{"id":77724,"date":"2022-10-24T15:00:10","date_gmt":"2022-10-24T08:00:10","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=77724"},"modified":"2022-10-24T13:26:36","modified_gmt":"2022-10-24T06:26:36","slug":"puisi-romantis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/puisi-romantis\/","title":{"rendered":"12 Puisi Romantis Karya Sastrawan yang Cocok Buat Pasangan"},"content":{"rendered":"<p>Puisi merupakan salah satu jenis karya sastra yang cukup populer. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring, puisi yang juga sering disebut sebagai sajak adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Tak heran, puisi identik sebagai karya sastra dengan gaya bahasa yang indah. Puisi sendiri kerap dijadikan media untuk mengungkapkan perasaan termasuk rasa cinta kepada pasangan. Oleh sebab itu, banyak orang yang menulis puisi romantis, termasuk para sastrawan Indonesia.<\/p>\n<p>Seperti yang diketahui, banyak sastrawan yang terkenal lewat karya puisinya yang romantis. Sebut saja Sapardi Djoko Damono, WS Rendra, dan Chairil Anwar. Puisi karya para sastrawan tersebut pun bisa menjadi referensi untuk Sedulur dalam membuat karya puisi sendiri. Tak hanya itu, Sedulur juga bisa mengirimkan atau membacakan puisi romantis karya sastrawan untuk mengungkapkan perasaan kepada pasangan.<\/p>\n<p>Nah, berikut ini Super telah merangkum contoh-contoh puisi karya sastrawan Indonesia yang romantis dan menyentuh. Yuk, langsung disimak artikel selengkapnya di bawah ini!<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/puisi-tentang-pendidikan\/\">15 Contoh Puisi Tentang Pendidikan untuk Tugas Sekolah<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Contoh puisi romantis karya sastrawan Indonesia<\/h2>\n<p>Bagi Sedulur yang tertarik dengan puisi-puisi romantis, berikut ini kumpulan contoh puisi cinta yang romantis karya sastrawan Indonesia yang cocok untuk mengungkapkan perasaan dan tentunya akan meluluhkan hati pasanganmu. Mulai dari puisi berjudul <em>Aku Ingin<\/em> karya Sapardi Djoko Damono,<em> Sajak Putih<\/em> karya Chairil Anwar, hingga <em>Surat Cinta<\/em> tulisan WS Rendra.<\/p>\n<h2>1. Aku Ingin &#8211; Sapardi Djoko Damono<\/h2>\n<figure id=\"attachment_77740\" aria-describedby=\"caption-attachment-77740\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-77740\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/1-puisi-romantis-626x405.webp\" alt=\"puisi romantis\" width=\"626\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-77740\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p>Puisi yang pertama adalah\u00a0<em>Aku Ingin<\/em> karya Sapardi Djoko Damono. Bisa dikatakan,\u00a0<em>Aku Ingin<\/em> merupakan puisi romantis yang cukup populer dan kerap dibawakan dalam pentas pembacaan puisi.<\/p>\n<p><em>Aku ingin mencintaimu dengan sederhana<\/em><\/p>\n<p><em>dengan kata yang tak sempat diucapkan<\/em><\/p>\n<p><em>kayu kepada api yang menjadikannya abu<\/em><\/p>\n<p><em>Aku ingin mencintaimu dengan sederhana<\/em><\/p>\n<p><em>dengan isyarat yang tak sempat disampaikan<\/em><\/p>\n<p><em>awan kepada hujan yang menjadikannya tiada<\/em><\/p>\n<h2>2. Sajak Putih &#8211; Chairil Anwar<\/h2>\n<figure id=\"attachment_77735\" aria-describedby=\"caption-attachment-77735\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-77735\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/2-puisi-romantis-626x405.webp\" alt=\"puisi romantis\" width=\"626\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-77735\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p>Selanjutnya ada\u00a0<em>Sajak Putih<\/em> karya sastrawan angkatan &#8217;45, yaitu Chairil Anwar.