{"id":75673,"date":"2022-10-07T22:30:06","date_gmt":"2022-10-07T15:30:06","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=75673"},"modified":"2022-10-07T06:11:07","modified_gmt":"2022-10-06T23:11:07","slug":"backlog-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/backlog-adalah\/","title":{"rendered":"Product Backlog: Definisi, Karakteristik &#038; Seberapa Pentingnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Apakah Sedulur tahu apa itu product backlog? Bagi Sedulur yang bekerja di bidang pengembangan produk tentu tidak asing dengan istilah tersebut. Sederhananya, product backlog adalah sebuah daftar yang menguraikan pekerjaan apa saja yang harus dilakukan terkait sebuah produk. Dengan begitu, tim yang bertanggung dalam pengembangan produk dapat mengetahui secara jelas pekerjaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penyusunan daftar dalam product backlog sendiri tidak boleh dibuat secara sembarangan. Sebab urutan dalam daftar tersebut akan menunjukkan skala prioritas dari setiap pekerjaan yang harus dilakukan. Untuk itu penting bagi Sedulur memahami apa itu product backlog dan bagaimana cara membuat product backlog yang baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Nah, berikut ini Super telah merangkum informasi lengkap tentang product backlog. Mulai dari definisi, karakteristik, hingga alasan mengapa product backlog memegang peran penting dalam pengembangan produk. Yuk, langsung disimak informasi selengkapnya pada artikel di bawah ini!<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/fmcg-adalah\/\">FMCG adalah: Pengertian, Jenis Produk dan Contohnya<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Definisi product backlog adalah<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_75680\" aria-describedby=\"caption-attachment-75680\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-75680\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/backlog-adalah.webp\" alt=\"backlog adalah\" width=\"626\" height=\"352\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/backlog-adalah.webp 626w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/backlog-adalah-444x250.webp 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/backlog-adalah-600x337.webp 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/backlog-adalah-285x160.webp 285w\" sizes=\"(max-width: 626px) 100vw, 626px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-75680\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebelum masuk ke pembahasan yang lebih jauh, ada baiknya Sedulur memahami pengertian product backlog terlebih dahulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Menurut Kamus Cambridge, product atau produk adalah sesuatu yang dibuat untuk dijual. Umumnya diproduksi oleh pabrik atau terkadang juga merupakan hasil pertanian, perkebunan, dan peternakan Sementara, backlog artinya sekumpulan hal-hal atau pekerjaan yang harus segera diselesaikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sehingga bisa dipahami bahwa pengertian product backlog adalah sebuah daftar yang berisi apa saja yang harus dilakukan pada suatu produk, sebagaimana dikutip dari Glints. Daftar tersebut disusun berdasarkan skala prioritas di mana pekerjaan yang harus segera dilakukan berada di urutan paling atas. Penyusunan daftar ini sendiri merupakan tanggung jawab seorang product owner.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di sisi lain, product backlog disebut sebagai daftar yang tidak pernah selesai. Sebab, dalam perjalanan pengembangan sebuah produk, product backlog akan turut diperbarui dan disesuaikan sesuai kebutuhan. Oleh karenanya bisa dipahami bahwa product backlog merupakan sebuah daftar pekerjaan yang memiliki sifat fleksibel. Meski begitu, pelaksanaan product backlog wajib berurutan dari atas ke bawah.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/bisnis-model-canvas\/\">Pengertian Bisnis Model Canvas &amp; Pentingnya untuk Digunakan<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Manfaat product backlog adalah<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_75679\" aria-describedby=\"caption-attachment-75679\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-75679\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/backlog-adalah-1.webp\" alt=\"backlog adalah\" width=\"626\" height=\"365\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-75679\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dihimpun dari berbagai sumber, product backlog disebut memiliki beragam manfaat untuk pengembangan produk dalam sebuah bisnis. Secara umum, product backlog menjadi penunjuk jalan terkait pekerjaan apa saja yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sebuah produk yang akan dijual.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk lebih jelasnya, Sedulur bisa menyimak uraian manfaat atau peran product backlog yang dihimpun dari berbagai sumber sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Menguraikan pekerjaan yang harus dilakukan oleh tim terkait pengembangan produk.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Menghemat waktu karena semua tugas atau pekerjaan yang harus dilakukan sudah dirangkum dalam satu wadah.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sebagai wadah yang memuat saran dan masukan dari berbagai pihak, baik itu tim pengembangan produk, sales, business development, maupun konsumen sebagai pihak yang menggunakan produk tersebut.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/brd\/\">Business Requirements Document, Dokumen Penentu Bisnis<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">3 istilah penting terkait product backlog adalah<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_75678\" aria-describedby=\"caption-attachment-75678\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-75678\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/backlog-adalah-2.webp\" alt=\"\" width=\"626\" height=\"352\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/backlog-adalah-2.webp 626w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/backlog-adalah-2-444x250.webp 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/backlog-adalah-2-600x337.webp 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/backlog-adalah-2-285x160.webp 285w\" sizes=\"(max-width: 626px) 100vw, 626px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-75678\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam praktiknya, terdapat sejumlah istilah terkait product backlog yang juga penting untuk Sedulur ketahui. Sebab, istilah-istilah ini juga tidak jarang digunakan untuk menunjuk product backlog itu sendiri. Adapun istilah-istilah yang dimaksud adalah agile, kanban, dan scrum. Apa artinya? Berikut penjelasan untuk masing-masing istilah.