{"id":75214,"date":"2022-10-04T12:00:08","date_gmt":"2022-10-04T05:00:08","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=75214"},"modified":"2022-10-04T08:42:48","modified_gmt":"2022-10-04T01:42:48","slug":"monolog","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/monolog\/","title":{"rendered":"Pengertian Monolog Beserta Aspek, Ciri dan Jenisnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Sedulur yang menggeluti seni peran atau sandiwara tentu tidak asing dengan istilah monolog. Secara sederhana, monolog adalah adegan seni percakapan yang menampilkan seorang aktor saja di atas panggung. Ciri khas seni ini sendiri terdapat dalam pemilihan bahasanya, yaitu setiap perkataan yang dilontarkan seorang aktor monolog ditujukan kepada dirinya sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ingin memahami lebih jauh tentang monolog? Berikut Super telah merangkum beragam informasi tentang monolog, termasuk pengertian menurut para ahli, sejarah, aspek, ciri-ciri, dan contoh-contoh teks monolog. Yuk, langsung disimak informasi selengkapnya!<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/teater-adalah\/\">Pengertian Teater Beserta Karakteristik, Ciri, Fungsi &amp; Jenisnya<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Pengertian monolog<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_75216\" aria-describedby=\"caption-attachment-75216\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-75216\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/monolog-freepik-626x405.webp\" alt=\"monolog\" width=\"626\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-75216\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebelum masuk ke pembahasan yang lebih jauh tentang monolog, ada baiknya Sedulur memahami pengertiannya terlebih dahulu. Jika menilik pada asal katanya, monolog disebut berasal dari bahasa Yunani yaitu <em>mono<\/em> dan <em>legein<\/em>. <em>Mono<\/em> artinya adalah satu, sementara <em>legein<\/em> artinya berbicara. Sehingga bisa dipahami monolog adalah percakapan di mana hanya ada satu orang yang berbicara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring, monolog adalah pembicaraan yang dilakukan dengan diri sendiri. Istilah ini juga diartikan sebagai adegan sandiwara dengan pelaku tunggal yang membawakan percakapan seorang diri. Istilah ini juga kerap disebut sebagai monodrama atau lektur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Istilah ini sendiri banyak dijumpai dalam bidang seni khususnya seni peran atau terater. Umumnya, istilah tersebut digunakan untuk menyebut adegan atau drama di mana hanya terdapat satu orang pemain yang berbicara sendiri.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Pengertian menurut para ahli<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_75219\" aria-describedby=\"caption-attachment-75219\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-75219\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/monolog-play-freepik-626x405.jpg\" alt=\"\" width=\"626\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-75219\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk lebih memahami tentang apa itu monolog, Sedulur bisa menyimak pengertian dari beberapa ahli yang telah dirangkum sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Kabisch<\/strong>: monolog adalah percakapan dengan diri sendiri.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Nano Riantiarno<\/strong>: monolog adalah tradisi atau monodrama yang diadaptasi dari Yunani Klasik.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Nathan Alterman<\/strong>: drama satu orang yang bisa menjadi bentuk teater yang kuat.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Marquab<\/strong>: monolog serta dialog merupakan bentuk komunikasi dalam drama untuk membangun respon emosional.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>William Shakespeare<\/strong>: pelakon yang mengungkapkan pikiran dan perasaan tanpa kehadiran pelakon lain.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan uraian di atas, bisa dipahami bahwa monolog merupakan bagian dari seni peran di mana seorang pelakon atau pemain berbicara sendiri. Dalam praktiknya, kesenian ini dapat hadir sebagai suatu adegan yang menjadi bagian dari sebuah drama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Akan tetapi, tidak jarang pula lektur ditampilkan sebagai sebuah drama utuh sehingga dalam drama tersebut hanya terdapat satu orang pemain yang membawakan cerita. Seni ini juga kerap diterapkan dalam pertunjukkan lain seperti <em>stand up comedy<\/em> atau komedi tunggal.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/naskah-drama\/\">8 Contoh Naskah Drama Singkat dengan Berbagai Tema<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Perbedaan monolog dan dialog<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_75218\" aria-describedby=\"caption-attachment-75218\" style=\"width: 710px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-75218\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/monolog-taman-budaya-yogyakarta-720x405.jpg\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"405\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/monolog-taman-budaya-yogyakarta-720x405.jpg 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/monolog-taman-budaya-yogyakarta-800x450.jpg 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/monolog-taman-budaya-yogyakarta-444x250.jpg 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/monolog-taman-budaya-yogyakarta-600x337.jpg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/monolog-taman-budaya-yogyakarta-285x160.