{"id":82478,"date":"2022-12-01T17:00:32","date_gmt":"2022-12-01T10:00:32","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=82478"},"modified":"2022-12-01T14:20:04","modified_gmt":"2022-12-01T07:20:04","slug":"hukum-mendel-30-11-22-azm","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/hukum-mendel-30-11-22-azm\/","title":{"rendered":"Hukum Mendel, Hukum Pewarisan Sifat Pada Makhluk Hidup"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Pada dasarnya, secara sederhana Hukum Mendel adalah hukum pewarisan sifat pada mahluk hidup. Hukum pewarisan sifat berkaitangan dengan menurunkan genetika dari induk (orangtua) kepada anak (keturunannya).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Nama Hukum Mendel diambil dari nama pencetusnya, yaitu Gregor Johann Mendel. Untuk mengetahui lebih lengkap terkait hukum ini. Yuk, mari kita pelajari lebih lanjut dalam penjelasan di bawah ini.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gaya-coulomb\/\">Hukum Coulomb adalah: Pengertian, Rumus &amp; Contoh Soalnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Bunyi Hukum Mendel<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_82481\" aria-describedby=\"caption-attachment-82481\" style=\"width: 740px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-82481\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/1.-Kompas.jpg\" alt=\"hukum mendel\" width=\"750\" height=\"500\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/1.-Kompas.jpg 750w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/1.-Kompas-390x260.jpg 390w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-82481\" class=\"wp-caption-text\">Kompas<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebagaimana telah disinggung sebelumnya, bahwa Hukum Mendel merupakan hukum yang membahas pewarisan sifat induk kepada keturunannya. Gregor Johann Mendel, yang lahir pada 22 Juli 1840, merupakan tokoh yang pertama kali mengemukakan hukum ini pada tahun 1865.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hal tersebut dihasilkan berdasarkan penelitiannya atas persilangan dengan menggunakan varietas kacang kapri. Hasil penelitian tersebut diabadikan dalam sebuah makalah yang ditulisnya dengan judul <em>Expriment in Plant Hybridization<\/em>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam penelitian terrsebut, persilangan antara nduk jantan dan induk betina diberi nama parental (tertua) dan disimbolkan dengan huruf P. Hasil dari persilangan parental tersebut diberi nama sebagai filius (anak) dan disimbolkan dengan huruf F. Sementara persilangan induk jantan dengan induk betina disebut dengan P1 dan filialnya disebut dengan F1.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lalu, persilangan antara jantan F1 dengan betina F1 yang dilakukan secara acak akan disebut dengan P2, sedangkan filialnya disebut dengan F2, dan seterusnya. Dari Hukum Mendel tersebut, terdapat turunannya yaitu Hukum Mendel I dan Hukum Mendel II. Berikut penjelasan lengkapnya:<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Hukum Mendel I<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_82482\" aria-describedby=\"caption-attachment-82482\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-82482\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/2.-iStock-1.jpg\" alt=\"\" width=\"612\" height=\"459\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-82482\" class=\"wp-caption-text\">iStock<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hukum ini dikenal juga dengan nama Hukum Segregasi, yang menyatakan bahwa pada pembentukan gamet (sel kelamin) pada kedua gen yang merupakan pasangan, akan dipisahkan dalam dua sel anak. Hukum ini berlaku untuk persilangan monohibrid alias persilangan dengan satu sifat beda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hukum ini berkaitan dengan adanya 3 pokok, yaitu:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Gen memiliki bentuk-bentuk alternatif yang mengatur variasi pada karakter turunannya. Inilah yang menjadikannya konsep akan dua macam alel, yakni a) alel resesif (tidak selalu nampak dari luar, dinyatakan dengan huruf kecil, misalnya w dalam gambar); dan b) alel dominan (nampak dari luar, dinyatakan dengan huruf besar, misalnya R)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Setiap individu membawa sepasang gen, satu dari tetua jantan (misal ww) dan satu dari tetua betina (misalnya RR)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Jika sepasang gen ini merupakan dua alel yang berbeda, alel dominan akan selalu terekspresikan (tampak secara visual dari luar). Alel resesif yang tidak selalu terekspresikan, tetap akan diwariskan pada gamet (sel kelamin) yang dibentuk pada turunannya.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam hukum ini, menyatakan bahwa dua alel (varian gen) yang mengatur sifat tertentu akan terpisah pada dua gamet yang berbeda. Maka dari itu, hukum I ini mencakup beberapa hal, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Alel (variasi gen) terhadap variasi sifat yang diwariskan. Contoh: warna dua bunga bervariasi yang dinamakan dengan alel, akan menempati lokus yang sesuai dengan pasangan homolog.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Dua alel terhadap suatu karakter akan terpisah ketika gamet (sel kelamin) dihasilkan. Contoh: hasil persilangan yang mengandung satu alel warna bunga induknya (ungu atau putih)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Setiap karakter pada setiap organisme, akan mewarisi dua alel yang masing-masingnya berasal dari induk. Contoh: hasil persilangan yang kemungkinan akan menghasilkan 1 alel warna putih dan 1 alel warna ungu.