{"id":78691,"date":"2022-11-01T22:30:43","date_gmt":"2022-11-01T15:30:43","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=78691"},"modified":"2022-10-31T21:57:15","modified_gmt":"2022-10-31T14:57:15","slug":"teks-cerita-sejarah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/teks-cerita-sejarah\/","title":{"rendered":"Kumpulan Contoh Teks Cerita Sejarah Singkat dan Strukturnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Terdapat beragam jenis teks yang dipelajari dalam mata pelajaran bahasa Indonesia. Satu di antaranya adalah teks cerita sejarah. Sesuai dengan namanya, teks cerita sejarah merupakan jenis teks yang mengulas tentang asal-usul atau kronologi dari peristiwa yang terjadi di masa lalu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sama seperti jenis teks lainnya, teks cerita sejarah juga memiliki ciri maupun struktur tersendiri. Selain itu, terdapat dua jenis teks cerita sejarah, yaitu fiksi dan non fiksi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Nah, apakah Sedulur sudah memahami secara detail tentang teks cerita sejarah? Jika belum, berikut ini Super telah merangkum berbagai informasi tentang teks cerita sejarah. Selain itu juga akan dipaparkan beberapa contoh teks agar Sedulur lebih memahami materi ini. Yuk, langsung disimak informasi lengkapnya!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/contoh-novel-sejarah\/\">Wajib Dibaca Anak Sekolah! 14 Novel Sejarah Indonesia Terbaik<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Pengertian teks cerita sejarah<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_78695\" aria-describedby=\"caption-attachment-78695\" style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-78695\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/sejarah-dep.webp\" alt=\"teks cerita sejarah\" width=\"600\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/sejarah-dep.webp 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/sejarah-dep-390x260.webp 390w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-78695\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">Depositphotos<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebagaimana telah disinggung pada bagian pembuka, teks cerita sejarah merupakan jenis teks yang mengulas tentang asal-usul atau kronologi dari peristiwa yang terjadi di masa lalu. Tentunya, peristiwa yang diuraikan merupakan peristiwa penting yang memiliki nilai sejarah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Perlu Sedulur ketahui, tidak semua peristiwa yang terjadi di masa lampau dapat dikategorikan sebagai peristiwa bersejarah atau memiliki nilai sejarah. Sebab, terdapat beberapa syarat suatu peristiwa dapat disebut memiliki nilai sejarah. Di antaranya adalah peristiwa tersebut bersifat unik karena hanya berlangsung satu kali atau tidak terulang, penting atau kejadiannya memberikan pengaruh kepada masyarakat luas, dan terakhir adalah peristiwa tersebut memiliki sifat abadi sehingga tidak pernah berubah dan akan dikenang selamanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kembali ke pembahasan tentang teks cerita sejarah, dari uraian di atas bisa disimpulkan bahwa teks cerita sejarah adalah teks yang menjelaskan atau menceritakan suatu peristiwa atau kejadian di masa lalu yang memiliki nilai sejarah. Melalui teks ini, pembaca dapat mengetahui asal usul atau latar belakang benda, fakta, atau peristiwa, sehingga memiliki nilai sejarah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/teks-editorial\/\">10 Contoh Teks Editorial Beserta Pengertian &amp; Strukturnya<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Ciri-ciri teks cerita sejarah<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_78702\" aria-describedby=\"caption-attachment-78702\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-78702\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/history-freep-626x405.webp\" alt=\"teks cerita sejarah\" width=\"626\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-78702\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">Freepik<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah memahami pengertian teks cerita sejarah, kini Sedulur dapat menyimak ciri-ciri jenis teks tersebut, sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Merupakan jenis karya sastra prosa yang disusun berdasarkan fakta peristiwa sejarah yang benar terjadi.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Bersifat imajinatif namun tetap menyajikan fakta.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Menyajikan cerita dari peristiwa yang terjadi di masa lalu.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Disusun secara kronologis atau menunjukkan urutan peristiwa.