{"id":72544,"date":"2022-09-13T19:00:56","date_gmt":"2022-09-13T12:00:56","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=72544"},"modified":"2022-09-13T17:22:47","modified_gmt":"2022-09-13T10:22:47","slug":"hari-raya-waisak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/hari-raya-waisak\/","title":{"rendered":"Sejarah Hari Raya Waisak Beserta Makna dan Tujuannya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Hari Raya Waisak merupakan salah satu hari penting bagi para penganut agama Buddha di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Tahun ini, perayaan Waisak dilaksanakan pada 16 Mei yang lalu. Terdapat makna penting bagi para penganut Buddha dalam hari raya ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Nah, dalam kesempatan kali ini, kita akan membahas bersama terkait sejarah, makna dan tujuan dari Hari Raya Waisak ini. Yuk, mari langsung kita mulai pembahasannya di bawah ini!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/hari-besar-agama-buddha\/\">3 Hari Besar Agama Buddha, Bukan Hanya Waisak. Sudah Tau?<\/a> <\/strong><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Apa itu Waisak?<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1070px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.genpi.co\/resize\/1080x720-100\/uploads\/news\/normal\/2019\/05\/19\/a1ff78f955178a9ec7bd4fa8698f8db8.webp\" alt=\"hari raya waisak\" width=\"1080\" height=\"720\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">GenPI<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebelum membahas lebih dalam tentang Hari Raya Waisak, tentu Sedulur harus tahu terlebih dahulu pengertian dari kata waisak itu sendiri. Berakar pada kata <em>waisakha<\/em> dari bahasa Sansekerta, hari ini dirayakan untuk peringatan kelahiran, pencerahan dan kematian sanga Buddha, Shiddharta Gautama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada dasarnya, Hari Raya Waisak adalah serangkaian ritual untuk menghargai sosok penting dalam agama Buddha yaitu Shiddarta Gautama. Lantas bagaimana sejarah hari besar ini?<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Sejarah Hari Raya Waisak di Indonesia<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1014px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/wahananews.co\/photo\/berita\/dir052022\/polres-magelang-siapkan-962-personel-untuk-amankan-perayaan-waisak_CMp9QnAVDG.\" alt=\"hari raya waisak\" width=\"1024\" height=\"576\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Wahana News Borobudur<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada awalnya, perayaan Waisak awalnya adalah bentuk perlawanan pada misi penyebaran agama Kristen yang dibawa pasukan kolonial. Awalnya di area tersebut hanya dirayakan Natal sebagai hari libur nasional. Kemudian Buddhist Defence Committee dibentuk untuk melakukan pengajuan ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Henry Steel Olcott yang merupakan teosofi Barat yang kemudian menjadi umat Buddha bersama umat dan tokoh Buddhis lain yang memperjuangkan pengakuan hari raya Waisak ini. Perayaan pertama diakui dan dilaksanakan secara nasional pertama kali pada 18 April 1885, sebagai semangat baru pemersatu umat Buddha di seluruh dunia.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Peringatain Waisak di negara lain<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/blue.kumparan.com\/image\/upload\/fl_progressive,fl_lossy,c_fill,q_auto:best,w_640\/v1621309719\/wwpmripsrfbvxtln6hge.jpg\" alt=\"hari raya waisak\" width=\"640\" height=\"426\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kumparan<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hari Raya Waisak adalah hari besar keagamaan umat Buddha yang ada di seluruh dunia. Agama Buddha sendiri menyebar secara masif dari asalnya India di Asia Selatan lalu ke daerah Asia Tenggara dan Asia Timur. Di beberapa negara lain, hari raya ini dirayakan dengan istilah yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Misal di India, Hari Waisak juga dikenal sebagai Visakah Puja atau Buddha Purnima. Di Tibet, Waisak disebut Saga Dawa. Di Malaysia dan Singapura disebut Vesak. Sedangkan di Thailand disebut Visakha Bucha.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hari Waisak biasanya dilakukan dengan pelayanan khusus dan berbuat kebaikan, seperti membagikan makanan atau sedekah kepada para bhikkhu (biksu) serta pelepasan burung penangkaran.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Peristiwa yang dirayakan<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/stmd-storage.s3.amazonaws.com\/media\/CACHE\/images\/images\/image_202205175299_4398\/dbd45e5e36ea47c12d12451d5eec3025.webp\" alt=\"hari raya waisak\" width=\"710\" height=\"473\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Riau Pagi<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hari Raya Waisak merupakan hari besar agama Buddha. Waisak biasanya diperingati saat purnama sidhi atau terang bulan, untuk memperingati tiga peristiwa penting yang berkaitan dengan sejarah hidup Sang Buddha itu sendiri. Tiga peristiwa penting tersebut adalah:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Lahirnya Siddharta pada tahun 623 Sebelum Masehi, di taman Lumbini, Nepal pada bulan purnama, di bulan Waisak.