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Apabila terdapat dua alel berbeda, maka salah satunya dapat bersifat dominan, sementara yang lainnya akan bersifat resesif. Contoh: terdapat perkawinan bunga berwarna ungu dengan bunga warna putih, maka akan menghasilkan keturunan warna ungu.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Hukum Mendel II<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_82483\" aria-describedby=\"caption-attachment-82483\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-82483\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/3.-iStock-1.jpg\" alt=\"hukum mendel\" width=\"612\" height=\"323\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-82483\" class=\"wp-caption-text\">iStock<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kedua adalah Hukum Mendel II yang juga dikenal dengan nama Hukum Independent Assortment atau Hukum Pengelompokan Gen Secara Bebas. Hukum ini menyatakan bahwa jika dua individu berbeda satu dengan yang lain dalam dua pasang sifat atau lebih, maka akan diturunkannya sifat yang sepasang itu tidak bergantung pada sifat pasangan lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Keberadaan Hukum Mendel II ini berlaku untuk persilangan dihibrid (dengan dua sifat yang berbeda). Pada persilangan dihibrid, misalnya terdapat suatu individu dengan genotip AaBb, maka A dan a serta B dan b akan memisah yang kemudian pasangan tersebut akan bergabung secara bebas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Melalui hal tersebut, maka kemungkinan gamet (sel kelamin) yang terbentuk akan memiliki sifat AB, Ab, aB, dan ab. Sederhananya, hukum kedua ini menyatakan bahwa alel (variasi gen) dengan gen yang sifatnya berbeda itu tidak saling mempengaruhi. Hal ini juga menjelaskan bahwa gen yang menentukan tinggi tanaman, warna tanaman, itu tidak saling berpengaruh.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Perbedaan Hukum Mendel I dan II<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_82484\" aria-describedby=\"caption-attachment-82484\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-82484\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/4.-iStock-1.jpg\" alt=\"\" width=\"612\" height=\"392\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-82484\" class=\"wp-caption-text\">iStock<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dari penjelasan di atas, Sedulur dapat melihat perbedaannya. Perbedaan yang paling terlihat yaitu pada sifat yang disilangkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada Hukum Mendel I menyatakan bahwa pembentukan gamet (sel kelamin) pada kedua gen induk yang berpasangan dengan alel, akan memisah alias segregasi. Hal itu menyebabkan setiap gamet akan menerima satu gen dari induknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sementara pada Hukum Mendel II menyatakan bahwa jika terdapat individu yang berbeda satu sama lain dalam dua pasang sifat atau lebih, maka akan menurunkan sifat yang sepasang dan tidak bergantung pada sifat lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kesimpulannya, pada Hukum Mendel I akan mengalami proses segregasi atau pemisahan sel secara bebas. Sementara pada Hukum Mendel II akan mengalami pengelompokan gen secara bebas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lantas bagaimana contoh dari hukum ini? Berikut beberapa contohnya:<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Persilangan monohibrid<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_82485\" aria-describedby=\"caption-attachment-82485\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-82485\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/5.-iStock-1.jpg\" alt=\"hukum mendel\" width=\"612\" height=\"408\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/5.-iStock-1.jpg 612w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/5.-iStock-1-390x260.jpg 390w\" sizes=\"(max-width: 612px) 100vw, 612px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-82485\" class=\"wp-caption-text\">iStock<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Percobaan pertama Mendel yaitu dengan membuat percobaan melalui persilangan dua individu dari kacang kapri yang memiliki sifat berbeda. Yaitu antara kacang kapri berbatang tinggi dengan kacang kapri berbatang rendah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sifat tinggi dominan terhadap sifat rendah. Hal tersebut menyatakan bahwa dalam pembentukan gamet, pasangan alel akan memisah secara bebas. Peristiwa pemisahan tersebut akan terlihat ketika pembentukan gamet individu yang memiliki genotif heterozigot, sehingga setiap gamet akan mengandung salah satu alel tersebut.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Backcross dan Testcross<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_82486\" aria-describedby=\"caption-attachment-82486\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-82486\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/6.