{"id":75128,"date":"2022-10-05T11:00:33","date_gmt":"2022-10-05T04:00:33","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=75128"},"modified":"2022-10-05T09:06:30","modified_gmt":"2022-10-05T02:06:30","slug":"apatis-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/apatis-adalah\/","title":{"rendered":"Mengenal Sikap, Tanda-Tanda Apatis &#038; Cara Mengatasinya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Apakah Sedulur tahu apa yang dimaksud dengan sikap apatis? Secara sederhana, apatis adalah sikap tidak peduli kepada apa yang terjadi di sekitar. Sikap ini mungkin terlihat bijak ketika berkaitan dengan urusan pribadi orang lain. Namun ternyata sikap apatis lebih daripada sekadar tidak ikut campur urusan orang lain. Sebab seseorang yang apatis cenderung tidak memiliki semangat lantaran tidak tertarik dengan hal-hal di sekitarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam kondisi tertentu, sikap ini perlu mendapat penanganan dari ahli agar tidak semakin parah hingga membawa dampak buruk. <\/span><span style=\"color: #000000;\">Lantas, bagaimanakah tanda-tanda atau ciri orang apatis? serta bagaimana cara mengatasi apatis? Untuk mengetahui jawabannya, berikut ini Super telah merangkum informasi tentang apatis adalah dan contohnya.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/psikologi-adalah\/\">Psikologi adalah: Pengertian, Jenis, Fungsi dan Manfaatnya<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Pengertian apatis adalah<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_75131\" aria-describedby=\"caption-attachment-75131\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-75131\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/apatis-adalah-5-626x405.jpg\" alt=\"apatis adalah\" width=\"626\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-75131\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebelum masuk ke pembahasan yang lebih jauh, ada baiknya Sedulur menyimak terlebih dahulu uraian tentang pengertian apatis. Mulai dari pengertian apatis menurut asal kata, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring, hingga apatis dalam pandangan ilmu kesehatan. Berikut penjelasan selengkapnya.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">1. Pengertian apatis menurut asal kata<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pertama adalah pengertian apatis menurut asal kata. Kata apatis berasal dari bahasa Yunani, yaitu &#8220;pathos&#8221; yang artinya adalah emosi atau gairah. Kata apatis dalam bahasa Indonesia disebut merupakan serapan dari bahasa Inggris, yaitu apathy. Kata tersebut diambil dari istilah bahasa Latin, yaitu &#8220;apathes&#8221; yang memiliki arti tanpa perasaan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">2. KBBI Daring<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Menurut KBBI Daring, apatis adalah kata adjektiva yang memiliki arti acuh tak acuh, tidak peduli, atau masa bodoh. Kata apatis ini bersinonim dengan acuh tak acuh, cuek, dingin, beku, masa bodoh, serta tebal telinga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sekadar informasi, lawan kata atau antonim apatis adalah acuh atau antusias. Dalam KBBI Daring, kata acuh memiliki arti peduli atau mengindahkan. Sementara, antusias artinya bergairah atau bersemangat.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">3. Apatis menurut kesehatan<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sementara itu jika melihat dari sudut pandang ilmu kesehatan, apatis adalah sikap tidak peduli terhadap segala sesuatu yang terjadi di sekitar. Dikutip dari Alodokter, apatis dapat dikatakan sebagai hal normal jika terjadi pada waktu atau momen tertentu. Namun jika menetap dan berlangsung lama, apatis perlu diwaspadai sebagai gejala gangguan mental seperti depresi hingga beragam penyakit fisik yang mempengaruhi otak. Di sisi lain, juga dijelaskan bahwa apatis adalah kesadaran atau tahapan kesadaran di mana seseorang segan untuk berhubungan dengan sekitarnya, sebagaimana dilansir Halodoc.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sehingga bisa disimpulkan bahwa apatis dapat menjadi sesuatu yang normal jika hanya terjadi pada momen atau situasi tertentu. Namun, apatis perlu untuk diwaspadai apabila kondisi tersebut telah berlangsung lama hingga mempengaruhi kehidupan sosial seseorang.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">4. Pengertian apatis menurut para ahli<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk lebih memahami tentang apa yang dimaksud dengan apatis, berikut adalah beberapa pengertian menurut para ahli.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Albertine Minderop menjelaskan apatis adalah sikap di mana seseorang yang menarik diri serta seakan-akan pasrah pada keadaan.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Littre dan Robin mendefinisikan apatis sebagai kondisi psikologis individu yang mempunyai ketumpulan moral, tidak sensitif terhadap kesenangan, rasa sakit, serta malas bergerak.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Luis Rey menjelaskan apatis sebagai kondisi kejiwaan seseorang atau individu yang ditandai dengan ketidaktertarikan, ketidakpedulian, atau juga ketidakpekaan terhadap kehidupan sosial, emosional, atau juga fisik.