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-75218\" class=\"wp-caption-text\">Taman Budaya Yogyakarta<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebelumnya telah dipaparkan pendapat Marquab tentang monolog dalam seni drama. Dijelaskan bahwa monolog dan dialog memiliki hubungan yang menjadi bentuk komunikasi dalam drama. Lalu, apa itu dialog? serta apa perbedaan monolog dan dialog?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Merujuk pada KBBI Daring, dialog adalah percakapan dalam sandiwara, cerita, dan sebagainya. Dialog juga dijelaskan sebagai karya tulis yang disajikan dalam bentuk percakapan antara dua tokoh atau lebih. Sehingga dapat dipahami bahwa dialog merupakan kegiatan literatur dan teatrikal berupa percakapan antara dua orang tokoh atau lebih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan pengertian monolog dan dialog seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, diketahui bahwa perbedaan paling dasar dari kedua istilah itu adalah jumlah orang yang terlibat dalam percakapan. Diketahui, dalam monolog hanya ada satu orang pelakon yang berbicara. Sementara itu, dialog merupakan percakapan yang dibangun oleh dua orang pihak atau lebih. Oleh karenanya dalam percakapan dialog, pihak-pihak yang terlibat di dalamnya akan saling bertukar pendapat atau opini mengenai topik yang dibahas dalam dialog tersebut.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Sejarah monolog<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_75221\" aria-describedby=\"caption-attachment-75221\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-75221\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/istock-monolog-612x405.jpg\" alt=\"monolog\" width=\"612\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-75221\" class=\"wp-caption-text\">iStock<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam kaitannya dengan seni peran, monodrama disebut sebagai bentuk teater modern atau non tradisional. Jenis teater ini utamanya berkembang di tengah masyarakat perkotaan dan kaum terpelajar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Monodrama sendiri disebut telah dikenal sejak tahun 1960-an. Kala itu kehadiran seni peran monodrama dipengaruhi oleh teknologi televisi yang belum mengenal sistem dubbing atau pengisian suara. Oleh sebab itu, hiburan berupa drama monodrama banyak menghiasi layar kaca pada masa itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam literatur lain disebutkan bahwa sejarah jenis teater satu ini tidak lepas dari sosok aktor sekaligus komedian asal Inggris, yaitu Charlie Chaplin. Mulanya ia membuat film bisu yang menampilkan adegan pantomime atau monodrama dalam bentuk gerakan tubuh. Kemudian seni peran dengan monodrama mulai diperkenalkan di Hollywood pada sekitar 1964. Selanjutnya seni peran tersebut semakin berkembang dan tak hanya di negara Barat saja, namun di seluruh dunia.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/drama\/\">Drama: Pengertian, Ciri-Ciri, Unsur, Struktur dan Contohnya<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Aspek dalam monolog<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_75217\" aria-describedby=\"caption-attachment-75217\" style=\"width: 710px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-75217\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/monolog-kompas-720x405.jpg\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"405\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/monolog-kompas-720x405.jpg 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/monolog-kompas-444x250.jpg 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/monolog-kompas-600x337.jpg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/monolog-kompas-285x160.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-75217\" class=\"wp-caption-text\">Kompas<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam pertunjukkan seni peran monolog atau lektur, terdapat sejumlah aspek yang penting untuk diperhatikan oleh pemain atau aktor. Hal ini dimaksudkan agar pesan yang ingin disampaikan dapat diterima oleh penonton. Terlebih dalam seni monolog seorang aktor akan membawakan percakapan seorang diri. Berikut adalah beberapa aspek yang perlu Sedulur ketahui.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Kesesuaian tema yang dibawakan oleh aktor dalam pementasan. Dengan begitu, penonton akan lebih mudah menangkap pesan yang ingin disampaikan oleh si pelakon.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Keterampilan aktor dalam memainkan peran. Sebab, lektur merupakan bagian dari seni peran di mana kemampuan aktor dalam bermain peran.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Kemampuan aktor dalam penguasaan panggung ketika menampilkan lektur .<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Vokal dan intonasi ketika mengucapkan percakapan dalam lektur. Kedua hal ini juga memiliki peran besar dalam tersampaikannya cerita yang dibawakan dalam pentas lektur .<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Dekorasi yang sesuai dengan tema cerita yang dibawakan.