-iStock-1.jpg\" alt=\"\" width=\"612\" height=\"459\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-82486\" class=\"wp-caption-text\">iStock<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Backcross adalah proses menyilangkan atau mengawinkan individu hasil hibrida (F1) dengan salah satu induknya. Tujuannya adalah supaya dapat mengetahui genotip dari induknya (parental). Perhatikan contoh berikut dengan mengandalkan sifat \u2018tinggi\u2019 pada kacang kapri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sementara testcross adalah proses menyilangkan individu F1 dengan salah satu induknya yang homozigot resesif. Tujuannya adalah supaya dapat mengetahui apakah individu F1 itu memiliki homozigot atau heterozigot.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Persilangan dihibrid<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_82487\" aria-describedby=\"caption-attachment-82487\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-82487\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/7.-iStock-1.jpg\" alt=\"hukum mendel\" width=\"612\" height=\"391\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-82487\" class=\"wp-caption-text\">iStock<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ini merupakan contoh Hukum Mendel II, ketika Mendel mencoba melibatkan dua sifat sekaligus dan menyimpulkan bahwa dalam proses pembentukan gamet, setiap pasang alel dalam satu lokus akan bersegregasi secara bebas dengan pasangan alel lokus lainnya, dan akan berpadu secara bebas dengan alel dari lokus lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Singkatnya, monohibrid adalah hibrid dengan 1 sifat berbeda, sementara dihibrid adalah hibrid dengan 2 sifat berbeda. Saat itu, Mendel menggunakan tanaman ercis sebagai objek pengamatannya, dengan alasan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Memiliki pasangan sifat beda yang mencolok atau kontras.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Melakukan penyerbukan sendiri (autogami), sehingga sifat turun-menurunnya cenderung tetap.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mudah dilakukan penyerbukan silang.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Cepat untuk menghasilkan keturunan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Dapat memiliki keturunan dalam jumlah banyak.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dari penelitian tersebut, proses persilangan dihibrid memiliki ciri khas yaitu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Persilangan dilakukan dengan memperhatikan dua sifat yang berbeda.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Jumlah gamet (sel kelamin) yang terbentuk pada setiap individu adalah 4 (2n)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Fenotip individu akan ditentukan oleh 2 macam sifat genetik.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Akan ditemui sekitar maksimal 16 variasi genotif pada F2.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/hukum-kekekalan-energi\/\">Hukum Kekekalan Energi: Definisi, Jenis, Rumus &amp; Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Teori pewarisan sifat<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_82488\" aria-describedby=\"caption-attachment-82488\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-82488\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/8.-iStock-1.jpg\" alt=\"\" width=\"612\" height=\"408\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/8.-iStock-1.jpg 612w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/8.-iStock-1-390x260.jpg 390w\" sizes=\"(max-width: 612px) 100vw, 612px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-82488\" class=\"wp-caption-text\">iStock<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam Hukum Mendel terdapat juga beberapa teori terkait pewarisan sifat. Pewarisan sifat sendiri dikenal dengan istilah <em>Hereditas<\/em> yang mengacu pada suatu pewarisan sifat dari induk kepada keturunannya. Hereditas ini juga berkaitan dengan genetika, ilmu terkait pewarisan sifat itu sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Terdapat beberapa teori-teori terkait pewarisan sifat. Teori-teori tersebut adalah:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Teori embryo yang dikemukakan oleh William Harvey yang berpendapat bahwa semua hewan berasal dari telur.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Teori preformasi yang dikemukakan oleh Jan Swammerdam yang menyatakan bahwa telur mengandung semua generasi yang akan datang.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Teori epigenesis embriologi yang dikemukakan oleh C.F. Wolf, yang menyatakan bahwa kekuatan vital terdapat dalam benih organisme.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Teori plasma nutfah yang dikemukakan oleh J.B Lamarck, yang menyatakan bahwa sifat yang terjadi dikarenakan adanyan rangsangan dari luar (lingkungan) terhadap struktur fungsi organ yang diturunkan pada generasi berikutnya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Nah itulah tadi penjelasan lengkap terkait hukum Mendel, hukum yang membicarakan terkait pewarisan sifat pada makhluk hidup. Semoga dengan penjelasan di atas, kini Sedulur jadi mengerti kenapa Sedulur memiliki banyak kemiripan dengan orangtua atau saudara-saudara lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? <strong>Aplikasi Super<\/strong> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar.<\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <strong>Aplikasi Super<\/strong>. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":13,"featured_media":82480,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[11793,11794],"class_list":["post-82478","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-hukum-mendel","tag-pewarisan-sifat"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Hukum Mendel, Hukum Pewarisan Sifat Pada Makhluk Hidup<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sudah tahu apa itu hukum mendel? Yuk cari tahu apa itu hukum mendel di artikel berikut!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/hukum-mendel-30-11-22-azm\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Hukum Mendel, Hukum Pewarisan Sifat Pada Makhluk Hidup\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sudah tahu apa itu hukum mendel? Yuk cari tahu apa itu hukum mendel di artikel berikut!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/hukum-mendel-30-11-22-azm\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-12-01T10:00:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-12-01T07:20:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/6.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"850\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"450\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Azmil R. Noel Hakim\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Azmil R. Noel Hakim\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/hukum-mendel-30-11-22-azm\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/6.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/6.webp\",\"width\":850,\"height\":450,\"caption\":\"hukum mendel\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/hukum-mendel-30-11-22-azm\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/hukum-mendel-30-11-22-azm\/\",\"name\":\"Hukum Mendel, Hukum Pewarisan Sifat Pada Makhluk Hidup\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/hukum-mendel-30-11-22-azm\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-12-01T10:00:32+00:00\",\"dateModified\":\"2022-12-01T07:20:04+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62\"},\"description\":\"Sudah tahu apa itu hukum mendel? Yuk cari tahu apa itu hukum mendel di artikel berikut!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/hukum-mendel-30-11-22-azm\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/hukum-mendel-30-11-22-azm\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/hukum-mendel-30-11-22-azm\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Hukum Mendel, Hukum Pewarisan Sifat Pada Makhluk Hidup\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62\",\"name\":\"Azmil R. Noel Hakim\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Azmil R. Noel Hakim\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Hukum Mendel, Hukum Pewarisan Sifat Pada Makhluk Hidup","description":"Sudah tahu apa itu hukum mendel? Yuk cari tahu apa itu hukum mendel di artikel berikut!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/hukum-mendel-30-11-22-azm\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Hukum Mendel, Hukum Pewarisan Sifat Pada Makhluk Hidup","og_description":"Sudah tahu apa itu hukum mendel? Yuk cari tahu apa itu hukum mendel di artikel berikut!","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/hukum-mendel-30-11-22-azm\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-12-01T10:00:32+00:00","article_modified_time":"2022-12-01T07:20:04+00:00","og_image":[{"width":850,"height":450,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/6.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Azmil R. Noel Hakim","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Azmil R. Noel Hakim","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/hukum-mendel-30-11-22-azm\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/6.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/6.webp","width":850,"height":450,"caption":"hukum mendel"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/hukum-mendel-30-11-22-azm\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/hukum-mendel-30-11-22-azm\/","name":"Hukum Mendel, Hukum Pewarisan Sifat Pada Makhluk Hidup","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/hukum-mendel-30-11-22-azm\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-12-01T10:00:32+00:00","dateModified":"2022-12-01T07:20:04+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62"},"description":"Sudah tahu apa itu hukum mendel? Yuk cari tahu apa itu hukum mendel di artikel berikut!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/hukum-mendel-30-11-22-azm\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/hukum-mendel-30-11-22-azm\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/hukum-mendel-30-11-22-azm\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Hukum Mendel, Hukum Pewarisan Sifat Pada Makhluk Hidup"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62","name":"Azmil R. Noel Hakim","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g","caption":"Azmil R. Noel Hakim"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82478"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=82478"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82478\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":82491,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82478\/revisions\/82491"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/82480"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=82478"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=82478"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=82478"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}