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/arti-warna\/\">15 Arti Warna dalam Psikologi Beserta Filosofinya<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Ciri-ciri orang apatis adalah<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_75137\" aria-describedby=\"caption-attachment-75137\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-75137\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/apatis-adalah-626x405.jpg\" alt=\"apatis adalah\" width=\"626\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-75137\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Terdapat beberapa kondisi yang dianggap sebagai tanda seseorang memiliki sikap apatis. Berikut beberapa ciri sekaligus contoh apatis sebagaimana dirangkum dari Alodokter dan Hello Sehat.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Tidak merasakan emosi tertentu saat mengalami hal baik ataupun hal buruk.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Tidak memiliki motivasi untuk mencapai sesuatu.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Kehilangan rasa tertarik atas hal-hal yang semula disukai.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Cenderung tidak produktif dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Tidak memiliki ketertarikan untuk ikut serta dalam kegiatan sosial.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Tidak memiliki keinginan untuk mengembangkan diri dengan mempelajari hal baru ataupun mencari pengalaman.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Tidak peduli dengan orang-orang di sekitar.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Tidak tertarik untuk merawat diri sendiri.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Penyebab seseorang bersikap apatis<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_75135\" aria-describedby=\"caption-attachment-75135\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-75135\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/apatis-adalah-2.jpg\" alt=\"apatis adalah\" width=\"626\" height=\"368\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-75135\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah mengetahui pengertian dan ciri-ciri orang apatis, tentu Sedulur ingin tahu, apa penyebab seseorang bersikap apatis. Dikutip dari Hello Sehat, pada dasarnya setiap orang memiliki sisi apatis di dalam dirinya. Namun dalam kondisi normal, sikap apatis ini lebih merujuk pada perasaan tidak tertarik dengan hal tertentu. Sehingga sikap apatis tersebut tidak membawa dampak negatif bagi hidupnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Akan tetapi, apatis bisa menjadi masalah apabila berlangsung lama dan cenderung terjadi terhadap berbagai hal. Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang tidak memiliki semangat dalam menjalani kegiatannya sehari-hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Adapun apatis disebut bisa disebabkan oleh berbagai hal. Masih mengutip dari Hello Sehat, apatis juga dikatakan dapat berkaitan dengan sejumlah kondisi kesehatan, sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Depresi<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Obsessive-compulsive disorder (OCD)<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Demensia pada orang usia lanjut<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Gangguan kecemasan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di sisi yang lain, apatis juga bisa disebabkan oleh sejumlah kondisi yang ditemui seseorang dalam hidupnya. Kondisi-kondisi tersebut menyebabkan dirinya kehilangan rasa tertarik akan berbagai hal sehingga muncul sikap apatis. Berikut beberapa kondisi yang bisa menyebabkan seseorang menjadi apatis.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Hilangnya rasa percaya kepada orang lain karena sering dikecewakan atau merasa dikhianati.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Adanya pikiran buruk tentang diri sendiri atau hilangnya rasa percaya diri.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Perasaan takut akan kegagalan di masa depan.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Pengalaman mendapat perlakuan kurang menyenangkan sehingga mengalami tekanan secara emosional.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Bosan dengan aktivitas sehari-hari yang monoton sehingga tidak ada hal yang menarik untuk dinantikan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/deep-talk-adalah\/\">Pengertian Deep Talk Serta Manfaat Emosional &amp; Psikologisnya<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Dampak sikap apatis adalah<\/span><\/h2>\n<div class=\"mceTemp\">\u00a0<\/div>\n<figure id=\"attachment_75136\" aria-describedby=\"caption-attachment-75136\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-75136\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/apatis-adalah-1-626x405.jpg\" alt=\"\" width=\"626\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-75136\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebelumnya sudah disinggung bahwa sikap apatis dapat membawa dampak buruk bagi seseorang dalam menjalani kehidupannya sehari-hari. Berikut adalah beberapa dampak yang dapat terjadi dari sikap apatis.