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Jenis teks cerita sejarah<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_78693\" aria-describedby=\"caption-attachment-78693\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-78693\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/sejarah-istock.jpg\" alt=\"teks cerita sejarah\" width=\"612\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-78693\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">iStock<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Terdapat dua jenis teks cerita sejarah berdasarkan cara penulis menyusun teks tersebut. Kedua jenis teks tersebut meliputi teks sejarah fiksi dan nonfiksi. Berikut penjelasan untuk masing-masing jenis teks.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Fiksi<\/strong>, yaitu jenis teks cerita sejarah yang dalam penyusunannya penulis memvariasikan alur cerita dengan imajinasinya. Hal itu dimaksudkan untuk memberikan hiburan kepada pembaca. Meski bersifat imajinatif, teks ini tetap disusun menurut peristiwa sejarah yang benar terjadi di masa lalu. Contohnya adalah novel Tetralogi Pulau Buru karya Pramoedya Ananta Toer.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Non<\/strong> <strong>fiksi<\/strong>, yaitu jenis teks cerita sejarah yang disusun berdasarkan fakta peristiwa sejarah tanpa adanya penambahan karangan dari penulis. Jenis teks ini juga kerap disebut sebagai teks sejarah. Contoh teks cerita sejarah non fiksi adalah Catatan Seorang Demonstran karya Soe Hok Gie.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/teks-ulasan\/\">Teks Ulasan: Pengertian, Tujuan, Ciri, Struktur, Jenis-Jenisnya<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Struktur teks cerita sejarah<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_78694\" aria-describedby=\"caption-attachment-78694\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-78694\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/sejarah-free-626x405.webp\" alt=\"teks cerita sejarah\" width=\"626\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-78694\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">Freepik<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Secara umum, struktur teks cerita sejarah terdiri atas tiga bagian, yaitu orientasi atau pembuka, kronologi atau urutan peristiwa, dan reorientasi atau penutup. Umumnya ketiga bagian ini ditemukan dalam teks cerita sejarah non fiksi. Adapun berikut penjelasan untuk masing-masing bagian.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong> Orientasi atau pembuka<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bagian yang pertama adalah orientasi atau pembuka. Pada bagian ini dipaparkan pengantar berupa pengenalan tokoh dan latar cerita mengenai sebuah peristiwa sejarah.<\/span><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong> Kronologi atau urutan peristiwa<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bagian berikutnya adalah kronologi atau urutan peristiwa. Bagian ini memuat cerita tentang sebuah peristiwa sejarah yang diuraikan berdasar urutan kejadian yang saling terkait satu sama lain. Bagian kronologi juga disebut sebagai inti dari penulisan teks cerita sejarah karena pada bagian inilah peristiwa yang menjadi topik akan dibahas secara rinci.<\/span><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong> Reorientasi atau penutup<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Terakhir adalah reorientasi atau penutup. Pada bagian ini dipaparkan kesimpulan dari peristiwa sejarah yang sudah diuraikan sebelumnya. Selain itu, bagian ini juga dapat memuat opini penulis terkait peristiwa sejarah tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di sisi lain, teks cerita sejarah yang dikemas dalam bentuk karya fiksi memiliki struktur yang sedikit berbeda. Yakni terdiri atas orientasi atau pembuka, komplikasi berupa uraian tentang rangkaian peristiwa, klimaks yang memuat puncak peristiwa, resolusi di mana konflik yang memuncak sudah mulai mereda, dan koda yang biasanya berisi pesan moral dari cerita tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/struktur-teks-sejarah\/\">Struktur Teks Sejarah Beserta Pengertian, Ciri, dan Contohnya<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Contoh teks cerita sejarah<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk lebih memahami materi ini, berikut sudah Super rangkum lima contoh teks cerita sejarah yang dapat Sedulur simak dan pelajari.