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Calon Buddha mencapai penerangan sempurna di Bodhgaya, India tahun 588 Sebelum Masehi pada usia 35 tahun, pada bulan purnama, di bulan Waisak.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Buddha meninggal dunia pada usia 80 tahun di Kusinagar, India pada bulan purnama, di bulan Waisak, tahun 543 SM.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Perayaan Waisak di Indonesia<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 968px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.ngopibareng.id\/images\/uploads\/2021\/2021-05-26\/ibadah-waisak-diminta-ikuti-protokol-kesehatan-2--thumbnail-475.webp\" alt=\"hari raya waisak\" width=\"978\" height=\"551\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Ngopi Bareng<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hari Raya Waisak merupakan hari raya agama Buddha. Di Indonesia sendiri, umat Buddha merayakan Waisak di kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Berdasarkan Keputusan Presiden Indonesia Nomor 3 tahun 1983 tertanggal 19 Januari 1983, hari besar ini merupakan hari libur nasional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bagi umat Buddha Indonesia, ritual perayaan yang dilakukan saat hari raya ini adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pengambilan air berkat dari mata air (umbul) Jumprit di Kabupaten Temanggung dan penyalaan obor menggunakan sumber api abadi Mrapen, Kabupaten Grobogan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Ritual &#8220;Pindapatta&#8221;, suatu ritual pemberian dana makanan kepada para bhikkhu\/biksu oleh masyarakat (umat) untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan kebajikan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Samadhi pada detik-detik puncak bulan purnama. Penentuan bulan purnama ini adalah berdasarkan perhitungan falak, sehingga puncak purnama dapat terjadi pada siang hari.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Perayaan pun akan dimeriahkan dengan beberapa kegiatan pendukung yang tidak mengurangi rasa khidmat, seperti pradaksina, pawai dan acara kesenian lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/cap-go-meh\/\">Mengenal Perayaan Cap Go Meh dan Fakta Menariknya<\/a> <\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Adapun pemaknaan Hari Raya Waisak diperingati oleh umat beragama Buddha di Indonesia dan seluruh dunia terdiri dari bebeberapa makna penting. Berikut ini daftar pemaknaan yang dimaksud, yaitu:<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">1. Kelahiran Sang Buddha<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1270px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/headtopics.com\/images\/2022\/5\/16\/soloposdotcom\/ratusan-umat-buddha-peringati-detik-detik-waisak-di-candi-sewu-klaten-1526141681497583617.webp\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"853\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Head Topics<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pemaknaan pertama jelas sebagai perayaan atas kelahiran Shiddarta Gautama sebagai Sang Buddha yang mencerahkan. Dari tiga peristiwa penting, salah satunya adalah kelahiran Shiddarta pada bulan purnama di antara bulan Mei, April atau awal Juni.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kelahiran Sang Buddha terjadi pada tahun 623 SM di Taman Lumbini yang terletak di Kapilavastu, perbatasan antara Nepla dan India. Shiddarta lahir dari rahim seorang Ratu bernama Mayadevi. Taman Lumbini diresmikan sebagai salah satu Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada 1997.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">2. Sang Buddha mendapat penerangan sempurna<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1014px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/wahananews.co\/photo\/berita\/dir052022\/altar-di-pelantaran-candi-borobudur-mulai-dibangun-jelang-waisak_opTmLUbsYR.\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"621\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Wahana News Borobudur<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pemaknaan kedua terkait peristiwa Shiddarta mencapai penerangan sempurna di Bodhgaya, India tahun 588 Sebelum Masehi pada usia 35 tahun, pada bulan purnama, di bulan Waisak. Penerangan sempurna ini didapatkan dari serangkaian proses yang meditatif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah melakukan pertapaan di Pohon Bodhgaya, yang terletak di sebuah kota kecil di India. Kota tersebut bernama Bihar.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">3. Memperingati kematian Sang Buddha<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 790px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/res.cloudinary.com\/sisternet-co-id\/image\/upload\/v1588336695\/article\/ghbmzwdnb87kez4lyfvu.webp\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"500\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Sisternet<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pemaknaan selanjutnya sebagai peringatan atas kematian Sang Buddha, pada usia 80 tahun yang terjadi pada tahun 543 SM. Sang Buddha wafat di Kusinara, yang kini disebut sebagai Kushinagar, sebuah kota di negara bagian Uttar Pradesh, India.