{"id":76883,"date":"2022-10-18T17:00:51","date_gmt":"2022-10-18T10:00:51","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=76883"},"modified":"2022-10-18T13:13:11","modified_gmt":"2022-10-18T06:13:11","slug":"lukisan-raden-saleh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/lukisan-raden-saleh\/","title":{"rendered":"Fenomenal! Ini 8 Lukisan Raden Saleh yang Mendunia"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah di antara Sedulur ada yang mengetahui apa saja karya lukisan Raden Saleh? Ya, lukisan karya Raden Saleh memang menjadi topik perbincangan yang hangat akhir-akhir ini berkat rilisnya film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mencuri Raden Saleh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (2022) di layar lebar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film <i>Mencuri Raden Saleh<\/i> (2022) berkisah tentang sekelompok remaja yang berusaha mencuri lukisan Raden Saleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Penangkapan Pangeran Diponegoro<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang berada di Istana Merdeka. Film karya Angga Dwimas Sasongko tersebut menjadi salah satu film rilisan tahun 2022 yang paling sukses, dengan total 2.000.000 penonton dalam 18 hari penayangannya di bioskop.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berkat keberhasilan film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mencuri Raden Saleh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (2022), masyarakat pun menjadi penasaran akan sosok pelukis pionir seni modern Indonesia tersebut. Apabila Sedulur adalah salah satu yang tertarik untuk mengenal lebih lanjut siapa dan apa lukisan Raden Saleh, simak informasinya berikut ini.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA: <\/b><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/dampak-kemiskinan\/\"><b>Dampak Kemiskinan yang Ditimbulkan Beserta Penyebabnya<\/b><\/a><\/p>\n<h2><b>Raden Saleh, siapa dia?<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_76913\" aria-describedby=\"caption-attachment-76913\" style=\"width: 710px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-76913\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Travel-Kompas-1-720x405.jpg\" alt=\"lukisan raden saleh\" width=\"720\" height=\"405\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Travel-Kompas-1-720x405.jpg 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Travel-Kompas-1-444x250.jpg 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Travel-Kompas-1-600x337.jpg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Travel-Kompas-1-285x160.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-76913\" class=\"wp-caption-text\">Travel Kompas<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Raden Saleh memiliki nama lengkap Raden Saleh Sjarif Boestaman. Dirinya merupakan seorang seniman kelahiran Mei 1811 yang beretnis Arab-Jawa. Raden Saleh merupakan anak dari pasangan Sayyid Hoesen bin Alwi bin Awal bin Jahja dan Mas Adjeng Zarip Hoesen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tumbuh dalam keluarga Jawa ningrat di daerah Semarang, Jawa Tengah, Raden Saleh sudah sedari kecil akrab dengan dunia pendidikan yang kala itu jarang diperoleh masyarakat biasa. Pada usia 10 tahun, ia diserahkan kepada pamannya yang seorang Bupati Semarang untuk menimba ilmu di sebuah sekolah rakyat di Batavia (sekarang Jakarta). Alhasil, Raden Saleh pun memiliki banyak kolega dari orang-orang Belanda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketertarikannya terhadap dunia seni lukis memang sudah muncul dari usia muda. Terlebih lagi ketika ia bertemu dengan A. A. J. Payen, seorang pelukis keturunan Belgia yang dibawa pihak Belanda untuk melukis pemandangan Pulau Jawa bagi kantor Departemen <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">van Kolonieen<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. A. A. J. Payen pun berkenan untuk membagi pengetahuannya tentang dunia lukis kepada Raden Saleh.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA: <\/b><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/pengertian-produksi-massal\/\"><b>Pengertian Produksi Massal: Keuntungan, Tahapan &amp; Contohnya<\/b><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perjalanan A. A. J. Payen dengan Raden Saleh muda pun dimulai. Keduanya bepergian ke berbagai wilayah di Pulau Jawa untuk mencari model pemandangan indah yang diminta pemerintah kolonial Belanda. Raden Saleh pun ditugaskan untuk melukis tipe-tipe orang pribumi Indonesia pada waktu itu dengan menggunakan cat minyak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kepiawaian Raden Saleh dalam menggoreskan kuas lukis ke kanvas tersebut sangat membuat A. A. J. Payen terkesan. Ia pun kemudian disarankan oleh A. A. J. Payen untuk menempuh studi kesenian ke Belanda. Usulan itu ternyata disetujui oleh Gubernur Jenderal G. A. G. Ph. van der Capellen, dan Raden Saleh pun berangkat ke Negeri Kincir Angin pada tahun 1829.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun tujuan utamanya untuk belajar, akan tetapi Raden Saleh juga turut mengajarkan otoritas Inspektur Keuangan Belanda <em>de Linge<\/em> tentang seluk beluk kehidupan masyarakat pribumi di Jawa, mulai dari kebiasaan orang-orangnya, Bahasa Jawa, serta Bahasa Melayu.