 612w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/istockphoto-1319563618-612x612-1-444x250.jpg 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/istockphoto-1319563618-612x612-1-600x337.jpg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/istockphoto-1319563618-612x612-1-285x160.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 612px) 100vw, 612px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-96332\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">iStock<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jika remaja sedang kebingungan menghadapi masa pubertas, misalnya bingung dengan cara memakai tampon atau pembalut,maka Sedulur sebagai orang tua wajib untuk menunjukkan caranya. Dengan memberikan pengajaran yang baik, maka anak remaja akan melewati masa pubertas dengan baik pula.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>7. Mengatasi perubahan emosional<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_96333\" aria-describedby=\"caption-attachment-96333\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-96333\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/istockphoto-1395838342-612x612-1.jpg\" alt=\"\" width=\"612\" height=\"368\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-96333\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">iStock<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cara menyikapi masa pubertas remaja yang selanjutnya adalah mengatasi perubahan emosional yang terjadi. P<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ubertas disebabkan oleh meningkatnya hormon estrogen dan testosteron. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Hormon-hormon ini tidak hanya mempengaruhi penampilan dan bentuk tubuh, tetapi juga emosi. Akibatnya, remaja mungkin akan lebih mudah marah atau emosional daripada sebelumnya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak banyak yang dapat Sedulur lakukan tentang hal ini, tetapi cobalah untuk mengenali perubahan emosional anak dan beri ruang untuk ia menenangkan diri. Terkadang, yang mereka rasakan hanyalah rasa lelah atau tidak nyaman dengan perubahan tubuh, sehingga yang diperlukan hanya beristirahat. <\/span>Untuk itu Sedulur harus memberikan pengarahan kepada remaja untuk dapat mengatur emosinya dengan baik, dan jangan lupa untuk selalu memberi ruang kepada remaja untuk meluapkan rasa lelah dan emosinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>9. Menghadapi percepatan pertumbuhan<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_96338\" aria-describedby=\"caption-attachment-96338\" style=\"width: 790px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-96338\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/teenager-mom.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/teenager-mom.jpg 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/teenager-mom-768x384.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-96338\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">Parenting<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai orang tua, Sedulur tentunya akan merasa kaget melihat pertumbuhan anak remaja yang begitu cepat.<\/span>\u00a0<span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa remaja mengalami percepatan pertumbuhan selama masa pubertas, dan ini normal terjadi.\u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Hal yang Sedulur lakukan sebagai orang tua adalah memastikan kebutuhan anak tercukupi. Perhatikan apakah baju dan celana yang biasa dipakai jadi sempit. Jika iya, belikan atau ajak anak untuk belanja baju, celana, atau sepatu bersama.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk remaja perempuan, Sedulur juga harus membelikan bra untuknya. Pastikan memilih bra yang berukuran pas, tidak kekecilan ataupun terlalu longgar. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Pilih juga bra yang berbahan katun, agar nyaman dan bisa menyerap keringat dengan baik saat digunakan. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Jika remaja perempuan tiba-tiba bertanya tentang mengapa satu sisi payudara lebih besar dari yang lain, beri penjelasan bahwa ini merupaka hal yang normal. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Seiring waktu, pertumbuhan payudara akan merata. Namun, tetap normal jika wanita memiliki ukuran payudara kanan dan kiri yang tidak sama persis.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demikianlah rangkuman informasi tentang cara menyikapi pubertas pada remaja. Sebagai orag tua pastikan Sedulur mendampingi dan mengarahkan anak remaja yang sedang melewati masa peralihan ini ya! Seperti yang sudah disinggung di atas, remaja yang memasuki masa pubertas harus selalu rajin merawat diri seperti memakai skincare.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Nah, Sedulur dapat membeli kebutuhan untuk perawatan diri dan skincare remaja di <strong><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/cutt.ly\/r165VQ5\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Aplikasi Super.\u00a0<\/a><\/strong>Ada banyak produk tangkengkap dan aman digunakan untuk remaja. Tak hanya itu, harganya pun tentu lebih terjangkau. Yuk langsung download dan belanja di <strong><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/cutt.ly\/r165VQ5\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Aplikasi Super<\/a>\u00a0<\/strong>sekarang! Dapatkan promo menarik dan gratis ongkir setiap harinya! Jangan samapai ketinggalan ya!