{"id":76630,"date":"2022-10-14T14:00:30","date_gmt":"2022-10-14T07:00:30","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=76630"},"modified":"2022-10-14T13:09:49","modified_gmt":"2022-10-14T06:09:49","slug":"biaya-produksi-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/biaya-produksi-adalah\/","title":{"rendered":"Biaya Produksi: Pengertian, Unsur, Jenis &#038; Cara Menghitungnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Biaya produksi adalah sebuah istilah yang akan Sedulur temui jika menghitung pengeluaran dalam sebuah perusahaan. Ya, istilah biaya produksi tersebut memang mengacu kepada semua biaya yang suatu perusahaan atau bisnis perlu keluarkan untuk menghasilkan produk atau jasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pada artikel ini, Sedulur akan diajak untuk mengulas lebih dalam lagi dari apa yang dimaksud dengan biaya produksi tersebut. Langsung simak saja poin-poin pembahasan di bawah ini, ya!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/angka-penting\/\"><b>Angka Penting: Pengertian, Aturan, Cara Hitung dan Contohnya<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Pengertian biaya produksi adalah<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/st.depositphotos.com\/2631505\/3323\/i\/600\/depositphotos_33239599-stock-photo-calculating-monthly-costs.jpg\" alt=\"biaya produksi adalah\" width=\"600\" height=\"399\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Biaya produksi adalah seluruh biaya yang harus dikeluarkan sebuah bisnis atau perusahaan, dalam menghasilkan produk dan jasa. Biaya tersebut biasanya dikeluarkan untuk menunjang kelancaran sebuah operasional perusahaan. Salah satu manfaat mengetahui berapa besaran biaya tersebut adalah untuk menentukan harga jual suatu jasa atau produk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/ekuitas-adalah\/\"><b>Ekuitas adalah: Pengertian, Jenis, Contoh dan Perhitungannya<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Unsur-unsur biaya produksi adalah<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/st2.depositphotos.com\/16785872\/42598\/i\/600\/depositphotos_425985070-stock-photo-pallet-with-cardboard-boxes-in.jpg\" alt=\"biaya produksi adalah\" width=\"600\" height=\"397\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ini merupakan beberapa unsur dari sebuah biaya produksi, di antaranya adalah bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan biaya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">overhead<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pabrik.<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>1. Bahan baku langsung (<\/b><b><i>direct material<\/i><\/b><b>)<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Unsur pertama dari sebuah biaya produksi adalah bahan baku langsung. Dalam hal ini, yang dimaksud dengan bahan baku langsung adalah semua bahan yang berbentuk fisik, dapat diidentifikasi keberadaannya, serta dapat diproses menjadi barang produksi jadi. Bahan baku langsung juga termasuk barang-barang yang dapat kita lihat asal-usulnya sebagai barang produksi jadi secara ekonomis dan sederhana.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>2. Tenaga kerja langsung (<\/b><b><i>direct labor<\/i><\/b><b>)<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tenaga kerja langsung juga dapat dikategorikan sebagai biaya produksi. Tenaga kerja yang melakukan segala proses produksi harus dihitung sebagai biaya produksi yang sebuah perusahaan keluarkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Hal tersebut dikarenakan perusahaan harus membayar atau memberikan upah terkait kerja dan tenaga yang keluarkan oleh sumber daya manusia yang terlibat. Bayaran atau upah dikeluarkan oleh perusahaan biasanya berbentuk gaji bulanan atau gaji dalam periode tertentu sesuai dengan apa yang tertera dalam perjanjian kontrak.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>3. Biaya overhead pabrik (<\/b><b><i>factory overhead<\/i><\/b><b>)<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa biaya yang biasanya \u2018tidak terlihat\u2019 pada saat proses produksi. Pengeluaran atas biaya tersebut biasanya disebut sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">factory overhead<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Biaya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">factory overhead<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tidak termasuk ke dalam biaya bahan baku atau biaya tenaga kerja.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa contoh biaya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">factory overhead<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang harus dipertimbangkan untuk ada dalam catatan keuangan adalah sebagai berikut:<\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Biaya bahan baku tak langsung.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Biaya tenaga kerja tidak langsung.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Biaya pemeliharaan mesin dan reparasi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Amortisasi dan depresiasi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Biaya air dan listrik tempat usaha.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Asuransi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Operasional.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dan lain-lain.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila biaya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">factory overhead<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini tidak dipertimbangkan, maka salah satu risiko buruknya adalah pengeluaran tidak terduga yang terlewat masuk ke dalam laporan keuangan. Alhasil, biaya produksi pun akan tidak jelas alur keluar-masuknya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/isekai-adalah\/\"><b>Isekai adalah Genre Anime, Ini Penjelasan dan Artinya!<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Jenis-jenis biaya produksi adalah<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/st2.depositphotos.com\/1071909\/6630\/i\/600\/depositphotos_66306265-stock-photo-focus-on-decrease-costs-concept.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Setelah memahami apa saja unsur-unsur terkait dalam suatu biaya produksi, pada pembahasan kali ini kita akan berfokus pada jenis-jenisnya. Secara garis besar, jenis biaya produksi adalah terbagi menjadi dua; biaya eksplisit dan biaya implisit. Lantas, apa maksud dari kedua jenis biaya produksi tersebut?