<\/p>\n<p><em>Bersandar pada tari warna pelangi<\/em><\/p>\n<p><em>Kau depanku bertudung sutra senja<\/em><\/p>\n<p><em>Di hitam matamu kembang mawar dan melati<\/em><\/p>\n<p><em>Harum rambutmu mengalun bergelut senda<\/em><\/p>\n<p><em>Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba<\/em><\/p>\n<p><em>Meriak muka air kolam jiwa<\/em><\/p>\n<p><em>Dan dalam dadaku memerdu lagu<\/em><\/p>\n<p><em>Menarik menari seluruh aku<\/em><\/p>\n<p><em>Hidup dari hidupku, pintu terbuka\u00a0<\/em><\/p>\n<p><em>Selama matamu bagiku menengadah\u00a0<\/em><\/p>\n<p><em>Selama kau darah mengalir dari luka\u00a0<\/em><\/p>\n<p><em>Antara kita Mati datang tidak membelah\u2026<\/em><\/p>\n<h2>3. Aku Ada &#8211; Dee Lestari<\/h2>\n<figure id=\"attachment_77734\" aria-describedby=\"caption-attachment-77734\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-77734\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/3-puisi-romantis-626x405.webp\" alt=\"puisi romantis\" width=\"626\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-77734\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p>Sedulur yang menggemari novel\u00a0<em>Supernova<\/em> tentu tak asing dengan sosok Dewi Lestari atau juga dikenal sebagai Dee Lestari. Selain aktif menulis novel, Dee ternyata juga telah banyak menghasilkan karya puisi, satu di antaranya yaitu\u00a0<em>Aku Ada<\/em>.<\/p>\n<p><em>Memanggil namamu ke ujung dunia<\/em><\/p>\n<p><em>Tiada yang lebih pilu<\/em><\/p>\n<p><em>Tiada yang menjawabku selain hatiku<\/em><\/p>\n<p><em>Dan ombak berderu<\/em><\/p>\n<p><em>Di pantai ini kau slalu sendiri<\/em><\/p>\n<p><em>Tak ada jejakku di sisimu<\/em><\/p>\n<p><em>Namun saat ku tiba<\/em><\/p>\n<p><em>Suaraku memanggilmu akulah lautan<\/em><\/p>\n<p><em>Ke mana kau s&#8217;lalu pulang<\/em><\/p>\n<p><em>Jingga di bahuku<\/em><\/p>\n<p><em>Malam di depanku<\/em><\/p>\n<p><em>Dan bulan siaga sinari langkahku<\/em><\/p>\n<p><em>Ku terus berjalan<\/em><\/p>\n<p><em>Ku terus melangkah<\/em><\/p>\n<p><em>Kuingin kutahu engkau ada<\/em><\/p>\n<p><em>Memandangimu saat senja<\/em><\/p>\n<p><em>Berjalan di batas dua dunia<\/em><\/p>\n<p><em>Tiada yang lebih indah<\/em><\/p>\n<p><em>Tiada yang lebih rindu<\/em><\/p>\n<p><em>Selain hatiku<\/em><\/p>\n<p><em>Andai engkau tahu<\/em><\/p>\n<p><em>Di pantai itu kau tampak sendiri<\/em><\/p>\n<p><em>Tak ada jejakku di sisimu<\/em><\/p>\n<p><em>Namun saat kau rasa<\/em><\/p>\n<p><em>Pasir yang kau pijak pergi akulah lautan<\/em><\/p>\n<p><em>Memeluk pantaimu erat<\/em><\/p>\n<p><em>Jingga di bahumu<\/em><\/p>\n<p><em>Malam di depanmu<\/em><\/p>\n<p><em>Dan bulan siaga sinari langkahmu<\/em><\/p>\n<p><em>Teruslah berjalan<\/em><\/p>\n<p><em>Teruslah melangkah<\/em><\/p>\n<p><em>Ku tahu kau tahu aku ada<\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/puisi-tentang-lingkungan\/\">10 Contoh Puisi Tentang Lingkungan dan Alam Sekitar Kita<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>4. Aku Tengah Menantimu &#8211; Sapardi Djoko Damono<\/h2>\n<figure id=\"attachment_77733\" aria-describedby=\"caption-attachment-77733\" style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-77733\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/4-puisi-romantisd.webp\" alt=\"puisi romantis\" width=\"600\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/4-puisi-romantisd.webp 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/4-puisi-romantisd-390x260.webp 390w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-77733\" class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p>Selain\u00a0<em>Aku Ingin<\/em>, puisi\u00a0<em>Aku Tengah Menantimu<\/em> karya Sapardi Djoko Damono ini juga punya makna yang sangat menyentuh.