{"id":72608,"date":"2022-09-14T21:30:31","date_gmt":"2022-09-14T14:30:31","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=72608"},"modified":"2022-09-14T09:42:17","modified_gmt":"2022-09-14T02:42:17","slug":"rumus-hpp","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumus-hpp\/","title":{"rendered":"Rumus HPP (Harga Pokok Penjualan) &#038; Cara Menghitungnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Dalam dunia industri, salah satu hal penting yang perlu dimengerti adalah nilai dari Harga Pokok Penjualan (HPP). Nilai tersebut dapat diketahui dengan rumus HPP yang dihitung berdasarkan pembelian bersih, penjualan bersih, dan persediaan suatu barang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Pengetahuan mengenai HPP menjadi sangat penting karena nilainya menjadi gambaran untuk memperkirakan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan, baik secara langsung atau tidak dalam proses produksi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #800000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ingin tahu bagaimana cara menghitung HPP dengan menggunakan rumus HPP penjualan, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">rumus HPP per unit, dan rumus HPP produksi? Simak informasi berikut ini, ya!<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #800000;\"><b>BACA JUGA:<\/b> <a style=\"color: #800000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/cara-menghitung-bep\/\"><b>BEP \/ Break Even Point: Pengertian, Rumus &amp; Cara Menghitung<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #800000;\"><b>Pengertian Harga Pokok Penjualan (HPP)<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_72609\" aria-describedby=\"caption-attachment-72609\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-72609\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/HPP.webp\" alt=\"rumus HPP\" width=\"612\" height=\"401\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-72609\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #800000;\">iStock<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Harga Pokok Penjualan atau HPP adalah sebuah gambaran tentang jumlah pengeluaran dan beban yang dikeluarkan, baik secara langsung atau tidak langsung untuk bisa menghasilkan produk maupun jasa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">HPP juga bisa diartikan sebagai jumlah pengeluaran dan beban yang diperkenankan, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam menghasilkan barang atau jasa pada kondisi dan tempat di mana barang dapat dijual ataupun digunakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Beberapa unsur yang termasuk dalam HPP adalah biaya yang dikeluarkan secara langsung, seperti biaya bahan baku, biaya produksi, impor, dan tenaga kerja. Sementara itu, biaya yang tidak langsung berkaitan dengan produk tidak bisa dimasukkan ke dalam HPP.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Perhitungan ini dibuat untuk membantu perusahaan dalam mengetahui detail biaya dalam memproduksi suatu produk. Pengetahuan tersebut digunakan untuk memperhitungkan keuntungan dan menyesuaikan target pasar yang dituju, serta agar produk dapat diterima oleh masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Nilai HPP biasanya juga digunakan untuk menentukan dan mematok seberapa besar laba yang diinginkan oleh perusahaan. Laba tersebutlah yang digunakan perusahaan untuk menggaji tenaga kerja dan melancarkan operasional perusahaan lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Nilai HPP juga bisa membantu membuat realisasi biaya produksi pada perusahaan manufaktur. Dengan begitu, mereka dapat memperkirakan berapa nominal yang dibutuhkan untuk melakukan riset untuk produk baru dan meningkatkan kualitas produksi di periode selanjutnya.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #800000;\"><b>Komponen HPP<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Terdapat empat komponen HPP yang penting untuk diketahui, berikut adalah penjelasannya.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #800000;\"><b>1. Persediaan awal barang<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_72615\" aria-describedby=\"caption-attachment-72615\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-72615\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/HPP7.webp\" alt=\"rumus HPP\" width=\"612\" height=\"408\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/HPP7.webp 612w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/HPP7-390x260.webp 390w\" sizes=\"(max-width: 612px) 100vw, 612px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-72615\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #800000;\">iStock<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Persediaan awal barang adalah persediaan yang ada atau tersedia pada awal periode akuntansi perusahaan atau awal periode usaha. Saldo persediaan awal barang tersebut dapat dilihat pada neraca saldo yang sedang berjalan atau neraca saldo periode tahun sebelumnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #800000;\"><b>2. Persediaan akhir barang<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_72618\" aria-describedby=\"caption-attachment-72618\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-72618\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/hpp10.webp\" alt=\"rumus HPP\" width=\"612\" height=\"406\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/hpp10.webp 612w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/hpp10-390x260.webp 390w\" sizes=\"(max-width: 612px) 100vw, 612px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-72618\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #800000;\">iStock<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Persediaan akhir barang adalah persediaan yang masih tersedia pada saat akhir periode atau akhir tahun yang berjalan. Nilai saldo persediaan akhir barang dapat diketahui pada data penyesuaian perusahaan saat akhir periode akuntansi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #800000;\"><b>BACA JUGA:<\/b> <a style=\"color: #800000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/cara-hitung-average-margin\/\"><b>Cara Menghitung Average Margin Beserta Rumus &amp; Contohnya<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #800000;\"><b>3. Pembelian bersih\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_72614\" aria-describedby=\"caption-attachment-72614\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-72614\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/HPP6.webp\" alt=\"rumus HPP\" width=\"612\" height=\"408\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/HPP6.webp 612w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/HPP6-390x260.webp 390w\" sizes=\"(max-width: 612px) 100vw, 612px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-72614\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #800000;\">iStock<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Pembelian bersih merupakan keseluruhan pembelian barang dagang yang dilakukan oleh perusahaan untuk pembelian secara tunai atau kredit. Pembelian bersih juga ditambah dengan selisih antara beban biaya angkut pembelian dengan potongan pembelian dan retur pembelian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Unsur-unsur yang termasuk ke dalam pembelian bersih antara lain:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Pembelian kotor<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Pengurangan harga<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Retur pembelian<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Potongan pembelian<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Informasi mengenai nilai pembelian bersih dapat diketahui dengan menjumlahkan pembelian dan ongkos angkut pembelian dan dikurangi jumlah dari retur pembelian dengan potongan pembelian.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #800000;\"><b>4. Penjualan bersih<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_72613\" aria-describedby=\"caption-attachment-72613\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-72613\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/HPP5.webp\" alt=\"rumus HPP\" width=\"612\" height=\"408\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/HPP5.webp 612w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/HPP5-390x260.webp 390w\" sizes=\"(max-width: 612px) 100vw, 612px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-72613\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #800000;\">iStock<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Berbeda dengan pembelian bersih, penjualan bersih merupakan salah satu unsur pendapatan perusahaan. Beberapa unsur yang ada pada penjualan bersih, yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Retur pembelian<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Pembelian kotor<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Pengurangan harga<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Ongkos angkut tidak termasuk karena termasuk biaya umum.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Informasi mengenai nilai penjualan bersih dapat diketahui dari pengurangan nilai penjualan dengan nilai retur penjualan yang sudah dijumlahkan dengan potongan penjualan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #800000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #800000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/cara-menghitung-diskon-di-excel\/\"><b>Cara Menghitung Rumus Diskon di Excel dengan Mudah<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #800000;\"><b>Cara menghitung HPP dengan rumus<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Berikut adalah 4 langkah yang bisa dilakukan untuk menghitung HPP. Perhatikan rumus HPP pada setiap tahap untuk lebih jelasnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #800000;\"><b>1. Cara menghitung pembelian bersih<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_72617\" aria-describedby=\"caption-attachment-72617\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-72617\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/HPP9.webp\" alt=\"rumus HPP\" width=\"612\" height=\"396\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-72617\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #800000;\">iStock<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Telah diketahui bahwa pembelian bersih meliputi retur pembelian, pembelian kotor, dan potongan pembelian. Dengan begitu, Sedulur bisa menghitung nilai pembelian bersih dengan menjumlahkan pembelian dan ongkos angkut pembelian dan menguranginya dengan jumlah retur pembelian dan potongan pembelian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Berikut adalah rumus pembelian bersih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #800000;\"><b>Pembelian Bersih = (Total Pembelian + Ongkos Angkut) \u2013 (Retur Pembelian + Potongan Pembelian)<\/b><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #800000;\"><b>2. Cara menghitung penjualan bersih<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_72611\" aria-describedby=\"caption-attachment-72611\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-72611\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/HPP3.webp\" alt=\"rumus HPP\" width=\"612\" height=\"408\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/HPP3.webp 612w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/HPP3-390x260.webp 390w\" sizes=\"(max-width: 612px) 100vw, 612px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-72611\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #800000;\">iStock<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Sama dengan pembelian bersih, penjualan bersih juga memiliki beberapa unsur yang berkaitan, yakni retur pembelian, pengurangan harga, dan pembelian kotor. Berikut adalah rumus penjualan bersih yang dapat digunakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #800000;\"><b>Penjualan Bersih = Penjualan Kotor \u2013 (Retur Pembelian + Potongan Penjualan)<\/b><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #800000;\"><b>3. Cara menghitung persediaan barang<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_72619\" aria-describedby=\"caption-attachment-72619\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-72619\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/hpp11.webp\" alt=\"rumus HPP\" width=\"612\" height=\"408\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/hpp11.webp 