<\/span><\/p>\n<h2><b>Lukisan Raden Saleh yang sangat memukau<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_76912\" aria-describedby=\"caption-attachment-76912\" style=\"width: 710px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-76912\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Dailysia-2-720x405.jpg\" alt=\"lukisan raden saleh\" width=\"720\" height=\"405\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Dailysia-2-720x405.jpg 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Dailysia-2-800x450.jpg 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Dailysia-2-444x250.jpg 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Dailysia-2-768x432.jpg 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Dailysia-2-600x337.jpg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Dailysia-2-285x160.jpg 285w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Dailysia-2.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-76912\" class=\"wp-caption-text\">Dailysia<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tahun-tahun awalnya di sana, Raden Saleh mulai memperdalam kemampuan linguistiknya dalam berbahasa Belanda. Selain itu, ia juga mempelajari teknik mencetak dengan menggunakan batu. Raden Saleh termasuk pribadi yang cepat dalam proses belajar. Terbukti, dengan waktu yang singkat ia sudah mampu menghasilkan karya seni lukis yang masuk ke dalam selera orang Barat berkat ilmu-ilmu yang didapat dari gurunya, Cornelis Kruseman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Raden Saleh juga dipercaya untuk melukiskan potret dari petinggi-petinggi pemerintah Belanda pada waktu itu, mulai dari potret Herman Willem Daendels, Van den Bosch, dan juga Jean Chr\u00e9tien Baud.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pria tersebut juga sempat menggelar sebuah pameran karya-karyanya di kota Den Haag dan Amsterdam. Selain itu, Raden Saleh juga berkesempatan untuk melanjutkan studinya ke Jerman, dengan memperdalam ilmu pasti, ukur tanah, dan pesawat. Pada tahun 1844, dirinya kembali ditarik ke Belanda dan menjadi pelukis istana Kerajaan Belanda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Prestasi Raden Saleh semakin diakui oleh masyarakat Eropa. Ia berangkat ke Paris, Prancis untuk melukiskan kejadian <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">French Revolution of 1848<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">February Revolution<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). Selain itu, ia sempat mengunjungi negara Aljazair, Austria, dan Italia. Perjalanan Raden Saleh di luar negeri pun berakhir pada tahun 1851 ketika ia memutuskan kembali ke Hindia (sekarang Indonesia) bersama dengan istrinya.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA: <\/b><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/pantai-terindah-di-dunia\/\"><b>24 Pantai Terindah di Dunia yang Wajib Kamu Datangi!<\/b><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada tahun 1867, Raden Saleh menikah kembali dengan seorang ningrat keturunan Keraton Yogyakarta, Raden Ayu Danudirja. Keduanya menjalani kehidupan berkeluarga yang harmonis, sebelum akhirnya Raden Saleh wafat pada 23 April 1880.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun Raden Saleh telah lama pergi, akan tetapi karya-karya lukisannya tetap menjadi warisan seni yang sangat berharga. Ia telah menghasilkan berpulu-puluh karya seni lukis yang fenomenal, serta pantas mendapatkan predikat sebagai salah satu pelukis yang paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia. Salah satu karya lukisan Raden Saleh yang paling terkenal adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Penangkapan Pangeran Diponegoro<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (1857), dimana lukisan tersebut sekarang dipajang di dalam Museum Kepresidenan Republik Indonesia, Balai Kirti, Jakarta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Penangkapan Pangeran Diponegoro<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (1857), terdapat juga sejumlah lukisan Raden Saleh yang lain. Berikut ini merupakan ulasan singkatnya.<\/span><\/p>\n<h2><b>1. <\/b><b><i>Perkelahian dengan Singa<\/i><\/b><b> (1870)<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_76911\" aria-describedby=\"caption-attachment-76911\" style=\"width: 710px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-76911\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Hypeabis-3-720x405.jpg\" alt=\"lukisan raden saleh\" width=\"720\" height=\"405\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Hypeabis-3-720x405.jpg 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Hypeabis-3-800x450.jpg 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Hypeabis-3-444x250.jpg 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Hypeabis-3-600x337.jpg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Hypeabis-3-285x160.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-76911\" class=\"wp-caption-text\">Hypeabis<\/figcaption><\/figure>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Perkelahian dengan Singa<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (1870) adalah lukisan Raden Saleh yang kental akan nuansa dramatis. Objek utama dari lukisan tersebut adalah seekor singa yang sedang bergulat dengan seorang pemburu. Perjuangan antara hidup dan mati sangat terpancar dari karya tersebut.<\/span><\/p>\n<h2><b>2. Lukisan Raden Saleh, <\/b><b><i>Harimau Minum<\/i><\/b><b> (1863)<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_76910\" aria-describedby=\"caption-attachment-76910\" style=\"width: 518px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-76910 size-full\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Twitter-galerinasional_-4-scaled-e1665975536971.jpeg\" alt=\"lukisan raden saleh\" width=\"528\" height=\"720\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-76910\" class=\"wp-caption-text\">Twitter &#8211; galerinasional_<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lukisan Raden Saleh yang selanjutnya berjudul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Harimau Minum<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (1863). Ia kembali menjadikan hewan buas sebagai objek utama dalam karya indah itu.