{"id":72897,"date":"2022-09-15T18:00:20","date_gmt":"2022-09-15T11:00:20","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=72897"},"modified":"2022-09-15T11:00:58","modified_gmt":"2022-09-15T04:00:58","slug":"kalimat-kompleks","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kalimat-kompleks\/","title":{"rendered":"Kalimat Kompleks: Pengertian, Jenis, Ciri, Struktur &#038; Contohnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Apakah Sedulur sudah tahu tentang kalimat kompleks? Sederhananya, kalimat kompleks adalah ragam kalimat yang terdiri atas klausa utama dan klausa subordinatif. Dalam bahasa Indonesia, jenis kalimat ini juga kerap disebut sebagai kalimat majemuk bertingkat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Oleh karena ini, kalimat ini juga termasuk dalam kelompok kalimat majemuk, yaitu kalimat yang terdiri atas dua klausa yang dipadukan menjadi satu. <\/span><span style=\"color: #000000;\">Untuk lebih memahami tentang kalimat majemuk bertingkat ini, berikut rangkuman informasi lengkap tentang kalimat kompleks dan contohnya.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/spok\/\">Struktur Kalimat SPOK dan Cara Menganalisisnya dalam Kalimat<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Pengertian kalimat kompleks<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_72900\" aria-describedby=\"caption-attachment-72900\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-72900\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/writing-freepik-1.webp\" alt=\"kalimat kompleks\" width=\"626\" height=\"352\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/writing-freepik-1.webp 626w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/writing-freepik-1-444x250.webp 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/writing-freepik-1-600x337.webp 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/writing-freepik-1-285x160.webp 285w\" sizes=\"(max-width: 626px) 100vw, 626px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-72900\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Telah disampaikan sebelumnya, kalimat kompleks juga disebut sebagai kalimat majemuk bertingkat. Oleh sebab itu, ada baiknya Sedulur memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan kalimat majemuk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mengutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring, kalimat majemuk adalah kalimat yang terjadi dari dua klausa atau lebih yang dipadukan menjadi satu. Sedangkan menurut Modul Penyuluhan Kalimat Kemdikbud, kalimat majemuk didefinisikan sebagai kalimat yang terdiri atas dua klausa utama atau lebih yang dapat berdiri sendiri sebagai kalimat yang lepas. Sehingga dapat dipahami bahwa secara sederhana, kalimat majemuk merupakan ragam kalimat yang terdiri atas dua klausa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sementara itu, KBBI menjelaskan pengertian kalimat kompleks adalah kalimat majemuk bertingkat, yaitu kalimat yang terjadi dari dua klausa atau lebih yang dipadukan menjadi satu di mana hubungan antarklausanya adalah subordinatif. Hubungan subordinatif ini disebabkan karena kalimat ini disusun oleh klausa utama dan klausa subordinatif atau juga umum disebut induk kalimat dan anak kalimat.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Perbedaan induk kalimat dan anak kalimat<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_72906\" aria-describedby=\"caption-attachment-72906\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-72906\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/menulis-write-626x405.jpg\" alt=\"kalimat kompleks\" width=\"626\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-72906\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam kalimat majemuk bertingkat, klausa utama lazim disebut sebagai induk kalimat. Sementara, klausa subordinatif disebut anak kalimat. Apa perbedaannya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Klausa utama atau induk kalimat memiliki ciri dapat berdiri sendiri sebagai kalimat lepas. Dengan kata lain, kalimat tersebut tetap berterima dan memiliki makna tanpa bergantung pada keberadaan klausa lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di sisi yang lain, klausa subordinatif atau anak kalimat selalu bergantung pada klausa utama. Sebab, jika tidak didampingi oleh klausa utama, klausa subordinatif memiliki makna atau informasi yang dikandungnya tidak jelas. Hal ini sekaligus membuat hubungan klausa utama dan klausa subordinatif dalam sebuah kalimat kompleks atau tidak sejajar atau tidak sederajat.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/direct-and-indirect-speech\/\">Direct and Indirect Speech: Pengertian, Jenis, Contoh Kalimat<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Struktur kalimat<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_72911\" aria-describedby=\"caption-attachment-72911\" style=\"width: 710px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-72911\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/kenny-eliason-Ak5c5VTch5E-unsplash-720x405.jpg\" alt=\"kalimat kompleks\" width=\"720\" height=\"405\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/kenny-eliason-Ak5c5VTch5E-unsplash-720x405.jpg 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/kenny-eliason-Ak5c5VTch5E-unsplash-800x450.jpg 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/kenny-eliason-Ak5c5VTch5E-unsplash-444x250.jpg 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/kenny-eliason-Ak5c5VTch5E-unsplash-600x337.jpg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/kenny-eliason-Ak5c5VTch5E-unsplash-285x160.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-72911\" class=\"wp-caption-text\">Unsplash<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan uraian pengertian di atas, dapat diketahui bahwa struktur kalimat ini terdiri atas satu klausa utama atau induk kalimat dan satu klausa subordinatif atau anak kalimat. Klausa utama memiliki ciri yaitu minimal memiliki subjek dan predikat (S &#8211; P).