<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>1. Biaya eksplisit<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Biaya eksplisit merujuk kepada biaya produksi yang dialokasikan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan produksi dengan pembayaran tunai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Yang termasuk biaya eksplisit adalah:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pembelian lokasi bangunan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pembelian tanah lokasi bangunan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pembelian mesin operasional.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gaji karyawan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bahan baku.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Semua pengeluaran yang termasuk ke dalam biaya eksplisit ini akan dicatat secara langsung di dalam buku keuangan. Bisa jadi, setiap pengeluaran biaya eksplisit sekarang dan selanjutnya akan berbeda. Perbedaan tersebut dikarenakan harga barang-barang yang sering naik-turun.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>2. Biaya implisit<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya implisit merujuk kepada biaya produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan tanpa mempengaruhi proses produksi secara langsung. Fasilitas-fasilitas penunjang produksi biasanya akan masuk ke dalam jenis biaya ini. Pun biasanya ketika perusahaan membelanjakan sesuatu yang termasuk ke dalam kategori implisit ini akan dikelompokkan ke dalam biaya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">factory overhead<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Yang termasuk biaya implisit adalah:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Perawatan mesin.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pelatihan untuk sumber daya manusia.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Biaya sewa lokasi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dan lain sebagainya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pengertian-suhuf-adalah\/\"><b>Pengertian Suhuf Beserta Nabi-Nabi yang Menerimanya<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Cara menghitung biaya produksi adalah<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/st2.depositphotos.com\/2890953\/10752\/i\/600\/depositphotos_107529996-stock-photo-concept-of-faster-profits.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bagaimana Sedulur? Apakah masih kesulitan untuk memahami biaya produksi adalah apa? Jangan khawatir! Coba perlahan-lahan ikuti cara menghitung biaya produksi berikut ini agar lebih mengetahui seluk-beluknya.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>1. Menentukan teori biaya produksi yang akan digunakan<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah yang pertama adalah menentukan teori biaya produksi yang akan Sedulur gunakan. Terdapat dua teori yang biasanya dipakai; <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">full costing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">variable costing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b><i>Full costing<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 Menghitung biaya produksi dengan menjumlahkan semua unsur biaya produksi dalam perilaku tetap dan variabel.<\/span><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b><i>Variable costing<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 Menghitung biaya produksi dengan menjumlahkan biaya variabel saja dan kemudian ditambahkan biaya produksi total.<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pilihlah mana teori yang paling sesuai dengan perusahaan Sedulur.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>2. Menyusun dan menghitung total biaya pembelian bahan baku<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Setelah menentukan metode yang tepat, Sedulur dapat memulai untuk membuat daftar seluruh bahan baku yang sudah dibeli beserta harga per satuannya. Lalu, jumlahkan semua harga pembelian bahan baku tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>Rumus<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sisa awal bahan baku<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) + (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pembelian bahan baku<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) &#8211; (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sisa akhir bahan baku<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) = (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya bahan baku yang telah digunakan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>3. Menghitung biaya sumber daya manusia<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Setelah mendapatkan biaya bahan baku yang telah digunakan, Sedulur tidak boleh lupa untuk menentukan berapa jumlah biaya yang dikeluarkan untuk sumber daya manusia. Jumlahkan semua total gaji untuk mengetahui total biaya sumber daya manusia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pengertian-kolonialisme-dan-imperialisme\/\"><b>Pengertian Kolonialisme dan Imperialisme Beserta Negaranya<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>4. Membuat perhitungan biaya <\/b><b><i>factory overhead<\/i><\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya, Sedulur dapat mencari tahu pengeluaran apa saja yang bisa dikategorikan sebagai biaya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">factory overhead<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Total dari pengeluaran tersebut selanjutnya menjadi biaya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">factory overhead<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>5. Menjumlahkan total biaya pengeluaran<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Setelah mendapatkan angka-angka di atas, Sedulur dapat mencari berapa total biaya produksi. Rumus biaya pengeluaran untuk produksi adalah sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>Rumus<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">: (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya bahan baku<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) + (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya sumber daya<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) + (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya factory overhead<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) = (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Total biaya produksi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>6. Menetapkan harga pokok produksi pada setiap produk<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Terakhir, Sedulur bisa menetapkan harga pokok produksi dengan cara membagi total biaya produksi akhir dengan total kuantitas produk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Nah Sedulur, di atas merupakan informasi singkat dari pengertian biaya produksi adalah. Pembahasan di atas sudah mencakup beberapa aspek, seperti unsur-unsur biaya produksi, biaya eksplisit dan biaya implisit, serta langkah-langkah untuk menentukan total biaya produksi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Sedulur, ya!