<\/p>\n<p><em>Aku tengah menantimu, mengejang bunga randu alas<\/em><\/p>\n<p><em>di pucuk kemarau yang mulai gundul itu<\/em><\/p>\n<p><em>berapa Juni saja menguncup dalam diriku dan kemudian layu<\/em><\/p>\n<p><em>yang telah hati-hati kucatat, tapi diam-diam terlepas<\/em><\/p>\n<p><em>awan-awan kecil melintas di atas jembatan itu, aku menantimu<\/em><\/p>\n<p><em>musim telah mengembun di antara bulu-bulu mataku<\/em><\/p>\n<p><em>kudengar berulang suara gelombang udara memecah<\/em><\/p>\n<p><em>nafsu dan gairah telanjang di sini, bintang-bintang gelisah<\/em><\/p>\n<p><em>telah rontok kemarau-kemarau yang tipis; ada yang mendadak sepi<\/em><\/p>\n<p><em>di tengah riuh bunga randu alas dan kembang turi aku pun menanti<\/em><\/p>\n<p><em>barangkali semakin jarang awan-awan melintas di sana<\/em><\/p>\n<p><em>dan tak ada yang merasa ditunggu begitu lama, kau pun tiada<\/em><\/p>\n<h2>5. Pacar Senja &#8211; Joko Pinurbo<\/h2>\n<figure id=\"attachment_77741\" aria-describedby=\"caption-attachment-77741\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-77741\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/5-puisi-romantis-626x405.webp\" alt=\"puisi romantis\" width=\"626\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-77741\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><em>Pacar Senja<\/em> merupakan puisi karya penyair kelahiran Sukabumi, Joko Pinurbo.<\/p>\n<p><em>Senja mengajak pacarnya duduk-duduk di pantai.<\/em><\/p>\n<p><em>Pantai sudah sepi dan tak ada yang peduli.<\/em><\/p>\n<p><em>Pacar senja sangat pendiam: ia senyum-senyum saja<\/em><\/p>\n<p><em>mendengarkan gurauan senja. Bila senja minta<\/em><\/p>\n<p><em>peluk, setengah saja, pacar senja tersipu-sipu.<\/em><\/p>\n<p><em>&#8220;Nanti saja kalau sudah gelap. Malu dilihat lanskap.&#8221;<\/em><\/p>\n<p><em>Cinta seperti penyair berdarah dingin<\/em><\/p>\n<p><em>yang pandai menorehkan luka.<\/em><\/p>\n<p><em>Rindu seperti sajak sederhana yang tak ada matinya.<\/em><\/p>\n<p><em>Tak terasa senyap pun tiba: senja tahu-tahu<\/em><\/p>\n<p><em>melengos ke cakrawala, meninggalkan pacar senja<\/em><\/p>\n<p><em>yang masih megap-megap oleh ciuman senja.<\/em><\/p>\n<p><em>&#8220;Mengapa kau tinggalkan aku sebelum sempat<\/em><\/p>\n<p><em>kurapikan lagi waktu? Betapa lekas cium<\/em><\/p>\n<p><em>menjadi bekas. Betapa curangnya rindu.<\/em><\/p>\n<p><em>Awas, akan kupeluk habis kau esok hari.&#8221;<\/em><\/p>\n<p><em>Pantai telah gelap. Ada yang tak bisa lelap.<\/em><\/p>\n<p><em>Pacar senja berangsur lebur, luluh, menggelegak<\/em><\/p>\n<p><em>dalam gemuruh ombak.<\/em><\/p>\n<h2>6. Ketika Ada yang Bertanya tentang Cinta &#8211; Aan Mansyur<\/h2>\n<figure id=\"attachment_77731\" aria-describedby=\"caption-attachment-77731\" style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-77731\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/6-puisi-romantisd.webp\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"404\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-77731\" class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p>Sastrawan asal Bone, Aan Mansyur juga terkenal dengan karya-karyanya yang puitis. Salah satunya yaitu\u00a0<em>Ketika Ada yang Bertanya tentang Cinta<\/em>.