{"id":72387,"date":"2022-09-13T21:00:17","date_gmt":"2022-09-13T14:00:17","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=72387"},"modified":"2022-09-13T09:15:07","modified_gmt":"2022-09-13T02:15:07","slug":"spok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/spok\/","title":{"rendered":"Struktur Kalimat SPOK dan Cara Menganalisisnya dalam Kalimat"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Apakah Sedulur sudah tahu bagaimana struktur kalimat yang benar dalam bahasa Indonesia? Secara umum, struktur kalimat dalam bahasa Indonesia terdiri atas subjek (S), predikat (P), objek (O), dan keterangan (K) atau biasa disingkat sebagai SPOK. Namun keempat unsur tersebut tidak mutlak semua harus ada dalam sebuah kalimat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lantas, bagaimana struktur kalimat yang padu? serta apa peran unsur SPOK dalam kalimat? Untuk mengetahui jawabannya, yuk, kita simak penjelasan selengkapnya berikut ini.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/penggunaan-kata-di\/\">Penggunaan Kata di yang Benar Sesuai Bahasa Indonesia<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Struktur inti kalimat bahasa Indonesia<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_72388\" aria-describedby=\"caption-attachment-72388\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-72388\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/SPOK-freepik-1-626x405.webp\" alt=\"spok\" width=\"626\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-72388\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebelum mencari tahu apa itu SPOK, ada baiknya Sedulur memahami terlebih dahulu tentang struktur kalimat dalam bahasa Indonesia. Dikutip dari modul Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia: Kalimat terbitan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbud, struktur inti kalimat bahasa Indonesia ragam tulis hanya berupa subjek (S) dan predikat (P). Struktur tersebut kemudian dapat diperluas menjadi beberapa tipe kalimat dasar. Misalnya dengan ditambah objek (O), pelengkap (Pel), dan keterangan (K).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sehingga dapat dinyatakan bahwa struktur kalimat bahasa Indonesia secara umum adalah subjek + predikat yang kemudian dapat ditambah dengan objek, pelengkap, dan keterangan atau bisa dituliskan S + P + (O + Pel + K). Akan tetapi, struktur yang paling umum dijumpai dalam penggunaan bahasa sehari-hari adalah subjek + predikat + objek + keterangan alias SPOK. Untuk itu, penting bagi Sedulur untuk memahami apa itu SPOK.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/frasa-adalah\/\">Pengertian Frasa Beserta Jenis-Jenisnya &amp; Contohnya<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">SPOK adalah<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_72389\" aria-describedby=\"caption-attachment-72389\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-72389\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/spok-2-626x405.webp\" alt=\"spok\" width=\"626\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-72389\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Telah dipaparkan sebelumnya bahwa SPOK singkatan dari subjek (S), predikat (P), objek (O), dan keterangan (K). Adapun SPOK dalam bahasa English umum dikenal sebagai subject, predicate, object, dan adverb. Sementara, berikut adalah penjelasan untuk masing-masing unsur.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Subjek (S)<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Subjek merupakan salah satu unsur dalam kalimat yang merupakan bagian dari pokok kalimat. Subjek dapat berupa kata benda (nomina), kelompok kata benda (frasa nominal), ataupun klausa. Selain itu subjek juga memiliki ciri dapat menjadi jawaban untuk kata tanya &#8220;siapa&#8221; dan &#8220;apa.&#8221; Oleh karenanya, anggapan bahwa subjek selalu berupa orang adalah tidak tepat.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Contoh subjek:<\/span><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Arya pergi ke Bandung. (Arya = subjek = nomina)<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Gunung Krakatau meletus pada tahun 1825. (Gunung Krakatau = subjek = frasa nominal)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Predikat (P)<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Fungsi dalam kalimat yang berikutnya adalah predikat, yang merupakan bagian klausa yang menjadi unsur utama di dalam sebuah kalimat. Dalam bahasa Indonesia, predikat dapat berupa kata kerja (verba), kelompok kata kerja (frasa verbal), kata sifat (adjektiva), kelompok kata sifat (frasa adjektival), kata benda (nomina), dan kelompok kata benda (frasa nominal). Adapun umumnya predikat diletakkan setelah subjek. Selain itu, predikat yang berupa kata kerja atau kata sifat, dapat diingkarkan dengan menggunakan kata tidak. Sementara jika predikat berupa kata benda, dapat diingkarkan dengan kata bukan.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Berikut contoh predikat.<\/span><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Ambar menyiram tanaman. (menyiram = predikat = verba)<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Pak Randi sedang mengajar matematika. (sedang mengajar = predikat = frasa verbal)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Objek (O)<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Fungsi yang ketiga adalah objek, yang biasanya berupa kata benda (nomina), frasa kata benda (frasa nominal), atau klausa. Kehadiran fungsi objek di dalam kalimat bergantung pada jenis predikatnya. Umumnya, objek hanya mendampingi predikat yang berupa kata kerja transitif atau verba transitif.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Berikut contohnya.<\/span><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Jaksa menghadirkan saksi. (saksi = objek = nomina)<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Para saksi mengatakan bahwa semua pengakuan yang dibuatnya dilakukan karena tekanan aparat. (bahwa semua pengakuan yang dibuatnya dilakukan karena tekanan aparat = objek = klausa)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan kedua contoh di atas, dapat dipahami bahwa predikat menghadirkan dan mengatakan merupakan verba transitif. Dengan begitu, kehadiran objek adalah wajib agar kalimat menjadi berterima secara gramatikal.