{"id":72699,"date":"2022-09-15T15:00:38","date_gmt":"2022-09-15T08:00:38","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=72699"},"modified":"2022-09-14T15:36:20","modified_gmt":"2022-09-14T08:36:20","slug":"pengertian-sastra","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pengertian-sastra\/","title":{"rendered":"Pengertian Sastra Beserta Jenis, Struktur dan Fungsinya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sedulur tentu tidak asing dengan karya sastra seperti novel, cerita pendek, ataupun puisi. Sejumlah nama sastrawan pun dikenal luas lewat karya-karya yang mereka hasilkan. Tak berhenti sampai di situ, sejumlah perguruan tinggi di Indonesia juga memiliki jurusan khusus untuk mempelajari tentang sastra Indonesia. Namun, apakah Sedulur sudah tahu apa pengertian sastra?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Secara sederhana, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring menjelaskan pengertian sastra sebagai bahasa, kata-kata, atau gaya bahasa yang dipakai dalam kitab-kitab. Selain itu, sastra juga diartikan sebagai tulisan dan huruf.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ingin tahu lebih jauh tentang sastra? Berikut ini Super telah merangkum berbagai informasi mengenai sastra, termasuk pengertian, jenis, struktur, hingga fungsinya.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/prosa-adalah\/\">Prosa adalah: Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis dan Contohnya<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<h2>Pengertian sastra<\/h2>\n<figure id=\"attachment_72760\" aria-describedby=\"caption-attachment-72760\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-72760\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/sastra-1-626x405.webp\" alt=\"pengertian sastra\" width=\"626\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-72760\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Telah disinggung sebelumnya, pengertian sastra menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring adalah bahasa, kata-kata, atau gaya bahasa yang dipakai dalam kitab-kitab. Selain itu, arti kata sastra juga diuraikan sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">kesusastraan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">kitab suci Hindu, kitab ilmu pengetahuan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">pustaka, primbon tentang ramalan, hitungan, dan sebagainya<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">tulisan, huruf<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kata &#8220;sastra&#8221; juga disebut berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u015b\u0101stra <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang memiliki arti ilmu pengetahuan, saran, aturan, atau ajaran. Dalam sumber yang lain dinyatakan bahwa sastra berasal dari kata <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">shaastra <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang berarti teks yang mengandung instruksi atau pedoman.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sementara, mengutip dari laman Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbud, pengertian sastra adalah hasil karya yang mengisahkan kehidupan dan disampaikan menggunakan bahasa. Adapun karya sastra dijelaskan sebagai sesuatu yang dapat menyatukan manusia, dapat mengetuk hati pembacanya, memberikan pengetahuan hingga harapan, serta menjadi media untuk menuangkan isi hati dan aspirasi penulisnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Di sisi yang lain, dikenal pula istilah sastra Indonesia. Apa itu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mengutip dari KBBI, pengertian sastra Indonesia adalah sastra yang aslinya ditulis dalam bahasa Indonesia. Sedangkan dalam literatur lain dinyatakan bahwa sastra Indonesia adalah karya sastra yang berasal dari wilayah Indonesia dan menggunakan bahasa Indonesia yang berakar pada bahasa Melayu.<\/span><\/p>\n<h2>Pengertian sastra menurut para ahli<\/h2>\n<figure id=\"attachment_72759\" aria-describedby=\"caption-attachment-72759\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-72759\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/sastra-2-626x405.webp\" alt=\"\" width=\"626\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-72759\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sejumlah ahli di bidang sastra juga mengemukakan pendapatnya tentang pengertian sastra. Berikut adalah pengertian sastra dari beberapa ahli yang dapat Sedulur simak untuk lebih memahami tentang apa itu sastra.<\/span><\/p>\n<h2>1. Plato<\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Plato menjelaskan pengertian sastra dengan teori mimesis, yaitu sebagai tiruan perilaku atau peristiwa. Maksudnya adalah, apa yang ada di dalam sebuah karya sastra dianggap sebagai tiruan dari dunia nyata. Dengan kata lain, sastra adalah hasil tiruan dari kenyataan kehidupan manusia.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2>2. Sapardi Djoko Damono<\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Menurut Sapardi Djoko Damono, sastra adalah sebuah lembaga sosial yang menggunakan bahasa sebagai medium penyampaiannya. Selain itu, sastra juga merupakan gambaran tentang kehidupan manusia yang merupakan suatu kenyataan sosial.<\/span><\/p>\n<h2>3. Rene Wellek dan Austin Warren<\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kritikus sastra Rene Wellek dan Austin Warren mendefinisikan sastra sebagai suatu kegiatan kreatif sebuah karya seni. Selain itu sastra juga dijelaskan sebagai karya imajinatif.