<\/p>\n<p><em>Ketika aku bertanya kepadamu tentang cinta<\/em><\/p>\n<p><em>Kau melihat langit membentang lapang<\/em><\/p>\n<p><em>Menyerahkan diri untuk dinikmati, tapi menolak untuk dimiliki<\/em><\/p>\n<p><em>Ketika kau bertanya kepadaku tentang cinta,<\/em><\/p>\n<p><em>Aku melihat nasib manusia<\/em><\/p>\n<p><em>Terkutuk hidup di bumi<\/em><\/p>\n<p><em>Bersama jangkauan lengan mereka yang pendek<\/em><\/p>\n<p><em>Dan kemauan mereka yang panjang<\/em><\/p>\n<p><em>Ketika aku bertanya kepadamu tentang cinta,<\/em><\/p>\n<p><em>Kau bayangkan aku seekor burung kecil yang murung<\/em><\/p>\n<p><em>Bersusah payah terbang mencari tempat sembunyi<\/em><\/p>\n<p><em>Dari mata peluru para pemburu<\/em><\/p>\n<p><em>Ketika kau bertanya kepadaku tentang cinta<\/em><\/p>\n<p><em>Aku bayangkan kau satu-satunya pohon yang tersisa<\/em><\/p>\n<p><em>Kau kesepian dan mematahkan cabang-cabang sendiri<\/em><\/p>\n<p><em>Ketika ada yang bertanya tentang cinta,<\/em><\/p>\n<p><em>Apakah sungguh yang dibutuhkan adalah kemewahan kata-kata<\/em><\/p>\n<p><em>atau cukup ketidaksempurnaan kita?<\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/contoh-novel-sejarah\/\">Wajib Dibaca Anak Sekolah! 14 Novel Sejarah Indonesia Terbaik<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>7. Hanya &#8211; Sapardi Djoko Damono<\/h2>\n<figure id=\"attachment_77730\" aria-describedby=\"caption-attachment-77730\" style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-77730\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/7-puisi-romantisd.webp\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/7-puisi-romantisd.webp 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/7-puisi-romantisd-390x260.webp 390w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-77730\" class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p><em>Hanya suara burung yang kau dengar<\/em><\/p>\n<p><em>dan tak pernah kau lihat burung itu<\/em><\/p>\n<p><em>tapi tahu burung itu ada di sana<\/em><\/p>\n<p><em>hanya desir angin yang kau rasa<\/em><\/p>\n<p><em>dan tak pernah kaulihat angin itu<\/em><\/p>\n<p><em>tapi percaya angin itu di sekitarmu<\/em><\/p>\n<p><em>hanya doaku yang bergetar malam ini<\/em><\/p>\n<p><em>dan tak pernah kau lihat siapa aku<\/em><\/p>\n<p><em>tapi yakin aku ada dalam dirimu<\/em><\/p>\n<h2>8. Dari Suatu Perpisahan &#8211; Ayatrohaedi<\/h2>\n<figure id=\"attachment_77729\" aria-describedby=\"caption-attachment-77729\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-77729\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/8-puisi-romantis-626x405.webp\" alt=\"\" width=\"626\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-77729\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><em>Terkadang ada baiknya kita berduka,<\/em><\/p>\n<p><em>Agar terasa betapa gembira<\/em><\/p>\n<p><em>Pada saatnya kita bersuka<\/em><\/p>\n<p><em>Terkadang ada baiknya kita menangis,<\/em><\/p>\n<p><em>Agar terasa betapa manis<\/em><\/p>\n<p><em>Pada saatnya kita tertawa<\/em><\/p>\n<p><em>Terkadang ada baiknya kita merana,<\/em><\/p>\n<p><em>Agar terasa betapa bahagia<\/em><\/p>\n<p><em>Pada saatnya kita bahagia<\/em><\/p>\n<p><em>Dan jika sekarang kita berpisah,<\/em><\/p>\n<p><em>Itupun ada baiknya juga<\/em><\/p>\n<p><em>Agar terasa betapa mesra<\/em><\/p>\n<p><em>Jika pada saatnya nanti<\/em><\/p>\n<p><em>Kita ditakdirkan bertemu