{"id":94230,"date":"2023-03-07T14:00:41","date_gmt":"2023-03-07T07:00:41","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=94230"},"modified":"2023-03-07T10:47:27","modified_gmt":"2023-03-07T03:47:27","slug":"creative-design-6-3-23-cla","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/creative-design-6-3-23-cla\/","title":{"rendered":"Tugas Creative Design dan Bedanya dengan Graphic Design"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Sedulur yang menggeluti bidang marketing atau pemasaran tentu tidak asing dengan creative design. Secara sederhana, jenis pekerjaan satu ini berkaitan dengan pembuatan konten visual untuk keperluan pemasaran. Baik itu pemasaran produk maupun branding perusahaan secara umum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Masih berhubungan dengan pembuatan karya visual, ada pula jenis pekerjaan lain yang juga cukup populer, yaitu graphic design. Lantas, apa perbedaan di antara keduanya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk mengetahui jawabannya, berikut sudah dirangkum berbagai informasi tentang creative design. Mulai dari definisi, tugas, keterampilan yang dibutuhkan, hingga perbedaannya dengan graphic design. Yuk, langsung disimak artikel selengkapnya di bawah ini.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA:\u00a0<\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/desainer-grafis\/\">Desainer Grafis: Pengertian, Jenis, Tugas dan Prospek Karir<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Mengenal creative design<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_94237\" aria-describedby=\"caption-attachment-94237\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-94237\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/creative-design-1-612x405.jpg\" alt=\"creative design\" width=\"612\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-94237\" class=\"wp-caption-text\">iStock<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebelum masuk ke pembahasan yang lebih dalam, ada baiknya Sedulur memahami definisi creative design terlebih dahulu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dikutip dari laman <em>Leverage Edu<\/em>, creative design adalah bidang pekerjaan berupa pembuatan karya grafis menggunakan komputer dan animasi digital dengan tujuan untuk merancang sebuah produk. Dalam perancangan produk atau karya visual tersebut, dibutuhkan kreativitas sehingga dihasilkan sesuatu yang eksklusif dan berbeda dari produk maupun merek lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sementara, menurut laman Indeed, creative design merupakan bidang pekerjaan yang berhubungan dengan penggunaan komputer dan animasi digital untuk memvisualisasikan produk. Tidak sekadar menciptakan desain produk, creative designer atau orang yang bekerja di bidang tersebut juga dituntut untuk membuat desain yang unik dan tampak menonjol sehingga calon pembeli bisa dengan mudah mengenalinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan dua pengertian di atas, bisa dipahami bahwa creative design adalah bidang pekerjaan yang berkaitan erat dengan perancangan sebuah desain dalam rangka memasarkan produk maupun membangun branding perusahaan. Oleh karenanya, seorang creative designer atau orang yang bekerja di bidang tersebut dituntut untuk dapat menerapkan keterampilan kreatif mereka sehingga dihasilkan desain visual yang bisa memenuhi kebutuhan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA:\u00a0<a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/product-designer-5-1-23-azm\/\">Product Designer: Definisi, Kualifikasi dan Skills yang Dibutuhkan<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Tanggung jawab creative designer secara umum<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_94236\" aria-describedby=\"caption-attachment-94236\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-94236\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/creative-design-2-612x405.jpg\" alt=\"creative design\" width=\"612\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-94236\" class=\"wp-caption-text\">iStock<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Telah disinggung sebelumnya bahwa seorang creative designer bertanggung jawab untuk merancang desain untuk keperluan marketing. Dengan kata lain, mereka bertugas memberikan solusi untuk masalah pemasaran produk atau perusahaan dalam bentuk konsep visual. Konsep tersebut bisa diwujudkan dalam bentuk ide, saran, perintah kerja, ataupun creative brief yang nantinya akan menjadi landasan untuk pembuatan karya visual.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sementara agar Sedulur lebih memahami tanggung jawab creative designer, berikut sudah dirangkum deskripsi pekerjaan atau job description dari peran tersebut dalam sebuah divisi marketing.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Merancang konsep visual untuk keperluan marketing yang diwujudkan dalam bentuk creative brief atau panduan kerja.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Menerapkan ide atau mencari ide berdasarkan permintaan klien, creative director, atau manajer marketing dan periklanan.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Membuat banner untuk halaman web.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Membuat grafis untuk iklan atau tayangan di televisi.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Membuat grafis untuk membantu ilustrator dalam melengkapi ilustrasi pada artikel ataupun layout iklan.