{"id":82716,"date":"2022-12-05T19:00:30","date_gmt":"2022-12-05T12:00:30","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=82716"},"modified":"2022-12-05T12:29:35","modified_gmt":"2022-12-05T05:29:35","slug":"metode-laspeyres-2-12-22-bel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/metode-laspeyres-2-12-22-bel\/","title":{"rendered":"Mengenal Jenis-Jenis Metode Perhitungan Indeks Harga"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Harga barang akan selalu mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Agar bisa mendapatkan informasi mengenai perubahan harga tersebut, maka perhitungan indeks harga perlu dilakukan. Salah satu metode yang bisa digunakan adalah metode laspeyres.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Indeks harga merupakan suatu angka yang diharapkan bisa digunakan untuk menunjukkan perubahan harga barang secara menyeluruh dalam suatu periode waktu. Untuk bisa menghitungnya, ada dua metode umum yang bisa digunakan, yakni metode agregatif sederhana dan metode tertimbang.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ingin tahu apa saja jenis-jenis metode perhitungan indeks harga yang biasa digunakan? Berikut adalah ulasan selengkapnya!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pendapatan-perkapita-adalah\/\"><b>Pendapatan Perkapita: Definisi, Fungsi, Komponen &amp; Rumusnya<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Metode Perhitungan Tidak Tertimbang<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_82717\" aria-describedby=\"caption-attachment-82717\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-82717\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/l.jpg\" alt=\"metode laspeyres\" width=\"612\" height=\"408\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/l.jpg 612w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/l-390x260.jpg 390w\" sizes=\"(max-width: 612px) 100vw, 612px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-82717\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">iStock<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Metode pertama yang biasa digunakan adalah metode agregatif sederhana atau metode tidak tertimbang, Pada metode ini, seluruh harga dalam tahun tertentu akan dinyatakan sebagai persentasi dari seluruh harga komoditas dalam satu tahun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dengan demikian, perbandingan perubahan harga rata-rata pada tahun tertentu akan dibandingkan terhadap harga di tahun-tahun sebelumnya. Harga di tahun-tahun sebelumnya itulah yang dijadikan sebagai tahun dasar.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Rumus Metode Perhitungan Tidak Tertimbang<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dalam melakukan perhitungan dengan metode tidak tertimbang ini, jumlah barang akan diabaikan dan yang diperhatikan hanyalah harganya. Berikut adalah rumus metode perhitungan indeks harga tak tertimbang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>IA = (\u03a3Pn\/\u03a3Po) x 100<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Keterangan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">IA = Indeks harga agregatif tidak ditimbang<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pn = harga yang dihitung angka indeksnya<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Po = harga pada tahun dasar<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Kelebihan dan Kekurangan Metode Perhitungan Tidak Tertimbang<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_82720\" aria-describedby=\"caption-attachment-82720\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-82720\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/ok.jpg\" alt=\"metode laspeyres\" width=\"612\" height=\"408\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/ok.jpg 612w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/ok-390x260.jpg 390w\" sizes=\"(max-width: 612px) 100vw, 612px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-82720\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">iStock<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Metode perhitungan tidak tertimbang banyak digunakan karena memiliki kelebihan. Dengan sifatnya yang sederhana, maka perhitungan angka indeks dengan metode ini akan jauh lebih mudah. Namun, metode ini tetap memiliki kelemahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kelemahan metode perhitungan tidak tertimbang adalah tidak dipertimbangkannya berbagai komoditas yang membuat barang-barang kebutuhan pokok berbobot sama dengan barang yang lain. Padahal, barang-barang kebutuhan pokok inilah yang akan mendapatkan respon lebih besar oleh para konsumen daripada barang-barang jenis yang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/simpangan-rata-rata-21-11-22-azm\/\"><b>Rumus Simpangan Rata Rata Beserta Pengertian &amp; Contohnya<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Metode Perhitungan Tertimbang<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berikutnya adalah metode penghitungan indeks harga agregatif tertimbang. Metode perhitungan tertimbang sangatlah berbeda dari metode sebelumnya, sebab pada metode ini, perubahan yang terjadi pada jumlah barang dan harganya juga diperhatikan.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>1. Metode Laspeyres<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_82719\" aria-describedby=\"caption-attachment-82719\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-82719\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/p.jpg\" alt=\"metode laspeyres\" width=\"612\" height=\"408\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/p.jpg 612w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/p-390x260.jpg 390w\" sizes=\"(max-width: 612px) 100vw, 612px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-82719\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">iStock<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Metode Laspeyres merupakan metode yang menerapkan jumlah barang pada tahun dasar menjadi timbangan terhadap suatu harga. Dengan begitu, kuantitas suatu barang akan menjadi faktor pengali untuk harga-harga barang akan dihitung indeks harganya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Indeks Laspeyres (IL) merupakan indeks harga tertimbang dengan kuantitas barang pada tahun dasar (Qo) sebagai faktor penimbangnya. Rumus untuk menghitung IL adalah:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>IL = (\u03a3Pn x Qo) \/ (\u03a3Po x Qo) x 100<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Keterangan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">IL = Angka Indeks Laspeyres<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pn = Harga pada tahun berjalan atau yang dihitung indeksnya<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Po = Harga pada tahun dasar<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Qo = Kuantitas atau jumlah barang pada tahun dasar<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">\u03a3 = Jumlah keseluruhan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Metode laspeyres digunakan untuk mencari tahu perubahan harga. Metode ini memiliki dasar berupa kuantitas atau jumlah barang tidak akan berubah dari tahun ke tahun sejak tahun dasar. Hal ini sesuai dengan ucapan penemu metode ini yang mengatakan bahwa \u201cSecara kuantitatif kebutuhan itu jumlahnya tidak berubah.