<\/span><\/p>\n<h2>4. Mursal Esten<\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Menurut Mursal Esten, sastra adalah pengungkapan fakta artistik dan imajinatif sebagai bentuk perwujudan atau manifestasi dari kehidupan manusia dan masyarakat. Pengungkapan fakta dalam sastra menggunakan bahasa dan memberikan dampak positif bagi kehidupan manusia.<\/span><\/p>\n<h2>5. Sumardjo dan Saini<\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sumardjo dan Saini mengemukakan pengertian sastra sebagai ungkapan pribadi manusia dalam bentuk gambaran konkret dengan alat bahasa. Ungkapan pribadi ini dapat meliputi pengalaman, pemikiran, perasaan, ide, semangat, atau keyakinan akan sesuatu.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/puisi-chairil-anwar\/\">Profil &amp; Kumpulan Puisi Chairil Anwar, Pelopor Puisi Indonesia<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<h2>Jenis-jenis sastra<\/h2>\n<figure id=\"attachment_72761\" aria-describedby=\"caption-attachment-72761\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-72761\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/sastra-3-626x405.webp\" alt=\"pengertian sastra\" width=\"626\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-72761\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Terdapat beberapa pendapat tentang pembagian jenis-jenis sastra. Pertama, sastra terbagi menjadi sastra lisan dan sastra tulisan yang didasarkan pada media dan cara penyebarannya. Umumnya sastra lisan diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Di sisi lain, sastra terutama sastra Indonesia juga dibagi menjadi sastra lama dan sastra baru. Sesuai dengan namanya, pembagian sastra lama dan sastra baru ini didasarkan pada zaman atau periode pembuatan sebuah karya sastra. Selain itu, karya sastra lama dan sastra baru juga memiliki perbedaan pada segi isi dan bentuknya. Berikut penjelasannya.<\/span><\/p>\n<h2>1. Karya sastra lama<\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Karya sastra lama umumnya berisi tentang nasihat, ajaran agama, hingga ajaran moral. Sehingga bisa dipahami bahwa sastra lama lebih banyak ditujukan untuk kepentingan pendidikan dan berdasarkan adat istiadat masyarakat di mana karya sastra tersebut muncul. Adapun sastra lama biasanya bersifat anonim atau tidak diketahui siapa penciptanya karena disebarkan secara turun-temurun. Sastra lama contohnya adalah pantun, gurindam, dongeng, mitos, dan legenda.<\/span><\/p>\n<h2>2. Karya sastra baru<\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jika sastra lama dipengaruhi oleh adat istiadat masyarakat setempat, sastra baru umumnya mendapat pengaruh oleh karya sastra asing seperti karya sastra Eropa. Hal ini menyebabkan munculnya berbagai genre sastra, di antaranya adalah novel dan roman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Di sisi yang lain, Sumardjo dan Saini juga mengemukakan pendapatnya tentang jenis-jenis sastra. Dijelaskan bahwa sastra secara umum dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu sastra non imajinatif dan sastra imajinatif.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/puisi-adalah\/\">Apa itu Puisi: Pengertian, Jenis, Ciri Ciri &amp; Cara Membuatnya<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<h2>Struktur sastra<\/h2>\n<figure id=\"attachment_72757\" aria-describedby=\"caption-attachment-72757\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-72757\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/sastra-4-626x405.webp\" alt=\"\" width=\"626\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-72757\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Secara umum, struktur dalam sastra atau karya sastra dapat dibagi menjadi dua, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2>1. Unsur intrinsik<\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Unsur intrinsik artinya adalah unsur yang terkandung di dalam sebuah karya sastra. Unsur-unsur ini memiliki peran untuk membangun inti cerita dari suatu karya sastra. Adapun unsur intrinsik sastra secara umum meliputi tema, tokoh dan penokohan, latar, alur, sudut pandang, serta amanat atau pesan yang ingin disampaikan oleh penulis melalui karya sastra tersebut.<\/span><\/p>\n<h2>2. Unsur ekstrinsik<\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sementara, unsur ekstrinsik adalah unsur yang berasal dari luar struktur inti sebuah karya sastra. Umumnya unsur ekstrinsik bersifat subjektif karena berkaitan dengan latar belakang seorang penulis. Misalnya adalah pengalaman hidup dan keyakinan yang dianut sehingga mempengaruhi cara berpikir seorang penulis dalam menyusun karyanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2>Sejarah kemunculan sastra<\/h2>\n<figure id=\"attachment_72756\" aria-describedby=\"caption-attachment-72756\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-72756\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/sastra-5-626x405.webp\" alt=\"pengertian sastra\" width=\"626\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-72756\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bab berikutnya yang juga perlu untuk Sedulur simak adalah mengenai sejarah kemunculan sastra. Dihimpun dari berbagai sumber, sastra disebut telah ada sejak ribuan tahun lalu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kemunculan sastra salah satunya ditunjukkan