{"id":79742,"date":"2022-11-08T19:00:20","date_gmt":"2022-11-08T12:00:20","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=79742"},"modified":"2022-11-08T12:25:19","modified_gmt":"2022-11-08T05:25:19","slug":"arsitektur-kontemporer-07-11-22-cla","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/arsitektur-kontemporer-07-11-22-cla\/","title":{"rendered":"Mengenal Desain Arsitektur Kontemporer dan Contohnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Ada beragam gaya atau desain arsitektur di dunia. Satu di antaranya adalah desain arsitektur kontemporer. Secara sederhana, pengertian gaya arsitektur dapat dipahami berdasarkan arti dari setiap kata pembentuknya, yaitu arsitektur dan kontemporer.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arsitektur adalah seni dan ilmu merancang serta membuat konstruksi bangunan, jembatan, dan sebagainya atau singkatnya ada ilmu bangunan. Arsitektur juga didefinisikan sebagai metode dan gaya rancangan suatu konstruksi bangunan. Sementara, kontemporer adalah pada waktu yang sama, semasa, sewaktu, pada masa kini, atau dewasa ini. Sehingga bisa disimpulkan bahwa arsitektur kontemporer adalah gaya arsitektur masa kini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lantas, apa yang dimaksud dengan gaya arsitektur kontemporer? Serta bagaimana contoh bangunan yang menggunakan gaya arsitektur tersebut? Untuk mengetahui jawabannya, berikut ini Super telah merangkum berbagai informasi tentang desain arsitektur kontemporer, mulai dari pengertian, ciri, sejarah perkembangan, serta contoh dan perbedaannya dengan arsitektur modern. Yuk, langsung disimak informasinya di bawah ini!<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/desain-plafon-rumah\/\">22 Inspirasi Desain Plafon Rumah, Bikin Hunian Semakin Cantik<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Arsitektur kontemporer adalah<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_79778\" aria-describedby=\"caption-attachment-79778\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-79778\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/arsitektur-kontemporer.jpg\" alt=\"arsitektur kontemporer\" width=\"612\" height=\"306\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-79778\" class=\"wp-caption-text\">iStock<\/figcaption><\/figure>\n<p>Pertama-tama, kita simak terlebih dahulu pengertian arsitektur kontemporer agar dapat lebih mudah memahami materi ini secara mendalam.<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Seperti yang telah disinggung pada bagian pembuka, arsitektur kontemporer merupakan gaya arsitektur yang ada pada masa sekarang dan masa yang akan datang. Dengan kata lain, gaya arsitektur tersebut merupakan yang paling terbaru. <\/span><span style=\"color: #000000;\">Mengutip dari laman DSpace Universitas Islam Indonesia (UII), terdapat beberapa ahli yang mengemukakan pendapatnya mengenai definisi arsitektur kontemporer.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Konnemann dalam World of Contemporary Architecture<\/strong> menjelaskan bahwa arsitektur kontemporer adalah gaya arsitektur yang bertujuan untuk memberikan contoh suatu kualitas tertentu, terutama dari segi kemajuan teknologi dan kebebasan dalam mengekspresikan gaya arsitektur.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>L. Hilberseimer dalam Contemporary Architects 2 (1964)<\/strong> menguraikan arsitektur kontemporer sebagai gaya atau aliran tertentu pada eranya yang mencerminkan kebebasan berkarya sehingga menampilkan sesuatu yang berbeda. Selain itu, gaya arsitektur ini juga disebut sebagai aliran baru atau merupakan hasil penggabungan dari beberapa gaya arsitektur lainnya.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Y. Sumalyo dalam Arsitektur Kontemporer Akhir Abad XIX dan Abad XX (1996)<\/strong>, mendefinisikan gaya arsitektur ini sebagai bentuk aliran arsitektur yang tidak dapat dikelompokkan dalam suatu aliran atau sebaliknya berbagai arsitektur tercakup di dalamnya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sementara menurut Schirmbeck (1988) sebagaimana dikutip dari artikel Penerapan Prinsip Arsitektur Kontemporer dalam Rancangan Ruang Kreatif di Surakarta (Jurnal Senthong 2019), terdapat beberapa prinsip dalam arsitektur kontemporer, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Penggunaan material dan teknologi baru<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Konsep ruang terkesan terbuka<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Memiliki fasad transparan<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Eksplorasi elemen fasad<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Gubahan yang ekspresif dan dinamis<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Harmonisasi ruang dalam dan ruang luar<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Kenyamanan hakiki<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan di atas, bisa disimpulkan bahwa arsitektur kontemporer merupakan gaya atau aliran arsitektur yang muncul pada masa kini dengan menampilkan sesuatu yang berbeda. Perbedaan ini ditunjukkan dengan kualitas di mana terdapat penggunaan teknologi baru di samping diutamakannya prinsip kebebasan dalam mengekspresikan gaya arsitektur. Hal ini menyebabkan desain arsitektur ini memiliki kesan baru, segar, unik, dan juga komplek.