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Kostum serta properti lain yang mendukung penampilan aktor dalam membawakan lektur di atas pementasan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Ciri-ciri<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_75223\" aria-describedby=\"caption-attachment-75223\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-75223\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/monolog-istock.jpg\" alt=\"\" width=\"612\" height=\"323\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-75223\" class=\"wp-caption-text\">iStock<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di samping keenam aspek di atas, terdapat beberapa hal yang menjadi ciri-ciri dari pertunjukkan teater monolog. Berikut uraian selengkapnya.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Sebuah drama atau adegan monolog diperankan oleh seorang pemain.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Umumnya percakapan monolog atau lektur disampaikan dalam bentuk narasi deskriptif.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Dalam beberapa kondisi, pelakon lektur kerap berinteraksi dengan penonton untuk menciptakan kesan dalam penampilannya.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Lebih umum dijumpai dalam pementasan seni teater.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Dapat disusun dalam bentuk naskah sebelum dipentaskan atau juga spontanitas pemain.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pengertian-sastra\/\">Pengertian Sastra Beserta Jenis, Struktur dan Fungsinya<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Jenis-jenis<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_75222\" aria-describedby=\"caption-attachment-75222\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-75222\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/drama-monolog-istock-612x405.jpg\" alt=\"\" width=\"612\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-75222\" class=\"wp-caption-text\">iStock<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Terdapat beberapa jenis monolog yang umum dijumpai dalam dunia seni peran. Pembagian jenis monolog atau lektur ini umumnya didasarkan pada cara penyampaian narasi serta topik yang diangkat. Berikut penjelasannya.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Naratif deskriptif<\/strong>, adalah seni lektur di mana pelakon menceritakan kembali peristiwa aktual yang terjadi di masa lampau. Namun cerita yang ditampilkan dibatasi hanya tentang dirinya sendiri.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Storytelling<\/strong>, adalah jenis lektur yang terfokus pada cerita naratif di mana pelakon mengikuti perubahan ekspresi hingga suara dari tokoh yang diceritakan.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Topical<\/strong>, yaitu jenis lektur yang menekankan tema kehidupan sehari-hari yang didasarkan pada pengalaman dan pengamatan.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Fictional Character-Driven<\/strong>, adalah monolog di mana pelakon atau narator mendapat kebebasan untuk menyampaikan cerita berdasarkan imajinasinya.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Karakter biografi<\/strong>, yakni monolog yang menonjolkan dialog daripada narasi cerita.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Berbasis<\/strong> <strong>realitas<\/strong>, adalah lektur yang mengacu pada kejadian nyata yang benar-benar pernah terjadi. Bentuk ini juga bisa ditampilkan dalam wujud foto, video, atau teks.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Contoh teks<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_75220\" aria-describedby=\"caption-attachment-75220\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-75220\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/drama-freepik-626x405.webp\" alt=\"\" width=\"626\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-75220\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berikut adalah contoh teks drama monolog yang dikutip dari Brilio yang dapat Sedulur simak dan pelajari untuk lebih memahami materi ini.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Tema: Ayah<\/span><\/strong><\/p>\n<p><em><span style=\"color: #000000;\">&#8220;Ayah&#8221;<\/span><\/em><\/p>\n<p><em><span style=\"color: #000000;\">Aku masih ingat ketika sore itu, ayah mengajakku duduk berdua di teras rumah. Ayah bercerita tentang bagaimana masa kecilnya yang sangat menyedihkan, sembari mengusap kepalaku. Lalu Ayah menatapku sangat lama, sampai aku jadi salah tingkah.<\/span><\/em><\/p>\n<p><em><span style=\"color: #000000;\">Saat itu, ada satu kalimat diucapkannya, &#8220;Jadilah anak yang membanggakan orang tua, mandiri, dan jangan mudah putus asa. Walaupun Ayah tidak ada nanti, kamu harus kuat dan jaga Mama.&#8221;<\/span><\/em><\/p>\n<p><em><span style=\"color: #000000;\">Aku tidak tahu kalau itulah percakapan terakhir kami, sebelum dua hari kemudian Ayah meninggal. Dan sekarang, 30 tahun berlalu aku baru sadar kalau aku belum bisa mewujudkan semua keinginan Ayah. Semoga masih ada kesempatan bagiku menjadi orang yang diamanahkan oleh Ayah.<\/span><\/em><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demikian tadi pembahasan tentang monolog dalam seni peran. Dapat disimpulkan bahwa monolog merupakan percakapan dalam drama di mana hanya ada satu pelakon atau pemain yang tampil dan berbicara. Di samping itu, telah dipaparkan pula contoh teks monolog yang bisa menjadi bahan pembelajaran bagi Sedulur untuk lebih memahami materi ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mau belanja bulanan nggak pakai ribet?