612w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/hpp11-390x260.webp 390w\" sizes=\"(max-width: 612px) 100vw, 612px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-72619\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #800000;\">iStock<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Selanjutnya adalah menghitung persediaan barang. Cara menghitungnya adalah dengan menjumlahkan persediaan awal barang dengan pembelian bersih. Berikut adalah rumus untuk menghitung persediaan barang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #800000;\"><b>Persediaan Barang = Persediaan Awal + Pembelian Bersih<\/b><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #800000;\"><b>4. Cara menghitung HPP<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_72620\" aria-describedby=\"caption-attachment-72620\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-72620\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/hpp12.webp\" alt=\"rumus HPP\" width=\"612\" height=\"408\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/hpp12.webp 612w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/hpp12-390x260.webp 390w\" sizes=\"(max-width: 612px) 100vw, 612px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-72620\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #800000;\">iStock<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Langkah terakhir adalah menghitung harga pokok penjualan. Sedulur bisa menghitung HPP dengan mengurangi persediaan barang dengan persediaan akhir. Berikut adalah rumus HPP yang bisa digunakan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #800000;\"><b>HPP = Persediaan Barang \u2013 Persediaan Akhir<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #800000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #800000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/rumus-slovin\/\"><b>Cara Menghitung Rumus Slovin dengan Contoh Soalnya<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #800000;\"><b>Contoh studi kasus<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_72616\" aria-describedby=\"caption-attachment-72616\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-72616\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/HPP8.webp\" alt=\"rumus HPP\" width=\"612\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-72616\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #800000;\">iStock<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Agar Sedulur lebih memahami rumus HPP, perhatikan contoh studi kasus berikut ini.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #800000;\"><b> Contoh cara menghitung HPP perusahaan dagang<\/b><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Toko ANISA merupakan toko yang menjual pakaian. Toko ini akan menyusun laporan keuangan akhir tahun dan menghitung jumlah persediaan barang. Berikut adalah informasi yang dimiliki oleh Toko ANISA.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Persediaan awal barang tahun 2021 = Rp500.000.000,00<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Pembelian baru selama tahun 2021 = Rp800.000.000,00<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Persediaan akhir barang tahun 2021 = Rp600.000.000,00<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Bantulah Toko ANISA untuk menghitung HPP!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #800000;\"><b>Jawab:<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Pertama adalah menghitung nilai persediaan barang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Persediaan Barang = Persediaan Awal + Pembelian Bersih<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Persediaan Barang = Rp500.000.000,00 + Rp800.000.000,00<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Persediaan Barang = Rp1.300.000.000,00<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Selanjutnya adalah menghitung HPP.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">HPP = Persediaan Barang \u2013 Persediaan Akhir Barang<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">HPP = Rp1.300.000.000,00 \u2013 Rp300.000.000<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">HPP = Rp1.000.000.000,00<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Jadi, Toko ANISA selama tahun tersebut telah menjual barang dagangan Rp1.000.000.000,00.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><span style=\"color: #800000;\"><b> Contoh cara menghitung HPP perusahaan manufaktur<\/b><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Sebelum masuk dalam contoh studi kasus, perlu diketahui bahwa perhitungan Harga Pokok Penjualan atau HPP pada perusahaan manufaktur jauh lebih sulit daripada pada perusahaan dagang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Hal ini bisa terjadi karena pada perusahaan dagang, pembeli hanya akan membeli dan menjual barang yang sama. Dengan begitu, biaya yang akan timbul dari barang yang telah dibeli menjadi tidak banyak dan biasanya hanya ongkos angkut saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Namun, pada perusahaan manufaktur, adanya perubahan barang dari bahan baku yang diproses menjadi barang jadi, maka biaya yang akan timbul menjadi lebih banyak karena ada biaya tambahan lain seperti biaya produksi dan lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Dengan begitu, rumus HPP perusahaan manufaktur adalah sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #800000;\"><b>Harga Pokok Penjualan (HPP) = Harga Pokok Produksi + Persediaan Awal Barang Jadi \u2013 Persediaan Akhir Barang Jadi<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Harga Pokok Produksi disini merupakan harga yang diperoleh dari bahan baku yang digunakan, ditambah dengan biaya produksi yang timbul untuk mengubah bahan baku menjadi barang yang sudah jadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Berikut ini adalah tahapan menghitung Harga Pokok Produksi, yaitu:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #800000;\"><b> Menghitung Bahan Baku yang Digunakan<\/b><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Berikut ini adalah rumus yang digunakan untuk menghitung bahan baku yang digunakan perusahaan dalam membuat suatu