{"id":72984,"date":"2022-09-16T23:00:29","date_gmt":"2022-09-16T16:00:29","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=72984"},"modified":"2022-09-16T12:51:17","modified_gmt":"2022-09-16T05:51:17","slug":"konsumtif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/konsumtif\/","title":{"rendered":"Arti Konsumtif Beserta Faktor, Tanda &#038; Cara Menghindarinya  \u00a0"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tanpa disadari, kita sering berperilaku konsumtif. Konsumtif adalah gaya hidup yang sering membelanjakan uang untuk membeli barang yang tidak terlalu dibutuhkan. gaya hidup ini tak hanya berpengaruh pada serktor ekonomi saja, akan tetapi juga berdampak bagi lingkungan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Agar lebih memahami materi kali ini, yuk simak penjelasan mengenai arti konsumtif dan contohnya di bawah ini!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>\u00a0BACA JUGA : <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/refleksi-adalah\/\">Refleksi: Pengertian, Jenis, Manfaat dan Cara Menerapkannya<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Konsumtif adalah<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_73015\" aria-describedby=\"caption-attachment-73015\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-73015\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/female-friends-out-shopping-together_53876-25041.jpg\" alt=\"konsumsi \" width=\"626\" height=\"417\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/female-friends-out-shopping-together_53876-25041.jpg 626w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/female-friends-out-shopping-together_53876-25041-390x260.jpg 390w\" sizes=\"(max-width: 626px) 100vw, 626px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-73015\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">Freepik<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Perilaku konsumtif adalah sebuah gaya hidup yang gemar membelanjakan uang tanpa melakukan pertimbangan yang matang. Menurut pengertian dari KBBI, konsumtif adalah bersifat konsumsi yaitu hanya menggunakan dan tidak menghasilkan sendiri. Konsumtif merupakan bentuk dari konsumerisme, yang merupakan sebuah ideologi yang membuat orang menggunakan sesuatu secara berlebihan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pengertian konsumtif menurut para ahli<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_73016\" aria-describedby=\"caption-attachment-73016\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-73016\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/brunette-chooses-food-lady-is-holding-shopping-cart-girl-white-shirt-supermarket_1157-42221.jpg\" alt=\"konsumtif\" width=\"626\" height=\"417\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/brunette-chooses-food-lady-is-holding-shopping-cart-girl-white-shirt-supermarket_1157-42221.jpg 626w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/brunette-chooses-food-lady-is-holding-shopping-cart-girl-white-shirt-supermarket_1157-42221-390x260.jpg 390w\" sizes=\"(max-width: 626px) 100vw, 626px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-73016\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">Freepik<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Lubis<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Menurut Lubis (Sumartono, 2002) perilaku konsumtif adalah suatu perilaku yang tidak lagi didasarkan pada pertimbangan yang rasional, melainkan karena keinginan yang sudah tidak mencapai taraf tidak rasional lagi.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Setiaji<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Menurut pendapat Setiaji dalam Konsumerisme (1995) menyatakan perilaku konsumtif adalah kecenderungan seseorang berperilaku berlebihan dalam membeli sesuatu atau membeli secara tidak terencana. Sebagai akibatnya, mereka kemudian membelanjakan uangnya dengan membabi buta dan tidak rasional. Sekadar untuk mendapatkan barang-barang yang menurut anggapan mereka dapat menjadi simbol keistimewaan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Ancok<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Menurut pendapat Ancok dalam Nuansa Psikologi Pembangunan (1995), perilaku konsumtif adalah perilaku individu yang tidak dapat menahan keinginannya untuk membeli barang yang tidak dibutuhkan tanpa melihat fungsi utama dari barang tersebut. Definisi tersebut menunjukkan bahwa individu yang berperilaku konsumtif akan cenderung membeli barang berdasarkan keinginan daripada kebutuhan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>4. Peter &amp; Paul<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Peter &amp; Paul (2014) berpendapat bahwa perilaku konsumtif merupakan interaksi dinamis antara pengaruh dan kondisi perilaku dan kejadian sekitar lingkungan dimana manusia melakukan aspek pertukaran dalam kehidupan mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>\u00a0BACA JUGA : <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/sugesti-adalah\/\">Mengenal Makna Sugesti Beserta Bentuk, Jenis &amp; Contohnya<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Faktor perilaku konsumtif<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_73017\" aria-describedby=\"caption-attachment-73017\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-73017\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/two-girlfriends-windowshopping-mall-sale_1098-18975.jpg\" alt=\"\" width=\"626\" height=\"418\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/two-girlfriends-windowshopping-mall-sale_1098-18975.jpg 626w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/two-girlfriends-windowshopping-mall-sale_1098-18975-390x260.jpg 390w\" sizes=\"(max-width: 626px) 100vw, 626px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-73017\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">Freepik<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Perilaku konsumtif dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Berikut penjelasannya.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Faktor internal<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Motivasi, yaitu pendorong perilaku seseorang dalam melakukan pembelian atau penggunaan jasa.