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Potensi individualisme di dalam masyarakat meningkat.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Terbukanya potensi perselisihan antarindividu yang dapat berakibat pada terjadinya perpecahan.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Kontrol sosial di masyarakat menjadi menurun.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Orang dengan karakter apatis juga cenderung sulit berkembang karena tidak memiliki ketertarikan untuk memperbaiki diri.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Cara mengatasi sikap apatis adalah<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_75132\" aria-describedby=\"caption-attachment-75132\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-75132\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/mengatasi-apatis-adalah-626x405.jpg\" alt=\"\" width=\"626\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-75132\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah mengetahui berbagai dampak buruk dari sikap apatis, Sedulur tentu ingin mengetahui bagaimana cara mengatasi kondisi tersebut. Mengutip dari Alodokter, cara pertama yang bisa dilakukan untuk mengatasi sikap apatis pada diri sendiri adalah dengan melakukan konsultasi dengan ahli. Dalam hal ini Sedulur bisa berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk memperoleh perawatan yang paling tepat dengan kondisi yang dialami.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sementara itu, terdapat beberapa metode perawatan yang umum diberikan untuk mengatasi apatis, di antaranya adalah sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Obat-obatan yang disesuaikan dengan penyakit lain yang menjadi penyebab munculnya sikap apatis.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Psikoterapi berupa terapi perilaku kognitif untuk mengubah pola pikir.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Terapi dengan perubahan gaya hidup, misalnya dengan bersosialisasi dengan orang-orang di lingkungan terdekat.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/beda-psikolog-dan-psikiater\/\">Perbedaan Psikolog dan Psikiater yang Sering Dianggap Sama!<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Apa yang bisa dilakukan orang di sekitar?<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_75133\" aria-describedby=\"caption-attachment-75133\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-75133\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/apatis-adalah-4-626x405.jpg\" alt=\"\" width=\"626\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-75133\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain sejumlah terapi yang diberikan langsung kepada orang dengan masalah sikap apatis, ada pula beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orang-orang di sekitar. Dengan kata lain, Sedulur juga bisa membantu orang lain untuk mengatasi sikap apatis dengan beberapa hal sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Memberikan dukungan tanpa memaksanya untuk melakukan suatu aktivitas.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Mengajak orang dengan apatis untuk membuat tujuan yang ingin dicapai dalam hidup sebagai pemicu semangat.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Mengajak orang dengan apatis untuk melakukan kegiatan yang menarik.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Mengenal Glasgow Coma Scale (GCS)<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_75134\" aria-describedby=\"caption-attachment-75134\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-75134\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/apatis-adalah-3-626x405.jpg\" alt=\"\" width=\"626\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-75134\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dijelaskan sebelumnya, apatis adalah kesadaran atau tingkat kesadaran di mana seseorang segan untuk berhubungan dengan sekitarnya. Tingkat kesadaran sendiri biasa diukur dengan skala bernama GCS (glasgow coma scale). Sederhananya, GCS adalah skala yang digunakan untuk mengetahui tingkat kesadaran seseorang yang didasarkan pada tiga aspek, yaitu kemampuan membuka mata, kemampuan bicara, dan gerakan tubuh.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sementara menurut laman Dokter Sehat, apatis adalah GCS di angka 13 &#8211; 12 di mana seseorang tidak peduli atau merasa segan dengan lingkungan di sekitarnya. Adapun sebagai perbandingan, kondisi Compos mentis atau sadar sepenuhnya memiliki nilai GCS 15 &#8211; 14.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demikian tadi pembahasan tentang apatis. Telah dipaparkan pengertian apatis, ciri-ciri, penyebab, serta cara mengatasinya. Semoga informasi ini dapat memberikan manfaat untuk Sedulur, ya!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mau belanja bulanan nggak pakai ribet?<\/span><\/i><b><i> Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":28,"featured_media":75129,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[10690,10688,10689],"class_list":["post-75128","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-apatis","tag-apatis-adalah","tag-pengertian-apatis"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenal Sikap, Tanda-Tanda Apatis &amp; Cara Mengatasinya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apatis adalah sikap tidak peduli terhadap segala sesuatu yang terjadi di sekitar yang perlu diwaspadai sebagai gejala gangguan mental.