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di kota Kushinagar ini terdapat pusat ziarah Buddhis internasional yang selalu ramai dikunjungi, baik untuk keperluan ziarah maupun wisata.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">4. Pemaknaan tentang berbuat Kebajikan<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-8yM7TL9x4eI\/Xdf4w6oaGPI\/AAAAAAAACAA\/Y-O1ImzhD3sLRKd9lw1xJFn4_0tyCnHggCLcBGAsYHQ\/s1600-rw\/Tour%2BReligi%2BSpiritual%2Bdi%2BBangkok%2BThailand%252C%2Bkeindahan%2Bdan%2Bkedamaian%2Bhidup%2BAgama%2BBuddha.jpg\" alt=\"\" width=\"1600\" height=\"1067\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">HUKUM Hukum<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di Indonesia sendiri, sebagaimana Sedulur dapat lihat dari ritual pelaksanaannya, terdapat ritual \u2018Pindaptta\u2019, yang merupakan ritual pemaknaan tentang berbuat kebajikan. Ritual ini juga merupakan pemaknaan yang banyak dinantikan oleh umat Buddha di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ritual ini dianggap sebagai kesempatan bagi umat Buddha atau masyarakat umum untuk berbuat kebajikan. Mereka bisa memberi dana atau makanan kepada para biksu atau biksuni saat perayaan Trisuci Waisak.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">5. Menyucikan diri dan menyempurnakan ibadah<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/st3.depositphotos.com\/16039118\/18507\/i\/450\/depositphotos_185071484-stock-photo-buddha-statue-double-exposure-bo.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Deposit Photos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pemaknaan terakhir sebagai sebuah usaha untuk menyucikan diri dan menyempurnakan ibadah. Hal ini dilakukan dengan ritual \u2019Pradaksina\u2019. Ritual yang berjalan mengelilingi tempat suci. Ritual ini dilakukan di dua tempat, Candi Borobudur dan Candi Mendut yang sama-sama berlokasi di Kabupaten Magelang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pradaksina berasal dari kata \u201cdaksina\u201d yang bermakna dari timur. Ritual Pradaksina dilakukan mulai dari timur lalu bergerak ke selatan, mengikuti arah perputaran matahari. Sementara posisi candi harus di sisi kanan umat Budhha.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Para biksu biasanya melakukan Pradaksina tujuh kali, sambil membawa air berkah. Pradaksina menyimpan makna tentang penyucian diri dan penyempurnaan ibadah. Umat Budhha melakukannya sambil membaca doa dengan khusyuk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA:<a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/candi-borobudur\/\"> Sejarah Candi Borobudur Beserta Fungsi dan Fakta Uniknya<\/a> <\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain hari raya besar ini, terdapat hari raya yang juga dirayakan oleh umat Buddha. Hari raya tersebut adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Hari Raya Magha: Magha atau Magha Puja merupakan hari raya dalam bentuk upacara keagamaan. Dinamakan upacara Magha karena terjadi pada bulan Magha. Upacara peringatan tersebut biasanya dirayakan pada bulan purnama di bulan Februari sampai Maret.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Hari Raya Asadha: Asadha atau Asadha Puja merupakan hari raya yang oleh penganut Buddha aliran Theravada. Hari besar agama Buddha beserta tanggalnya yang satu ini berlangsung pada bulan Juli, dalam momentum hari bulan purnama ke 8 dalam penanggalan lunar. Hari raya ini diperingati untuk peristiwa penting saat sang Buddha Gautama menyampaikan khotbah pertamanya sebagai \u201cdia yang tercerahkan\u201d.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Nah itulah sejarah Hari Raya Waisak berserta dengan makna dan tujuan pelaksanaannya. Semoga penjelasan di atas menambah wawasan Sedulur, terutama terkait pemahaman agama. Agar toleransi umat beragama di Indonesia lebih harmonis dan memberikan keindahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? <strong>Aplikasi Super<\/strong> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar.<\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <strong>Aplikasi Super<\/strong>. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":13,"featured_media":72545,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[10246,10247,10245],"class_list":["post-72544","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-hari-raya-waisak","tag-sejarah-waisak","tag-waisak"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sejarah Hari Raya Waisak Beserta Makna dan Tujuannya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apakah Sedulur tahu tentang sejarah dan makna Hari Raya Waisak bagi umat Buddha? Jika belum, yuk kita pelajari bersama di bawah ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/hari-raya-waisak\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sejarah Hari Raya Waisak Beserta Makna dan Tujuannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apakah Sedulur tahu tentang sejarah dan makna Hari Raya Waisak bagi umat Buddha? Jika belum, yuk kita pelajari bersama di bawah ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/hari-raya-waisak\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-09-13T12:00:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-09-13T10:22:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/12-4.