dengan buku Poetica yang ditulis oleh seorang filsuf Yunani, Aristoteles. Buku tersebut memuat drama tragedi dan teori literatur. Adapun Poetica sendiri memiliki arti puisi, penulis, atau pembuat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Selanjutnya muncul istilah <em>literature<\/em> yang disebut berasal dari bahasa latin <em>literatura<\/em>. Kata dalam bahasa latin itu memiliki arti belajar, menulis, atau tata bahasa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/metafora-adalah\/\">Metafora adalah: Pengertian, Fungsi dan Contohnya<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<h2>Periodisasi sastra Indonesia<\/h2>\n<figure id=\"attachment_72758\" aria-describedby=\"caption-attachment-72758\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-72758\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/sastra-6.webp\" alt=\"\" width=\"626\" height=\"352\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/sastra-6.webp 626w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/sastra-6-444x250.webp 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/sastra-6-600x337.webp 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/sastra-6-285x160.webp 285w\" sizes=\"(max-width: 626px) 100vw, 626px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-72758\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Selain sejarah sastra secara umum, Sedulur juga perlu mengenal periodisasi sastra Indonesia. Mengutip dari laman Ensiklopedia Sastra Indonesia Kemdikbud, periodisasi sastra adalah pembabakan atau pembagian sejarah perkembangan sastra berdasarkan urutan waktu atau periode tertentu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sejumlah tokoh sastra diketahui telah mengemukakan pandangannya tentang periodisasi sastra Indonesia. Secara umum, periodisasi menurut para tokoh ini memiliki garis besar yang sama. Adapun berikut adalah periodisasi sastra menurut beberapa tokoh, antara lain HB Jassin, Nugroho Notosusanto, Ajip Rosidi, Zuber Usman, Rachmat Djoko Pradopo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>Periodisasi sastra menurut HB Jassin<\/b><\/span><\/p>\n<ol>\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\"> Sastra melayu lama<\/span><\/strong><\/li>\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\"> Sastra Indonesia modern<\/span><\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Angkatan 20<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Angkatan 33 atau Pujangga Baru<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Angkatan 45<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Angkatan 66<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>Periodisasi sastra menurut Nugroho Notosusanto<\/b><\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">1. Sastra melayu lama<\/span><\/strong><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">2. Sastra Indonesia modern<\/span><\/strong><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">3. Masa kebangkitan<\/span><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Periode &#8217;20<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Periode &#8217;30<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Periode &#8217;42<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">4. Masa perkembangan<\/span><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Periode &#8217;45<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Periode &#8217;50<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>Periodisasi sastra menurut Ajip Rosidi<\/b><\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong> Masa kelahiran dan masa penjadian<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Periode awal hingga 1933<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Periode 1933 &#8211; 1942<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Periode 1942 &#8211; 1945<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ol start=\"2\">\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong> Masa perkembangan<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Periode 1945 &#8211; 1953<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Periode 1953 &#8211; 1961<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Periode 1961 &#8211; 1969<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>Periodisasi sastra menurut Zuber Usman<\/b><\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Zaman Balai Pustaka (1908)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Zaman Pujangga Baru (1933)\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Zaman Jepang (1942)\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Zaman Angkatan 45 (1945)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>Periodisasi sastra menurut Rachmat Djoko Pradopo<\/b><\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Periode Balai Pustaka (1920 &#8211; 1940)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Periode Pujangga Baru (1930 &#8211; 1945)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Periode Angkatan 45 (1940 &#8211; 1955)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Periode Angkatan 1950 (1950 &#8211; 1970)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Periode Angkatan 1970 (1970 -1986)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sementara itu, dalam berbagai kajian tentang sejarah sastra Indonesia, dijelaskan bahwa periodisasi sastra Indonesia secara umum meliputi 8 periode berikut.