{"id":76758,"date":"2022-10-17T13:00:15","date_gmt":"2022-10-17T06:00:15","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=76758"},"modified":"2022-10-17T10:15:12","modified_gmt":"2022-10-17T03:15:12","slug":"purposive-sampling-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/purposive-sampling-adalah\/","title":{"rendered":"Purposive Sampling: Pengertian, Keuntungan &#038; Caranya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Purposive sampling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah salah satu teknik pengumpulan data yang sering digunakan oleh para peneliti. Dalam bahasa Indonesia, \u2018<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">purposive sampling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2019 berarti teknik pengumpulan data atas dasar tujuan-tujuan tertentu.\u00a0<\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Data yang diteliti tersebut biasanya akan memiliki beberapa karakteristik khusus yang sangat bermanfaat untuk penelitian. Maka dari itu, mereka dipilih untuk masuk ke dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sample<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> penelitian untuk dianalisis lebih lanjut.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Sedulur yang kebetulan sedang melakukan penelitian dan hendak menggunakan teknik pengumpulan data ini, ada baiknya Sedulur untuk terlebih dahulu memahami <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">purposive sampling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> secara keseleruhan. Mari simak bersama-sama pembahasan berikut tentang pengertian <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">purposive sampling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/pengertian-produksi-massal\/\"><b>Pengertian Produksi Massal: Keuntungan, Tahapan &amp; Contohnya<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Pengertian <\/b><b><i>purposive sampling<\/i><\/b><b> adalah<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/st4.depositphotos.com\/2712843\/31365\/i\/600\/depositphotos_313656280-stock-photo-closeup-asian-young-student-hand.jpg\" alt=\"purposive sampling adalah\" width=\"600\" height=\"400\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kassiani Nikolopoulou dalam sebuah tulisan di situs Scribbr telah memberikan penjelasan terkait definisi dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">purposive sampling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah. Menurutnya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">purposive sampling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan satu dari sekian banyak teknik pengumpulan data dimana data tersebut telah dipilih oleh peneliti berdasarkan kriteria tertentu. Nah, dasar kriteria tersebutlah yang dirujuk sebagai \u2018<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">purpose<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2019 dari metode ini.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih lanjut lagi, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">purposive sampling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> juga terkadang disebut sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">judgemental sampling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Teknik pengumpulan data tersebut sangat bergantung kepada sudut pandang peneliti dalam mengidentifikasi dan memilih data (variabel, kasus, fenomena, dll.) mana yang bisa memberikan informasi bermanfaat untuk penelitian. Dengan begitu, tujuan utama penelitian dapat dicapai pada akhir kesimpulan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sedulur dapat menjumpai teknik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">purposive sampling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah pada penelitian kualitatif atau penelitian metode campuran (kualitatif-kuantitatif). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Purposive sampling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> akan sangat bermanfaat bagi Sedulur untuk memilah mana data yang kaya akan karakteristik atau informasi bermanfaat, terlebih lagi apabila Sedulur tidak memiliki banyak data penelitian.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/pantai-terindah-di-dunia\/\"><b>24 Pantai Terindah di Dunia yang Wajib Kamu Datangi!<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Pengertian <\/b><b><i>purposive sampling<\/i><\/b><b> menurut para ahli<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/st.depositphotos.com\/2631505\/3323\/i\/600\/depositphotos_33239701-stock-photo-study-and-research.jpg\" alt=\"purposive sampling adalah\" width=\"600\" height=\"399\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Agar Sedulur dapat memahami metode pengumpulan data ini secara menyeluruh, berikut ini adalah beberapa penjelasan dari para ahli yang bisa Sedulur simak.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>1. Arikunto (2006)<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam buku karangannya, Arikunto menjelaskan bahwa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">purposive sampling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah sebuah teknik pengambilan data yang tidak dilakukan secara acak, namun dengan beberapa pertimbangan untuk mencapai fokus penelitian.<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>2. Winarno (2013)<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam buku karangannya, Winarno menjelaskan bahwa teknik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">purposive sampling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> digunakan dalam mengumpulkan data atas pertimbangan tertentu.<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>3. Sugiyono (2010)<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dalam buku karangannya, Sugiyono menjabarkan bahwa teknik ini adalah sebuah metode mengambil data dengan penentuan sampel atas kriteria-kriteria yang telah ditetapkan oleh peneliti sebelumnya.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>4. Notoatmodjo (2010)<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dalam buku karangannya, Notoatmodjo menjabarkan bahwa teknik pengumpulan data ini berusaha mengelompokkan data atas beberapa syarat, seperti ciri-ciri atau sifat-sifat suatu populasi.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>5. Dana P. Turner (2020)<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengutip dari keterangan Dana P. Turner, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">purposive sampling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah kegiatan peneliti yang menargetkan setiap datanya untuk cocok terhadap karakteristik penelitian.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/contoh-surat-penawaran-barang\/\"><b>9 Contoh Surat Penawaran Barang yang Baik dan Benar<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Jenis-jenis <\/b><b><i>purposive sampling<\/i><\/b><b> adalah<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/st.depositphotos.com\/1017950\/1581\/i\/600\/depositphotos_15811567-stock-photo-research.jpg\" alt=\"purposive sampling adalah\" width=\"600\" height=\"400\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di bawah ini adalah beberapa jenis dari teknik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">purposive sampling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Sampel homogen<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 Berfokus pada kumpulan data tertentu yang memiliki karakteristik serupa.