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/rumah-adat-riau\/\">Mengenal 8 Rumah Adat Riau Beserta Bentuk dan Susunannya<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Ciri-ciri arsitektur kontemporer<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_79777\" aria-describedby=\"caption-attachment-79777\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-79777\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/arsitektur-kontemporer-1.jpg\" alt=\"arsitektur kontemporer\" width=\"612\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-79777\" class=\"wp-caption-text\">iStock<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Telah diketahui bersama bahwa arsitektur kontemporer merupakan gaya arsitektur yang cenderung menampilkan bentuk unik dan berbeda sehingga memiliki kesan segar. Di sisi lain, gaya arsitektur ini juga menggunakan pemilihan warna dan bentuk tertentu serta permainan tekstur sehingga memiliki ciri khas dibandingkan dengan gaya arsitektur lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk lebih jelasnya, berikut ini sudah dirangkum ciri-ciri atau karakteristik gaya arsitektur kontemporer, sebagaimana dilansir Gramedia Blog dan Rumah.com.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">1. Konsep ruang terbuka dan saling menyatu<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ciri yang pertama adalah gaya arsitektur ini identik dengan konsep ruang terbuka. Hal ini menyebabkan ruangan di dalam bangunan memiliki kesan saling menyatu sekaligus mengalir secara visual karena tidak memiliki sekat. Tak heran, pada bangunan dengan desain arsitektur kontemporer akan dijumpai ruang terbuka yang luas tanpa adanya sekat atau dinding pemisah.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">2. Pemilihan material yang tak biasa<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_79776\" aria-describedby=\"caption-attachment-79776\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-79776\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/arsitektur-kontemporer-2-612x405.jpg\" alt=\"\" width=\"612\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-79776\" class=\"wp-caption-text\">iStock<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ciri berikutnya adalah material yang digunakan terbilang tak biasa alias anti-mainstream. Disebut anti-mainstream karena material-material tersebut jarang dipilih dalam desain arsitektur lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Beberapa jenis material modern yang umum digunakan dalam gaya arsitektur ini adalah kaca, batu, logam, dan kayu. Adapun pemilihan material kaca biasanya diterapkan untuk bagian atap dan dinding. Dengan demikian, akan tercipta kesan transparan dan juga keterbukaan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">3. Desain dan bentuk yang unik<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain pemilihan material yang tak biasa, keunikan lain yang juga menjadi ciri khas dari arsitektur kontemporer adalah bentuk unik. Maksudnya, dalam gaya arsitektur ini banyak dijumpai bentuk yang tidak biasa seperti misalnya lengkungan. Seperti yang diketahui, umumnya desain suatu bangunan didominasi oleh garis lurus yang tegas. Namun pada gaya arsitektur ini biasanya didominasi oleh garis lengkung ataupun gabungan garis lurus dan garis lengkung pada bagian eksterior.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">4. Pemilihan palet warna<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_79772\" aria-describedby=\"caption-attachment-79772\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-79772\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/freepik-arsitektur-kontemporer-626x405.webp\" alt=\"\" width=\"626\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-79772\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Gaya arsitektur kontemporer juga memiliki keunikan dari segi pemilihan palet warna. Umumnya, bangunan yang menggunakan gaya arsitektur ini akan didominasi oleh warna-warna netral, seperti hitam, putih, dan abu-abu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hal ini menyebabkan palet warna pada desain arsitektur kontemporer terkesan serupa dengan desain minimalis. Meski begitu, beberapa arsitek kerap memasukkan variasi lain seperti ditambahkannya warna tertentu sehingga desainnya terlihat menonjol, misalnya adalah warna merah dan kuning.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">5. Pemanfaatan cahaya alami melalui jendela besar<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Karakteristik berikutnya adalah gaya arsitektur ini memiliki ciri khas berupa jendela berukuran besar. Selain memberikan kesan unik, pemasangan jendela berukuran besar ini juga sekaligus membuat bangunan memiliki kesan terang karena sistem pencahayaan alami dapat dimaksimalkan. Hal ini sekaligus membuat bangunan memiliki sirkulasi udara yang baik di samping efisiensi energi.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">6. Memperhatikan aspek lingkungan<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_79774\" aria-describedby=\"caption-attachment-79774\" style=\"width: 710px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-79774\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/r-architecture-wDDfbanbhl8-unsplash-720x405.jpg\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"405\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/r-architecture-wDDfbanbhl8-unsplash-720x405.jpg 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/r-architecture-wDDfbanbhl8-unsplash-800x450.jpg 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/r-architecture-wDDfbanbhl8-unsplash-444x250.jpg 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/r-architecture-wDDfbanbhl8-unsplash-600x337.jpg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/r-architecture-wDDfbanbhl8-unsplash-285x160.