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Membuat visualisasi desain grafis untuk bisnis yang membutuhkan elemen seperti logo, kemasan produk, maupun material marketing lainnya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA:\u00a0<\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/bidang-pekerjaan-30-1-23-why\/\">Jenis Pekerjaan Berdasarkan Bidang dan Keterampilannya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Tugas creative designer<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_94235\" aria-describedby=\"caption-attachment-94235\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-94235\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/creative-design-3.jpg\" alt=\"\" width=\"612\" height=\"399\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-94235\" class=\"wp-caption-text\">iStock<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Telah diketahui bersama bahwa creative design adalah jenis pekerjaan yang masih berada di bawah lingkup marketing. Oleh karenanya, pekerjaan seorang creative designer juga tidak jauh dari kepentingan pemasaran, baik itu untuk mempromosikan produk maupun menciptakan branding perusahaan. Untuk lebih jelasnya, berikut uraian mengenai tugas-tugas yang dikerjakan oleh seorang creative designer, sebagaimana dirangkum dari laman Indeed.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">1. Merancang konsep desain<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Seorang creative designer bertanggung jawab untuk merancang desain konsep atau ide untuk proyek yang akan dikerjakan oleh tim. Konsep desain di sini merujuk pada layout yang dapat berupa sketsa awal atau ilustrasi digital.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk menyusun layout tersebut, mereka bisa bekerja sama dengan manajer, desainer, maupun engineer yang turut terlibat dalam proyek. Rancangan ide tersebut kemudian dievaluasi dan difinalisasi sehingga bisa menjadi dasar dalam produksi desain yang sebenarnya.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">2. Mengembangkan prototipe<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah rancangan desain tersebut disetujui, tahap berikutnya adalah memulai produksi. Adapun proses produksi diawali dengan pembuatan prototype atau prototipe. Sekadar diketahui, prototipe adalah versi primitif atau versi awal dari suatu rancangan sebelum dibentuk menjadi produk akhir. Dengan kata lain, prototipe juga bisa disebut sebagai draf.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Prototipe ini dikembangkan dari rancangan desain yang sudah disetujui sebelumnya. Dalam tahap ini, berbagai pihak terkait juga bisa memberikan masukan sehingga nantinya akan diperoleh produk atau desain final yang terbaik. Sebab, produk final yang dibuat nantinya juga merupakan pengembangan dari prototipe tersebut.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">3. Berkoordinasi dengan vendor atau departemen lain<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pekerjaan atau tugas lain yang juga dilakukan dalam creative design adalah berkoodirnasi dengan vendor atau departemen lain. Setelah prototipe difinalisasi, mereka perlu melakukan koordinasi dengan departemen lain untuk mewujudkan produk akhir sesuai rancangan yang sudah dibuat. Misalnya, jika proyek yang sedang dikerjakan adalah berupa brosur, creative designer perlu untuk berkoordinasi dengan vendor atau departemen yang bertanggung jawab terhadap urusan percetakan.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA:\u00a0<\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/qa-engineer-5-1-23-cla\/\">QA Engineer: Pengertian, Kualifikasi, dan Skill yang Dibutuhkan<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Keterampilan yang dibutuhkan<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_94238\" aria-describedby=\"caption-attachment-94238\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-94238\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/creative-design-4-1-612x405.jpg\" alt=\"\" width=\"612\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-94238\" class=\"wp-caption-text\">iStock<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk bisa menjalankan berbagai tugas dan tanggung jawab seperti yang sudah diuraikan di atas, seorang creative designer perlu memiliki dan menguasai sejumlah keterampilan. Berikut beberapa keterampilan yang bisa Sedulur kembangkan apabila ingin berkarier di bidang creative design.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">1. Kreatifitas<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Skill atau keterampilan pertama yang penting untuk diasah apabila ingin berkarier di bidang creative design adalah kreatifitas. Hal ini berkaitan erat dengan tugas dan tanggung jawab seorang creative designer, seperti merancang ide atau konsep desain. Pekerjaan ini tentu memerlukan kreatifitas sehingga Sedulur bisa memberikan ide-ide segar untuk setiap proyek yang dikerjakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, creativity skills ini juga perlu didukung dengan kepekaan terhadap tren. Dengan begitu, dapat dihasilkan rancangan konsep yang sesuai dengan minat masyarakat terkini sebagai target pasar.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">2. Menguasai creative tools dan software<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain memiliki kreatifitas yang memadai, seorang creative designer juga perlu menguasai software creative berikut tools di dalamnya. Meski tidak secara langsung bertanggung jawab untuk produksi desain akhir, pemahaman atas tools atau software terkait akan menjadi nilai lebih. Sebab, dengan begitu Sedulur sebagai creative designer bisa memberikan arahan atau brief yang lebih jelas terkait rancangan konsep desain yang akan dibuat.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">3. Memiliki perhatian pada detail<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bekerja di bidang creative design juga perlu memiliki ketelitian yang tinggi terhadap detail. Hal ini dikarenakan pembuatan rancangan konsep tidak terbatas pada desain secara keseluruhan. Melainkan juga berkaitan dengan berbagai detail di dalamnya, seperti peletakan elemen, penulisan tagline, dan lain sebagainya. Perhatian terhadap detail ini juga berguna agar hasil desain yang dibuat nantinya sesuai dengan permintaan klien.