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Contoh 1: Candi Borobudur<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_78700\" aria-describedby=\"caption-attachment-78700\" style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-78700\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/borobudur-dep.webp\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"324\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-78700\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">Depositphotos<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Orientasi<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Candi Borobudur adalah candi peninggalan dari agama Buddha yang terbesar di dunia. Bangunan candi ini dibangun pada masa Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra sekitar 824 Masehi.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Kronologi<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Monumen Buddha ini memiliki luas 123 x 123 m\u00b2. Candi Borobudur memiliki sebanyak 504 patung Buddha, 72 stupa terawang, dan satu stupa induk. Candi Borobudur memiliki arsitektur peta yang menggambarkan kekentalan dari gaya arsitektur yang berasal dari India.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">UNESCO telah mengakui dan memakai kemegahan dari arsitektur Candi Borobudur sebagai satu di antara momen Budha terbesar di Indonesia dan juga di dunia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam menyelesaikan pembangunan Candi Borobudur ini membutuhkan waktu sekitar 75 tahun, di bawah komando dari arsitek Gunadarma dengan 60.000 m\u00b3 batuan vulkanik yang diambil di Sungai Elo dan Progo, yang letaknya sekitar 2 km sebelah timur candi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada saat Candi Borobudur dibangun, sistem metrik belum dikenal dan satuan panjang yang digunakan untuk membuat candi ini adalah tala, yang dihitung dengan cara merentangkan ibu jari dan jari tengah atau pengukur panjang rambut dari dahi sampai dengan dasar dagu.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Reorientasi<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan Prasasti Karangtengah dan Kahulunan, sejarawan J.G. de Casparis memperkirakan pendiri Candi Borobudur adalah Raja Mataram Kuno dari dinasti Syailendra bernama Samaratungga, ia membangun candi ini sekitar tahun 824 M. Candi ini baru dapat diselesaikan pada masa Ratu Pramudawardhani, yaitu putrinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>(Sumber: Bola.com)<\/em><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Contoh 2: Tsunami Aceh<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_78698\" aria-describedby=\"caption-attachment-78698\" style=\"width: 710px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-78698\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/tsunami-aceh-inews-720x405.jpg\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"405\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/tsunami-aceh-inews-720x405.jpg 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/tsunami-aceh-inews-444x250.jpg 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/tsunami-aceh-inews-768x433.jpg 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/tsunami-aceh-inews-600x337.jpg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/tsunami-aceh-inews-285x160.jpg 285w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/tsunami-aceh-inews.jpg 790w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-78698\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">iNews<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Orientasi<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Peristiwa menyedihkan terjadi di bumi serambi Mekkah Indonesia, Aceh. Pada tahun 2004 tepatnya pada hari Minggu pagi, tanggal 26 Desember. Kurang lebih 500.000 nyawa melayang dalam sekejap disapu bersih dari seluruh tepian dunia yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Daerah Aceh, serambi Mekkah\u00a0 Indonesia merupakan korban jiwa yang terbesar di dunia. Ribuan mayat tidak dapat ditemukan serta ribuan mayat pula dikuburkan secara massal.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Kronologi<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Gempa yang terjadi di di Aceh tepatnya yaitu pukul 7.58 WIB. Pusat gempa\u00a0 yaitu kurang lebih 160 KM sebelah barat Aceh sedalam 10 km. Gempa yang terjadi di Aceh tersebut memiliki kekuatan 9,3 skala richter.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kepanikan ini terjadi dalam durasi yang tercatat paling lama dalam sejarah kegempaan bumi, yaitu sekitar 500-600 detik (sekitar 10 menit). Beberapa pakar gempa mengatakan menganalogikan kekuatan gempa ini, mampu membuat seluruh bola Bumi bergetar dengan amplitudo getaran di atas 1 (satu) cm. Gempa yang berpusat di tengah samudera Indonesia ini, juga memicu beberapa gempa bumi di berbagai tempat di dunia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Gempa yang mengakibatkan tsunami menyebabkan sekitar 230.000 orang tewas di 8 negara. Ombak tsunami setinggi 9 meter. Bencana ini merupakan kematian terbesar sepanjang sejarah. Indonesia, Sri Lanka, India, dan Thailand merupakan negara dengan jumlah kematian terbesar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kekuatan gempa pada awalnya dilaporkan mencapai magnitude 9.0. Pada Februari 2005 dilaporkan gempa berkekuatan magnitude 9.3. Meskipun Pacific Tsunami Warning Center telah menyetujui angka tersebut. Namun, United States Geological Survey menetapkan magnitude 9.2. atau bila menggunakan satuan seismik momen (Mw) sebesar 9.3.