<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":26,"featured_media":96327,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1485],"tags":[13543,1495,699],"class_list":["post-96326","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-parenting","tag-cara-menyikapi-pubertas","tag-parenting","tag-tips"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>8 Cara Menyikapi Masa Pubertas Pada Anak Remaja \u00a0<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pubertas jadi fase penting yang dialami setiap anak. Jika kamu bingung untuk menghadapinya, coba tips cara menyikapi pubertas berikut ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cara-menyikapi-pubertas-27-3-23-why\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"8 Cara Menyikapi Masa Pubertas Pada Anak Remaja \u00a0\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pubertas jadi fase penting yang dialami setiap anak. Jika kamu bingung untuk menghadapinya, coba tips cara menyikapi pubertas berikut ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cara-menyikapi-pubertas-27-3-23-why\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-03-30T09:00:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-03-30T03:58:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/2-3.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"850\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"450\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Wahyu Lelyana\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Wahyu Lelyana\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cara-menyikapi-pubertas-27-3-23-why\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/2-3.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/2-3.jpg\",\"width\":850,\"height\":450,\"caption\":\"cara menyikapi pubertas\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cara-menyikapi-pubertas-27-3-23-why\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cara-menyikapi-pubertas-27-3-23-why\/\",\"name\":\"8 Cara Menyikapi Masa Pubertas Pada Anak Remaja \u00a0\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cara-menyikapi-pubertas-27-3-23-why\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2023-03-30T09:00:53+00:00\",\"dateModified\":\"2023-03-30T03:58:25+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/61a4469234190a1c810208146a104bc2\"},\"description\":\"Pubertas jadi fase penting yang dialami setiap anak. Jika kamu bingung untuk menghadapinya, coba tips cara menyikapi pubertas berikut ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cara-menyikapi-pubertas-27-3-23-why\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cara-menyikapi-pubertas-27-3-23-why\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cara-menyikapi-pubertas-27-3-23-why\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"8 Cara Menyikapi Masa Pubertas Pada Anak Remaja \u00a0\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/61a4469234190a1c810208146a104bc2\",\"name\":\"Wahyu Lelyana\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aba085b2590cbbe6c82277a25a30daa3?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aba085b2590cbbe6c82277a25a30daa3?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Wahyu Lelyana\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"8 Cara Menyikapi Masa Pubertas Pada Anak Remaja \u00a0","description":"Pubertas jadi fase penting yang dialami setiap anak. Jika kamu bingung untuk menghadapinya, coba tips cara menyikapi pubertas berikut ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cara-menyikapi-pubertas-27-3-23-why\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"8 Cara Menyikapi Masa Pubertas Pada Anak Remaja \u00a0","og_description":"Pubertas jadi fase penting yang dialami setiap anak. Jika kamu bingung untuk menghadapinya, coba tips cara menyikapi pubertas berikut ini!","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cara-menyikapi-pubertas-27-3-23-why\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2023-03-30T09:00:53+00:00","article_modified_time":"2023-03-30T03:58:25+00:00","og_image":[{"width":850,"height":450,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/2-3.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Wahyu Lelyana","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Wahyu Lelyana","Est. reading time":"10 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cara-menyikapi-pubertas-27-3-23-why\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/2-3.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/2-3.jpg","width":850,"height":450,"caption":"cara menyikapi pubertas"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cara-menyikapi-pubertas-27-3-23-why\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cara-menyikapi-pubertas-27-3-23-why\/","name":"8 Cara Menyikapi Masa Pubertas Pada Anak Remaja \u00a0","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cara-menyikapi-pubertas-27-3-23-why\/#primaryimage"},"datePublished":"2023-03-30T09:00:53+00:00","dateModified":"2023-03-30T03:58:25+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/61a4469234190a1c810208146a104bc2"},"description":"Pubertas jadi fase penting yang dialami setiap anak. Jika kamu bingung untuk menghadapinya, coba tips cara menyikapi pubertas berikut ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cara-menyikapi-pubertas-27-3-23-why\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cara-menyikapi-pubertas-27-3-23-why\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/cara-menyikapi-pubertas-27-3-23-why\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"8 Cara Menyikapi Masa Pubertas Pada Anak Remaja \u00a0"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/61a4469234190a1c810208146a104bc2","name":"Wahyu Lelyana","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aba085b2590cbbe6c82277a25a30daa3?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aba085b2590cbbe6c82277a25a30daa3?s=96&d=mm&r=g","caption":"Wahyu Lelyana"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/96326"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=96326"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/96326\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":96454,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/96326\/revisions\/96454"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/96327"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=96326"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=96326"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=96326"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}