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Sampel heterogen<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 Bergantung pada penilaian peneliti dalam menyeleksi data dari berbagai karakteristik.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Kasus menyimpang<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 Mengambil data dari beberapa kasus yang jarang dialami dalam topik penelitian.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Kasus khusus<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 Meneliti kasus-kasus serupa yang menjadi rata-rata dalam suatu populasi.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Kasus kritis<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 Mengobservasi data yang krusial terhadap tujuan penelitian.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b><i>Purposive sampling<\/i><\/b><b> total<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 Keseluruhan data yang dikumpulkan akan diteliti untuk mencapai tujuan berdasarkan kesamaan dalam penelitian.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b><i>Purposive sampling<\/i><\/b><b> ahli<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 Mengumpulkan data atas prinsip-prinsip para ahli.<\/span><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kota-terdingin-di-dunia\/\"><b>12 Kota Terdingin di Dunia, Kota Apa Yang Paling Dingin?<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Kelebihan dan kekurangan <\/b><b><i>purposive sampling<\/i><\/b><b> adalah<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/st.depositphotos.com\/1752627\/1686\/i\/600\/depositphotos_16860985-stock-photo-photo-of-hands-writes-a.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat sederet keuntungan ketika Sedulur melakukan sebuah penelitian dan memutuskan untuk memakai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">purposive sampling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini. Terlebih lagi jika penelitian yang dilakukan tidak memiliki banyak sampel data.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Purposive sampling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dapat memfokuskan peneliti terhadap data-data yang relatif penting saja. Contohnya adalah jika Sedulur meneliti tentang sekelompok populasi yang memiliki karakteristik tertentu. Nah, agar penelitian tidak melebar ke aspek-aspek lain, maka Sedulur dapat menggunakan metode pengumpulan data ini untuk menemukan mana kasus-kasus data unik sesuai dengan karakteristik tujuan penelitian.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, tujuan utama dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">purposive sampling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah untuk mengidentifikasi data (kasus, individu, atau komunitas, dll.) yang paling cocok dalam upaya menjawab pertanyaan penelitian Sedulur. Dengan tujuan tersebut, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">purposive sampling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bisa menjadi teknik mengumpulkan data yang paling tepat ketika Sedulur memiliki banyak data yang berupa informasi latar belakang dari topik penelitian.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semakin banyak informasi yang dapat Sedulur sajikan dari hasil <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">purposive sampling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini, maka akan semakin tinggi juga kualitas data penelitian.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Selain itu, terdapat sejumlah kelebihan dari teknik pengumpulan data ini, berikut merupakan ringkasan poin-poinnya.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tujuan utama penelitian akan lebih mudah tercapai karena sampel data sudah sesuai dengan kebutuhan peneliti.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Proses dalam teknik pengambilan data ini lebih efisien, terutama dalam penelitian kategori kualitatif.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Teknik pengambilan sampel data juga sangat tepat untuk mengeksplorasi fenomena yang bersifat antropologis. Dengan begitu, manfaat dari pendekatan intuitif dapat diperoleh secara maksimal.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Purposive sampling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan teknik pengumpulan data yang sesuai dengan sumber data primer, sehingga peneliti akan mendapatkan banyak informasi di tengah keterbatasan data atau populasi.<\/span><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Teknik ini relatif mudah untuk dilakukan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Terdapat juga beberapa kekurangan dari penelitian yang menggunakan metode pengumpulan data ini. Apa saja kira-kira kekurangan tersebut?<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jumlah data tidak menjamin representasi dari keseluruhan populasi dalam penelitian.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tidak dapat digunakan pada penelitian yang bersifat statistik.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Hanya bisa diterapkan pada jenis-jenis penelitian tertentu saja.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tidak efektif dalam mengambil generalisasi hasil penelitian.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dapat terjadi kesalahan dalam penelitian.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/sejarah-surabaya\/\"><b>Sejarah Kota Surabaya dan Perjuangannya yang Perlu Diketahui!<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Cara melakukan <\/b><b><i>purposive sampling<\/i><\/b><b> adalah<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/st.depositphotos.com\/1673344\/2543\/i\/450\/depositphotos_25431721-stock-photo-beautiful-woman-with-thumb-on.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berikut ini adalah empat langkah utama dalam mengumpulkan data menggunakan teknik ini.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Peneliti harus terlebih dahulu menentukan tujuan dari penelitian yang dilakukan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Setelah itu, peneliti dapat mulai menentukan kriteria-kriteria data apa saja yang dapat bermanfaat untuk mencapai tujuan penelitian. Kriteria-kriteria tersebut harus spesifik agar tidak keliru dengan populasi data umum lainnya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Peneliti menentukan populasi yang berdasarkan spesifikasi dari penelitian yang dilakukan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hasil pengumpulan data dengan menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">purposive sampling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini harus layak dan memenuhi kriteria yang peneliti sudah tentukan sebelumnya.