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di Indonesia, gempa dan tsunami menelan lebih dari 126.000 korban jiwa. Puluhan gedung hancur oleh gempa utama, terutama di Meulaboh dan Banda Aceh di ujung Sumatera. Di Banda Aceh, sekitar 50% dari semua bangunan rusak terkena tsunami. Tetapi, kebanyakan korban disebabkan oleh tsunami yang menghantam pantai barat Aceh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pemerintahan daerah Aceh lumpuh total, saat terjadi gempa bumi dan Tsunami Aceh. Tepat jam 09.00 WIB satu persatu masyarakat Aceh yang hadir di Istora Jakarta panik karena hubungan telepon seluler ke Aceh putus total, mata mereka pada berkaca-kaca.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Reorientasi<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Peristiwa ini adalah salah satu peristiwa yang cukup mengenaskan dan merupakan peristiwa yang paling banyak memakan korban yang pernah ada dan terjadi di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>(Sumber: Merdeka.com)<\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/contoh-teks-laporan-hasil-observasi\/\">10 Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Beserta Strukturnya<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Contoh 3: Asal-usul Nama Kota Surabaya<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_78699\" aria-describedby=\"caption-attachment-78699\" style=\"width: 614px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-78699\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/surabaya-rumah.jpg\" alt=\"\" width=\"624\" height=\"351\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/surabaya-rumah.jpg 624w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/surabaya-rumah-444x250.jpg 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/surabaya-rumah-600x337.jpg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/surabaya-rumah-285x160.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-78699\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">Rumah.com<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Orientasi<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setiap daerah pasti mempunyai cerita tersendiri dalam pemilihan nama, seperti Kota Surabaya ini. Setidaknya, ada tiga keterangan tentang asal-usul nama Surabaya.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Kronologi<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Keterangan pertama menyebutkan, nama Surabaya awalnya adalah Churabaya, desa tempat menyeberang di tepian Sungai Brantas. Keterangan pertama tercantum dalam prasasti Trowulan I tahun 1358 M.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Nama Surabaya juga tercantum dalam Pujasastra Negara Kertagama yang ditulis Mpu Prapanca. Dalam tulisan itu, Surabaya (Surabhaya) tercantum dalam pujasastra tentang perjalanan pesiar pada tahun 1365 M yang dilakukan Hayam Wuruk, Raja Majapahit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Namun, Surabaya sendiri diyakini oleh para ahli telah ada pada tahun-tahun sebelum prasasti-prasasti tersebut dibuat. Seorang peneliti Belanda, G.H. Von Faber dalam karyanya, En Werd Een Stad Geboren (Telah Lahir Sebuah Kota) membuat hipotesis, Surabaya didirikan Raja Kertanegara tahun 1275, sebagai pemukiman baru bagi para prajuritnya yang telah berhasil menumpas pemberontakan Kemuruhan tahun 1270 M.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Versi berikutnya, nama Surabaya berkaitan erat dengan cerita tentang perkelahian hidup dan mati antara Adipati Jayengrono dan Sawunggaling. Konon, setelah mengalahkan tentara Tartar (Mongol), Raden Wijaya yang merupakan raja pertama Majapahit, mendirikan kraton di Ujung Galuh, sekarang kawasan pelabuhan Tanjung Perak, dan menempatkan Adipati Jayengrono untuk memimpin daerah itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lama-lama, Jayengrono makin kuat dan mandiri karena menguasai ilmu buaya sehingga mengancam kedaulatan Majapahit. Untuk menaklukkan Jayengrono, diutuslah Sawunggaling yang menguasai ilmu Sura.