{"id":83491,"date":"2022-12-12T23:00:24","date_gmt":"2022-12-12T16:00:24","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=83491"},"modified":"2022-12-12T09:18:41","modified_gmt":"2022-12-12T02:18:41","slug":"force-majeure-9-12-22-why","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/force-majeure-9-12-22-why\/","title":{"rendered":"Mengenal Force Majeure Secara Hukum dan Contohnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\" data-sheets-value=\"{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;force majeure\\napa itu force majeure\\npengertian force majeure&quot;}\" data-sheets-userformat=\"{&quot;2&quot;:4522,&quot;4&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:16777215},&quot;6&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;8&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;10&quot;:2,&quot;11&quot;:3,&quot;15&quot;:&quot;Arial&quot;}\">Semenjak adanya pandemi Covid-19, \u00a0terdapat beberapa kewajiban berdasarkan kontrak harus ditinjau kembali dengan menilai dampaknya. Istilah ini lebih dikenal dengan <em>force majeure\u00a0<\/em>yang dalam bahasa Indonesia berarti keadaan kahar. Istilah ini merujuk pada sebuah kondisi atau efek yang tidak dapat diantisipasi atau dikendalikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dari perspektif kontrak bisnis maupun kerja sama perusahaan, klausul <em>force majeure<\/em> memberikan penangguhan hukuman sementara kepada pihak dari melakukan kewajibannya berdasarkan pada kontrak setelah terjadinya peristiwa yang tidak dapat dikendalikan oleh para pihak. Untuk lebih memahaminya, simak penjelasan mengenai pengertian dan syarat <em>force majeure<\/em>\u00a0 di bawah ini!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA :\u00a0<a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/monetisasi-adalah\/\">Apa itu Monetisasi? Pengertian, Tips dan Keuntungannya \u00a0<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Apa itu Force Majeure?<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_83502\" aria-describedby=\"caption-attachment-83502\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-83502\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/top-view-business-contract-form-with-coffee-eyeglasses-car-calculator-pen-with-magnifying-glass-wooden-background_1921-34.webp\" alt=\"Force Majeure?\" width=\"626\" height=\"417\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/top-view-business-contract-form-with-coffee-eyeglasses-car-calculator-pen-with-magnifying-glass-wooden-background_1921-34.webp 626w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/top-view-business-contract-form-with-coffee-eyeglasses-car-calculator-pen-with-magnifying-glass-wooden-background_1921-34-390x260.webp 390w\" sizes=\"(max-width: 626px) 100vw, 626px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-83502\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">Freepik<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Force majeure <\/em>adalah istilah Perancis yang secara harfiah berarti kekuatan yang lebih besar. Secara umum, sejumlah peristiwa dapat digolongkan ke dalam force majeure selama mereka terjadi tanpa terduga, terjadi di luar kuasa pihak-pihak yang terkait, dan tidak dapat dihindari. <em>Force majeure<\/em>\u00a0merupakan klausul yang termasuk dalam kontrak yang dapat menghapus tanggung jawab atas bencana alam yang tidak dapat dihindari serta mengganggu jalannya peristiwa yang diharapkan dan mencegah pihak terkait memenuhi kewajiban.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Suatu peristiwa yang tidak dapat dimintai pertanggung jawaban oleh pihak manapun, seperti angin topan atau angin puting beliung. Akan tetapi, hal ini juga mencakup tindakan manusia, seperti adanya konflik bersenjata. Secara umum, untuk suatu peristiwa yang masuk dalam kategori ini tentunya harus tidak terduga, di luar pihak-pihak dalam kontrak, dan tidak dapat dihindari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam klausul <em>force majeure<\/em> dalam kontrak umumnya akan mencakup semua daftar lengkap peristiwa seperti bencana alam, perang, terorisme, gempa bumi, angin topan, tindakan pemerintah, ledakan, kebakaran, wabah penyakit, epidemi atau daftar para pihak yang menceritakan peristiwa force majeure. Konsep ini berasal dari hukum perdata Perancis. Sedangkan, dalam sistem <em>common law<\/em>, seperti di Amerika Serikat dan Inggris, klausula <em>force majeure<\/em> dapat diterima tetapi harus lebih eksplisit mengenai peristiwa yang akan memicu klausa tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Force Majeure<\/em> yang sering kali dialami di antaranya berupa, tanah longsor, banjir, angin topan, badai gunung meletus, epidemik, keadaan perang maupun konflik bersenjata, kerusuhan, pemberontakan, terorisme, sabotase, kudeta militer dan lain sebagainya. Menurut pengertian dari KBBI, <em>force