{"id":82558,"date":"2022-12-13T19:00:44","date_gmt":"2022-12-13T12:00:44","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=82558"},"modified":"2022-12-13T13:10:33","modified_gmt":"2022-12-13T06:10:33","slug":"vektor-adalah-1-12-22-why","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/vektor-adalah-1-12-22-why\/","title":{"rendered":"Mengenal Besaran Vektor dalam Ilmu Fisika dan Matematika"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Salah satu materi yang dipelajari dalam Matematika dan juga Fisika adalah tentang vektor. Vektor adalah ruas garis berarah yang mempunyai besaran (nilai) dan arah tertentu. Sementara itu, menurut ilmu Matematika, vektor merupakan gambar digital hasil kombinasi titik dan garis melalui proses rumus matematika sehingga membentuk poligon untuk membentuk objek gambar tertentu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Vektor memiliki banyak manfaat untuk kehidupan sehari-hari, seperti dalam penggunaan GPS \u00a0GPS (<i>Global Positioning System<\/i>) sebagai petunjuk arah. Berikut penjelasan tentang pengertian vektor beserta sifat-sifatnya yang perlu Sedulur ketahui.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA : <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/determinan-matriks\/\">Determinan Matriks: Pengertian, Cara Menghitung &amp; Contohnya<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Pengertian vektor<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_82559\" aria-describedby=\"caption-attachment-82559\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-82559\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/contemplative-student-idea-stationery-wood_1134-897.webp\" alt=\"vektor adalah\" width=\"626\" height=\"442\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-82559\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">Freepik<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Seperti yang sudah disingguh pada uraian di atas, vektor adalah salah satu jenis besaran pada fisika yang mempunyai nilai dan arah. Fenomena fisika yang termasuk dalam besaran vektor di antaranya yaitu kecepatan, percepatan, gaya, momentum dan lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam Modul Fisika Kelas X yang disusun Saroji (2010), contoh dari besaran vector yaitu gaya dan tekanan. Saat seseorang duduk di kursi, makai a akan memberikan tekanan dengan arah bawa kursi. Atau jika seseorang menarik mobil mainan dengan tali, gaya pada mobil mengarah ke tangan anak tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Vektor digambarkan dengan bentuk garis berarah atau panah yang memiliki titik tangkap atau titik pangkal sebagai tempat permulaan vektor. Nilai vektor ditunjukkan dari panjangnya garis, sementara itu, arah vektor ditunjukkan dari arah panah tersebut. Sedangkan menurut ilmu Matematika, vektor adalah gambar digital hasil kombinasi titik dan garis melalui proses rumus matematika sehingga membentuk poligon untuk membentuk objek gambar tertentu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tak hanya digunakan pada Matematika, <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/hot.liputan6.com\/read\/4679803\/momentum-adalah-kuantitas-gerak-dan-massa-benda-ketahui-hukum-kekekalannya\">vektor<\/a> juga dapat digunakan untuk menghitung sebuah besaran pada ilmu fisika. Menurut ilmu Fisika, vektor adalah salah satu dari dua jenis besaran selain dari besaran skalar. Jika besaran skalar hanya memiliki nilai saja, berbeda dengan vektor yang merupakan besaran yang memiliki nilai dan arah.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Sifat-sifat vektor<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Adapun sifat-sifat yang dimiliki vektor di antaranya yaitu sebagai berikut.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Dapat dipindahkan dengan syarat nilai atau besar dan arahnya tidak berubah<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Dapat dijumlahkan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Dapat dikurangkan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Dapat diuraikan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Dapat dikalikan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Jenis-Jenis Vektor dalam Matematika<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_82569\" aria-describedby=\"caption-attachment-82569\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-82569\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/abstract-scientific-formula-hologram-blurry-modern-office-building-background-multiexposure_258654-1342.webp\" alt=\"\" width=\"626\" height=\"417\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/abstract-scientific-formula-hologram-blurry-modern-office-building-background-multiexposure_258654-1342.webp 626w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/abstract-scientific-formula-hologram-blurry-modern-office-building-background-multiexposure_258654-1342-390x260.webp 390w\" sizes=\"(max-width: 626px) 100vw, 626px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-82569\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">Freepik<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Secara umum, jenis-jenis vektor dalam matematika di antaranya meliputi:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong> Vektor Nol<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Vektor nol yaitu vektor yang besarnya nol satuan dan arahnya tidak menentu. Vektor nol terjadi ketika titik pangkal dan titik terminal suatu vektor berimpit, sehingga dinyatakan dengan nol.