lagi<\/em><\/p>\n<h2>9. Episode &#8211; WS Rendra<\/h2>\n<figure id=\"attachment_77736\" aria-describedby=\"caption-attachment-77736\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-77736\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/9-puisi-romantis-626x405.webp\" alt=\"\" width=\"626\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-77736\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><em>Kami duduk berdua<\/em><\/p>\n<p><em>di bangku halaman rumahnya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pohon jambu di halaman itu<\/em><\/p>\n<p><em>berbuah dengan lebatnya<\/em><\/p>\n<p><em>dan kami senang memandangnya.<\/em><\/p>\n<p><em>Angin yang lewat<\/em><\/p>\n<p><em>memainkan daun yang berguguran.<\/em><\/p>\n<p><em>Tiba-tiba ia bertanya:<\/em><\/p>\n<p><em>&#8220;Mengapa sebuah kancing bajumu<\/em><\/p>\n<p><em>lepas terbuka?&#8221;<\/em><\/p>\n<p><em>Aku hanya tertawa.<\/em><\/p>\n<p><em>Lalu ia sematkan dengan mesra<\/em><\/p>\n<p><em>sebuah peniti menutup bajuku.<\/em><\/p>\n<p><em>Sementara itu aku bersihkan<\/em><\/p>\n<p><em>guguran bunga jambu<\/em><\/p>\n<p><em>yang mengotori rambutnya.<\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/puisi-tentang-alam\/\">16 Kumpulan Puisi Tentang Alam yang Menyentuh &amp; Bermakna<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>10. Taman Dunia &#8211; Asrul Sani<\/h2>\n<figure id=\"attachment_77737\" aria-describedby=\"caption-attachment-77737\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-77737\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/10-puisi-romantis-626x405.jpg\" alt=\"\" width=\"626\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-77737\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><em>Kau masukkan aku ke dalam taman-dunia, kekasihku!<\/em><\/p>\n<p><em>Kau pimpin jariku, kau tunjukkan bunga tertawa, kuntum tersenyum.<\/em><\/p>\n<p><em>Kau tundukkan haluku tegak, mencium wangi tersembunyi sepi.<\/em><\/p>\n<p><em>Kau gemalaikan di pipiku rindu daun beldu melunak lemah.<\/em><\/p>\n<p><em>Tercengang aku takjub, terdiam.<\/em><\/p>\n<p><em>Berbisik engkau:<\/em><\/p>\n<p><em>&#8220;Taman swarga, taman swarga mutiara rupa&#8221;.<\/em><\/p>\n<p><em>Engkau pun lenyap.<\/em><\/p>\n<p><em>Termanggu aku gilakan rupa.<\/em><\/p>\n<h2>11. Surat Cinta &#8211; WS Rendra<\/h2>\n<figure id=\"attachment_77739\" aria-describedby=\"caption-attachment-77739\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-77739\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/11-puisi-romantis-626x405.webp\" alt=\"\" width=\"626\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-77739\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><em>Kutulis surat ini<\/em><\/p>\n<p><em>kala hujan gerimis<\/em><\/p>\n<p><em>bagai bunyi tambur mainan<\/em><\/p>\n<p><em>anak-anak peri dunia yang gaib<\/em><\/p>\n<p><em>Dan angin masih mendesah<\/em><\/p>\n<p><em>Wahai, dik Narti.<\/em><\/p>\n<p><em>aku cinta kepadamu!<\/em><\/p>\n<p><em>Kutulis surat ini<\/em><\/p>\n<p><em>kala langit menangis<\/em><\/p>\n<p><em>dan dua ekor belibis<\/em><\/p>\n<p><em>bercintaan dalam kolam<\/em><\/p>\n<p><em>bagai dua anak nakal<\/em><\/p>\n<p><em>jenaka dan manis<\/em><\/p>\n<p><em>mengibaskan ekornya<\/em><\/p>\n<p><em>serta menggetarkan bulu-bulunya<\/em><\/p>\n<p><em>Wahai, dik Narti,<\/em><\/p>\n<p><em>kupinang kau menjadi istriku!<\/em><\/p>\n<p><em>Kaki-kaki hujan yang runcing<\/em><\/p>\n<p><em>menyentuhkan ujungnya di bumi.