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"><strong>Harga dir<\/strong>i, hal ini berpengaruh pada perilaku membeli. Orang dengan harga diri rendah lebih mudah dipengaruhi daripada orang dengan harga diri tinggi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"><strong>Observasi.<\/strong> Sebelum membeli barang, orang akan melakukan pengamatan atau observasi terhadap diri sendiri dan orang lain mengenai suatu produk.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Proses belajar. <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">Pembelian oleh konsumen termasuk dalam rangkaian proses belajar. Pengalaman seseorang akan berpengaruh dalam menentukan barang yang akan dibeli.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"><strong>Kepribadian<\/strong>, yaitu sebuah pola perilaku seseorang. Konsep diri terdiri dari ide, persepsi, dan sikap yang dimiliki seseorang tentang dirinya sendiri.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Faktor eksternal<\/strong><\/span><\/h2>\n<ol>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"><strong>Kebudayaan<\/strong> adalah hasil karya manusia, proses belajar, mempunyai aturan atau berpola, bagian dari masyarakat, dan menunjukkan kesamaan tertentu tetapi terdapat variasi dan terintegrasi secara keseluruhan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"><strong>Kelas sosial<\/strong> digolongkan menjadi tiga, yaitu golongan atas, menengah, dan bawah. Penggolongan ini berdasarkan kekayaan, kekuasaan, kehormatan, dan ilmu pengetahuan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"><strong>Kelompok referensi<\/strong> didefinisikan sebagai suatu kelompok orang yang mempengaruhi sikap, pendapat, norma, dan perilaku konsumen.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"><strong>Pengaruh kelompok referensi<\/strong> antara lain dalam menentukan produk dan merek yang digunakan sesuai dengan aspirasi kelompok.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"><strong>Keluarga<\/strong>, yaitu unit masyarakat terkecil yang perilakunya sangat mempengaruhi dan menentukan keputusan seseorang dalam membeli barang.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Indikator perilaku konsumtif<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_73023\" aria-describedby=\"caption-attachment-73023\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-73023\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/product-package-boxes-shopping-bag-cart-with-laptop-online-shopping-delivery-concept_38716-138.jpg\" alt=\"\" width=\"626\" height=\"417\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/product-package-boxes-shopping-bag-cart-with-laptop-online-shopping-delivery-concept_38716-138.jpg 626w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/product-package-boxes-shopping-bag-cart-with-laptop-online-shopping-delivery-concept_38716-138-390x260.jpg 390w\" sizes=\"(max-width: 626px) 100vw, 626px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-73023\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">Freepik<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sumartono dalam buku<em> Terperangkap dalam Iklan<\/em> menerangkan terdapat beberapa indikator perilaku konsumtif. Diantaranya adalah sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Membeli produk karena adapenawaran khusus<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Membeli produk karena pemampilannya yang menarik<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Membeli produk hanya demi sebuah gengsi<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Ciri-ciri perilaku konsumtif<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_73018\" aria-describedby=\"caption-attachment-73018\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-73018\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/friends-friend-shopping-together_8595-3998.jpg\" alt=\"konsumtif\" width=\"626\" height=\"417\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/friends-friend-shopping-together_8595-3998.jpg 626w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/friends-friend-shopping-together_8595-3998-390x260.jpg 390w\" sizes=\"(max-width: 626px) 100vw, 626px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-73018\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">Freepik<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<ol>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Membeli barang lebih dari rencana<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kehabisan ruang untuk menyimpan barang<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Membeli barang yang sudah dimiliki<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Membeli barang secara kredit<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Selalu berbelanja melampaui anggaran<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sering enyesali pembelian<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Dampak perilaku konsumtif<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_73019\" aria-describedby=\"caption-attachment-73019\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-73019\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/hand-holding-shopping-bags-plain-background_23-2148286215.jpg\" alt=\"\" width=\"626\" height=\"418\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/hand-holding-shopping-bags-plain-background_23-2148286215.jpg 626w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/hand-holding-shopping-bags-plain-background_23-2148286215-390x260.jpg 390w\" sizes=\"(max-width: 626px) 100vw, 626px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-73019\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">Freepik<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Perilaku konsumtif memiliki dampak positif dan juga negatif. Berikut penjelasannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Dampak positif<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Memberikan rasa puas bagi konsumen<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Memberikan keuntungan bagi produsen serta kegiatan sosial yang lain<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Meningkatkan perputaran pada roda perekonomian<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Dampak negatif konsumtif<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Banyak terjadi pemborosan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Menimbulkan kesenjangan sosial bagi