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Adu kesaktian dilakukan di pinggir Sungai Kalimas dekat Paneleh. Perkelahian tersebut berlangsung tujuh hari tujuh malam dan berakhir tragis. Sebab, keduanya meninggal kehabisan tenaga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam versi lainnya lagi, kata Surabaya muncul dari mitos pertempuran antara ikan Suro (Sura) dan Boyo (Baya atau Buaya), perlambang perjuangan antara darat dan laut. Penggambaran pertarungan itu terdapat dalam Monumen Suro dan Boyo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada tahun 1975, Wali Kota Surabaya R. Soeparno menetapkan tanggal 31 Mei 1293 sebagai hari jadi Kota Surabaya. Nama Surabaya pun diartikan berasal dari kata-kata sura ing bhaya yang berarti keberanian menghadapi bahaya.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Reorientasi<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Keterangan mengenai asal-usul nama kota tersebut di antaranya telah dibuktikan lewat berbagai peninggalan. Namun, masih ada kemungkinan bahwa asal-usul penamaan Kota Surabaya hanyalah sebuah cerita yang berkembang turun-temurun di masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>(Sumber: Detik.com)<\/em><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Contoh 4: Sejarah Huruf Braille<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_78697\" aria-describedby=\"caption-attachment-78697\" style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-78697\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/huruf-braille-idn.jpg\" alt=\"Huruf Braille\" width=\"600\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/huruf-braille-idn.jpg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/huruf-braille-idn-390x260.jpg 390w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-78697\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">IDNTimes<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Orientasi<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Huruf Braille adalah huruf yang khusus dibuat untuk para penyandang tuna netra. Berbeda dengan huruf biasa, huruf ini dibuat seperti titik yang timbul, penciptanya adalah Louis Braille.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Kronologi<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Louis Braille dilahirkan di Coupvray, Perancis, pada tahun 1809. Awalnya penglihatannya normal, tetapi akibat terkena peralatan kuda milik ayahnya membuat sebelah matanya buta pada usia 3 tahun. Kejadian tersebut mengakibatkan infeksi pada matanya, Louis Braille harus rela kehilangan penglihatan di kedua matanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada tahun 1816, Charles Barbier, yang merupakan seorang anggota militer Perancis menemukan metode menulis dengan menggunakan titik dan tanda garis. Metode ini biasa digunakan pada peperangan di malam hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Metode tersebut sudah cukup bagus, namun sayangnya sulit untuk dipelajari. Kemudian Braille menganalisis kekurangan dari metode ciptaan Barbier. Braille menemukan bahwa pada metode itu belum ada tanda baca dan notasi musik, serta diperlukan ratusan titik dan garis untuk membuat satu kalimat saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada tahun 1821, seorang tentara telah membuktikan bahwa perutusan yang ditulis dengan titik dan tanda sengkang dapat ditekankan di atas kertas untuk digunakan pada ketentaraan di waktu malam hari dalam parit pertahanan. Braille memperbaiki sistem ini dan menulis buku berkaitan dengan sistem Braille pada 1829 dan 1837.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Reorientasi<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Meskipun pada awalnya terdapat berbagai halangan oleh mereka yang tidak memahami keperluan orang buta, Braille tetap gigih menyebarkan tulisan ciptaannya tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kegigihan tersebut diterima masyarakat luas yang bernasib sama dengannya. Melalui usahanya tersebut, beribu-ribu orang buta akhirnya dapat membaca.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Louis Braille meninggal dunia tahun 1852 pada usia 41 tahun karena penyakit Tuberculosis yang dideritanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>(Sumber: Kumparan)<\/em><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Contoh 5: Rumah Kaca (karya Pramoedya Ananta Toer)<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_78696\" aria-describedby=\"caption-attachment-78696\" style=\"width: 710px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-78696\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/rumah-kaca-fim-720x405.webp\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"405\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/rumah-kaca-fim-720x405.webp 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/rumah-kaca-fim-800x450.webp 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/rumah-kaca-fim-444x250.webp 