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Keterangan (K)<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kepanjangan SPOK adalah subjek, predikat, objek, dan keterangan. Unsur yang keempat yaitu keterangan merupakan unsur kalimat yang umumnya bersifat tidak wajib atau opsional. Sebab, ketika keterangan dihilangkan, umumnya kalimat akan tetap berterima secara gramatikal. Keterangan sendiri dapat berupa nomina, frasa nomina, frasa numeral, frasa preposisional, dan adverbia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Keterangan dapat menjadi unsur wajib apabila merupakan bagian dari predikat. Sementara, jika bukan merupakan bagian dari predikat, kehadiran unsur keterangan adalah tidak wajib.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Contohnya adalah sebagai berikut.<\/span><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Dia menandatangani surat bermaterai itu dengan terpaksa. (dengan terpaksa = keterangan)<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Dia menandatangani surat bermaterai itu.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Raja Buton pertama berasal dari Majapahit. (dari Majapahit = keterangan)<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Raja Buton pertama berasal. (kalimat tidak berterima)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dari contoh di atas dapat diketahui bahwa keterangan &#8220;dengan terpaksa&#8221; tidak wajib hadir dalam kalimat. Sementara &#8220;dari Majapahit&#8221; pada kalimat &#8220;Raja Buton pertama berasal dari Majapahit&#8221; wajib hadir.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/contoh-konotasi\/\">Contoh Kalimat Konotasi Beserta Makna, Ciri, Perbedaanya<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Ragam struktur kalimat SPOK dan contohnya<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_72391\" aria-describedby=\"caption-attachment-72391\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-72391\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/SPOK-3-626x405.webp\" alt=\"spok\" width=\"626\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-72391\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Telah diketahui bersama bahwa SPOK artinya subjek, predikat, objek, dan keterangan yang merupakan unsur pembentuk kalimat. Meski demikian, struktur inti dari sebuah kalimat dasar adalah subjek dan predikat. Hal ini menunjukkan bahwa kalimat yang hanya terdiri atas subjek dan predikat dapat berterima secara gramatikal bahasa Indonesia. Di samping itu, Sedulur juga bisa membuat kalimat dengan unsur subjek + predikat + objek maupun subjek + predikat + objek + keterangan. Namun sebelum mencoba membuatnya sendiri, berikut ini telah dirangkum contoh-contoh kalimat dalam bahasa Indonesia.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">SP<\/span><\/h2>\n<ol>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Andre sedang mandi. (Andre = subjek, sedang mandi = predikat)<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Adik menangis. (Adik = subjek, menangis = predikat)<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">SPO<\/span><\/h2>\n<ol>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Marina sedang makan es krim. (Marina = subjek, sedang makan = predikat, es krim = objek)<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Ayah minum kopi. (Ayah = subjek, minum = predikat, kopi = objek)<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Anggit membeli permen. (Anggit = subjek, membeli = predikat, permen = objek)<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">SPOK<\/span><\/h2>\n<ol>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Ibu membeli obat di apotek. (Ibu = subjek, membeli = predikat, obat = objek, di apotek = keterangan)<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Angel membuang sampah di keranjang sampah. (Angel = subjek, membuang = predikat, sampah = objek, di keranjang sampah = keterangan)<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Adik mengikuti imunisasi di sekolah. (Adik = subjek, mengikuti = predikat, imunisasi = objek, di sekolah = keterangan)<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Ayah membeli buku untuk adik. (Ayah = subjek, membeli = predikat, buku = objek, untuk adik = keterangan)<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Tono memakan semua makanan yang tersisa di meja makan. (Tono = subjek, memakan = predikat, semua makanan yang tersisa = objek, di meja makan = keterangan)<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/daftar-pustaka-jurnal\/\">Cara Menulis Daftar Pustaka Jurnal yang Benar Secara Otomatis<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Cara menganalisis SPOK dalam kalimat<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_72390\" aria-describedby=\"caption-attachment-72390\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-72390\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/SPOK-4-626x405.webp\" alt=\"spok\" width=\"626\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-72390\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah memahami apa itu SPOK, Sedulur juga perlu mengetahui bagaimana cara menganalisis unsur-unsur tersebut di dalam sebuah kalimat. Sebab, analisis ini dapat membantu untuk mengetahui apakah sebuah kalimat sudah sesuai secara gramatikal atau belum. Adapun sebuah kalimat dapat diuraikan berdasarkan kategori, fungsi, dan peran. Apa itu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Analisis kategori artinya menguraikan kalimat berdasarkan kelas kata dari setiap unsur yang menyusun sebuah kalimat. Kelas kata sendiri dapat berupa nomina, verba, adjektiva, dan sebagainya. Analisis fungsi menguraikan kalimat berdasarkan subjek, predikat, objek, dan keterangan atau SPOK. Terakhir, analisis peran adalah menguraikan kalimat berdasarkan makna dari unsur-unsur pembentuknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berikut contoh analisis kalimat sebagaimana dikutip dari modul Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia: Kalimat terbitan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbud.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Anggita menghadiahi adik iparnya buku bacaan.<\/span><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Analisis kategori<\/strong>: Anggita &#8211; nomina, menghadiahi &#8211; verba, adik iparnya &#8211; frasa nominal, buku bacaan &#8211; frasa nominal.