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">4. Problem-solving skills<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Problem-solving skills atau kemampuan untuk menyelesaikan masalah sebenarnya merupakan jenis soft skill yang perlu dikuasai dalam bidang pekerjaan apapun. Namun secara khusus untuk creative design, soft skill satu ini diperlukan sehingga Sedulur bisa mengidentifikasi masalah sekaligus mencari solusi untuk mengatasinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kemampuan menyelesaikan masalah di sini juga tidak terbatas pada mengatasi masalah berupa kendala, namun juga mencari alternatif untuk merancang ide sehingga sesuai dengan keinginan klien. Dengan begitu akan dihasilkan rancangan konsep yang sesuai sekaligus cara untuk merealisasikannya menjadi desain yang nyata.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">5. Communication skills<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kemampuan untuk berkomunikasi juga dibutuhkan oleh seorang creative designer mengingat mereka akan banyak berhubungan dengan pihak lain dalam menjalankan pekerjaannya. Secara lebih rinci, communication skills di sini diperlukan agar mereka bisa mengungkapkan dan mengkomunikasikan rancangan ide dengan klien selaku pihak yang meminta desain tersebut serta vendor atau pihak lain yang nantinya bertanggung jawab untuk mengerjakan rancangan menjadi produk final.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA:\u00a0<\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/perbedaan-corcom-dan-corporate-relation-6-1-23-bal\/\">Perbedaan Corporate Communication dan Corporate Relation<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Perbedaan creative design dan graphic design<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_94233\" aria-describedby=\"caption-attachment-94233\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-94233\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/creative-design-5-612x405.jpg\" alt=\"\" width=\"612\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-94233\" class=\"wp-caption-text\">iStock<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebelumnya sempat disinggung bahwa pekerjaan creative design kerap dianggap mirip bahkan sama dengan graphic design. Kendati demikian, sebenarnya kedua bidang tersebut memiliki tanggung jawab maupun cakupan kerja yang berbeda. Agar tidak bingung, berikut empat perbedaan creative design dan graphic design yang perlu Sedulur ketahui.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">1. Definisi<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Perbedaan creative design dan graphic design yang pertama dapat dilihat dari definisinya. Seperti yang sudah dijelaskan, creative design adalah bidang pekerjaan berupa pembuatan rancangan karya visual, baik dalam bentuk digital maupun cetak, untuk kebutuhan marketing. Sehingga pekerjaan di bidang ini tidak terbatas pada membuat karya atau desain, namun juga menciptakan branding untuk tujuan pemasaran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sementara, graphic design adalah bentuk seni berupa menciptakan elemen rupa, seperti ilustrasi, foto, tulisan, maupun garis di suatu media. Bidang pekerjaan ini meliputi proses produksi desain sebagai cara untuk mengkomunikasikan sebuah pesan. Oleh karenanya, graphic designer juga kerap disebut sebagai komunikator visual.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">2. Proses kreatif<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Secara lebih mendalam, Sedulur bisa melihat perbedaan creative design dengan graphic design dari proses kreatif yang dikerjakan. Untuk diketahui, proses kreatif adalah proses yang dilakukan seseorang untuk menghasilkan sebuah karya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bagi seorang creative designer, proses kreatif yang dijalankan adalah membuat rancangan konsep untuk kemudian diwujudkan dalam bentuk ide, saran, perintah kerja, ataupun creative brief. Sehingga mereka tidak secara langsung membuat karya atau produk akhir, melainkan hanya sampai pada rancangan konsep. Nantinya, rancangan ini akan dikembangkan menjadi produk akhir oleh pihak lain, misalnya graphic designer atau illustrator.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sementara itu, seorang graphic designer mengerjakan proses kreatif berupa membuat karya visual berdasarkan brief atau rancangan yang sudah dibuat sebelumnya. Mereka masih bisa memodifikasi karya yang dibuat namun tidak bertanggung jawab untuk merancang ide. Hal ini membuat proses kreatif seorang graphic designer cenderung lebih singkat.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">3. Tugas dan tanggung jawab<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Masih berhubungan dengan poin sebelumnya, creative designer dan graphic designer juga memiliki perbedaan dalam hal tugas atau tanggung jawab. Secara umum, seorang creative designer bertanggung jawab untuk merancang konsep desain atau karya sesuai dengan standar klien maupun perusahaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rancangan konsep yang dibuat oleh creative designer itu kemudian dikembangkan menjadi karya visual oleh graphic designer. Oleh karenanya, graphic design juga disebut sebagai bagian dari bidang creative design karena pekerjaan yang dilakukan masih saling berhubungan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">4. Target yang dicapai<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Melihat dari uraian perbedaan pada poin-poin sebelumnya, bisa disimpulkan bahwa creative designer dan graphic designer memiliki target atau tujuan yang berbeda. Seorang creative designer cenderung melakukan pekerjaan dengan target untuk merancang konsep sesuai permintaan klien dan kemudian diwujudkan dalam creative brief. Sementara, graphic designer memiliki target untuk menghasilkan karya visual sesuai dengan rancangan ataupun brief yang sudah dibuat oleh creative designer.<\/span><\/p>\n<div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Itu dia uraian mengenai bidang pekerjaan creative design, mulai dari definisi, uraian tugas, hingga keterampilan yang dibutuhkan untuk berkarier di bidang tersebut. Selain itu juga sudah dipaparkan penjelasan mengenai perbedaan creative design dengan graphic design untuk menambah wawasan Sedulur. Nah, apakah Sedulur juga tertarik untuk meniti karier sebagai creative designer?