<\/span><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong> Vektor Posisi<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Vektor posisi merupakan posisi sebuah titik partikel terhadap sebuah titik acuan tertentu. Misalnya pada posisi titik awalnya berpangkal di pusat koordinat (0,0), sementara titik ujungnya berada di suatu titik (x,y).<\/span><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong> Vektor Basis<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Vektor basis merupakan vektor yang panjangnya satu satuan dan arahnya searah dengan sumbu koordinat. Vektor basis memiliki satuan yang saling tegak lurus.<\/span><\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong> Vektor Satuan<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Vektor satuan adalah suatu vektor yang panjangnya satu satuan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA :<a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/keliling-lingkaran\/\">Rumus Keliling Lingkaran Beserta Contoh Soal &amp; Pembahasan<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Simbol vektor<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_82561\" aria-describedby=\"caption-attachment-82561\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-82561\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/books-pencils-desk-by-blackboard_181624-47246.webp\" alt=\"vektor adalah\" width=\"626\" height=\"372\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-82561\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">Freepik<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Simbol besaran vektor yaitu ditulis dengan menggunakan huruf cetak tebal atau huruf cetak tipis yang ada tanda panah diatasnya. Contoh vektor gaya, maka simbolnya F atau \u20d7.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Akan tetapi, jika disebutkan besar atau nilai saja tanpa ada arahnya, maka simbolnya huruf cetak tebal atau tipis tanda panah di atas dengan garis mutlak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pernyataan &#8220;benda diberi gaya 10 N ke timur&#8221; maka penulisannya sebagai berikut ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">F = 5 N ke timur atau \u20d7 = 5 N ke timur<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika pernyataannya &#8220;benda diberi gaya 10 N&#8221; tanpa menyebutkan arah, maka ditulis<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">F = 5 N atau |\u20d7| = 5 N atau |<strong>F<\/strong>| = 5 N<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Metode penjumlahan vektor<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_82563\" aria-describedby=\"caption-attachment-82563\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-82563\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/closeup-mathematical-formula-elements-paper-school-background-elegant-luxury-3d-illustration-education-theme_510351-2393.webp\" alt=\"\" width=\"626\" height=\"352\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/closeup-mathematical-formula-elements-paper-school-background-elegant-luxury-3d-illustration-education-theme_510351-2393.webp 626w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/closeup-mathematical-formula-elements-paper-school-background-elegant-luxury-3d-illustration-education-theme_510351-2393-444x250.webp 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/closeup-mathematical-formula-elements-paper-school-background-elegant-luxury-3d-illustration-education-theme_510351-2393-600x337.webp 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/closeup-mathematical-formula-elements-paper-school-background-elegant-luxury-3d-illustration-education-theme_510351-2393-285x160.webp 285w\" sizes=\"(max-width: 626px) 100vw, 626px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-82563\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">Freepik<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penjumlahan besaran vektor dapat ditentukan dengan menggunakan metode grafis dan analitis. Metode grafis terbagi menjadi dua yaitu polygon dan metode jajaran genjang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Begitupun metode analitis yang terbagi menjadi dua yaitu metode rumus cosinus dan metode urai vektor. Nantinya, hasil dari penjumlahan vektor disebut dengan resultan vektor.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">1. Metode Grafis<\/span><\/h2>\n<p>\n<span style=\"color: #000000;\">Metode grafis pada besaran vektor merupakan metode atau cara untuk menentukan resultan vektor dengan mengukurnya. Sedulur dapat mengukur panjang vektor dengan penggaris, sedangkan besar sudut atau arah diukur dengan busur derajat.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">\u00a0Mengukur resultan vektor dengan metode grafis ini membutuhkan skala dan besar sudut yang tepat. Dengan metode grafis, penjumlahan vektor dilakukan dengan menyatakan vektor dalam sebuah diagram.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Metode grafis dapat dilakukan dengan metode poligon, segitiga, dan jajar genjang. Misalnya menentukan resultan dengan vektor jajaran genjang atau satu pangkal. Maka resultan vektor ditentukan dengan langkah-langkah berikut ini.