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sementara, klausa subordinatif terdiri atas konjungsi subordinatif, subjek, dan predikat (Konj &#8211; S &#8211; P). Namun, jika melihat fungsinya dalam kalimat majemuk bertingkat, klausa subordinatif hanya menduduki satu fungsi kalimat, misalnya keterangan, objek, atau subjek.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Konjungsi subordinatif<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_72907\" aria-describedby=\"caption-attachment-72907\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-72907\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/write-626x405.jpg\" alt=\"kalimat kompleks\" width=\"626\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-72907\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebelumnya sudah sudah disinggung bahwa klausa subordinatif minimal terdiri atas salah satunya yaitu konjungsi subordinatif. Sesuai namanya, konjungsi subordinatif memiliki fungsi untuk menghubungkan anak kalimat dan induk kalimat. Konjungsi ini diletakkan melekat pada klausa subordinatif. Berikut adalah beberapa contoh konjungsi subordinatif yang dapat digunakan untuk menyusun kalimat majemuk bertingkat.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">setelah, sebelum, sehabis, sejak, ketika<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">jika, kalau, bila, manakala<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">seandainya, sekiranya, andaikan<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">agar, supaya<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">meskipun, sekalipun, kendatipun<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">daripada, seperti, sebagai, alih-alih<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">karena, oleh karena, sebab, oleh sebab<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">sampai, sehingga<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">tanpa, dengan<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">bahwa<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">yang<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/contoh-konotasi\/\">Contoh Kalimat Konotasi Beserta Makna, Ciri, Perbedaanya<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Ciri-ciri kalimat kompleks<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_72912\" aria-describedby=\"caption-attachment-72912\" style=\"width: 710px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-72912\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/thought-catalog-505eectW54k-unsplash-720x405.jpg\" alt=\"kalimat kompleks\" width=\"720\" height=\"405\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/thought-catalog-505eectW54k-unsplash-720x405.jpg 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/thought-catalog-505eectW54k-unsplash-800x450.jpg 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/thought-catalog-505eectW54k-unsplash-444x250.jpg 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/thought-catalog-505eectW54k-unsplash-600x337.jpg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/thought-catalog-505eectW54k-unsplash-285x160.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-72912\" class=\"wp-caption-text\">Unsplash<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain memiliki struktur kalimat yang tersusun atas klausa utama dan klausa subordinatif atau induk kalimat dan anak kalimat, terdapat sejumlah ciri lain yang membedakan kalimat majemuk bertingkat dengan ragam kalimat lainnya sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Terdiri atas klausa utama dan klausa subordinatif.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Menggunakan konjungsi subordinatif untuk menghubungkan induk kalimat dan anak kalimat.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Menggunakan tanda koma yang memisahkan klausa utama dan klausa subordinatif.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Terdapat dua peristiwa atau kejadian.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Memiliki dua subjek dan predikat dalam satu kalimat.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Contoh kalimat kompleks<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_72909\" aria-describedby=\"caption-attachment-72909\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-72909\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/menulis-626x405.jpg\" alt=\"\" width=\"626\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-72909\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah memahami teori tentang kalimat majemuk bertingkat, mulai dari pengertian, struktur, hingga ciri-cirinya, Sedulur dapat menyimak contoh-contoh kalimatnya agar menjadi lebih paham. Adapun kalimat kompleks contohnya adalah sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Jika tabungannya cukup, Andriana ingin berlibur ke Korea Selatan bulan depan.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Karina merupakan anak yang cerdas, tetapi sifat angkuhnya membuat dia tidak disukai banyak orang.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Shireen tidak berada di rumah ketika gempa itu sedang berlangsung.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Maria sedang tidur ketika Aldi sedang menyelesaikan pekerjaannya.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Sebelum berangkat kerja, Fahri selalu mencium tangan ibunya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pronomina\/\">Pengertian Pronomina Beserta Ciri, Jenis dan Contoh Kalimatnya<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Jenis<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_72908\" aria-describedby=\"caption-attachment-72908\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-72908\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/menulis-free-626x405.jpg\" alt=\"\" width=\"626\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-72908\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam bahasa Indonesia, kalimat kompleks atau kalimat majemuk bertingkat dibagi kembali menjadi dua kategori, yaitu kalimat kompleks parataktik dan kalimat kompleks\u00a0 hipotaktik. Berikut penjelasan untuk masing-masing jenis.