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/rumah-kaca-fim-768x432.webp 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/rumah-kaca-fim-600x337.webp 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/rumah-kaca-fim-285x160.webp 285w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/rumah-kaca-fim.webp 1200w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-78696\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">Fimela<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Orientasi<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pelarian-pelarian politik dari Nederland, Sneevliet, dan Baars itu semakin giat di Jawa Timur, khususnya di Surabaya. Mereka membuka pidato di mana-mana, seperti takkan kering-kering kerongkongan mereka. Lari dari pertentangan intern di Nederland ke Hindia, mereka anggap diri seakan-akan jago-jago tanpa lawan, seakan-akan Hindia negerinya sendiri yang dipayungi oleh hukum demokratis. Beruntung mereka bergerak hanya di kalangan orang-orang yang berbahasa Belanda, yang menduduki tempat sosial yang rendah dan hidup dalam kemasygulan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">&#8230;<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Komplikasi<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sekalipun mereka orang-orang Eropa dan bukan jadi urusanku, tapi mau tak mau terlibat ke dalam urusanku juga. Mereka memilih Surabaya sebagai pusat kegiatan karena Surabaya adalah markas besar Syarikat Islam. Mereka akan lakukan induksi langsung dan tidak langsung terhadap Syarikat. Mas Tjokro, \u201dkaisar\u201d yang masih kekanak-kanakan dalam politik itu harus dibikin kebal terhadap induksi mereka. Dia harus lebih banyak miring ke agamanya sendiri daripada ke arah radikal abangan Eropa ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bagan untuk mengebalkan sang &#8220;kaisar&#8221; telah kubuat sampai terperinci setelah sepku menekan aku dengan berbagai cara. Bukan sampai di situ saja. Sepku sampai merasa perlu menggunakan gertakan seakan-akan kuatir telah kutipu atau kujebak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">&#8220;Bagaimana Tuan dapat menyimpulkan mereka bermaksud memengaruhi Syarikat Islam? Dapatkah Tuan membuktikannya?&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ucapan yang meragukan kemampuanku itu memang menyinggung kehormatanku. Semestinya ia bisa lebih bijaksana sedikit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">&#8220;Sebenarnya,&#8221; kataku dengan tekanan yang menekan juga. &#8220;Tuan sendirilah yang semestinya menyimpulkan dan membuktikan, bukan yang sebaliknya seperti ini. Mereka bukan pribumi.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">&#8230;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Baganku memang hanya menjauhkan Syarikat dari mereka. Hanya menjauhkan agar tidak terkena induksi. Beberapa hari kemudian bagan itu dilaksanakan tanpa sepengetahuanku. Dan sepucuk nota dari sepku menyatakan, ia tidak puas dengan hanya menjauhkan. Harus ditarik terus sampai mempertentangkan kedua-duanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mempertentangkan dua golongan dari pandangan dan sikap yang berlain-lainan memang terlalu gampang. Tetapi, akibatnya akan berlarut. Syarikat akan menghadapi mereka sebagai orang Eropa pada umumnya, dan kebencian pukul-rata pada Belanda akan menjadi hasilnya. Sedang sayap Marco, yang selama ini tidak mendapat medan untuk berpawai akan menggunakan kesempatan ini. Bila ia memisahkan diri dari pimpinan Mas Tjokro, dengan sayanya ia akan menjadi sangat berbahaya. Perkembangan secepat itu belum lagi diharapkan.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Klimaks<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada hari itu juga notanya kubalas. Akibatnya sepku datang dan langsung menyemburkan kejengkelan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">&#8220;Apakah Tuan sudah bermaksud melawan pemerintah?&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Karena aku tahu inisiatifnya takkan berjalan tanpa rumusan dan tanda tanganku, aku hadapi dia dengan cadangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">&#8220;Kalau perintah itu diberikan padaku setelah predikat \u2019tenaga ahli\u2019 itu dicabut oleh Gubermen, aku akan lakukan dengan segera, Tuan. Kalau tidak, aku masih punya hak untuk menolak.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mukanya jadi kemerah-merahan karena berang. Ya, ya, kau akan kupermain-mainkan, Tuan. Mari kita lihat siapa yang akan lebih tahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tetapi, ia tak mendesak lagi dan pergi dengan bersungut-sungut. Notanya datang lagi, isinya bernada curiga terhadap aku sebagai simpatisan salah sebuah dari organisasi-organisasi tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jelas dia belum kenal siapa Pangemanann. Sekali orang bernama Pangemanann ini jadi Algemeene Secrerie, takkan mudah orang dapat mengisarkan sejengkal pun dari tempatnya. Aku simpan baik-baik nota itu dan tak kujawab.