\u201d<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>2. Metode Marshall Edgeworth<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_82718\" aria-describedby=\"caption-attachment-82718\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-82718\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/pp.jpg\" alt=\"metode laspeyres\" width=\"612\" height=\"408\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/pp.jpg 612w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/pp-390x260.jpg 390w\" sizes=\"(max-width: 612px) 100vw, 612px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-82718\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">iStock<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berbeda dengan metode Laspeyres, metode Marshall Edgeworth akan menghitung angka indeks dengan cara menggabungkan jumlah tahun dasar dengan jumlah tahun berjalan, lalu mengalikannya dengan harga pada tahun dasar atau harga pada tahun berjalan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berikut adalah rumus yag digunakan metode Marshall Edgeworth.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>IM = \u03a3 [Pn (Qo + Qn)] \/ \u03a3 [Po (Qo + Qn)] x 100<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Keterangan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Qo = Jumlah kuantitas pada tahun dasar<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Qn = Jumlah kuantitas tahun berjalan atau yang dihitung<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Po = Harga pada tahun dasar<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pn = Harga pada tahun berjalan atau yang dihitung<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>3. Metode Paasche<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_82721\" aria-describedby=\"caption-attachment-82721\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-82721\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/pos.jpg\" alt=\"metode laspeyres\" width=\"612\" height=\"408\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/pos.jpg 612w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/pos-390x260.jpg 390w\" sizes=\"(max-width: 612px) 100vw, 612px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-82721\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">iStock<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Metode terakhir yang termasuk dalam metode perhitungan tertimbang adalah metode Paasche. Pada metode ini, kuantitas barang pada tahun yang berjalan adalah yang dipakai sebagai timbangan terhadap harga. Metode ini juga memiliki asumsi bahwa jumlah barang itu bisa mengalami perubahan dari tahun ke tahun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Indeks Paasche (IP) merupakan indeks harga tertimbang dengan kuantitas barang pada tahun yang diukur (Qn) sebagai faktor penimbangnya. Untuk menghitung IP, Sedulur dapat menggunakan rumus berikut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>IP = \u03a3(Pn x Qn) \/ \u03a3(Po x Qn) x 100<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Keterangan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">IP = Angka Indeks Paasche<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pn = Harga tahun berjalan yang dihitung angka indeksnya<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Po = Harga pada tahun dasar<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Qn= Kuantitas tahun berjalan atau dihitung angka indeksnya<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/asas-black-29-11-22-bal\/\"><b>Memahami Rumus Asas Black Beserta Bunyi &amp; Contoh Soalnya<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Contoh soal<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_82722\" aria-describedby=\"caption-attachment-82722\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-82722\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/ii.jpg\" alt=\"metode laspeyres\" width=\"612\" height=\"408\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/ii.jpg 612w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/ii-390x260.jpg 390w\" sizes=\"(max-width: 612px) 100vw, 612px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-82722\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">iStock<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">1. Jumlah harga barang A, B, C, D, E pada tahun 2021 sebesar Rp2.200, sementara pada tahun 2022, kelima barang tersebut mengalami kenaikan menjadi Rp2.300. Dari data di atas, angka indeks harga pada tahun 2022 adalah?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>Jawab:<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gunakan metode perhitungan tidak tertimbang, sehingga:\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">IA = (2.300\/2.200) x 100 = 104,5<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jadi, harga pada tahun 2022 mengalami kenaikan sebesar 4,5%.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">2. Jumlah keseluruhan harga barang pada tahun berjalan 2022 setelah dikalikan dengan jumlah barang pada tahun yang sama adalah Rp242.500. Sementara harga dasar pada 2021 dikali jumlah barang pada tahun berjalan 2022 yakni Rp240.000. Berapa indeks harganya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>Jawab:<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gunakan metode Laspeyres, sehingga\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">IP = (242.500\/240.000) x 100 = 101,04<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jadi, pada tahun 2022 telah terjadi kenaikan harga sebesar 1,04%.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">3. Jika jumlah kuantitas barang pada tahun dasar 2021 ditambah dengan kuantitas barang tahun berjalan 2022 setelah dikalikan dengan harga barang pada tahun berjalan adalah Rp452.500. Sementara jumlah kuantitas barang pada tahun dasar 2021 ditambah dengan kuantitas barang tahun berjalan 2022 setelah dikalikan dengan harga barang pada tahun dasar 2021 adalah Rp440.000. Hitunglah indeks harganya!