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-79774\" class=\"wp-caption-text\">Unsplash<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Gaya arsitektur ini juga banyak dipilih untuk menciptakan bangunan yang selaras dengan kondisi lingkungan luar. Sebab desain ini mengadopsi fitur ramah lingkungan sehingga akan diperoleh karakter bangunan yang ergonomis karena dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan di sekitarnya, termasuk perubahan cuaca. Seperti yang diketahui, lingkungan khususnya perubahan cuaca ekstrim kerap menjadi tantangan tersendiri bagi suatu bangunan. Untuk itu diperlukan desain khusus yang dapat mengatasi hal itu.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">7. Desain atap terbuka<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebelumnya sudah disinggung bahwa bangunan bergaya kontemporer banyak menggunakan material unik seperti kaca pada bagian atap. Hal ini menyebabkan bangunan dengan gaya arsitektur ini memiliki kesan terbuka pada bagian atap. Kondisi ini sekaligus membuat bangunan bergaya kontemporer kerap terlihat menonjol ketika berjajar dengan bangunan lain.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/desain-kamar-tidur-dan-kamar-mandi\/\">10 Desain Kamar Tidur dengan Kamar Mandi Dalam<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Sejarah perkembangan arsitektur kontemporer<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_79775\" aria-describedby=\"caption-attachment-79775\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-79775\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/arsitektur-kontemporer-3-612x405.jpg\" alt=\"\" width=\"612\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-79775\" class=\"wp-caption-text\">iStock<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Meski disebut sebagai gaya arsitektur terkini, gaya arsitektur kontemporer ternyata sudah dikenal sejak sekitar satu abad yang lalu. Tepatnya, gaya arsitektur ini mulai berkembang pada sekitar tahun 1920-an yang dimulai oleh sekumpulan arsitek dari Bauhaus School of Design, Jerman. Kala itu, mereka mengembangkan gaya kontemporer sebagai respons atas kemajuan teknologi dan perubahan sosial masyarakat sebagai akibat perang dunia kedua. Gaya arsitektur ini kemudian mengalami perkembangan secara pesat pada tahun 1940 hingga 1980-an.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebagai jawaban atas keinginan untuk merancang sesuatu yang berbeda dari yang sudah ada sebelumnya, arsitektur kontemporer pun hadir dengan menampilkan gaya yang memiliki kesan berbeda, baru, dan segar. Terlebih gaya arsitektur ini juga memiliki kecenderungan untuk selalu berubah dan berkembang. Hal ini dikarenakan gaya kontemporer memegang prinsip untuk membebaskan diri dari cara pikir yang telah menjadi standar umum. Oleh sebab itu, gaya bangunan kontemporer pun selalu memiliki kesan unik dan berbeda.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-2-lantai-minimalis\/\">15 Desain Rumah 2 Lantai Minimalis dengan Berbagai Gaya<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Perbedaan arsitektur kontemporer dan arsitektur modern<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_79773\" aria-describedby=\"caption-attachment-79773\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-79773\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/freepik-626x405.webp\" alt=\"\" width=\"626\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-79773\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bicara soal desain yang unik dan berbeda dari yang telah ada sebelumnya, Sedulur mungkin akan berpikir bahwa desain arsitektur kontemporer memiliki kesamaan dengan arsitektur modern. Akan tetapi, sebenarnya kedua gaya tersebut berbeda satu sama lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Agar Sedulur lebih memahami perbedaan gaya arsitektur kontemporer dan arsitektur modern, berikut sudah dirangkum uraian singkat perbandingan keduanya.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Arsitektur kontemporer<\/span><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Memiliki sifat dinamis sehingga tidak terikat dengan suatu era tertentu.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Mengusung tema masa kini dan juga masa depan.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Tidak terikat dengan aturan lama yang sudah ada karena terus mengalami perkembangan.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Tidak memiliki batasan waktu dan juga memiliki beragam gaya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Arsitektur modern<\/span><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Tema arsitektur modern menggunakan tema modernis awal hingga pertengahan abad ke-20.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Cenderung lebih statis dan berkembang pada era pre-industrial.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Terikat oleh aturan lama dan dibuat sesuai dengan era.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Meski disebut sebagai arsitektur modern, gaya yang diciptakan erat dengan gaya tradisional.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/rumah-toko-minimalis\/\">12 Desain Rumah Toko Minimalis Untuk Memulai Usaha 2022<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Contoh bangunan dengan arsitektur kontemporer<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah menyimak uraian mengenai arsitektur kontemporer, tak ada salahnya Sedulur juga menyimak contoh-contoh bangunan yang dibuat dengan gaya arsitektur ini. Berikut beberapa contoh karya arsitektur kontemporer.