<\/span><\/i><b><i> Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":28,"featured_media":75215,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[10698,10699,10700],"class_list":["post-75214","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-monolog","tag-monolog-adalah","tag-pengertian-monolog"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengertian Monolog Beserta Aspek, Ciri dan Jenisnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI) Daring, monolog adalah pembicaraan yang dilakukan dengan diri sendiri.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/monolog\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian Monolog Beserta Aspek, Ciri dan Jenisnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI) Daring, monolog adalah pembicaraan yang dilakukan dengan diri sendiri.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/monolog\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-10-04T05:00:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-10-04T01:42:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/15-20.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"850\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"450\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Clarissa Fauzany\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Clarissa Fauzany\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/monolog\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/15-20.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/15-20.webp\",\"width\":850,\"height\":450,\"caption\":\"monolog\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/monolog\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/monolog\/\",\"name\":\"Pengertian Monolog Beserta Aspek, Ciri dan Jenisnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/monolog\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-10-04T05:00:08+00:00\",\"dateModified\":\"2022-10-04T01:42:48+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315\"},\"description\":\"Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI) Daring, monolog adalah pembicaraan yang dilakukan dengan diri sendiri.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/monolog\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/monolog\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/monolog\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengertian Monolog Beserta Aspek, Ciri dan Jenisnya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315\",\"name\":\"Clarissa Fauzany\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Clarissa Fauzany\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian Monolog Beserta Aspek, Ciri dan Jenisnya","description":"Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI) Daring, monolog adalah pembicaraan yang dilakukan dengan diri sendiri.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/monolog\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengertian Monolog Beserta Aspek, Ciri dan Jenisnya","og_description":"Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI) Daring, monolog adalah pembicaraan yang dilakukan dengan diri sendiri.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/monolog\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-10-04T05:00:08+00:00","article_modified_time":"2022-10-04T01:42:48+00:00","og_image":[{"width":850,"height":450,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/15-20.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Clarissa Fauzany","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Clarissa Fauzany","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/monolog\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/15-20.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/15-20.webp","width":850,"height":450,"caption":"monolog"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/monolog\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/monolog\/","name":"Pengertian Monolog Beserta Aspek, Ciri dan Jenisnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/monolog\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-10-04T05:00:08+00:00","dateModified":"2022-10-04T01:42:48+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315"},"description":"Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI) Daring, monolog adalah pembicaraan yang dilakukan dengan diri sendiri.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/monolog\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/monolog\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/monolog\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengertian Monolog Beserta Aspek, Ciri dan Jenisnya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315","name":"Clarissa Fauzany","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g","caption":"Clarissa Fauzany"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/75214"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=75214"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/75214\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":75307,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/75214\/revisions\/75307"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/75215"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=75214"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=75214"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=75214"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}