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">1. Kalimat parataktik<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jenis yang pertama adalah kalimat parataktik atau juga disebut sebagai kalimat kompleks setara. Secara sederhana, kalimat parataktik adalah kalimat kompleks yang memiliki makna setara. Dengan kata lain, kalimat ini terdiri atas dua klausa dengan makna yang setara.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Contoh kalimat<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berikut 5 contoh kalimat kompleks parataktik yang bisa Sedulur simak.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Paman Quentin sebenarnya capai melaut, tetapi kalau tidak melaut, ia tidak bisa makan.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Bella membaca buku di teras rumah ketika ibu memasak sayur.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Anne selalu bangun pagi, sementara Fina selalu bangun terlambat.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Ibu memasak di dapur dan Julian belajar di kamar.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Joanna menanam bunga mawar dan dia sangat rajin merawatnya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">2. Kalimat hipotaktik<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jenis yang kedua adalah kalimat hipotaktik yang merupakan kebalikan dari kalimat parataktik. Sebab, jenis kalimat ini memiliki ciri yaitu terdiri atas dua klausa dengan makna yang tidak setara atau tidak sejajar.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Contoh kalimat<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berikut beberapa contoh kalimat hipotaktik.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Pak Lurah datang ketika pertandingan belum mulai.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Sebelum berangkat kerja, Kalina selalu mencium tangan ibunya.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Rere menonton film di bioskop bersama temannya malam ini sehingga ia tidak mengerjakan tugas sekolahnya.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Jika kamu mengikuti nasihat orang tuamu maka hidupmu akan lebih baik.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Pak Roni menghukum siswanya karena datang terlambat ke sekolah.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kalimat-pasif\/\">Pengertian Kalimat Pasif Beserta Ciri-Ciri, Jenis &amp; Contohnya<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Mengenal kalimat simpleks<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_72910\" aria-describedby=\"caption-attachment-72910\" style=\"width: 710px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-72910\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/super-snapper-zIwAchjDirM-unsplash-720x405.jpg\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"405\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/super-snapper-zIwAchjDirM-unsplash-720x405.jpg 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/super-snapper-zIwAchjDirM-unsplash-800x450.jpg 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/super-snapper-zIwAchjDirM-unsplash-444x250.jpg 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/super-snapper-zIwAchjDirM-unsplash-600x337.jpg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/super-snapper-zIwAchjDirM-unsplash-285x160.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-72910\" class=\"wp-caption-text\">Unsplash<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di samping kalimat kompleks dan kalimat majemuk, dikenal pula ragam kalimat lainnya dalam bahasa Indonesia, yaitu kalimat simpleks. Sederhananya, kalimat simpleks adalah kalimat tunggal, yakni kalimat yang hanya terdiri atas satu klausa. Oleh karenanya sebuah kalimat simpleks hanya mengandung satu kejadian atau peristiwa saja. Umumnya, struktur kalimat simpleks adalah sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Subjek (S) &#8211; predikat (P)<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Subjek (S) &#8211; predikat (P) &#8211; objek (O)<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Subjek (S) &#8211; predikat (P) &#8211; pelengkap (Pel)<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Subjek (S) &#8211; predikat (P) &#8211; objek (O) &#8211; pelengkap (Pel)<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Subjek (S) &#8211; predikat (P) &#8211; keterangan (Ket)<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Predikat (P)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa perbedaan utama kalimat kompleks dan simpleks terletak pada jumlah klausa yang menyusun kalimat tersebut.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Contoh kalimat kompleks dan simpleks<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_72901\" aria-describedby=\"caption-attachment-72901\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-72901\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/writing-freepik-626x405.webp\" alt=\"\" width=\"626\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-72901\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk lebih memahami tentang perbedaan kedua jenis kalimat tersebut, berikut sudah dirangkum beberapa contoh kalimat kompleks dan simpleks.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Contoh kalimat kompleks<\/span><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Elsa tidak masuk sekolah hari ini karena ia sedang dirawat di rumah sakit.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Jika tabungannya cukup, Aira ingin berlibur ke Inggris bulan depan.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Semenjak ia datang, kami merasa terganggu dengan ulahnya.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Karina merupakan anak yang cerdas, tetapi sifat angkuhnya membuat dia tidak disukai banyak orang.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Contoh kalimat simpleks<\/span><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Elsa tidak masuk sekolah.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Aira ingin berlibur ke Inggris bulan depan.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Kami merasa terganggu dengan ulah Julio.\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Karina merupakan anak yang cerdas.