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">1. Agile<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Istilah yang pertama adalah agile. Menurut Kamus Cambridge, agile merupakan kata sifat yang memiliki arti dapat menggerakkan tubuh secara cepat dan mudah. Singkatnya, agile adalah gesit, cepat, ringan, dan bebas bergerak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sementara dalam kaitannya dengan product backlog, agile adalah metode yang bersifat fleksibel untuk menyelesaikan suatu permasalahan dalam pengembangan. Metode ini mencakup rencana, eksekusi, dan perubahan yang mungkin terjadi dalam proses produksi ataupun pengembangan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">2. Kanban<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berikutnya adalah kanban yang berasal dari bahasa Jepang yang artinya &#8220;papan penanda.&#8221; Istilah ini dicetuskan oleh Taiichi Ohno pada 1953 yang kemudian menjadi ide operasi dalam produksi Toyota.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sederhananya, metode ini menggunakan sistem sinyal pengisian stok produksi. Dalam perkembangannya, kanban digunakan sebagai sistem visualisasi pekerjaan untuk mengoptimalkan alur kerja tim produksi. Kanban juga berkembang menjadi papan alat kontrol produksi yang memuat tiga langkah, yaitu to do it, in progress, dan done.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">3. Scrum<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Terakhir adalah scrum, yaitu sebuah kerangka kerja yang dibuat untuk membantu tim produksi dalam hal manajemen proyek dan penyusunan pekerjaan. Scrum juga menjadi acuan dalam pembagian tim berdasarkan fungsi dan tanggung jawabnya.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/corporate-culture\/\">Corporate Culture: Pengertian, Tipe-Tipe &amp; Tips Membangunnya<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Karakteristik product backlog adalah<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_75677\" aria-describedby=\"caption-attachment-75677\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-75677\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/backlog-adalah-3.webp\" alt=\"\" width=\"626\" height=\"343\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-75677\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Telah diketahui bersama bahwa product backlog adalah daftar yang disusun secara spesifik terkait pekerjaan apa saja yang harus dilakukan pada sebuah produk yang dikembangkan. Oleh sebab itu, daftar ini memiliki peranan penting dalam proses pengembangan produk yang dilakukan oleh suatu bisnis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lantas, bagaimana cara menyusun product backlog yang baik?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dilansir Ekrut, Roman Pichler dalam bukunya yang berjudul Agile Product Management with Scrum: Creating Products That Customers Love mengemukakan empat karakteristik atau ciri product backlog yang baik. Keempat karakteristik itu meliputi detailed appropriately, emergent, estimated, dan prioritized atau biasa disingkat sebagai DEEP. <\/span><span style=\"color: #000000;\">Berikut penjelasan untuk masing-masing karakteristik.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">1. Detailed appropriately<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Karakteristik yang pertama adalah detailed appropriately atau ketepatan perincian. Maksudnya adalah daftar dibuat secara terperinci sesuai dengan skala prioritasnya. Sehingga pekerjaan yang paling penting akan diletakkan di urutan paling atas dengan rincian paling lengkap.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pemberian uraian yang tepat dalam product backlog ini akan memberikan kemudahan bagi tim terkait untuk melakukan pengembangan produk. Sebab, hal itu dapat menjadi acuan yang jelas tentang apa saja yang dibutuhkan dalam pengembangan suatu produk yang akan dijual.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">2. Emergent<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Secara sederhana, emergent merujuk pada keberadaan product backlog. Daftar tersebut akan terus diperbarui dan disesuaikan selama produk masih ada. Sebab, produk akan terus dikembangkan seiring dengan bertambahnya masukan dari pihak luar khususnya pelanggan sebagai pengguna produk tersebut. Dengan begitu, tim pengembangan maupun tim produksi akan terus membutuhkan product backlog sebagai acuan dalam mengembangkan produk di kemudian hari.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">3. Estimated<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Karakteristik selanjutnya adalah estimated alias dapat diprakirakan. Dalam hal ini, prakiraan yang dimaksud adalah terkait proses pengembangan produk yang dilakukan. Misalnya lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sedikit catatan, durasi pekerjaan yang berada di urutan teratas umumnya dituliskan secara jelas, misalnya berapa hari atau minggu. Sementara, pekerjaan yang berada di urutan bawah dapat ditulis dengan keterangan, misalnya lama, singkat, dan sebagainya.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">4. Prioritized<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Terakhir adalah prioritized yang merujuk pada penyusunan daftar berdasarkan skala prioritas. Seperti yang disampaikan sebelumnya, daftar sebuah daftar product backlog, pekerjaan yang dianggap penting atau diprioritaskan akan ditulis di urutan teratas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain menjadi acuan ketika menyusun daftar, dalam praktiknya sebuah product backlog juga diselesaikan dengan mengikuti urutan yang sudah dibuat. Sehingga, ketika sebuah tim sedang mengerjakan satu pekerjaan, maka mereka tidak akan membahas pekerjaan yang ada di urutan bawah pada saat yang bersamaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demikian tadi pembahasan mengenai product backlog terkait pengembangan produk dalam sebuah bisnis. Dapat disimpulkan bahwa product backlog memiliki peran penting dalam proses pengembangan produk dalam sebuah bisnis. Selain itu juga telah dipaparkan empat karakteristik product backlog yang perlu untuk menjadi perhatian. Nah, semoga artikel ini bisa memberikan manfaat untuk Sedulur, ya!