majeure<\/em> dikenal dengan keadaan kahar. Hal ini berbeda dari kamus bahasa Prancis yang mengartikannya sebagai kekuatan yang lebih besar. Klausul ini wajib tercantum dalam perjanjian pokok guna mengantisipasi\u00a0 adanya hal-hal yang dapat terjadi dan berpotensi menjadi konflik bagi para pihak yang bersangkutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA : <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/marketing-plan\/\">Marketing Plan: Pengertian, Unsur, Contoh &amp; Cara Membuatnya<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Force Majeure dalam hukum Indonesia<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_83516\" aria-describedby=\"caption-attachment-83516\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-83516\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/businessman-reading-contract-closeup_1098-14742.webp\" alt=\"force majeure\" width=\"626\" height=\"417\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/businessman-reading-contract-closeup_1098-14742.webp 626w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/businessman-reading-contract-closeup_1098-14742-390x260.webp 390w\" sizes=\"(max-width: 626px) 100vw, 626px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-83516\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">Freepik<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ketentuan mengenai force majeure diatur dalam pasal 1244 KUHPerdata dan pasal 1245 KUHPerdata. Berikut adalah kutipannya yang dapat Sedulur pahami.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pasal 1244<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u201cJika ada alasan untuk itu, si berutang harus dihukum mengganti biaya, rugi, dan bunga apabila ia tak dapat membuktikan, bahwa hal tidak atau tidak pada waktu yang tepat dilaksanakannya perikatan itu, disebabkan suatu hal yang tak terduga, pun tak dapat dipertanggungjawabkan padanya, kesemuanya itu pun jika itikad buruk tidaklah ada pada pihaknya.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pasal 1245<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u201cTidak ada penggantian biaya, kerugian, dan bunga, bila karena keadaan memaksa atau karena hal yang terjadi secara kebetulan, debitur terhalang untuk memberikan atau berbuat sesuatu yang diwajibkan, atau melakukan suatu perbuatan yang terlarang baginya\u201c.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam ketentuan ini, ada 5 hal yang menyebabkan debitur tidak dapat melakukan penggantian biaya, kerugian, dan bunga, yakni:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Terjadi suatu peristiwa yang tidak terduga (tidak termasuk dalam asumsi dasar dalam pembuatan kontrak)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Peristiwa yang terjadi tidak dapat dipertanggungjawabkan pada pihak debitur<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Peristiwa yang terjadi di luar kesalahan pihak debitur<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Peristiwa yang terjadi di luar kesalahan para pihak yang terkait<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tidak ada itikad yang buruk dari pihak debitur<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Syarat Force Majeure<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_83540\" aria-describedby=\"caption-attachment-83540\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-83540\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/businessman-consulting-legal-expert_74855-1103.webp\" alt=\"\" width=\"626\" height=\"417\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/businessman-consulting-legal-expert_74855-1103.webp 626w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/businessman-consulting-legal-expert_74855-1103-390x260.webp 390w\" sizes=\"(max-width: 626px) 100vw, 626px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-83540\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">Freepik<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tidak semua keadaan yang di luar kendali dapat dikatakan sebagai <em>force majeure<\/em>. Suatu kondisi dapat dikatakan sebagai <em>force majaeure<\/em> harus memenuhi beberapa syarat. Di antaranya yaitu sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tidak dipenuhinya prestasi karena terjadi peristiwa yang membinasakan dan\/atau memusnahkan benda dijadikan objek perjanjian, kondisi ini selalu bersifat tetap.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tidak dipenuhinya prestasi karena peristiwa tidak terduga dan diluar kuasa salah satu pihak untuk melaksanakan prestasinya. Baik itu bersifat tetap maupun sementara.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Peristiwa tersebut tidak dapat diketahui dan\/atau diprediksi kapan terjadinya dalam suatu perjanjian. Jadi, adanya peristiwa ini bukan karena kesalahan salah pihak dalam perjanjian ataupun pihak ketiga.