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demikian tadi rangkuman informasi mengenai kalimat kompleks yang meliputi pengertian, ciri-ciri, struktur, jenis-jenis, hingga contohnya. Selain itu juga telah dipaparkan perbedaan antara kalimat kompleks dan kalimat simpleks. Nah, apakah sekarang Sedulur sudah paham mengenai materi ini?<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mau belanja bulanan nggak pakai ribet?<\/span><\/i><b><i> Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar.<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":28,"featured_media":72902,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[5317,10307,10308],"class_list":["post-72897","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-bahasa-indonesia","tag-kalimat-kompleks","tag-kalimat-kompleks-adalah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kalimat Kompleks: Pengertian, Jenis, Ciri, Struktur &amp; Contohnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kalimat kompleks atau kalimat majemuk bertingkat adalah ragam kalimat yang terdiri atas klausa utama dan klausa subordinatif.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kalimat-kompleks\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kalimat Kompleks: Pengertian, Jenis, Ciri, Struktur &amp; Contohnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kalimat kompleks atau kalimat majemuk bertingkat adalah ragam kalimat yang terdiri atas klausa utama dan klausa subordinatif.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kalimat-kompleks\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-09-15T11:00:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-09-15T04:00:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/6-13.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"850\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"450\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Clarissa Fauzany\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Clarissa Fauzany\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kalimat-kompleks\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/6-13.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/6-13.webp\",\"width\":850,\"height\":450,\"caption\":\"kalimat kompleks\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kalimat-kompleks\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kalimat-kompleks\/\",\"name\":\"Kalimat Kompleks: Pengertian, Jenis, Ciri, Struktur & Contohnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kalimat-kompleks\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-09-15T11:00:20+00:00\",\"dateModified\":\"2022-09-15T04:00:58+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315\"},\"description\":\"Kalimat kompleks atau kalimat majemuk bertingkat adalah ragam kalimat yang terdiri atas klausa utama dan klausa subordinatif.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kalimat-kompleks\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kalimat-kompleks\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kalimat-kompleks\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kalimat Kompleks: Pengertian, Jenis, Ciri, Struktur &#038; Contohnya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315\",\"name\":\"Clarissa Fauzany\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Clarissa Fauzany\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kalimat Kompleks: Pengertian, Jenis, Ciri, Struktur & Contohnya","description":"Kalimat kompleks atau kalimat majemuk bertingkat adalah ragam kalimat yang terdiri atas klausa utama dan klausa subordinatif.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kalimat-kompleks\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kalimat Kompleks: Pengertian, Jenis, Ciri, Struktur & Contohnya","og_description":"Kalimat kompleks atau kalimat majemuk bertingkat adalah ragam kalimat yang terdiri atas klausa utama dan klausa subordinatif.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kalimat-kompleks\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-09-15T11:00:20+00:00","article_modified_time":"2022-09-15T04:00:58+00:00","og_image":[{"width":850,"height":450,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/6-13.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Clarissa Fauzany","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Clarissa Fauzany","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kalimat-kompleks\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/6-13.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/6-13.webp","width":850,"height":450,"caption":"kalimat kompleks"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kalimat-kompleks\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kalimat-kompleks\/","name":"Kalimat Kompleks: Pengertian, Jenis, Ciri, Struktur & Contohnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kalimat-kompleks\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-09-15T11:00:20+00:00","dateModified":"2022-09-15T04:00:58+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315"},"description":"Kalimat kompleks atau kalimat majemuk bertingkat adalah ragam kalimat yang terdiri atas klausa utama dan klausa subordinatif.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kalimat-kompleks\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kalimat-kompleks\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kalimat-kompleks\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kalimat Kompleks: Pengertian, Jenis, Ciri, Struktur &#038; Contohnya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315","name":"Clarissa Fauzany","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g","caption":"Clarissa Fauzany"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72897"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=72897"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72897\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":72943,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72897\/revisions\/72943"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/72902"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=72897"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=72897"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=72897"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}