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">1. Angkatan Pujangga Lama<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Angkatan Pujangga Lama adalah klasifikasi karya sastra Indonesia yang dihasilkan sebelum abad ke-20. Pada masa ini, karya sastra didominasi oleh syair, pantun, gurindam, dan hikayat.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">2. Angkatan Balai Pustaka<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_72767\" aria-describedby=\"caption-attachment-72767\" style=\"width: 710px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-72767\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/balai-pustaka-Kompas-720x405.webp\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"405\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/balai-pustaka-Kompas-720x405.webp 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/balai-pustaka-Kompas-444x250.webp 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/balai-pustaka-Kompas-600x337.webp 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/balai-pustaka-Kompas-285x160.webp 285w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-72767\" class=\"wp-caption-text\">Kompas<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Angkatan Balai Pustaka merujuk pada karya sastra maupun penulis yang menghasilkan karya dan diterbitkan melalui Penerbit Balai Pustaka. Beberapa karya sastra yang terkenal dari Angkatan Balai Pustaka adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sitti Nurbaya<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (1922) serta <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Azab dan Sengsara<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (1920).<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">3. Angkatan Pujangga Baru<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Angkatan Balai Pustaka merujuk pada nama penerbit Balai Pustaka, Angkatan Pujangga Baru merujuk pada majalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pujangga Baru (Poedjangga Baroe)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang pertama kali terbit pada 1933. Penerbitan majalah tersebut dipelopori oleh Sutan Takdir Alisjahbana (STA), Amir Hamzah, dan Armijn Pane.<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">4. Angkatan &#8217;45 atau Angkatan Kemerdekaan<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_72764\" aria-describedby=\"caption-attachment-72764\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-72764\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/pramoedya-cnn.webp\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"366\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/pramoedya-cnn.webp 650w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/pramoedya-cnn-444x250.webp 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/pramoedya-cnn-600x337.webp 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/pramoedya-cnn-285x160.webp 285w\" sizes=\"(max-width: 650px) 100vw, 650px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-72764\" class=\"wp-caption-text\">CNN Indonesia<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sebutan Angkatan &#8217;45 pertama kali disebutkan oleh Rosihan Anwar dalam Majalah Siasat. Beberapa tokoh yang turut menandai Angkatan &#8217;45 adalah Chairil Anwar, Asrul Sani, Usmar Ismail, Idrus, serta Pramoedya Ananta Toer.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">5. Angkatan &#8217;50-an<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Periode sastra Indonesia Angkatan 50 ditandai dengan terbitnya majalah sastra bertajuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kisah Asuhan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang dipelopori oleh HB Jassin. Adapun beberapa tokoh sastrawan Angkatan &#8217;50 yang cukup terkenal adalah Sapardi Djoko Damono, NH Dini, Taufik Ismail, Umar Kayam, Ajip Rosidi, dan WS Rendra.<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">6. Angkatan &#8217;66<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_72763\" aria-describedby=\"caption-attachment-72763\" style=\"width: 690px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-72763\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/horison-majalah-sastra-tribunjateng.webp\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"393\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/horison-majalah-sastra-tribunjateng.webp 700w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/horison-majalah-sastra-tribunjateng-444x250.webp 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/horison-majalah-sastra-tribunjateng-600x337.webp 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/horison-majalah-sastra-tribunjateng-285x160.webp 285w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-72763\" class=\"wp-caption-text\">TribunJateng<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nama periode sastra Angkatan &#8217;66 disebut memiliki kaitan dengan peristiwa politik yang terjadi pada 1966 silam. Istilah ini sendiri dicetuskan oleh HB Jassin dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Majalah Horison<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Namun penamaan ini sebenarnya diwarnai oleh kontroversi berupa penolakan dari sejumlah tokoh. Mereka beranggapan bahwa angkatan tersebut lebih tepat disebut Angkatan Manifes Kebudayaan. Di sisi lain, Rachmat Djoko Pradopo menyatakan bahwa penamaan angkatan sastra seharusnya didasarkan pada karya sastra itu sendiri dan bukan karena masalah sosial-politik.