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Contoh 1: &#8220;The Bird&#8217;s Nest&#8221; Beijing National Stadium, Tiongkok<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_79781\" aria-describedby=\"caption-attachment-79781\" style=\"width: 710px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-79781\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/the-architect-journal-720x405.jpg\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"405\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/the-architect-journal-720x405.jpg 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/the-architect-journal-800x450.jpg 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/the-architect-journal-444x250.jpg 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/the-architect-journal-600x337.jpg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/the-architect-journal-285x160.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-79781\" class=\"wp-caption-text\">the architect journal<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Contoh bangunan dengan desain arsitektur kontemporer yang pertama adalah Beijing National Stadium, Tiongkok. Stadion yang mulai dibangun pada 2003 dan diresmikan pada 2008 itu akrab dengan julukan &#8220;Sarang Burung&#8221; alias &#8220;The Bird&#8217;s Nest.&#8221; Pasalnya, stadion yang memiliki kapasitas 80 ribu penonton itu memiliki desain mirip seperti sarang burung.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Menurut laporan Detik.com, desain stadion itu diambil dari ilmu keramik Tiongkok. Adapun seniman kenamaan, Ai Weiwei disebut menjadi konsultan dalam perancangan desain stadion yang menjadi saksi gelaran akbar Olimpiade Beijing 2008 tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain memiliki desain luar yang unik sekaligus megah, stadion ini juga dilengkapi sejumlah fasilitas yang membuatnya semakin terlihat layaknya bangunan mewah. Mulai dari ruang tunggu dan ruang pertemuan VIP, eskalator, hingga berbagai ornamen yang semakin menambah keindahan bangunan tersebut. Pembangunan The Bird&#8217;s Nest alias Beijing National Stadium sendiri ditaksir menghabiskan dana US$ 428 juta atau sekitar Rp 5 triliun.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Contoh 2: Menara Phinisi Universitas Negeri Makassar (UNM)<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_79780\" aria-describedby=\"caption-attachment-79780\" style=\"width: 710px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-79780\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/arsitur-studio-720x405.jpg\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"405\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/arsitur-studio-720x405.jpg 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/arsitur-studio-800x450.jpg 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/arsitur-studio-444x250.jpg 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/arsitur-studio-600x337.jpg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/arsitur-studio-285x160.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-79780\" class=\"wp-caption-text\">arsitur studio<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Contoh berikutnya adalah Menara Phinisi Universitas Negeri Makassar (UNM). Menara rancangan arsitek asal Bandung, Yu Sing ini disebut merupakan gedung tinggi pertama di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dilansir laman Profesi UNM, Menara Phinisi yang selesai dibangun pada 2013 ini juga dikenal dengan nama Tellu Cappa yang artinya tiga puncak. Adapun menara ini mengambil konsep Perahu Phinisi yang merupakan perahu khas Bugis &#8211; Makassar. Menurut catatan sejarah, perahu tersebut digunakan oleh masyarakat Bugis &#8211; Makassar dalam menjelajahi samudera Nusantara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di sisi lain, desain arsitektur dari bangunan tersebut juga mengadopsi filosofi arsitektur rumah tradisional Makassar yang terdiri dari 3 bagian, yaitu kolong atau awa bola, badan atau lotang, dan kepala atau rakkeang. Selain itu juga dipengaruhi oleh struktur kosmos, yakni alam bawah, alam tengah, dan alam atas.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Contoh 3: Jembatan Millau Viaduct, Perancis<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_79779\" aria-describedby=\"caption-attachment-79779\" style=\"width: 690px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-79779\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/bobo-id-700x405.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-79779\" class=\"wp-caption-text\">Bobo<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jembatan Millau atau Viaduc de Millau merupakan sebuah jembatan yang menyeberangi lembah Sungai Tam, dekat Millau, di selatan Prancis. Dilansir laman Bobo, jembatan ini merupakan rancangan teknisi jembatan asal Prancis, Michel Virlogeux dan arsitek asal Inggris, Norman Foster. <\/span><span style=\"color: #000000;\">Menariknya, jembatan ini dibangun dengan sejumlah pilar tinggi yang salah satunya disebut P2 dengan tinggi 244,96 meter. Pilar ini disebut sebagai pilar jembatan tertinggi di dunia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demikian tadi pembahasan mengenai desain arsitektur kontemporer, mulai dari pengertian, ciri-ciri, sejarah perkembangan, hingga contoh-contohnya. Semoga informasi ini dapat memberikan manfaat dan menambah wawasan Sedulur, ya!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mau belanja bulanan nggak pakai ribet?<\/span><\/i><b><i> Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":28,"featured_media":79782,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[11423,11422,11424],"class_list":["post-79742","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-arsitektur","tag-arsitektur-kontemporer","tag-desain-arsitektur-kontemporer"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenal Desain Arsitektur Kontemporer dan Contohnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apa itu arsitektur kontemporer? Yuk mengenal apa itu arsitektur kontemporer dan contohnya pada berbagai bangunan ternama di dunia!