<\/span><\/p>\n<h2><b>3. <\/b><b><i>Penangkapan Pangeran Diponegoro<\/i><\/b><b> (1857)<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_76909\" aria-describedby=\"caption-attachment-76909\" style=\"width: 710px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-76909\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Wikipedia-5-720x405.jpg\" alt=\"lukisan raden saleh\" width=\"720\" height=\"405\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Wikipedia-5-720x405.jpg 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Wikipedia-5-800x450.jpg 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Wikipedia-5-444x250.jpg 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Wikipedia-5-600x337.jpg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Wikipedia-5-285x160.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-76909\" class=\"wp-caption-text\">Wikipedia<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang telah disinggung dari awal pembahasan artikel ini, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Penangkapan Pangeran Diponegoro<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (1857) merupakan salah satu lukisan Raden Saleh yang paling terkenal. Lukisan bersejarah tersebut menceritakan tentang penangkapan Pangeran Diponegoro oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1830.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, kejadian penangkapan Pangeran Diponegoro ini telah diabadikan ke dalam lukisan oleh Nicolaas Pieneman, dimana lukisan itu diberikan kepada Letnan Jenderal Hendrik Merkus de Kock. Terdapat sebuah asumsi dimana Raden Saleh melihat karya Nicolaas Pieneman itu, dan berusaha untuk \u2018memperbaiki\u2019 kejadian yang dilukiskan oleh Nicolaas Pieneman menurut sudut pandangnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan signifikan terpancar dari karya Raden Saleh, dimana ia membuat prajurit-prajurit Belanda yang menangkap Pangeran Diponegoro memiliki kepala yang sedikit lebih besar ketimbang figur-figur lain. Tujuannya adalah untuk membuat kiasan bahwa prajurit-prajurit Belanda tersebut seakan-akan sangat garang dan jahat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada tahun 1857, lukisan Raden Saleh ini selesai dan diberikan kepada Raja Belanda, William III. Setelah masa penjajahan Belanda di Indonesia berakhir, Belanda mengembalikan berbagai benda cagar budaya yang dijarah, dipinjamkan, atau ditukar kepada pemerintah Indonesia. Salah satu benda yang dikembalikan adalah lukisan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Penangkapan Pangeran Diponegoro<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (1857) ini. Lukisan tersebut sekarang dipamerkan dalam Museum Kepresidenan Republik Indonesia, Balai Kirti, Jakarta.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA: <\/b><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kota-terdingin-di-dunia\/\"><b>12 Kota Terdingin di Dunia, Kota Apa Yang Paling Dingin?<\/b><\/a><\/p>\n<h2><b>4. <\/b><b><i>Perburuan Banteng<\/i><\/b><b> (1855)<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_76908\" aria-describedby=\"caption-attachment-76908\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-76908\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Sarasvati-6.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"360\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Sarasvati-6.jpg 640w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Sarasvati-6-444x250.jpg 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Sarasvati-6-600x337.jpg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Sarasvati-6-285x160.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-76908\" class=\"wp-caption-text\">Sarasvati<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karya Raden Saleh selanjutnya diberi nama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Perburuan Banteng<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (1855). Lukisan ini telah laku dalam sebuah acara lelang karya seni di Prancis pada tahun 2018 yang lalu. Ditaksir, harga yang berhasil didapatkan dari pelelangan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Perburuan Banteng<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (1855) adalah sekitar US$ 8,8 milyar.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>5. <\/b><b><i>Perburuan Banteng II<\/i><\/b><b> (1851)<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_76907\" aria-describedby=\"caption-attachment-76907\" style=\"width: 710px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-76907\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Hypeabis-7-720x405.jpg\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"405\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Hypeabis-7-720x405.jpg 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Hypeabis-7-800x450.jpg 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Hypeabis-7-444x250.jpg 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Hypeabis-7-768x432.jpg 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Hypeabis-7-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Hypeabis-7-600x337.jpg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Hypeabis-7-285x160.jpg 285w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Hypeabis-7.jpg 1920w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-76907\" class=\"wp-caption-text\">Hypeabis<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lukisan Raden Saleh ini sempat dipamerkan pada Pameran Seni Istana Kepresidenan Republik Indonesia pada tahun 2018.