<\/em><\/p>\n<p><em>Kaki-kaki cinta yang tegas<\/em><\/p>\n<p><em>bagai logam berat gemerlapan<\/em><\/p>\n<p><em>menempuh ke muka<\/em><\/p>\n<p><em>dan tak &#8216;kan kunjung diundurkan.<\/em><\/p>\n<p><em>Selusin malaikat<\/em><\/p>\n<p><em>telah turun<\/em><\/p>\n<p><em>di kala hujan gerimis.<\/em><\/p>\n<p><em>Di muka kaca jendela<\/em><\/p>\n<p><em>mereka berkaca dan mencuci rambutnya<\/em><\/p>\n<p><em>untuk ke pesta.<\/em><\/p>\n<p><em>Wahai, Dik Narti,<\/em><\/p>\n<p><em>dengan pakaian pengantin yang anggun<\/em><\/p>\n<p><em>bunga-bunga serta keris keramat<\/em><\/p>\n<p><em>aku ingin membimbingmu ke altar<\/em><\/p>\n<p><em>untuk dikawinkan.<\/em><\/p>\n<p><em>Aku melamarmu.<\/em><\/p>\n<p><em>Kau tahu dari dulu:<\/em><\/p>\n<p><em>tiada lebih buruk<\/em><\/p>\n<p><em>dan tiada lebih baik<\/em><\/p>\n<p><em>daripada yang lain &#8230;.<\/em><\/p>\n<p><em>penyair dari kehidupan sehari-hari,<\/em><\/p>\n<p><em>orang yang bermula dari kata<\/em><\/p>\n<p><em>kata yang bermula dari<\/em><\/p>\n<p><em>kehidupan, pikir dan rasa.<\/em><\/p>\n<p><em>Semangat kehidupan yang kuat<\/em><\/p>\n<p><em>bagai berjuta-juta jarum alit<\/em><\/p>\n<p><em>menusuki kulit langit<\/em><\/p>\n<p><em>kantong rejeki dan restu wingit.<\/em><\/p>\n<p><em>Lalu tumpahlah gerimis.<\/em><\/p>\n<p><em>Angin dan cinta<\/em><\/p>\n<p><em>mendesah dalam gerimis.<\/em><\/p>\n<p><em>Semangat cintaku yang kuat<\/em><\/p>\n<p><em>bagai seribu tangan gaib<\/em><\/p>\n<p><em>menyebarkan seribu jaring<\/em><\/p>\n<p><em>menyergap hatimu<\/em><\/p>\n<p><em>yang selalu tersenyum padaku.<\/em><\/p>\n<p><em>Engkau adalah putri duyung<\/em><\/p>\n<p><em>tawananku.<\/em><\/p>\n<p><em>Putri duyung dengan<\/em><\/p>\n<p><em>suara merdu lembut<\/em><\/p>\n<p><em>bagai angin laut,<\/em><\/p>\n<p><em>mendesahlah bagiku!<\/em><\/p>\n<p><em>Angin mendesah<\/em><\/p>\n<p><em>selalu mendesah<\/em><\/p>\n<p><em>dengan ratap yang merdu.<\/em><\/p>\n<p><em>Engkau adalah putri duyung<\/em><\/p>\n<p><em>tergolek lemas<\/em><\/p>\n<p><em>mengerjap-ngerjapkan matanya yang indah<\/em><\/p>\n<p><em>dalam jaringku.<\/em><\/p>\n<p><em>Wahai, Putri Duyung,<\/em><\/p>\n<p><em>aku menjaringmu<\/em><\/p>\n<p><em>aku melamarmu.<\/em><\/p>\n<p><em>Kutulis surat ini<\/em><\/p>\n<p><em>kala hujan gerimis<\/em><\/p>\n<p><em>karena langit<\/em><\/p>\n<p><em>gadis manja dan manis<\/em><\/p>\n<p><em>menangis minta mainan.<\/em><\/p>\n<p><em>Dua anak lelaki nakal<\/em><\/p>\n<p><em>bersenda gurau dalam selokan<\/em><\/p>\n<p><em>dan langit iri melihatnya.<\/em><\/p>\n<p><em>Wahai, Dik Narti,<\/em><\/p>\n<p><em>ku ingin dikau<\/em><\/p>\n<p><em>menjadi ibu anak-anakku!<\/em><\/p>\n<h2>12. Sajak Puisi &#8211; Mustofa Bisri<\/h2>\n<figure id=\"attachment_77738\" aria-describedby=\"caption-attachment-77738\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-77738\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/12-puisi-romantis-626x405.webp\" alt=\"\" width=\"626\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-77738\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><em>Cintaku kepadamu belum pernah ada contohnya<\/em><\/p>\n<p><em>Cinta Romeo kepada Juliet si Majnun Qais kepada Laila belum apa-apa<\/em><\/p>\n<p><em>Temu pisah kita lebih bermakna<\/em><\/p>\n<p><em>Dibandingkan temu-pisah Yusuf dan Zulaikha<\/em><\/p>\n<p><em>Rindu-dendam kita melebihi rindu-dendam Adam dan Hawa<\/em><\/p>\n<p><em>Aku adalah ombak samuderamu<\/em><\/p>\n<p><em>Yang lari datang bagimu<\/em><\/p>\n<p><em>Hujan yang berkilat