{"id":73195,"date":"2022-09-19T17:30:34","date_gmt":"2022-09-19T10:30:34","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=73195"},"modified":"2022-09-16T15:29:18","modified_gmt":"2022-09-16T08:29:18","slug":"sejarah-gudeg","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/untuk-sedulur\/sejarah-gudeg\/","title":{"rendered":"Menilik Sejarah Gudeg Yang Legendaris, Makanan Raja di Abad Ke-15!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Konon, makanan khas daerah Yogyakarta bernama Gudeg memiliki kisah yang sangat panjang. Bahkan, pada beberapa catatan, sejarah gudeg disebut memiliki umur yang lebih tua dari Jogja itu sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Benarkah hal tersebut? Agar Sedulur tidak penasaran dan tahu bagaimana sejarah makanan yang unik ini. Yuk simak ulasan lengkapnya di bawah.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/untuk-sedulur\/makanan-khas-jember\/\">15 Makanan Khas Jember yang Lezat &amp; Wajib Dicoba<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Sejarah kemunculan gudeg<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_73200\" aria-describedby=\"caption-attachment-73200\" style=\"width: 1190px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-73200\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Good-News-From-Indonesia.jpg\" alt=\"Sejarah gudeg\" width=\"1200\" height=\"800\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Good-News-From-Indonesia.jpg 1200w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Good-News-From-Indonesia-768x512.jpg 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Good-News-From-Indonesia-390x260.jpg 390w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-73200\" class=\"wp-caption-text\">Good News From Indonesia<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kemunculan nasi gudeg pertama kali terjadi pada abad ke-15. Dilansir dari laman National Geographic, resep gudeg pertama dibuat saat masa Kerajaan Mataram Islam yang berdiri di wilayah Alas Mentaok, Kota Gede, Jogjakarta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam catatan tersebut dikatakan bahwa pembuat gudeg pertama adalah prajurit kerajaan yang mendapatkan panen buah nangka, melinco dan kelapa yang berlimpah usai membabat hutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hal ini pun dikuatkan oleh penjelasan dari pakar Pusat Kajian Makanan Tradisional (PKMT), Pusat Studi Pangan dan Gizi UGM, Profesor Murdijati Gardjito.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u201cSaat pembangunan Kerajaan mataram di Alas Mentaok, banyak pohon ditebang. Diantaranya ada pohon nangka, melinjo dan kelapa. Karena buah pohon ini berlimpah, prajurit membuat masakan dan terciptalah gudeg,&#8221; ucapnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kerajaan Mataram Islam sendiri menjadi cikal bakal kemunculan Keraton Jogjakarta yang akhirnya menjadi salah satu wilayah istimewa di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/sate-buntel-solo\/\">Resep Sate Buntel Solo, Sate Kambing Favorit Presiden Jokowi<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Asal usul nama gudeg<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_73198\" aria-describedby=\"caption-attachment-73198\" style=\"width: 1270px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-73198\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/USS-Feed.jpeg\" alt=\"Asal usul gudeg\" width=\"1280\" height=\"960\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/USS-Feed.jpeg 1280w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/USS-Feed-768x576.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-73198\" class=\"wp-caption-text\">USS Feed<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lalu bagaimana dengan penggunaan nama gudeg? Padahal makanan yang dibuat saat zaman kerajaan tersebut berasal dari nangka, melinjo, dan kelapa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Profesor Murdijati kembali menjelaskan asal usul penggunaan nama gudeg untuk kuliner khas Yogyakarta ini. Dimana nama ini diambil dari teknik memasak semua bahan masakan tersebut yang diaduk secara terus menerus atau dalam Bahasa Jawa disebut <em>hangudek<\/em>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kata tersebut lantas mulai mengalami pembiasaan dan akhirnya lebih dikenal dengan nama gudeg. Penggunaan nama gudeg juga sempat tercatat dalam sastra Hawa Serat Centhini, dimana gudeg menjadi salah satu menu sajian untuk tamu Kerajaan Mataram di abad ke-16.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jurnal dalam Serat Centhini juga membuktikan bahwa sejak pertama kali ditemukan, gudeg langsung menjadi salah satu makanan wajib para raja di wilayah Mataram. Apalagi rasa dari gudeg juga sangat istimewa.