<\/span><\/p>\n<h2><b>6. Lukisan Raden Saleh, <\/b><b><i>Perburuan Rusa<\/i><\/b><b> (1846)<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_76906\" aria-describedby=\"caption-attachment-76906\" style=\"width: 710px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-76906\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Wikipedia-8-720x405.jpg\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"405\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Wikipedia-8-720x405.jpg 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Wikipedia-8-800x450.jpg 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Wikipedia-8-444x250.jpg 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Wikipedia-8-600x337.jpg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Wikipedia-8-285x160.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-76906\" class=\"wp-caption-text\">Wikipedia<\/figcaption><\/figure>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Perburuan Rusa<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (1846) laku terjual di Singapura pada tahun 1996 silam, dengan harga fantastis yaitu US$ 1,8 milyar.<\/span><\/p>\n<h2><b>7. <\/b><b><i>Perburuan Singa<\/i><\/b><b> (1840-1841)<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_76905\" aria-describedby=\"caption-attachment-76905\" style=\"width: 710px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-76905\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Good-News-From-Indonesia-9-720x405.jpg\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"405\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Good-News-From-Indonesia-9-720x405.jpg 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Good-News-From-Indonesia-9-800x450.jpg 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Good-News-From-Indonesia-9-444x250.jpg 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Good-News-From-Indonesia-9-600x337.jpg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Good-News-From-Indonesia-9-285x160.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-76905\" class=\"wp-caption-text\">Good News From Indonesia<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keberadaan terakhir dari lukisan Raden Saleh ini diperkirakan ada di kota Riga, Latvia.<\/span><\/p>\n<h2><b>8. <\/b><b><i>Singa Terluka<\/i><\/b><b> (1838)<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_76904\" aria-describedby=\"caption-attachment-76904\" style=\"width: 710px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-76904\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Good-News-From-Indonesia-10-720x405.jpg\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"405\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Good-News-From-Indonesia-10-720x405.jpg 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Good-News-From-Indonesia-10-444x250.jpg 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Good-News-From-Indonesia-10-600x337.jpg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Good-News-From-Indonesia-10-285x160.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-76904\" class=\"wp-caption-text\">Good News From Indonesia<\/figcaption><\/figure>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">S<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">inga Terluka<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (1838) sekarang menjadi salah satu koleksi berharga dari Galeri Nasional Singapura.<\/span><\/p>\n<div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah Sedulur, demikian informasi singkat mengenai biografi dan lukisan Raden Saleh. Raden Saleh, atau yang bernama lengkap Raden Saleh Sjarif Boestaman, merupakan seorang pelukis Indonesia kelahiran Mei 1811. Pria tersebut mendapat julukan pionir seni modern Indonesia berkat sumbangsih karya-karya lukis menakjubkannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Raden Saleh adalah seorang pelukis yang mengikuti aliran Romatisisme. Beberapa karya tersohornya adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Penangkapan Pangeran Diponegoro<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (1857), <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Harimau Minum<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (1863), <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Perburuan Banteng<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (1855), dan juga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Singa Terluka<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (1838).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Sedulur dan menambah pengetahuan serta wawasan mengenai dunia seni lukis Indonesia, ya!<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar.<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":25,"featured_media":76884,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[11010,11011],"class_list":["post-76883","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-lukisan-raden-saleh","tag-raden-saleh"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Fenomenal! Ini 8 Lukisan Raden Saleh yang Mendunia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Raden Saleh merupakan sosok yang telah menjadi legenda dan pelopor dalam seni rupa modern Indonesia.