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mau belanja bulanan nggak pakai ribet?<\/span><\/i><b><i> Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":28,"featured_media":75675,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[10790,10792,10791],"class_list":["post-75673","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-backlog","tag-backlog-adalah","tag-pengertian-backlog"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Product Backlog: Definisi, Karakteristik &amp; Seberapa Pentingnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apa itu product backlog? Product backlog adalah daftar skala prioritas yang akan ditampilkan di bagian atas sehingga tim tahu mana yang harus didahulukan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/backlog-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Product Backlog: Definisi, Karakteristik &amp; Seberapa Pentingnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa itu product backlog? Product backlog adalah daftar skala prioritas yang akan ditampilkan di bagian atas sehingga tim tahu mana yang harus didahulukan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/backlog-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-10-07T15:30:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-10-06T23:11:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/backlog.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"850\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"450\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Clarissa Fauzany\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Clarissa Fauzany\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/backlog-adalah\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/backlog.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/backlog.webp\",\"width\":850,\"height\":450,\"caption\":\"backlog adalah\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/backlog-adalah\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/backlog-adalah\/\",\"name\":\"Product Backlog: Definisi, Karakteristik & Seberapa Pentingnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/backlog-adalah\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-10-07T15:30:06+00:00\",\"dateModified\":\"2022-10-06T23:11:07+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315\"},\"description\":\"Apa itu product backlog? Product backlog adalah daftar skala prioritas yang akan ditampilkan di bagian atas sehingga tim tahu mana yang harus didahulukan.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/backlog-adalah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/backlog-adalah\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/backlog-adalah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Product Backlog: Definisi, Karakteristik &#038; Seberapa Pentingnya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315\",\"name\":\"Clarissa Fauzany\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Clarissa Fauzany\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Product Backlog: Definisi, Karakteristik & Seberapa Pentingnya","description":"Apa itu product backlog? Product backlog adalah daftar skala prioritas yang akan ditampilkan di bagian atas sehingga tim tahu mana yang harus didahulukan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/backlog-adalah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Product Backlog: Definisi, Karakteristik & Seberapa Pentingnya","og_description":"Apa itu product backlog? Product backlog adalah daftar skala prioritas yang akan ditampilkan di bagian atas sehingga tim tahu mana yang harus didahulukan.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/backlog-adalah\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-10-07T15:30:06+00:00","article_modified_time":"2022-10-06T23:11:07+00:00","og_image":[{"width":850,"height":450,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/backlog.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Clarissa Fauzany","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Clarissa Fauzany","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/backlog-adalah\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/backlog.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/backlog.webp","width":850,"height":450,"caption":"backlog adalah"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/backlog-adalah\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/backlog-adalah\/","name":"Product Backlog: Definisi, Karakteristik & Seberapa Pentingnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/backlog-adalah\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-10-07T15:30:06+00:00","dateModified":"2022-10-06T23:11:07+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315"},"description":"Apa itu product backlog? Product backlog adalah daftar skala prioritas yang akan ditampilkan di bagian atas sehingga tim tahu mana yang harus didahulukan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/backlog-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/backlog-adalah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/backlog-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Product Backlog: Definisi, Karakteristik &#038; Seberapa Pentingnya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315","name":"Clarissa Fauzany","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g","caption":"Clarissa Fauzany"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/75673"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=75673"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/75673\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":75681,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/75673\/revisions\/75681"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/75675"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=75673"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=75673"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=75673"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}