<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah Sedulur, demikian informasi singkat mengenai salah satu teknik pengumpulan data yang bernama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">purposive sampling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Purposive sampling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah sebuah metode dimana data-data penelitian akan dikumpulkan berdasarkan tujuan tertentu penulis, yang kemudian akan dianalisis dan diobservasi lebih lanjut selama jalannya penelitian.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Sedulur dan menambah pengetahuan serta wawasan terkait metode-metode penelitian yang lazim digunakan, ya!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":25,"featured_media":76761,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[10971,10970,10969],"class_list":["post-76758","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-pengertian-purposive-sampling","tag-purposive-sampling","tag-purposive-sampling-adalah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Purposive Sampling: Pengertian, Keuntungan &amp; Caranya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Purposive sampling adalah salah satu jenis teknik pengambilan sampling yang digunakan dalam penelitian. Purposive sampling memiliki kriteria tertentu.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/purposive-sampling-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Purposive Sampling: Pengertian, Keuntungan &amp; Caranya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Purposive sampling adalah salah satu jenis teknik pengambilan sampling yang digunakan dalam penelitian. Purposive sampling memiliki kriteria tertentu.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/purposive-sampling-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-10-17T06:00:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-10-17T03:15:12+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/14-5.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"850\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"450\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Muhammad Iqbal\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Muhammad Iqbal\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/purposive-sampling-adalah\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/14-5.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/14-5.webp\",\"width\":850,\"height\":450},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/purposive-sampling-adalah\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/purposive-sampling-adalah\/\",\"name\":\"Purposive Sampling: Pengertian, Keuntungan & Caranya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/purposive-sampling-adalah\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-10-17T06:00:15+00:00\",\"dateModified\":\"2022-10-17T03:15:12+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/16fe84a4ea0e4694c58531b19dc41cff\"},\"description\":\"Purposive sampling adalah salah satu jenis teknik pengambilan sampling yang digunakan dalam penelitian. Purposive sampling memiliki kriteria tertentu.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/purposive-sampling-adalah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/purposive-sampling-adalah\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/purposive-sampling-adalah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Purposive Sampling: Pengertian, Keuntungan &#038; Caranya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/16fe84a4ea0e4694c58531b19dc41cff\",\"name\":\"Muhammad Iqbal\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b38228e369a9a8927e1a6aadf91b205?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b38228e369a9a8927e1a6aadf91b205?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Muhammad Iqbal\"},\"description\":\"Content Writer at Aplikasi Super.\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Purposive Sampling: Pengertian, Keuntungan & Caranya","description":"Purposive sampling adalah salah satu jenis teknik pengambilan sampling yang digunakan dalam penelitian. Purposive sampling memiliki kriteria tertentu.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/purposive-sampling-adalah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Purposive Sampling: Pengertian, Keuntungan & Caranya","og_description":"Purposive sampling adalah salah satu jenis teknik pengambilan sampling yang digunakan dalam penelitian. Purposive sampling memiliki kriteria tertentu.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/purposive-sampling-adalah\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-10-17T06:00:15+00:00","article_modified_time":"2022-10-17T03:15:12+00:00","og_image":[{"width":850,"height":450,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/14-5.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Muhammad Iqbal","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Muhammad Iqbal","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/purposive-sampling-adalah\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/14-5.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/14-5.webp","width":850,"height":450},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/purposive-sampling-adalah\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/purposive-sampling-adalah\/","name":"Purposive Sampling: Pengertian, Keuntungan & Caranya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/purposive-sampling-adalah\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-10-17T06:00:15+00:00","dateModified":"2022-10-17T03:15:12+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/16fe84a4ea0e4694c58531b19dc41cff"},"description":"Purposive sampling adalah salah satu jenis teknik pengambilan sampling yang digunakan dalam penelitian. Purposive sampling memiliki kriteria tertentu.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/purposive-sampling-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/purposive-sampling-adalah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/purposive-sampling-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Purposive Sampling: Pengertian, Keuntungan &#038; Caranya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/16fe84a4ea0e4694c58531b19dc41cff","name":"Muhammad Iqbal","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b38228e369a9a8927e1a6aadf91b205?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b38228e369a9a8927e1a6aadf91b205?s=96&d=mm&r=g","caption":"Muhammad Iqbal"},"description":"Content Writer at Aplikasi Super."}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76758"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/25"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=76758"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76758\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":76924,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76758\/revisions\/76924"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/76761"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=76758"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=76758"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=76758"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}