<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">7. Angkatan &#8217;80-an<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Periode sastra Indonesia Angkatan &#8217;80 ditandai dengan banyaknya karya roman percintaan. Sementara salah satu tokoh sastra yang cukup menonjol adalah Marga T. Selain itu, muncul pula karya sastra beraliran pop bertajuk Lupus karya Hilman Hariwijaya.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">8. Angkatan Reformasi<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_72762\" aria-describedby=\"caption-attachment-72762\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-72762\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/buku-sastra-7-626x405.webp\" alt=\"\" width=\"626\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-72762\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sesuai namanya, periode sastra Angkatan Reformasi ditandai dengan karya sastra, baik berupa cerita pendek, novel, maupun puisi, yang mengusung tema sosial politik terutama reformasi. Angkatan ini juga dianggap sebagai angkatan sastra yang mempunyai kebebasan dari pembatasan rezim Orde Baru.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa karya sastra contoh Angkatan Reformasi adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Saman <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">karya Ayu Utami serta <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Supernova: Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> karya Dewi Lestari.<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/cerita-fiksi\/\">Cerita Fiksi: Pengertian, Jenis, Ciri-Ciri, Struktur dan Contohnya<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<h2>Fungsi sastra<\/h2>\n<figure id=\"attachment_72768\" aria-describedby=\"caption-attachment-72768\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-72768\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/sastra-8-626x405.webp\" alt=\"\" width=\"626\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-72768\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara umum, fungsi sastra dijelaskan oleh Horatius (65 SM &#8211; 8 SM) dengan istilah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dulce et utile<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang berasal dari bahasa Latin. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dulce <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">memiliki makna sweet atau mewakili sesuatu yang menyenangkan. Sedangkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">utile <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah useful atau bersifat mendidik. Sehingga dapat dipahami bahwa fungsi sastra adalah sebagai media hiburan sekaligus pendidikan. Lebih jauh, fungsi sastra dapat diuraikan menjadi lima poin sebagaimana dijelaskan oleh Kosasih (2012).<\/span><\/p>\n<h2>1. Fungsi rekreatif<\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang dijelaskan sebelumnya, karya sastra memiliki fungsi sebagai hiburan. Sehingga karya sastra dianggap dapat memberikan rasa senang bagi pembacanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2>2. Fungsi didaktif<\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain memiliki fungsi menghibur, karya sastra juga menjadi media pendidikan baik berupa pendidikan moral maupun pengetahuan baru akan sesuatu hal. Hal ini biasanya diperoleh melalui amanat atau pesan yang disampaikan oleh penulis melalui karya sastra yang dibuatnya.<\/span><\/p>\n<h2>3. Fungsi estetika<\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karya sastra umumnya dibuat dengan bahasa yang berbeda dengan bahasa sehari-hari. Hal ini dikarenakan, banyak penulis yang menggunakan gaya bahasa tertentu sehingga karya tulisan yang dihasilkannya tampak indah ketika dibaca.<\/span><\/p>\n<h2>4. Fungsi moralitas<\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu struktur dari karya sastra adalah amanat. Biasanya amanat yang disampaikan oleh penulis atau sastrawan berupa nilai moral yang bermanfaat sebagai bahan pembelajaran untuk pembacanya. Adapun fungsi moralitas dalam sebuah karya sastra umumnya tidak disampaikan secara gamblang oleh penulis, melainkan secara tersirat melalui narasi cerita ataupun dialog antar tokoh.<\/span><\/p>\n<h2>5. Fungsi religiusitas<\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak hanya mengandung nilai moral, banyak karya sastra yang juga memuat nilai religius atau pesan-pesan keagamaan. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh unsur ekstrinsik yaitu latar belakang penulis.<\/span><\/p>\n<div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Demikian tadi pembahasan mengenai pengertian sastra beserta jenis-jenis dan fungsinya. Selain itu telah dipaparkan juga periodisasi sastra di Indonesia beserta nama sastrawan dan hasil karyanya yang terkenal dari setiap angkatan. Semoga informasi ini dapat memberikan manfaat untuk Sedulur, ya!<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mau belanja bulanan nggak pakai ribet?<\/span><\/i><b><i> Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar.<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":28,"featured_media":72700,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[10279,4817,10280],"class_list":["post-72699","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-pengertian-sastra","tag-sastra","tag-sastra-adalah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengertian Sastra Beserta Jenis, Struktur dan Fungsinya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pengertian sastra adalah huruf atau karya tulisan. Umumnya sastra berkaitan erat dengan karya yang ditulis dengan bahasa yang indah.