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Analisis fungsi<\/strong>: Anggita &#8211; subjek, menghadiahi &#8211; predikat, adik iparnya &#8211; objek, buku bacaan &#8211; keterangan.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Analisis peran<\/strong>: Anggita &#8211; pelaku, menghadiahi &#8211; transitif, adik iparnya &#8211; penderita, buku bacaan &#8211; sarana.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demikian tadi pembahasan tentang SPOK kalimat bahasa Indonesia. Dapat dipahami bahwa SPOK merupakan singkatan dari subjek, predikat, objek, dan keterangan yang menjadi unsur dalam kalimat. Selain itu, telah dipaparkan pula ragam pola kalimat dalam bahasa Indonesia beserta contohnya. Semoga penjelasan ini dapat membantu Sedulur memahami tentang SPOK, ya!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mau belanja bulanan nggak pakai ribet?<\/span><\/i><b><i> Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":28,"featured_media":72396,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[5317,10226],"class_list":["post-72387","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-bahasa-indonesia","tag-spok"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Struktur Kalimat SPOK dan Cara Menganalisisnya dalam Kalimat<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Struktur kalimat dalam bahasa Indonesia terdiri atas subjek, predikat, objek, dan keterangan atau biasa disingkat sebagai SPOK.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/spok\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Struktur Kalimat SPOK dan Cara Menganalisisnya dalam Kalimat\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Struktur kalimat dalam bahasa Indonesia terdiri atas subjek, predikat, objek, dan keterangan atau biasa disingkat sebagai SPOK.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/spok\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-09-13T14:00:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-09-13T02:15:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/6-6.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"850\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"450\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Clarissa Fauzany\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Clarissa Fauzany\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/spok\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/6-6.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/6-6.webp\",\"width\":850,\"height\":450,\"caption\":\"spok\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/spok\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/spok\/\",\"name\":\"Struktur Kalimat SPOK dan Cara Menganalisisnya dalam Kalimat\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/spok\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-09-13T14:00:17+00:00\",\"dateModified\":\"2022-09-13T02:15:07+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315\"},\"description\":\"Struktur kalimat dalam bahasa Indonesia terdiri atas subjek, predikat, objek, dan keterangan atau biasa disingkat sebagai SPOK.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/spok\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/spok\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/spok\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Struktur Kalimat SPOK dan Cara Menganalisisnya dalam Kalimat\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315\",\"name\":\"Clarissa Fauzany\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Clarissa Fauzany\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Struktur Kalimat SPOK dan Cara Menganalisisnya dalam Kalimat","description":"Struktur kalimat dalam bahasa Indonesia terdiri atas subjek, predikat, objek, dan keterangan atau biasa disingkat sebagai SPOK.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/spok\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Struktur Kalimat SPOK dan Cara Menganalisisnya dalam Kalimat","og_description":"Struktur kalimat dalam bahasa Indonesia terdiri atas subjek, predikat, objek, dan keterangan atau biasa disingkat sebagai SPOK.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/spok\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-09-13T14:00:17+00:00","article_modified_time":"2022-09-13T02:15:07+00:00","og_image":[{"width":850,"height":450,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/6-6.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Clarissa Fauzany","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Clarissa Fauzany","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/spok\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/6-6.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/6-6.webp","width":850,"height":450,"caption":"spok"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/spok\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/spok\/","name":"Struktur Kalimat SPOK dan Cara Menganalisisnya dalam Kalimat","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/spok\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-09-13T14:00:17+00:00","dateModified":"2022-09-13T02:15:07+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315"},"description":"Struktur kalimat dalam bahasa Indonesia terdiri atas subjek, predikat, objek, dan keterangan atau biasa disingkat sebagai SPOK.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/spok\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/spok\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/spok\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Struktur Kalimat SPOK dan Cara Menganalisisnya dalam Kalimat"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315","name":"Clarissa Fauzany","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g","caption":"Clarissa Fauzany"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72387"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=72387"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72387\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":72397,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72387\/revisions\/72397"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/72396"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=72387"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=72387"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=72387"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}