masyarakat<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mengakibatkan inflasi<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA : <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/macam-macam-kecerdasan\/\">Mengenal 9 Macam Kecerdasan Manusia, Kamu yang Mana? <\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh konsumtif<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_73020\" aria-describedby=\"caption-attachment-73020\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-73020\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/close-up-hand-asian-buyer-paying-rupiah-food-stall-seller-after-eating-food-stall_8595-18315.jpg\" alt=\"\" width=\"626\" height=\"417\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/close-up-hand-asian-buyer-paying-rupiah-food-stall-seller-after-eating-food-stall_8595-18315.jpg 626w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/close-up-hand-asian-buyer-paying-rupiah-food-stall-seller-after-eating-food-stall_8595-18315-390x260.jpg 390w\" sizes=\"(max-width: 626px) 100vw, 626px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-73020\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\"><strong>Freepik<\/strong><\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Membelanjakan gaji untuk membeli barang trendi<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Contoh dari perilaku konsumtif yang sering dilakukan tanpa disadari adalah membelanjakan uang gaji untuk membeli barang yang sedang viral meskipun barang tersebut tidak terlalu dibutuhkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Me time secara berlebihan<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Memiliki waktu sendiri dengan pergi ke restoran maupun kedai kopi memang perlu, tapi hanya untuk sesekali. Melakukan me time tentunya juga memiliki Batasan waktu dan juga anggaran. Jadi Sedulur harus pandai membagi waktu dan anggaran untuk me time agar kondisi keuangan tetap stabil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Sering membeli barang secara online<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Contoh perilakukonsumtif yang selanjutnya adalah sering membeli barang seara online. Di zaman yang serba digital ini,Sedulur tidak perlu repot untuk pergi ke pasar maupun mall untuk membeli sesuatu. Cukup membuka marketplace kemudian membayarnya melalui mbanking, maka barang sudah sampai di depan rumah. Akan tetapi, sebaiknya jika ingin mmebeli barang secara online harus direncanakan terlebih dahulu agar tidak melebihi anggaran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>4. Lebih menyukai produk impor<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kegiatan membeli produk impor saat ini sedang digemari oleh banyak kalangan muda. Harga yang cenderung lebih murah membuat masyarakat membeli barang-barang tersebut secara berlebihan. Sebagai tambahan informasi, membeli produk impor secara berlebihan nantinya juga akan berdampak pada terjadinya inflasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"><strong>BACA JUGA : <\/strong><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/ekspektasi-adalah\/\"><strong> Ekspektasi adalah Harapan, Berikut Pengertian &amp; Contohnya<\/strong><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Tips mencegah perilaku konsumtif<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_73022\" aria-describedby=\"caption-attachment-73022\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-73022\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/black-friday-elements-assortment_23-2149074076.jpg\" alt=\"konsumtif\" width=\"626\" height=\"352\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/black-friday-elements-assortment_23-2149074076.jpg 626w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/black-friday-elements-assortment_23-2149074076-444x250.jpg 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/black-friday-elements-assortment_23-2149074076-600x337.jpg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/black-friday-elements-assortment_23-2149074076-285x160.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 626px) 100vw, 626px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-73022\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">Freepik<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Tidak mengikuti tuntutan sosial<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tips yang pertama untuk mencegah perilaku konsumtif ialah dengan tidak selalu mengikuti tuntutan sosial. Fokuslah pada kehidupan pribadi serta tidak perlu memperdulikan tekanan sosial yang membuat Sedulur dapat terhindar dari perilaku konsumtif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Membeli sesuatu hanya saat butuh saja<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sedulur perlu mengontrol pembelian barang sesuai dengan kebutuhan. Belilah barang jika benar-benar dibutuhkan saja. Dengan ini, Sedulur dapat mengetahui seberapa penting dan berguna barang tersebut sebelum membeli.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Menghitung biaya pengeluaran<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk mencegah pengeluaran biaya belanja yang berlebihan, Sedulur dapat membuat rancangan anggaran belanja. Dengan menghitung biaya pengeluaran sebelum berbelanja tersebut, Sedulur akan lebih mudah untuk menghemat uang. Cara ini juga akan menjaga tabungan dari pengeluaran yang tidak diperlukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>4. Dapat memahami kelemahan diri sendiri<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Melakukan cara-cara yang sudah dijelaskan di atas memang membantu untuk mencegah perilaku konsumtif. Akan tetapi, jika Sedulur belum menyadari kelemahan diri sendiri, maka akan sulit untuk melindungi diri dari pola pikir dan perilaku konsumtif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Oleh karena itu, ambil sedikit waktu Sedulur untuk bisa memahami kelemahan diri sendiri. Contoh kelemahan yang dimaksud adalah hal apa yang menjadi pengeluaran terbesar selama sebulan terakhir ini. Dengan melakukan identifikasi ini, Sedulur dapat lebih mudah mengatur keuangan agar tetap stabil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"> <div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demikianlah penjelasan mengenai pengertian, dampak dan contoh dari perilaku konsumtif. Salah satu cara untuk mencegah perilaku konsumtif adalah dengan selalu menghitung biaya pengeluaran dan juga hanya membeli barang ketika butuh saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Mau belanja bulanan nggak pakai ribet?