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pengertian-sastra\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian Sastra Beserta Jenis, Struktur dan Fungsinya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pengertian sastra adalah huruf atau karya tulisan. Umumnya sastra berkaitan erat dengan karya yang ditulis dengan bahasa yang indah.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pengertian-sastra\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-09-15T08:00:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-09-14T08:36:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/2-7.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"850\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"450\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Clarissa Fauzany\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Clarissa Fauzany\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pengertian-sastra\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/2-7.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/2-7.webp\",\"width\":850,\"height\":450,\"caption\":\"pengertian sastra\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pengertian-sastra\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pengertian-sastra\/\",\"name\":\"Pengertian Sastra Beserta Jenis, Struktur dan Fungsinya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pengertian-sastra\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-09-15T08:00:38+00:00\",\"dateModified\":\"2022-09-14T08:36:20+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315\"},\"description\":\"Pengertian sastra adalah huruf atau karya tulisan. Umumnya sastra berkaitan erat dengan karya yang ditulis dengan bahasa yang indah.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pengertian-sastra\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pengertian-sastra\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pengertian-sastra\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengertian Sastra Beserta Jenis, Struktur dan Fungsinya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315\",\"name\":\"Clarissa Fauzany\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Clarissa Fauzany\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian Sastra Beserta Jenis, Struktur dan Fungsinya","description":"Pengertian sastra adalah huruf atau karya tulisan. Umumnya sastra berkaitan erat dengan karya yang ditulis dengan bahasa yang indah.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pengertian-sastra\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengertian Sastra Beserta Jenis, Struktur dan Fungsinya","og_description":"Pengertian sastra adalah huruf atau karya tulisan. Umumnya sastra berkaitan erat dengan karya yang ditulis dengan bahasa yang indah.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pengertian-sastra\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-09-15T08:00:38+00:00","article_modified_time":"2022-09-14T08:36:20+00:00","og_image":[{"width":850,"height":450,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/2-7.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Clarissa Fauzany","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Clarissa Fauzany","Est. reading time":"11 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pengertian-sastra\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/2-7.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/2-7.webp","width":850,"height":450,"caption":"pengertian sastra"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pengertian-sastra\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pengertian-sastra\/","name":"Pengertian Sastra Beserta Jenis, Struktur dan Fungsinya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pengertian-sastra\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-09-15T08:00:38+00:00","dateModified":"2022-09-14T08:36:20+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315"},"description":"Pengertian sastra adalah huruf atau karya tulisan. Umumnya sastra berkaitan erat dengan karya yang ditulis dengan bahasa yang indah.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pengertian-sastra\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pengertian-sastra\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pengertian-sastra\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengertian Sastra Beserta Jenis, Struktur dan Fungsinya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315","name":"Clarissa Fauzany","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g","caption":"Clarissa Fauzany"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72699"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=72699"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72699\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":72828,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72699\/revisions\/72828"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/72700"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=72699"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=72699"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=72699"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}