<\/span><\/p>\n<p>\n<span style=\"color: #000000;\">1. Gambar vektor F1, lalu gambar vektor F2 dengan pangkal vektor yang menyatu dengan pangkal vektor F1<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">2. Buat pola jajaran genjang<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">3. Buat garis panas dengan bentuk diagonal jajaran genjang yang pangkalnya menyatu dengan pangkal vektor yang diresultankan<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">2. Metode Analisis<\/span><\/h2>\n<p>\n<span style=\"color: #000000;\">Cara lain untuk menjumlahkan vektor yaitu dengan metode analisis, yang mana menggunakan cara perhitungan bukan pengukuran. Cara ini menentukan besaran resultan vektor secara matematis dengan rumus. Maka untuk mencarinya perlu penggunaan rumus cosinus atau urai vektor. Untuk menentukan besar vektor menggunakan rumus cosinus, sedangkan untuk menghitung arah menggunakan rumus sinus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA : <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/manfaat-pendapatan-nasional\/\">Pengertian Pendapatan Nasional Beserta Rumus &amp; Manfaatnya<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Contoh soal<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_82567\" aria-describedby=\"caption-attachment-82567\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-82567\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/closeup-mathematical-formula-elements-blackboard-school-background-elegant-luxury-3d-illustration-education-theme_510351-2395.jpg\" alt=\"\" width=\"626\" height=\"352\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/closeup-mathematical-formula-elements-blackboard-school-background-elegant-luxury-3d-illustration-education-theme_510351-2395.jpg 626w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/closeup-mathematical-formula-elements-blackboard-school-background-elegant-luxury-3d-illustration-education-theme_510351-2395-444x250.jpg 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/closeup-mathematical-formula-elements-blackboard-school-background-elegant-luxury-3d-illustration-education-theme_510351-2395-600x337.jpg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/closeup-mathematical-formula-elements-blackboard-school-background-elegant-luxury-3d-illustration-education-theme_510351-2395-285x160.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 626px) 100vw, 626px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-82567\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">Freepik<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dua buah gaya masing-masing 10 N dan15 N membentuk sudut 600. Besar resultan kedua gaya tersebut adalah . . . .<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: lower-alpha;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">5 \u221a3 N<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">5 \u221a17 N<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">5 \u221a19 N<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">5 \u221a2 N<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">20,6 N<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rumus resultan penjumlahan 2 vektor mengapit sudut alias rumus cosinus abc:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">R\u00b2 = A\u00b2 + B\u00b2 + 2.A.B.cos \u03b1<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">R\u00b2 = 10\u00b2 + 15\u00b2 + 2.10.5.cos 60<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">R\u00b2 = 100 + 225 + 300 . 1\/2<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">R\u00b2 = 100 + 225 + 150<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">R\u00b2 = 475<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">R = \u221a475 = 5\u221a19 N<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jadi, jawabannya: c. 5 \u221a19 N<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demikianlah penjelasan tentang pengertian vektor, sifat, cara penulisan dan jua contoh soalnya yang dapat Sedulur pelajari. Cukup mudah bukan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Mau belanja bulanan nggak pakai ribet?\u00a0<strong>Aplikasi Super<\/strong>\u00a0solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar.<\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat\u00a0<strong>Aplikasi Super<\/strong>. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":26,"featured_media":82577,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[11809,7490,11808],"class_list":["post-82558","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-pengertian-vektor-adalah","tag-vektor","tag-vektor-adalah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenal Besaran Vektor dalam Ilmu Fisika dan Matematika<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Yuk, mengenal besaran vektor dalam ilmu fisikan dan matematika dari pengertian, rumus, contoh soal hingga pembahasannya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/vektor-adalah-1-12-22-why\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Besaran Vektor dalam Ilmu Fisika dan Matematika\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Yuk, mengenal besaran vektor dalam ilmu fisikan dan matematika dari pengertian, rumus, contoh soal hingga pembahasannya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/vektor-adalah-1-12-22-why\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-12-13T12:00:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-12-13T06:10:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/10-6.