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sekarang datang waktunya ia akan mencari-cari kesalahan. Mulailah aku mengingat-ingat secara kronologis pekerjaanku sejak 1912 sampai masuk ke tahun 1915. Hanya ada satu hal yang bisa digugat: analisa dangkal tentang naskah-naskah Raden Mas Minke yang aku anggap tidak berharga. Naskah-naskah itu aku simpan di rumah untuk jadi milik pribadi. Maka analisis yang kurang bersungguh-sungguh itu mungkin memberi peluang untuk menuduh aku menyembunyikan sesuatu pendapat atau kenyataan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Apa boleh buat, aku akan tetap berkukuh naskah-naskah itu lebih bersifat pribadi daripada umum. Dan aku katakan naskah itu telah dibakar langsung di kantor dalam tong kaleng kecil di kamarku. Walau begitu aku harus bersiap-siap.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Resolusi<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pidato Sneevliet mulai bermunculan dalam terjemahan Melayu, dalam terbitan koran-koran di Sala, Semarang, Madiun, Surabaya. Juga pidato-pidato Baars yang mampu berbahasa Melayu dan Jawa dengan fasih. Tapi, koran-koran Jawa Barat dan Betawi tampaknya tenang-tenang saja. Pengaruhnya mulai menjalari panggung pribumi. Tampaknya pengaruhnya dapat diibaratkan sebuah roda. Sekali orang mengenal dan menggunakannya, dia lantas jadi bagian dari kehidupan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam pertunjukkan langsung di Sala, jelas benar pengaruh ini bekerja. Lakon yang dimainkan kala itu adalah Surapati. Setelah beberapa minggu berlalu, ternyata pemain peran utama sebagai Surapati adalah orang yang itu-itu juga: Marco.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Secara khusus kusiapkan bagan peta pengaruh. Dalam waktu seminggu dapat kulihat, bahwa pengaruh itu laksana lelatu yang memercik dan meletik-letik ke kota-kota pelabuhan di Jawa Tengah dan Timur, memasuki pedalaman dan memerciki wilayah-wilayah pabrik gula-semua wilayah pabrik gula.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Koda<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dewan Hindia telah meminta pada Gubernur Jenderal, demikian yang kudengar dari omongan orang agar tenaga-tenaga kepolisian yang sudah mulai berpengalaman dalam mengawasi kegiatan politik pribumi ditetapkan kedudukannya untuk mengurusi soal ini. Kepolisian setempat yang telah mengambil inisiatif untuk pekerjaan ini supaya diberi pengukuhan, badan koordinasi supaya dibentuk untuk membantu pembentukan seksi khusus ini. Dasar dari permintaan itu adalah kegiatan politik Pribumi yang semakin menanjak dengan semakin melonggarkan hubungan antara Kerajaan dengan Hindia. Kalaupun ada rencana mengirim bantuan militer dari Kerajaan tak mungkin bisa diharapkan dalam situasi Perang Dunia. Maka juga Angkatan Perang Hindia seyogianya diperbesar untuk dapat menghadapi segala kemungkinan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>(Sumber: Ruang Guru)<\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demikian tadi uraian lengkap tentang teks cerita sejarah, mulai dari pengertian, ciri-ciri, jenis, dan strukturnya. Selain itu juga telah dipaparkan beberapa contoh teks cerita sejarah yang dapat Sedulur pelajari untuk memahami jenis teks satu ini. Nah, semoga artikel ini dapat menambah wawasan Sedulur tentang jenis-jenis teks dalam bahasa Indonesia, ya!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mau belanja bulanan nggak pakai ribet?<\/span><\/i><b><i> Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":28,"featured_media":78747,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[11274,11275,11273],"class_list":["post-78691","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-cerita-sejarah","tag-teks-cerita","tag-teks-cerita-sejarah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kumpulan Contoh Teks Cerita Sejarah Singkat dan Strukturnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kumpulan contoh teks cerita sejarah singkat beserta strukturnya yang bisa kamu jadikan referensi.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/teks-cerita-sejarah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kumpulan Contoh Teks Cerita Sejarah Singkat dan Strukturnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kumpulan contoh teks cerita sejarah singkat beserta strukturnya yang bisa kamu jadikan referensi.