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA : <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/apa-itu-hosting\/\">Apa itu Hosting: Pengertian, Jenis, Manfaat &amp; Cara Kerjanya<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Jenis-jenis<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_83539\" aria-describedby=\"caption-attachment-83539\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-83539\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/flat-lay-real-estate-concept_53876-139790.webp\" alt=\"\" width=\"626\" height=\"418\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/flat-lay-real-estate-concept_53876-139790.webp 626w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/flat-lay-real-estate-concept_53876-139790-390x260.webp 390w\" sizes=\"(max-width: 626px) 100vw, 626px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-83539\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">Freepik<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Adapun jenis-jenis dari <em>force majeure<\/em> di antaranya meliputi:\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">1. Force majeure yang objektif<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Terjadi terhadap benda yang menjadi objek dari kontrak tersebut. Misalnya, benda tersebut terbakar atau terbawa banjir besar.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">2. Force majeure yang subjektif<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Keadaan yang mana seorang debitur terhalang untuk melaksanakan prestasinya karena keadaan\/peristiwa yang tidak terduga pada saat dibuatnya kontrak.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">3. Force majeure yang absolut<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Merupakan keadaan yang mana prestasi oleh debitur tidak mungkin sama sekali dapat dipenuhi untuk dilaksanakan bagaimanapun keadaannya. Kondisi ini dikenal dengan istilah impossibility. Misalnya, barang yang menjadi objek dalam perikatan tidak dapat lagi ditemui di pasaran dikarenakan tidak diproduksi lagi.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">4. Force majeure yang relatif<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Disebut juga dengan\u00a0<em>impracticality<\/em>, merupakan kondisi di mana pemenuhan prestasi secara normal tidak lagi dapat dilaksanakan. Misalnya, dalam kontrak ekspor impor, tiba-tiba pemerintah mengeluarkan larangan. Secara normal, kontrak ini tidak dapat dilaksanakan. Akan tetapi, dengan cara tidak normal atau ilegal, seperti penyelundupan, kontrak masih dapat dilaksanakan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">5. Force majeure permanen<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam hal ini prestasi sama sekali tidak dapat dilaksanakan hingga kapan pun walau bagaimana pun. Misalnya, dalam kontrak pembuatan lukisan. Si pelukis menderita sakit stroke yang tidak dapat sembuh lagi, sehingga dia tidak mungkin lagi melukis sampai kapan pun.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">6. Force majeure temporer<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Adalah suatu kondisi di mana prestasi tidak mungkin dilakukan untuk sementara waktu, tapi nantinya masih mungkin dilakukan. Misalnya, pemenuhan prestasi dalam perjanjian pengadaan suatu produk tertentu yang berhenti karena buruh mogok kerja. Setelah keadaan kembali reda, buruh kembali bekerja, dan pabrik beroperasi kembali, maka prestasi dapat dilanjutkan kembali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA :<a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/social-media-marketing\/\">Social Media Marketing: Pengertian, Manfaat dan Contohnya<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Contoh klausul force majeure dalam perjanjian kerjasama perusahaan<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_83520\" aria-describedby=\"caption-attachment-83520\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-83520\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/closeup-business-woman-making-notes-document_1262-16051.webp\" alt=\"force majeure\" width=\"626\" height=\"418\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/closeup-business-woman-making-notes-document_1262-16051.webp 626w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/closeup-business-woman-making-notes-document_1262-16051-390x260.webp 390w\" sizes=\"(max-width: 626px) 100vw, 626px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-83520\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">Freepik<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pasal 15<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Keadaan Kahar (Force Majeure)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pasal 15 ayat (1)<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Yang dimaksud dengan keadaan kahar adalah suatu kejadian atau keadaan