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"850\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"450\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Wahyu Lelyana\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Wahyu Lelyana\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/vektor-adalah-1-12-22-why\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/10-6.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/10-6.webp\",\"width\":850,\"height\":450},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/vektor-adalah-1-12-22-why\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/vektor-adalah-1-12-22-why\/\",\"name\":\"Mengenal Besaran Vektor dalam Ilmu Fisika dan Matematika\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/vektor-adalah-1-12-22-why\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-12-13T12:00:44+00:00\",\"dateModified\":\"2022-12-13T06:10:33+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/61a4469234190a1c810208146a104bc2\"},\"description\":\"Yuk, mengenal besaran vektor dalam ilmu fisikan dan matematika dari pengertian, rumus, contoh soal hingga pembahasannya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/vektor-adalah-1-12-22-why\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/vektor-adalah-1-12-22-why\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/vektor-adalah-1-12-22-why\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Besaran Vektor dalam Ilmu Fisika dan Matematika\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/61a4469234190a1c810208146a104bc2\",\"name\":\"Wahyu Lelyana\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aba085b2590cbbe6c82277a25a30daa3?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aba085b2590cbbe6c82277a25a30daa3?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Wahyu Lelyana\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Besaran Vektor dalam Ilmu Fisika dan Matematika","description":"Yuk, mengenal besaran vektor dalam ilmu fisikan dan matematika dari pengertian, rumus, contoh soal hingga pembahasannya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/vektor-adalah-1-12-22-why\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenal Besaran Vektor dalam Ilmu Fisika dan Matematika","og_description":"Yuk, mengenal besaran vektor dalam ilmu fisikan dan matematika dari pengertian, rumus, contoh soal hingga pembahasannya.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/vektor-adalah-1-12-22-why\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-12-13T12:00:44+00:00","article_modified_time":"2022-12-13T06:10:33+00:00","og_image":[{"width":850,"height":450,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/10-6.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Wahyu Lelyana","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Wahyu Lelyana","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/vektor-adalah-1-12-22-why\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/10-6.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/10-6.webp","width":850,"height":450},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/vektor-adalah-1-12-22-why\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/vektor-adalah-1-12-22-why\/","name":"Mengenal Besaran Vektor dalam Ilmu Fisika dan Matematika","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/vektor-adalah-1-12-22-why\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-12-13T12:00:44+00:00","dateModified":"2022-12-13T06:10:33+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/61a4469234190a1c810208146a104bc2"},"description":"Yuk, mengenal besaran vektor dalam ilmu fisikan dan matematika dari pengertian, rumus, contoh soal hingga pembahasannya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/vektor-adalah-1-12-22-why\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/vektor-adalah-1-12-22-why\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/vektor-adalah-1-12-22-why\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Besaran Vektor dalam Ilmu Fisika dan Matematika"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/61a4469234190a1c810208146a104bc2","name":"Wahyu Lelyana","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aba085b2590cbbe6c82277a25a30daa3?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aba085b2590cbbe6c82277a25a30daa3?s=96&d=mm&r=g","caption":"Wahyu Lelyana"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82558"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=82558"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82558\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":83794,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82558\/revisions\/83794"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/82577"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=82558"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=82558"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=82558"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}