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/teks-cerita-sejarah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-11-01T15:30:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-10-31T14:57:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/6-12.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"850\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"450\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Clarissa Fauzany\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Clarissa Fauzany\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"15 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/teks-cerita-sejarah\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/6-12.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/6-12.webp\",\"width\":850,\"height\":450,\"caption\":\"teks cerita sejarah\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/teks-cerita-sejarah\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/teks-cerita-sejarah\/\",\"name\":\"Kumpulan Contoh Teks Cerita Sejarah Singkat dan Strukturnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/teks-cerita-sejarah\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-11-01T15:30:43+00:00\",\"dateModified\":\"2022-10-31T14:57:15+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315\"},\"description\":\"Kumpulan contoh teks cerita sejarah singkat beserta strukturnya yang bisa kamu jadikan referensi.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/teks-cerita-sejarah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/teks-cerita-sejarah\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/teks-cerita-sejarah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kumpulan Contoh Teks Cerita Sejarah Singkat dan Strukturnya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315\",\"name\":\"Clarissa Fauzany\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Clarissa Fauzany\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kumpulan Contoh Teks Cerita Sejarah Singkat dan Strukturnya","description":"Kumpulan contoh teks cerita sejarah singkat beserta strukturnya yang bisa kamu jadikan referensi.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/teks-cerita-sejarah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kumpulan Contoh Teks Cerita Sejarah Singkat dan Strukturnya","og_description":"Kumpulan contoh teks cerita sejarah singkat beserta strukturnya yang bisa kamu jadikan referensi.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/teks-cerita-sejarah\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-11-01T15:30:43+00:00","article_modified_time":"2022-10-31T14:57:15+00:00","og_image":[{"width":850,"height":450,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/6-12.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Clarissa Fauzany","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Clarissa Fauzany","Est. reading time":"15 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/teks-cerita-sejarah\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/6-12.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/6-12.webp","width":850,"height":450,"caption":"teks cerita sejarah"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/teks-cerita-sejarah\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/teks-cerita-sejarah\/","name":"Kumpulan Contoh Teks Cerita Sejarah Singkat dan Strukturnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/teks-cerita-sejarah\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-11-01T15:30:43+00:00","dateModified":"2022-10-31T14:57:15+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315"},"description":"Kumpulan contoh teks cerita sejarah singkat beserta strukturnya yang bisa kamu jadikan referensi.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/teks-cerita-sejarah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/teks-cerita-sejarah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/teks-cerita-sejarah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kumpulan Contoh Teks Cerita Sejarah Singkat dan Strukturnya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315","name":"Clarissa Fauzany","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g","caption":"Clarissa Fauzany"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78691"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=78691"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78691\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":78748,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78691\/revisions\/78748"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/78747"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=78691"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=78691"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=78691"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}