produk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Bahan Baku yang Digunakan = Persediaan Awal Bahan Baku + Pembelian Bahan Baku \u2013 Persediaan Akhir Bahan Baku<\/span><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><span style=\"color: #800000;\"><b> Menghitung Biaya Produksi<\/b><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Berikut ini adalah rumus yang bisa digunakan untuk menghitung total biaya produksi yang digunakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Total Biaya Produksi = Bahan Baku yang Digunakan + Biaya Tenaga Kerja Langsung + Biaya Overhead Produksi<\/span><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><span style=\"color: #800000;\"><b> Menghitung Harga Pokok Produksi<\/b><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Berikut ini adalah rumus yang bisa digunakan untuk menghitung harga pokok produksi pada suatu perusahaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Harga Pokok Produksi = Total biaya produksi + Persediaan Awal Barang dalam Proses Produksi \u2013 Persediaan Akhir Barang dalam Proses Produksi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #800000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #800000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/cara-menghitung-persentase-kenaikan\/\"><b>3 Cara Menghitung Persentase Kenaikan Beserta Contohnya<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Lebih jelasnya, simak contoh studi kasus berikut ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Sebuah perusahaan manufaktur mempunyai persediaan bahan baku di awal tahun senilai Rp300 juta, bahan setengah jadi atau barang yang tengah berada di proses produksi senilai Rp200 juta, dan persediaan Finished Goods atau barang jadi dan siap untuk dijual senilai Rp500 juta di awal tahun 2021.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Di tahun yang sama pula, perusahaan mulai membeli bahan baku senilai Rp800 juta dengan tambahan ongkos kirim senilai Rp80 juta. Selain itu, perusahaan juga mengeluarkan biaya tambahan sebagai biaya tenaga kerja dan perawatan mesin selama tahun 2021 senilai Rp150 juta.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Pada akhir tahun 2021, sisa penggunaan bahan baku perusahaan manufaktur tersebut adalah senilai Rp200 juta. Selain itu, ada juga sisa persediaan dalam proses senilai Rp100 juta dan sisa barang dari produk yang siap dijual senilai Rp300 juta.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Menurut data di atas, berapakah HPP dari perusahaan manufaktur tersebut?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #800000;\"><b>Jawab:<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Diketahui:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Persediaan Awal Bahan Baku = Rp300.000.000<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Persediaan Awal Barang dalam Proses Produksi = Rp200.000.000<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Persediaan Awal Barang Jadi = Rp500.000.000<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Pembelian Bahan Baku = Rp800.000.000<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Biaya Pengiriman = Rp80.000.0000<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Biaya Tenaga Kerja dan Perawatan Mesin = Rp150.000.000<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Persediaan Akhir Bahan Baku = Rp200.000.000<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Persediaan Akhir Barang dalam Proses Produksi = Rp100.000.000<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Persediaan Akhir Barang Jadi = Rp300.000.000<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Ditanya:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Nilai HPP perusahaan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Dijawab:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #800000;\"><b> Menghitung Bahan Baku yang digunakan<\/b><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Bahan Baku Yang Digunakan = Persediaan Awal Bahan Baku + Pembelian Bahan Baku \u2013 Persediaan Akhir Bahan Baku<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Bahan Baku Yang Digunakan = Rp300.000.000 + (Rp800.000.000 + Rp80.000.000) \u2013 Rp200.000.000<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Bahan Baku Yang Digunakan = Rp980.000.000<\/span><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><span style=\"color: #800000;\"><b> Menghitung Total Biaya Produksi<\/b><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Total Biaya Produksi = Bahan Baku yang digunakan + Biaya Tenaga Kerja Langsung + Biaya Overhead Produksi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Total biaya produksi = Rp980.000.000 + Rp150.000.000<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Total biaya produksi = Rp1.130.000.000<\/span><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><span style=\"color: #800000;\"><b> Menghitung Harga Pokok Produksi<\/b><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Harga Pokok Produksi = Total biaya produksi + Persediaan Awal Barang dalam Proses Produksi \u2013 Persediaan Akhir Barang dalam Proses Produksi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Harga Pokok Produksi = Rp1.130.000.000 + Rp200.000.000 \u2013 Rp100.000.000<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Harga Pokok Produksi = Rp1.230.000.000<\/span><\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><span style=\"color: #800000;\"><b> Menghitung Harga Pokok Penjualan<\/b><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">HPP = Harga Pokok Produksi + Persediaan Awal Barang Jadi \u2013 Persediaan Akhir Barang Jadi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">HPP = Rp1.150.000.000 + Rp500.000.000 \u2013 Rp300.000.000<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">HPP = Rp1.430.000.000<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Jadi, HPP perusahaan manufaktur tersebut adalah Rp1.430.000.000.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #800000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #800000;\">Demikian informasi mengenai rumus HPP (Harga Pokok Penjualan) dan cara menghitungnya. Semoga informasi berikut dapat bermanfaat bagi Sedulur yang sedang mempelajari bagaimana cara menentukan harga pokok penjualan pada usaha yang sedang dijalankan. Selamat belajar!