\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":25,"featured_media":76631,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[10947,10948,10946],"class_list":["post-76630","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-biaya-produksi","tag-biaya-produksi-adalah","tag-pengertian-biaya-produksi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Biaya Produksi: Pengertian, Unsur, Jenis &amp; Cara Menghitungnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Wajib tahu! Ini pengertian, unsur, jenis dan cara menghitung biaya produksi untuk bisnismu!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/biaya-produksi-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Biaya Produksi: Pengertian, Unsur, Jenis &amp; Cara Menghitungnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Wajib tahu! Ini pengertian, unsur, jenis dan cara menghitung biaya produksi untuk bisnismu!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/biaya-produksi-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-10-14T07:00:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-10-14T06:09:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/15-5.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"850\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"450\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Muhammad Iqbal\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Muhammad Iqbal\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/biaya-produksi-adalah\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/15-5.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/15-5.webp\",\"width\":850,\"height\":450,\"caption\":\"Biaya produksi adalah\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/biaya-produksi-adalah\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/biaya-produksi-adalah\/\",\"name\":\"Biaya Produksi: Pengertian, Unsur, Jenis & Cara Menghitungnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/biaya-produksi-adalah\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-10-14T07:00:30+00:00\",\"dateModified\":\"2022-10-14T06:09:49+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/16fe84a4ea0e4694c58531b19dc41cff\"},\"description\":\"Wajib tahu! Ini pengertian, unsur, jenis dan cara menghitung biaya produksi untuk bisnismu!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/biaya-produksi-adalah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/biaya-produksi-adalah\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/biaya-produksi-adalah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Biaya Produksi: Pengertian, Unsur, Jenis &#038; Cara Menghitungnya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/16fe84a4ea0e4694c58531b19dc41cff\",\"name\":\"Muhammad Iqbal\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b38228e369a9a8927e1a6aadf91b205?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b38228e369a9a8927e1a6aadf91b205?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Muhammad Iqbal\"},\"description\":\"Content Writer at Aplikasi Super.\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Biaya Produksi: Pengertian, Unsur, Jenis & Cara Menghitungnya","description":"Wajib tahu! Ini pengertian, unsur, jenis dan cara menghitung biaya produksi untuk bisnismu!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/biaya-produksi-adalah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Biaya Produksi: Pengertian, Unsur, Jenis & Cara Menghitungnya","og_description":"Wajib tahu! Ini pengertian, unsur, jenis dan cara menghitung biaya produksi untuk bisnismu!","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/biaya-produksi-adalah\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-10-14T07:00:30+00:00","article_modified_time":"2022-10-14T06:09:49+00:00","og_image":[{"width":850,"height":450,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/15-5.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Muhammad Iqbal","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Muhammad Iqbal","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/biaya-produksi-adalah\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/15-5.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/15-5.webp","width":850,"height":450,"caption":"Biaya produksi adalah"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/biaya-produksi-adalah\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/biaya-produksi-adalah\/","name":"Biaya Produksi: Pengertian, Unsur, Jenis & Cara Menghitungnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/biaya-produksi-adalah\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-10-14T07:00:30+00:00","dateModified":"2022-10-14T06:09:49+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/16fe84a4ea0e4694c58531b19dc41cff"},"description":"Wajib tahu! Ini pengertian, unsur, jenis dan cara menghitung biaya produksi untuk bisnismu!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/biaya-produksi-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/biaya-produksi-adalah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/biaya-produksi-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Biaya Produksi: Pengertian, Unsur, Jenis &#038; Cara Menghitungnya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/16fe84a4ea0e4694c58531b19dc41cff","name":"Muhammad Iqbal","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b38228e369a9a8927e1a6aadf91b205?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b38228e369a9a8927e1a6aadf91b205?s=96&d=mm&r=g","caption":"Muhammad Iqbal"},"description":"Content Writer at Aplikasi Super."}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76630"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/25"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=76630"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76630\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":76633,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76630\/revisions\/76633"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/76631"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=76630"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=76630"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=76630"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}