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/resep\/makanan-khas-jakarta\/\">10 Makanan Khas Jakarta yang Enak, Unik &amp; Wajib Dicoba<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Resep gudeg Jogja<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_73199\" aria-describedby=\"caption-attachment-73199\" style=\"width: 1110px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-73199\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Detik-Food.jpeg\" alt=\"Resep gudeg\" width=\"1120\" height=\"747\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Detik-Food.jpeg 1120w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Detik-Food-768x512.jpeg 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Detik-Food-390x260.jpeg 390w\" sizes=\"(max-width: 1120px) 100vw, 1120px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-73199\" class=\"wp-caption-text\">Detik Food<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah membahas sejarah gudeg yang sangat menarik. Tentu Sedulur penasaran dan ingin mencoba membuat nasi gudeg Jogja sendiri di rumah. Ada beberapa resep asli yang bisa dicoba lho. Berikut ini bahan dan caranya.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Bahan:<\/span><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">1 kg nangka muda<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">5 butir telur ayam sudah direbus dan kupas<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">2 lembar daun salam<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">3 lembar daun jeruk<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">3 cm lengkuas dimemarkan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">120 gr gula Jawa<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">1,5 liter santan sedang<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">500 ml santan kental<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">8 butir bawang merah<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">5 siung bawang putih<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">5 butir kemiri<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">1 sdm ketumbar<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">1 potong terasi<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">\u00bc sdt jinten<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">2 sdt garam<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Pelengkap:<\/span><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sambel goreng krecek<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tempe bacem<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tahu bacem<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Cara membuat:<\/span><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Potong nangka menjadi berbentuk dadu. Rebus dalam air atau air kelapa sampai lunak. Angkat dan tiriskan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Blender atau haluskan bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, terasi, dan jinten. Jangan lupa beri garam juga.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Siapkan panci dengan ukuran sedang. Masukkan nangka dan telur. Siram dengan santan dan masukkan semua bumbu halus. Masukkan juga daun salam, daun jeruk, lengkuas, dan gula Jawa merah.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Masak dengan api sedang sampai bumbu meresap dan kuahnya menyusut.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Masukkan santan kental. Masak dengan api kecil sampai benar-benar kuahnya susut. Matikan api dan diamkan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Gudeg khas Jogja siap dihidangkan. Jangan lupa sajikan bersama dengan krecek dan baceman agar semakin lezat.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demikian tadi sejarah gudeg lengkap dengan asal mula pembuatan resepnya. Makanan khas Jogja ini memang sangat istimewa karena tak hanya memiliki sejarah yang sangat panjang, tapi juga kelezatan rasa yang tak ada duanya.<\/span><\/p>\n<div dir=\"ltr\"><i>Mau belanja bulanan nggak pakai ribet?\u00a0<b>Aplikasi Super<\/b> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar.<\/i><\/div>\n<div dir=\"ltr\"><i>\u00a0<\/i><\/div>\n<div dir=\"ltr\"><i>Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat\u00a0<b>Aplikasi Super<\/b>. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah.<\/i><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":20,"featured_media":73203,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8552],"tags":[10352,10351,10350],"class_list":["post-73195","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-untuk-sedulur","tag-gudeg-jogja","tag-kuliner-khas-jogja","tag-sejarah-gudeg"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Menilik Sejarah Gudeg Yang Legendaris, Makanan Raja di Abad Ke-15!<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Jadi salah satu kuliner paling lezat di Indonesia. Yuk, simak sejarah gudeg, makanan khas Jogja yang sangat istimewa!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/untuk-sedulur\/sejarah-gudeg\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menilik Sejarah Gudeg Yang Legendaris, Makanan Raja di Abad Ke-15!\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jadi salah satu kuliner paling lezat di Indonesia. Yuk, simak sejarah gudeg, makanan khas Jogja yang sangat istimewa!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/untuk-sedulur\/sejarah-gudeg\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-09-19T10:30:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-09-16T08:29:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Sejarah-gudeg.