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/arsitektur-kontemporer-07-11-22-cla\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Desain Arsitektur Kontemporer dan Contohnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa itu arsitektur kontemporer? Yuk mengenal apa itu arsitektur kontemporer dan contohnya pada berbagai bangunan ternama di dunia!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/arsitektur-kontemporer-07-11-22-cla\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-11-08T12:00:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-11-08T05:25:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/1-4.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"850\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"450\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Clarissa Fauzany\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Clarissa Fauzany\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/arsitektur-kontemporer-07-11-22-cla\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/1-4.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/1-4.webp\",\"width\":850,\"height\":450,\"caption\":\"arsitektur kontemporer\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/arsitektur-kontemporer-07-11-22-cla\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/arsitektur-kontemporer-07-11-22-cla\/\",\"name\":\"Mengenal Desain Arsitektur Kontemporer dan Contohnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/arsitektur-kontemporer-07-11-22-cla\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-11-08T12:00:20+00:00\",\"dateModified\":\"2022-11-08T05:25:19+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315\"},\"description\":\"Apa itu arsitektur kontemporer? Yuk mengenal apa itu arsitektur kontemporer dan contohnya pada berbagai bangunan ternama di dunia!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/arsitektur-kontemporer-07-11-22-cla\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/arsitektur-kontemporer-07-11-22-cla\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/arsitektur-kontemporer-07-11-22-cla\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Desain Arsitektur Kontemporer dan Contohnya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315\",\"name\":\"Clarissa Fauzany\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Clarissa Fauzany\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Desain Arsitektur Kontemporer dan Contohnya","description":"Apa itu arsitektur kontemporer? Yuk mengenal apa itu arsitektur kontemporer dan contohnya pada berbagai bangunan ternama di dunia!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/arsitektur-kontemporer-07-11-22-cla\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenal Desain Arsitektur Kontemporer dan Contohnya","og_description":"Apa itu arsitektur kontemporer? Yuk mengenal apa itu arsitektur kontemporer dan contohnya pada berbagai bangunan ternama di dunia!","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/arsitektur-kontemporer-07-11-22-cla\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-11-08T12:00:20+00:00","article_modified_time":"2022-11-08T05:25:19+00:00","og_image":[{"width":850,"height":450,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/1-4.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Clarissa Fauzany","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Clarissa Fauzany","Est. reading time":"10 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/arsitektur-kontemporer-07-11-22-cla\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/1-4.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/1-4.webp","width":850,"height":450,"caption":"arsitektur kontemporer"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/arsitektur-kontemporer-07-11-22-cla\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/arsitektur-kontemporer-07-11-22-cla\/","name":"Mengenal Desain Arsitektur Kontemporer dan Contohnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/arsitektur-kontemporer-07-11-22-cla\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-11-08T12:00:20+00:00","dateModified":"2022-11-08T05:25:19+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315"},"description":"Apa itu arsitektur kontemporer? Yuk mengenal apa itu arsitektur kontemporer dan contohnya pada berbagai bangunan ternama di dunia!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/arsitektur-kontemporer-07-11-22-cla\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/arsitektur-kontemporer-07-11-22-cla\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/arsitektur-kontemporer-07-11-22-cla\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Desain Arsitektur Kontemporer dan Contohnya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315","name":"Clarissa Fauzany","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g","caption":"Clarissa Fauzany"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/79742"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=79742"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/79742\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":79784,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/79742\/revisions\/79784"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/79782"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=79742"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=79742"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=79742"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}