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/lukisan-raden-saleh\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Fenomenal! Ini 8 Lukisan Raden Saleh yang Mendunia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Raden Saleh merupakan sosok yang telah menjadi legenda dan pelopor dalam seni rupa modern Indonesia.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/lukisan-raden-saleh\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-10-18T10:00:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-10-18T06:13:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/6-6.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"850\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"450\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Muhammad Iqbal\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Muhammad Iqbal\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/lukisan-raden-saleh\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/6-6.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/6-6.webp\",\"width\":850,\"height\":450},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/lukisan-raden-saleh\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/lukisan-raden-saleh\/\",\"name\":\"Fenomenal! Ini 8 Lukisan Raden Saleh yang Mendunia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/lukisan-raden-saleh\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-10-18T10:00:51+00:00\",\"dateModified\":\"2022-10-18T06:13:11+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/16fe84a4ea0e4694c58531b19dc41cff\"},\"description\":\"Raden Saleh merupakan sosok yang telah menjadi legenda dan pelopor dalam seni rupa modern Indonesia.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/lukisan-raden-saleh\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/lukisan-raden-saleh\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/lukisan-raden-saleh\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Fenomenal! Ini 8 Lukisan Raden Saleh yang Mendunia\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/16fe84a4ea0e4694c58531b19dc41cff\",\"name\":\"Muhammad Iqbal\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b38228e369a9a8927e1a6aadf91b205?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b38228e369a9a8927e1a6aadf91b205?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Muhammad Iqbal\"},\"description\":\"Content Writer at Aplikasi Super.\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Fenomenal! Ini 8 Lukisan Raden Saleh yang Mendunia","description":"Raden Saleh merupakan sosok yang telah menjadi legenda dan pelopor dalam seni rupa modern Indonesia.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/lukisan-raden-saleh\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Fenomenal! Ini 8 Lukisan Raden Saleh yang Mendunia","og_description":"Raden Saleh merupakan sosok yang telah menjadi legenda dan pelopor dalam seni rupa modern Indonesia.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/lukisan-raden-saleh\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-10-18T10:00:51+00:00","article_modified_time":"2022-10-18T06:13:11+00:00","og_image":[{"width":850,"height":450,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/6-6.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Muhammad Iqbal","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Muhammad Iqbal","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/lukisan-raden-saleh\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/6-6.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/6-6.webp","width":850,"height":450},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/lukisan-raden-saleh\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/lukisan-raden-saleh\/","name":"Fenomenal! Ini 8 Lukisan Raden Saleh yang Mendunia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/lukisan-raden-saleh\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-10-18T10:00:51+00:00","dateModified":"2022-10-18T06:13:11+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/16fe84a4ea0e4694c58531b19dc41cff"},"description":"Raden Saleh merupakan sosok yang telah menjadi legenda dan pelopor dalam seni rupa modern Indonesia.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/lukisan-raden-saleh\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/lukisan-raden-saleh\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/lukisan-raden-saleh\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Fenomenal! Ini 8 Lukisan Raden Saleh yang Mendunia"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/16fe84a4ea0e4694c58531b19dc41cff","name":"Muhammad Iqbal","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b38228e369a9a8927e1a6aadf91b205?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b38228e369a9a8927e1a6aadf91b205?s=96&d=mm&r=g","caption":"Muhammad Iqbal"},"description":"Content Writer at Aplikasi Super."}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76883"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/25"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=76883"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76883\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":76915,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76883\/revisions\/76915"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/76884"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=76883"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=76883"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=76883"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}