\u00a0<strong>Aplikasi Super<\/strong>\u00a0solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar.<\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat\u00a0<strong>Aplikasi Super<\/strong>. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":26,"featured_media":72985,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[10322,10321,10323],"class_list":["post-72984","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-apa-itu-konsumtif","tag-konsumtif","tag-pengertian-konsumtif"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Arti Konsumtif Beserta Faktor, Tanda &amp; Cara Menghindarinya \u00a0<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Konsumtif adalah sebuah gaya hidup yang sering membelanjakan barang yang tidak sesuai dengan kebutuhan\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/konsumtif\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Arti Konsumtif Beserta Faktor, Tanda &amp; Cara Menghindarinya \u00a0\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Konsumtif adalah sebuah gaya hidup yang sering membelanjakan barang yang tidak sesuai dengan kebutuhan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/konsumtif\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-09-16T16:00:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-09-16T05:51:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/15-14.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"850\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"450\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Wahyu Lelyana\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Wahyu Lelyana\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/konsumtif\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/15-14.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/15-14.webp\",\"width\":850,\"height\":450,\"caption\":\"konsumtif\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/konsumtif\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/konsumtif\/\",\"name\":\"Arti Konsumtif Beserta Faktor, Tanda & Cara Menghindarinya \u00a0\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/konsumtif\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-09-16T16:00:29+00:00\",\"dateModified\":\"2022-09-16T05:51:17+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/61a4469234190a1c810208146a104bc2\"},\"description\":\"Konsumtif adalah sebuah gaya hidup yang sering membelanjakan barang yang tidak sesuai dengan kebutuhan\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/konsumtif\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/konsumtif\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/konsumtif\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Arti Konsumtif Beserta Faktor, Tanda &#038; Cara Menghindarinya \u00a0\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/61a4469234190a1c810208146a104bc2\",\"name\":\"Wahyu Lelyana\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aba085b2590cbbe6c82277a25a30daa3?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aba085b2590cbbe6c82277a25a30daa3?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Wahyu Lelyana\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Arti Konsumtif Beserta Faktor, Tanda & Cara Menghindarinya \u00a0","description":"Konsumtif adalah sebuah gaya hidup yang sering membelanjakan barang yang tidak sesuai dengan kebutuhan","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/konsumtif\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Arti Konsumtif Beserta Faktor, Tanda & Cara Menghindarinya \u00a0","og_description":"Konsumtif adalah sebuah gaya hidup yang sering membelanjakan barang yang tidak sesuai dengan kebutuhan","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/konsumtif\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-09-16T16:00:29+00:00","article_modified_time":"2022-09-16T05:51:17+00:00","og_image":[{"width":850,"height":450,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/15-14.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Wahyu Lelyana","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Wahyu Lelyana","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/konsumtif\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/15-14.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/15-14.webp","width":850,"height":450,"caption":"konsumtif"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/konsumtif\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/konsumtif\/","name":"Arti Konsumtif Beserta Faktor, Tanda & Cara Menghindarinya \u00a0","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/konsumtif\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-09-16T16:00:29+00:00","dateModified":"2022-09-16T05:51:17+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/61a4469234190a1c810208146a104bc2"},"description":"Konsumtif adalah sebuah gaya hidup yang sering membelanjakan barang yang tidak sesuai dengan kebutuhan","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/konsumtif\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/konsumtif\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/konsumtif\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Arti Konsumtif Beserta Faktor, Tanda &#038; Cara Menghindarinya \u00a0"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/61a4469234190a1c810208146a104bc2","name":"Wahyu Lelyana","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aba085b2590cbbe6c82277a25a30daa3?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aba085b2590cbbe6c82277a25a30daa3?s=96&d=mm&r=g","caption":"Wahyu Lelyana"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72984"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=72984"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72984\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":73181,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72984\/revisions\/73181"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/72985"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=72984"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=72984"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=72984"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}