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #800000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #800000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":24,"featured_media":72717,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[10258,10257,10256],"class_list":["post-72608","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-harga-pokok-penjualan","tag-hpp","tag-rumus-hpp"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Rumus HPP (Harga Pokok Penjualan) &amp; Cara Menghitungnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Cara menghitung Harga Pokok Penjualan dapat dilakukan dengan menggunakan rumus HPP. Berikut adalah penjelasan selengkapnya. Simak, yuk!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumus-hpp\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Rumus HPP (Harga Pokok Penjualan) &amp; Cara Menghitungnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cara menghitung Harga Pokok Penjualan dapat dilakukan dengan menggunakan rumus HPP. Berikut adalah penjelasan selengkapnya. Simak, yuk!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumus-hpp\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-09-14T14:30:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-09-14T02:42:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/5-6.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"850\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"450\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Belila Mega\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Belila Mega\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumus-hpp\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/5-6.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/5-6.webp\",\"width\":850,\"height\":450,\"caption\":\"rumus hpp\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumus-hpp\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumus-hpp\/\",\"name\":\"Rumus HPP (Harga Pokok Penjualan) & Cara Menghitungnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumus-hpp\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-09-14T14:30:31+00:00\",\"dateModified\":\"2022-09-14T02:42:17+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/be363d47d5673b325043e360b084311a\"},\"description\":\"Cara menghitung Harga Pokok Penjualan dapat dilakukan dengan menggunakan rumus HPP. Berikut adalah penjelasan selengkapnya. Simak, yuk!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumus-hpp\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumus-hpp\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumus-hpp\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Rumus HPP (Harga Pokok Penjualan) &#038; Cara Menghitungnya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/be363d47d5673b325043e360b084311a\",\"name\":\"Belila Mega\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bbceca0257647b7b2ca9148ae7ec1df4?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bbceca0257647b7b2ca9148ae7ec1df4?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Belila Mega\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Rumus HPP (Harga Pokok Penjualan) & Cara Menghitungnya","description":"Cara menghitung Harga Pokok Penjualan dapat dilakukan dengan menggunakan rumus HPP. Berikut adalah penjelasan selengkapnya. Simak, yuk!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumus-hpp\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Rumus HPP (Harga Pokok Penjualan) & Cara Menghitungnya","og_description":"Cara menghitung Harga Pokok Penjualan dapat dilakukan dengan menggunakan rumus HPP. Berikut adalah penjelasan selengkapnya. Simak, yuk!","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumus-hpp\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-09-14T14:30:31+00:00","article_modified_time":"2022-09-14T02:42:17+00:00","og_image":[{"width":850,"height":450,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/5-6.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Belila Mega","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Belila Mega","Est. reading time":"10 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumus-hpp\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/5-6.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/5-6.webp","width":850,"height":450,"caption":"rumus hpp"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumus-hpp\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumus-hpp\/","name":"Rumus HPP (Harga Pokok Penjualan) & Cara Menghitungnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumus-hpp\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-09-14T14:30:31+00:00","dateModified":"2022-09-14T02:42:17+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/be363d47d5673b325043e360b084311a"},"description":"Cara menghitung Harga Pokok Penjualan dapat dilakukan dengan menggunakan rumus HPP. Berikut adalah penjelasan selengkapnya. Simak, yuk!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumus-hpp\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumus-hpp\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumus-hpp\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Rumus HPP (Harga Pokok Penjualan) &#038; Cara Menghitungnya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/be363d47d5673b325043e360b084311a","name":"Belila Mega","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bbceca0257647b7b2ca9148ae7ec1df4?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bbceca0257647b7b2ca9148ae7ec1df4?s=96&d=mm&r=g","caption":"Belila Mega"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72608"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=72608"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72608\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":72720,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72608\/revisions\/72720"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/72717"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=72608"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=72608"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=72608"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}