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1440\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Titis Haryo\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Titis Haryo\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/untuk-sedulur\/sejarah-gudeg\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Sejarah-gudeg.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Sejarah-gudeg.jpg\",\"width\":1440,\"height\":720,\"caption\":\"Sejarah gudeg\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/untuk-sedulur\/sejarah-gudeg\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/untuk-sedulur\/sejarah-gudeg\/\",\"name\":\"Menilik Sejarah Gudeg Yang Legendaris, Makanan Raja di Abad Ke-15!\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/untuk-sedulur\/sejarah-gudeg\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-09-19T10:30:34+00:00\",\"dateModified\":\"2022-09-16T08:29:18+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/e30cd667aa504ccadb749df3eb578cda\"},\"description\":\"Jadi salah satu kuliner paling lezat di Indonesia. Yuk, simak sejarah gudeg, makanan khas Jogja yang sangat istimewa!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/untuk-sedulur\/sejarah-gudeg\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/untuk-sedulur\/sejarah-gudeg\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/untuk-sedulur\/sejarah-gudeg\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menilik Sejarah Gudeg Yang Legendaris, Makanan Raja di Abad Ke-15!\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/e30cd667aa504ccadb749df3eb578cda\",\"name\":\"Titis Haryo\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f19aa2c9720908bad5e7049a5ade1c2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f19aa2c9720908bad5e7049a5ade1c2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Titis Haryo\"},\"description\":\"Hidup seperti bubur yang diaduk. Terlihat kacau tapi sangat nikmat.\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menilik Sejarah Gudeg Yang Legendaris, Makanan Raja di Abad Ke-15!","description":"Jadi salah satu kuliner paling lezat di Indonesia. Yuk, simak sejarah gudeg, makanan khas Jogja yang sangat istimewa!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/untuk-sedulur\/sejarah-gudeg\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Menilik Sejarah Gudeg Yang Legendaris, Makanan Raja di Abad Ke-15!","og_description":"Jadi salah satu kuliner paling lezat di Indonesia. Yuk, simak sejarah gudeg, makanan khas Jogja yang sangat istimewa!","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/untuk-sedulur\/sejarah-gudeg\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-09-19T10:30:34+00:00","article_modified_time":"2022-09-16T08:29:18+00:00","og_image":[{"width":1440,"height":720,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Sejarah-gudeg.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Titis Haryo","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Titis Haryo","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/untuk-sedulur\/sejarah-gudeg\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Sejarah-gudeg.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Sejarah-gudeg.jpg","width":1440,"height":720,"caption":"Sejarah gudeg"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/untuk-sedulur\/sejarah-gudeg\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/untuk-sedulur\/sejarah-gudeg\/","name":"Menilik Sejarah Gudeg Yang Legendaris, Makanan Raja di Abad Ke-15!","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/untuk-sedulur\/sejarah-gudeg\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-09-19T10:30:34+00:00","dateModified":"2022-09-16T08:29:18+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/e30cd667aa504ccadb749df3eb578cda"},"description":"Jadi salah satu kuliner paling lezat di Indonesia. Yuk, simak sejarah gudeg, makanan khas Jogja yang sangat istimewa!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/untuk-sedulur\/sejarah-gudeg\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/untuk-sedulur\/sejarah-gudeg\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/untuk-sedulur\/sejarah-gudeg\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menilik Sejarah Gudeg Yang Legendaris, Makanan Raja di Abad Ke-15!"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/e30cd667aa504ccadb749df3eb578cda","name":"Titis Haryo","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f19aa2c9720908bad5e7049a5ade1c2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f19aa2c9720908bad5e7049a5ade1c2?s=96&d=mm&r=g","caption":"Titis Haryo"},"description":"Hidup seperti bubur yang diaduk. Terlihat kacau tapi sangat nikmat."}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73195"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=73195"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73195\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":73206,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73195\/revisions\/73206"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/73203"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=73195"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=73195"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=73195"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}