yang terjadi karena hal-hal diluar kemampuan Para Pihak untuk mencegahnya yaitu yang disebabkan oleh pelaksanaan undang-undang, peraturan-peraturan atau instruksi-instruksi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia, kebakaran, ledakan, banjir, gempa bumi, topan\/badai, hujan yang luar biasa, peperangan, huru-hara, keributan, blokade, perselisihan perburuhan, pemogokan massal dan wabah penyakit, yang secara langsung ada hubungannya dengan Perjanjian Kerjasama ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pasal 15 ayat (2)<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Salah satu pihak\u00a0 dalam Perjanjian Kerjasama ini tidak dapat menuntut Pihak lainnya untuk melaksanakan atau memenuhi ketentuan-ketentuan Perjanjian Kerjasama ini atau menganggap pihak\u00a0 lainnya telah melanggar Perjanjian ini apabila pihak\u00a0 lain tersebut tidak dapat melaksanakan atau memenuhi ketentuan-ketentuan Perjanjian ini\u00a0 karena adanya keadaan kahar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pasal 15 ayat (3)<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam hal timbulnya keadaan kahar, pihak\u00a0 yang mengalami keadaan kahar wajib memberitahukan kepada Pihak lainnya secara tertulis dalam kurun waktu selambat-lambatnya 7 X 24 jam (tujuh kali dua puluh empat jam) setelah terjadinya keadaan kahar tersebut dengan disertai bukti yang dapat diterima oleh pihak\u00a0 yang tidak mengalami keadaan kahar, dan bilamana perlu harus menyertakan bukti-bukti yang sah dan asli dari instansi atau badan yang berwenang untuk itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pasal 15 ayat (4)<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Atas pemberitahuan pihak\u00a0 yang mengalami keadaan kahar, maka pihak\u00a0 yang tidak mengalami keadaan kahar dapat menyetujui atau menolak keadaan kahar tersebut secara tertulis dalam kurun waktu selambat-lambatnya 7 X 24 jam (tujuh kali dua puluh empat jam) setelah diterimanya pemberitahuan dari pihak\u00a0 yang mengalami keadaan kahar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pasal 15 ayat (5)<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Apabila keadaan kahar ditolak oleh pihak yang tidak mengalami keadaan kahar, maka syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Kerjasama ini tetap berlaku dan mengikat kedua belah Pihak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pasal 15 ayat (6)<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam hal terjadi keadaan kahar, kedua belah Pihak harus melakukan tindakan dan upaya yang sebaik-baiknya untuk mengatasi serta menanggulangi kerugian atau mencegah kemungkinan timbulnya kerugian yang lebih besar bagi kedua belah Pihak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Meski demikian<em>, force majeure\u00a0<\/em>sebenarnya dapat dibuat khusus untuk jenis-jenis kegiatan usaha tertentu sehingga tidak bersifat umum, agar dapat melindungi kepentingan para pihak yang bekerja sama sesuai dengan kebutuhannya. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan jasa konsultan hukum<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demikianlah penjelasan tentang pengertian <em>force majeure\u00a0<\/em>jenis dan juga syarat-syaratnya. F<em>orce majeure\u00a0<\/em>ini dapat Sedulur temukan di kerja sama perusahaan maupun kontrak kerja tertentu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><em>Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? <strong>Aplikasi Super<\/strong> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar.<\/em><\/p>\n<p><em>Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <strong>Aplikasi Super<\/strong>. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":26,"featured_media":83492,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[11943,11942,11944],"class_list":["post-83491","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-apa-itu-force-majeure","tag-force-majeure","tag-pengertian-force-majeure"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenal Force Majeure Secara Hukum dan Contohnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sudah tahu apa itu force majeure? Berikut penjelasannya secara hukum dan juga contohnya. Yuk belajar bareng!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/force-majeure-9-12-22-why\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Force Majeure Secara Hukum dan Contohnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sudah tahu apa itu force majeure? Berikut penjelasannya secara hukum dan juga contohnya. Yuk belajar bareng!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/force-majeure-9-12-22-why\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-12-12T16:00:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-12-12T02:18:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/5-33.