<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":28,"featured_media":94232,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1685],"tags":[13304,13303,13305],"class_list":["post-94230","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-career","tag-apa-itu-creative-design","tag-creative-design","tag-tugas-creative-design"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tugas Creative Design dan Bedanya dengan Graphic Design<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Creative design adalah profesi yang sering disamakan dengan graphic design. Agar tidak keliru, yuk ketahui perbedannya di artikel ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/creative-design-6-3-23-cla\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tugas Creative Design dan Bedanya dengan Graphic Design\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Creative design adalah profesi yang sering disamakan dengan graphic design. Agar tidak keliru, yuk ketahui perbedannya di artikel ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/creative-design-6-3-23-cla\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-03-07T07:00:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-03-07T03:47:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/creative-design.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"850\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"450\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Clarissa Fauzany\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Clarissa Fauzany\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/creative-design-6-3-23-cla\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/creative-design.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/creative-design.webp\",\"width\":850,\"height\":450,\"caption\":\"creative design\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/creative-design-6-3-23-cla\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/creative-design-6-3-23-cla\/\",\"name\":\"Tugas Creative Design dan Bedanya dengan Graphic Design\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/creative-design-6-3-23-cla\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2023-03-07T07:00:41+00:00\",\"dateModified\":\"2023-03-07T03:47:27+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315\"},\"description\":\"Creative design adalah profesi yang sering disamakan dengan graphic design. Agar tidak keliru, yuk ketahui perbedannya di artikel ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/creative-design-6-3-23-cla\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/creative-design-6-3-23-cla\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/creative-design-6-3-23-cla\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tugas Creative Design dan Bedanya dengan Graphic Design\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315\",\"name\":\"Clarissa Fauzany\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Clarissa Fauzany\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tugas Creative Design dan Bedanya dengan Graphic Design","description":"Creative design adalah profesi yang sering disamakan dengan graphic design. Agar tidak keliru, yuk ketahui perbedannya di artikel ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/creative-design-6-3-23-cla\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Tugas Creative Design dan Bedanya dengan Graphic Design","og_description":"Creative design adalah profesi yang sering disamakan dengan graphic design. Agar tidak keliru, yuk ketahui perbedannya di artikel ini!","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/creative-design-6-3-23-cla\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2023-03-07T07:00:41+00:00","article_modified_time":"2023-03-07T03:47:27+00:00","og_image":[{"width":850,"height":450,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/creative-design.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Clarissa Fauzany","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Clarissa Fauzany","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/creative-design-6-3-23-cla\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/creative-design.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/creative-design.webp","width":850,"height":450,"caption":"creative design"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/creative-design-6-3-23-cla\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/creative-design-6-3-23-cla\/","name":"Tugas Creative Design dan Bedanya dengan Graphic Design","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/creative-design-6-3-23-cla\/#primaryimage"},"datePublished":"2023-03-07T07:00:41+00:00","dateModified":"2023-03-07T03:47:27+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315"},"description":"Creative design adalah profesi yang sering disamakan dengan graphic design. Agar tidak keliru, yuk ketahui perbedannya di artikel ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/creative-design-6-3-23-cla\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/creative-design-6-3-23-cla\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/creative-design-6-3-23-cla\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tugas Creative Design dan Bedanya dengan Graphic Design"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315","name":"Clarissa Fauzany","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g","caption":"Clarissa Fauzany"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94230"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=94230"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94230\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":94247,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94230\/revisions\/94247"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/94232"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=94230"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=94230"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=94230"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}