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jawab:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gunakan metode Marshall Edgeworth, sehingga<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">IM = (452.500\/440.000) x 100 = 102,8<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jadi pada tahun 2022 telah terjadi kenaikan harga sebesar 2,8 persen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Demikian informasi mengenai jenis-jenis metode perhitungan indeks harga. Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa jenis-jenis metode tersebut dibagi menjadi dua, yakni metode perhitungan tidak tertimbang dan metode perhitungan tertimbang yang terdiri dari metode Laspeyres, metode Marshall Edgeworth, dan Metode Paasche.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":24,"featured_media":82840,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[11824,11825],"class_list":["post-82716","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-metode-laspeyres","tag-metode-perhitungan-indek-harga"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenal Jenis-Jenis Metode Perhitungan Indeks Harga<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sudah tahu jenis-jenis metode perhitungan indeks harga? Yuk mengenal jenis-jenis metode perhitungan indeks harga di artikel berikut!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/metode-laspeyres-2-12-22-bel\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Jenis-Jenis Metode Perhitungan Indeks Harga\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sudah tahu jenis-jenis metode perhitungan indeks harga? Yuk mengenal jenis-jenis metode perhitungan indeks harga di artikel berikut!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/metode-laspeyres-2-12-22-bel\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-12-05T12:00:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-12-05T05:29:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/2-1.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"850\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"450\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Belila Mega\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Belila Mega\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/metode-laspeyres-2-12-22-bel\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/2-1.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/2-1.webp\",\"width\":850,\"height\":450,\"caption\":\"metode laspeyres\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/metode-laspeyres-2-12-22-bel\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/metode-laspeyres-2-12-22-bel\/\",\"name\":\"Mengenal Jenis-Jenis Metode Perhitungan Indeks Harga\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/metode-laspeyres-2-12-22-bel\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-12-05T12:00:30+00:00\",\"dateModified\":\"2022-12-05T05:29:35+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/be363d47d5673b325043e360b084311a\"},\"description\":\"Sudah tahu jenis-jenis metode perhitungan indeks harga? Yuk mengenal jenis-jenis metode perhitungan indeks harga di artikel berikut!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/metode-laspeyres-2-12-22-bel\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/metode-laspeyres-2-12-22-bel\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/metode-laspeyres-2-12-22-bel\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Jenis-Jenis Metode Perhitungan Indeks Harga\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/be363d47d5673b325043e360b084311a\",\"name\":\"Belila Mega\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bbceca0257647b7b2ca9148ae7ec1df4?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bbceca0257647b7b2ca9148ae7ec1df4?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Belila Mega\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Jenis-Jenis Metode Perhitungan Indeks Harga","description":"Sudah tahu jenis-jenis metode perhitungan indeks harga? Yuk mengenal jenis-jenis metode perhitungan indeks harga di artikel berikut!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/metode-laspeyres-2-12-22-bel\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenal Jenis-Jenis Metode Perhitungan Indeks Harga","og_description":"Sudah tahu jenis-jenis metode perhitungan indeks harga? Yuk mengenal jenis-jenis metode perhitungan indeks harga di artikel berikut!","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/metode-laspeyres-2-12-22-bel\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-12-05T12:00:30+00:00","article_modified_time":"2022-12-05T05:29:35+00:00","og_image":[{"width":850,"height":450,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/2-1.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Belila Mega","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Belila Mega","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/metode-laspeyres-2-12-22-bel\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/2-1.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/2-1.webp","width":850,"height":450,"caption":"metode laspeyres"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/metode-laspeyres-2-12-22-bel\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/metode-laspeyres-2-12-22-bel\/","name":"Mengenal Jenis-Jenis Metode Perhitungan Indeks Harga","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/metode-laspeyres-2-12-22-bel\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-12-05T12:00:30+00:00","dateModified":"2022-12-05T05:29:35+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/be363d47d5673b325043e360b084311a"},"description":"Sudah tahu jenis-jenis metode perhitungan indeks harga? Yuk mengenal jenis-jenis metode perhitungan indeks harga di artikel berikut!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/metode-laspeyres-2-12-22-bel\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/metode-laspeyres-2-12-22-bel\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/metode-laspeyres-2-12-22-bel\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Jenis-Jenis Metode Perhitungan Indeks Harga"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/be363d47d5673b325043e360b084311a","name":"Belila Mega","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bbceca0257647b7b2ca9148ae7ec1df4?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bbceca0257647b7b2ca9148ae7ec1df4?s=96&d=mm&r=g","caption":"Belila Mega"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82716"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=82716"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82716\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":82842,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82716\/revisions\/82842"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/82840"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=82716"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=82716"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=82716"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}