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"850\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"450\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Azmil R. Noel Hakim\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Azmil R. Noel Hakim\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/hari-raya-waisak\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/12-4.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/12-4.webp\",\"width\":850,\"height\":450,\"caption\":\"hari raya waisak\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/hari-raya-waisak\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/hari-raya-waisak\/\",\"name\":\"Sejarah Hari Raya Waisak Beserta Makna dan Tujuannya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/hari-raya-waisak\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-09-13T12:00:56+00:00\",\"dateModified\":\"2022-09-13T10:22:47+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62\"},\"description\":\"Apakah Sedulur tahu tentang sejarah dan makna Hari Raya Waisak bagi umat Buddha? Jika belum, yuk kita pelajari bersama di bawah ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/hari-raya-waisak\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/hari-raya-waisak\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/hari-raya-waisak\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sejarah Hari Raya Waisak Beserta Makna dan Tujuannya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62\",\"name\":\"Azmil R. Noel Hakim\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Azmil R. Noel Hakim\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sejarah Hari Raya Waisak Beserta Makna dan Tujuannya","description":"Apakah Sedulur tahu tentang sejarah dan makna Hari Raya Waisak bagi umat Buddha? Jika belum, yuk kita pelajari bersama di bawah ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/hari-raya-waisak\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sejarah Hari Raya Waisak Beserta Makna dan Tujuannya","og_description":"Apakah Sedulur tahu tentang sejarah dan makna Hari Raya Waisak bagi umat Buddha? Jika belum, yuk kita pelajari bersama di bawah ini!","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/hari-raya-waisak\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-09-13T12:00:56+00:00","article_modified_time":"2022-09-13T10:22:47+00:00","og_image":[{"width":850,"height":450,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/12-4.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Azmil R. Noel Hakim","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Azmil R. Noel Hakim","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/hari-raya-waisak\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/12-4.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/12-4.webp","width":850,"height":450,"caption":"hari raya waisak"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/hari-raya-waisak\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/hari-raya-waisak\/","name":"Sejarah Hari Raya Waisak Beserta Makna dan Tujuannya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/hari-raya-waisak\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-09-13T12:00:56+00:00","dateModified":"2022-09-13T10:22:47+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62"},"description":"Apakah Sedulur tahu tentang sejarah dan makna Hari Raya Waisak bagi umat Buddha? Jika belum, yuk kita pelajari bersama di bawah ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/hari-raya-waisak\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/hari-raya-waisak\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/hari-raya-waisak\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sejarah Hari Raya Waisak Beserta Makna dan Tujuannya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62","name":"Azmil R. Noel Hakim","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g","caption":"Azmil R. Noel Hakim"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72544"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=72544"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72544\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":72679,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72544\/revisions\/72679"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/72545"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=72544"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=72544"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=72544"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}