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"850\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"450\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Wahyu Lelyana\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Wahyu Lelyana\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/force-majeure-9-12-22-why\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/5-33.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/5-33.webp\",\"width\":850,\"height\":450,\"caption\":\"force majeure\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/force-majeure-9-12-22-why\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/force-majeure-9-12-22-why\/\",\"name\":\"Mengenal Force Majeure Secara Hukum dan Contohnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/force-majeure-9-12-22-why\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-12-12T16:00:24+00:00\",\"dateModified\":\"2022-12-12T02:18:41+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/61a4469234190a1c810208146a104bc2\"},\"description\":\"Sudah tahu apa itu force majeure? Berikut penjelasannya secara hukum dan juga contohnya. Yuk belajar bareng!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/force-majeure-9-12-22-why\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/force-majeure-9-12-22-why\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/force-majeure-9-12-22-why\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Force Majeure Secara Hukum dan Contohnya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/61a4469234190a1c810208146a104bc2\",\"name\":\"Wahyu Lelyana\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aba085b2590cbbe6c82277a25a30daa3?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aba085b2590cbbe6c82277a25a30daa3?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Wahyu Lelyana\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Force Majeure Secara Hukum dan Contohnya","description":"Sudah tahu apa itu force majeure? Berikut penjelasannya secara hukum dan juga contohnya. Yuk belajar bareng!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/force-majeure-9-12-22-why\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenal Force Majeure Secara Hukum dan Contohnya","og_description":"Sudah tahu apa itu force majeure? Berikut penjelasannya secara hukum dan juga contohnya. Yuk belajar bareng!","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/force-majeure-9-12-22-why\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-12-12T16:00:24+00:00","article_modified_time":"2022-12-12T02:18:41+00:00","og_image":[{"width":850,"height":450,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/5-33.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Wahyu Lelyana","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Wahyu Lelyana","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/force-majeure-9-12-22-why\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/5-33.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/5-33.webp","width":850,"height":450,"caption":"force majeure"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/force-majeure-9-12-22-why\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/force-majeure-9-12-22-why\/","name":"Mengenal Force Majeure Secara Hukum dan Contohnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/force-majeure-9-12-22-why\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-12-12T16:00:24+00:00","dateModified":"2022-12-12T02:18:41+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/61a4469234190a1c810208146a104bc2"},"description":"Sudah tahu apa itu force majeure? Berikut penjelasannya secara hukum dan juga contohnya. Yuk belajar bareng!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/force-majeure-9-12-22-why\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/force-majeure-9-12-22-why\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/force-majeure-9-12-22-why\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Force Majeure Secara Hukum dan Contohnya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/61a4469234190a1c810208146a104bc2","name":"Wahyu Lelyana","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aba085b2590cbbe6c82277a25a30daa3?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aba085b2590cbbe6c82277a25a30daa3?s=96&d=mm&r=g","caption":"Wahyu Lelyana"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83491"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=83491"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83491\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":83552,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83491\/revisions\/83552"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/83492"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=83491"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=83491"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=83491"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}