dan berguruh mendungmu<\/em><\/p>\n<p><em>Aku adalah wangi bungamu<\/em><\/p>\n<p><em>Luka berdarah-darah durimu<\/em><\/p>\n<p><em>Semilir bagai badai anginmu<\/em><\/p>\n<p><em>Aku adalah kicau burungmu<\/em><\/p>\n<p><em>Kabut puncak gunungmu<\/em><\/p>\n<p><em>Tuah tenungmu<\/em><\/p>\n<p><em>Aku adalah titik-titik hurufmu<\/em><\/p>\n<p><em>Kata-kata maknamu<\/em><\/p>\n<p><em>Aku adalah sinar silau panasmu<\/em><\/p>\n<p><em>Dan bayang-bayang hangat mentarimu<\/em><\/p>\n<p><em>Bumi pasrah langitmu<\/em><\/p>\n<p><em>Aku adalah jasad ruhmu<\/em><\/p>\n<p><em>Fayakun kunmu<\/em><\/p>\n<p><em>Aku adalah a-k-u<\/em><\/p>\n<p><em>k-a-u<\/em><\/p>\n<p><em>mu<\/em><\/p>\n<div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div>\n<p>Demikian tadi sudah dipaparkan 12 contoh puisi romantis karya sastrawan Indonesia. Puisi-puisi yang sarat akan makna tentang cinta di atas bisa Sedulur kirim kepada pasangan untuk mengungkapkan perasaan Sedulur. Tak hanya itu, Sedulur juga bisa menjadikannya sebagai inspirasi untuk menulis puisi sendiri sebagai bentuk ungkapan sayang kepada pasangan. Nah, apakah di antara puisi-puisi di atas ada karya dari sastrawan favorit Sedulur?<\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mau belanja bulanan nggak pakai ribet?<\/span><\/i><b><i> Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar.<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":28,"featured_media":77732,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3151,11150],"class_list":["post-77724","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-puisi","tag-puisi-romantis"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>12 Puisi Romantis Karya Sastrawan yang Cocok Buat Pasangan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berikut ini kumpulan contoh puisi cinta yang romantis karya sastrawan yang cocok untuk luluhkan hati pasanganmu.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/puisi-romantis\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"12 Puisi Romantis Karya Sastrawan yang Cocok Buat Pasangan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berikut ini kumpulan contoh puisi cinta yang romantis karya sastrawan yang cocok untuk luluhkan hati pasanganmu.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/puisi-romantis\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-10-24T08:00:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-10-24T06:26:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/7-8.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"850\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"450\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Clarissa Fauzany\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Clarissa Fauzany\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/puisi-romantis\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/7-8.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/7-8.webp\",\"width\":850,\"height\":450,\"caption\":\"puisi romantis\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/puisi-romantis\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/puisi-romantis\/\",\"name\":\"12 Puisi Romantis Karya Sastrawan yang Cocok Buat Pasangan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/puisi-romantis\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-10-24T08:00:10+00:00\",\"dateModified\":\"2022-10-24T06:26:36+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315\"},\"description\":\"Berikut ini kumpulan contoh puisi cinta yang romantis karya sastrawan yang cocok untuk luluhkan hati pasanganmu.