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/apatis-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Sikap, Tanda-Tanda Apatis &amp; Cara Mengatasinya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apatis adalah sikap tidak peduli terhadap segala sesuatu yang terjadi di sekitar yang perlu diwaspadai sebagai gejala gangguan mental.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/apatis-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-10-05T04:00:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-10-05T02:06:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/apatis.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"850\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"450\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Clarissa Fauzany\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Clarissa Fauzany\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/apatis-adalah\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/apatis.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/apatis.webp\",\"width\":850,\"height\":450,\"caption\":\"apatis adalah\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/apatis-adalah\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/apatis-adalah\/\",\"name\":\"Mengenal Sikap, Tanda-Tanda Apatis & Cara Mengatasinya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/apatis-adalah\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-10-05T04:00:33+00:00\",\"dateModified\":\"2022-10-05T02:06:30+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315\"},\"description\":\"Apatis adalah sikap tidak peduli terhadap segala sesuatu yang terjadi di sekitar yang perlu diwaspadai sebagai gejala gangguan mental.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/apatis-adalah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/apatis-adalah\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/apatis-adalah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Sikap, Tanda-Tanda Apatis &#038; Cara Mengatasinya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315\",\"name\":\"Clarissa Fauzany\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Clarissa Fauzany\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Sikap, Tanda-Tanda Apatis & Cara Mengatasinya","description":"Apatis adalah sikap tidak peduli terhadap segala sesuatu yang terjadi di sekitar yang perlu diwaspadai sebagai gejala gangguan mental.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/apatis-adalah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenal Sikap, Tanda-Tanda Apatis & Cara Mengatasinya","og_description":"Apatis adalah sikap tidak peduli terhadap segala sesuatu yang terjadi di sekitar yang perlu diwaspadai sebagai gejala gangguan mental.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/apatis-adalah\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-10-05T04:00:33+00:00","article_modified_time":"2022-10-05T02:06:30+00:00","og_image":[{"width":850,"height":450,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/apatis.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Clarissa Fauzany","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Clarissa Fauzany","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/apatis-adalah\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/apatis.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/apatis.webp","width":850,"height":450,"caption":"apatis adalah"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/apatis-adalah\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/apatis-adalah\/","name":"Mengenal Sikap, Tanda-Tanda Apatis & Cara Mengatasinya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/apatis-adalah\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-10-05T04:00:33+00:00","dateModified":"2022-10-05T02:06:30+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315"},"description":"Apatis adalah sikap tidak peduli terhadap segala sesuatu yang terjadi di sekitar yang perlu diwaspadai sebagai gejala gangguan mental.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/apatis-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/apatis-adalah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/apatis-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Sikap, Tanda-Tanda Apatis &#038; Cara Mengatasinya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315","name":"Clarissa Fauzany","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g","caption":"Clarissa Fauzany"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/75128"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=75128"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/75128\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":75439,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/75128\/revisions\/75439"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/75129"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=75128"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=75128"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=75128"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}