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/puisi-romantis\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/puisi-romantis\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/puisi-romantis\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"12 Puisi Romantis Karya Sastrawan yang Cocok Buat Pasangan\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315\",\"name\":\"Clarissa Fauzany\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Clarissa Fauzany\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"12 Puisi Romantis Karya Sastrawan yang Cocok Buat Pasangan","description":"Berikut ini kumpulan contoh puisi cinta yang romantis karya sastrawan yang cocok untuk luluhkan hati pasanganmu.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/puisi-romantis\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"12 Puisi Romantis Karya Sastrawan yang Cocok Buat Pasangan","og_description":"Berikut ini kumpulan contoh puisi cinta yang romantis karya sastrawan yang cocok untuk luluhkan hati pasanganmu.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/puisi-romantis\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-10-24T08:00:10+00:00","article_modified_time":"2022-10-24T06:26:36+00:00","og_image":[{"width":850,"height":450,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/7-8.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Clarissa Fauzany","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Clarissa Fauzany","Est. reading time":"11 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/puisi-romantis\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/7-8.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/7-8.webp","width":850,"height":450,"caption":"puisi romantis"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/puisi-romantis\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/puisi-romantis\/","name":"12 Puisi Romantis Karya Sastrawan yang Cocok Buat Pasangan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/puisi-romantis\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-10-24T08:00:10+00:00","dateModified":"2022-10-24T06:26:36+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315"},"description":"Berikut ini kumpulan contoh puisi cinta yang romantis karya sastrawan yang cocok untuk luluhkan hati pasanganmu.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/puisi-romantis\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/puisi-romantis\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/puisi-romantis\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"12 Puisi Romantis Karya Sastrawan yang Cocok Buat Pasangan"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315","name":"Clarissa Fauzany","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g","caption":"Clarissa Fauzany"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/77724"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=77724"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/77724\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":77745,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/77724\/revisions\/77745"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/77732"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=77724"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=77724"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=77724"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}