{"id":70979,"date":"2022-09-01T18:00:42","date_gmt":"2022-09-01T11:00:42","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=70979"},"modified":"2022-09-01T14:41:05","modified_gmt":"2022-09-01T07:41:05","slug":"zaman-logam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/zaman-logam\/","title":{"rendered":"Zaman Logam: Sejarah, Peninggalan &#038; Hasil Kebudayaannya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Zaman logam merupakan salah satu periode pada masa prasejarah. Diketahui, periodisasi zaman sebelum manusia mengenal tulisan dibagi menjadi dua, yaitu zaman batu dan zaman logam. Pembagian ini didasarkan pada arkeologi atau peninggalan hasil kebudayaan manusia di masa itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sementara itu, zaman logam ditandai dengan penggunaan logam sebagai bahan untuk membuat beraneka perkakas dan peralatan. Berdasarkan hal tersebut, para ahli arkeologi berpendapat bahwa kehidupan manusia telah mengalami kemajuan pada masa ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Nah, apakah Sedulur penasaran bagaimana kehidupan manusia pada zaman logam? Berikut sudah dirangkum informasi selengkapnya termasuk tentang peninggalan zaman logam dan fungsinya. Simak sampai habis, ya!<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/megalitikum\/\">Zaman Megalitikum: Pengertian, Ciri, Sejarah &amp; Peninggalannya<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Mengenal sejarah zaman logam<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_71035\" aria-describedby=\"caption-attachment-71035\" style=\"width: 620px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-71035\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/zaman-logal-organisasi.webp\" alt=\"zaman logam\" width=\"630\" height=\"380\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/zaman-logal-organisasi.webp 630w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/zaman-logal-organisasi-495x300.webp 495w\" sizes=\"(max-width: 630px) 100vw, 630px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-71035\" class=\"wp-caption-text\">Organisasi<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebelumnya sudah disampaikan, zaman logam merupakan salah satu periode dari zaman prasejarah. Sekadar informasi, zaman prasejarah adalah zaman ketika orang belum mengenal sejarah atau zaman sebelum sejarah. Zaman logam sendiri diperkirakan dimulai pada 3000 SM (sebelum Masehi) dan menjadi periode akhir dari zaman prasejarah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dikutip dari Modul Sejarah Indonesia X Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kehidupan manusia pada zaman logam mengalami kemajuan dibandingkan dengan periode prasejarah sebelumnya. Sebab pada masa ini, manusia tidak hanya membuat peralatan dari batu, namun telah mengembangkan keterampilannya untuk membuat berbagai alat dari logam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Zaman logam sendiri juga dikenal sebagai zaman perundagian. Nama lain zaman logam ini berasal dari kata &#8220;undagi&#8221; yang memiliki arti seseorang yang ahli atau terampil dalam suatu bidang tertentu. Misalnya pada masa ini lahir orang-orang yang terampil dalam membuat perkakas dari logam.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/mesolitikum\/\">Zaman Mesolitikum: Kebudayaan, Ciri-Ciri dan Peninggalannya<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Ciri-ciri zaman logam<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_71039\" aria-describedby=\"caption-attachment-71039\" style=\"width: 710px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-71039\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/zaman-logam-insan-pelajar-720x405.webp\" alt=\"zaman logam\" width=\"720\" height=\"405\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/zaman-logam-insan-pelajar-720x405.webp 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/zaman-logam-insan-pelajar-800x450.webp 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/zaman-logam-insan-pelajar-444x250.webp 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/zaman-logam-insan-pelajar-600x337.webp 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/zaman-logam-insan-pelajar-285x160.webp 285w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-71039\" class=\"wp-caption-text\">Insan Pelajar<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan penjelasan soal pengertian dan sejarah zaman logam, dapat diuraikan ciri-ciri kehidupan manusia pada masa itu sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Manusia mulai membuat perkakas atau peralatan dari logam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.<\/strong> Hal ini terjadi seiring dengan berkembangnya kebutuhan hidup manusia yang berdampak pada dibutuhkannya peralatan yang semakin kompleks.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Manusia hidup secara menetap dan berkelompok di suatu daerah hingga membentuk kampung dan desa.<\/strong> Mereka juga telah mengenal sistem pemilihan pemimpin kelompok melalui jalan musyawarah. Singkatnya kehidupan sosial di masa ini sudah semakin teratur.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Telah mengenal perdagangan dengan memanfaatkan sistem barter.<\/strong> Umumnya barang yang digunakan merupakan barang yang dianggap berharga, seperti perhiasan dan peralatan seperti nekara yang terbuat dari perunggu.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Sistem pertanian semakin maju.<\/strong> Manusia kala itu tidak hanya mampu bercocok tanam namun juga dapat mengolah sawah. Hasil panen dari pertanian tersebut kemudian digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup di samping juga diperdagangkan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/paleolitikum\/\">Zaman Paleolitikum: Pengertian, Ciri-Ciri, Hasil Kebudayaannya<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Pembagian zaman logam<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_71038\" aria-describedby=\"caption-attachment-71038\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-71038\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/zaman-logam-kumparan-640x405.webp\" alt=\"zaman logam\" width=\"640\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-71038\" class=\"wp-caption-text\">Kumparan<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Zaman prasejarah zaman logam di Indonesia juga umum dikenal sebagai zaman perunggu. Hal ini berkaitan dengan banyak ditemukannya perkakas dari perunggu. Sementara itu, menurut perkembangannya, zaman logam yang menandai berakhirnya zaman batu ini terbagi menjadi tiga periode.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ketiga periode tersebut meliputi zaman tembaga, zaman perunggu, dan zaman besi. Namun menurut para ahli sejarah dan arkeologi, manusia prasejarah di Indonesia tidak mengalami zaman tembaga. Adapun berikut adalah penjelasan tentang periodisasi zaman logam selengkapnya.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">1. Zaman tembaga<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Zaman tembaga merupakan periode pertama di mana manusia mulai mengenal logam sebagai bahan untuk membuat peralatan sehari-hari. Namun para ahli menyebut tidak ditemukan peninggalan dari zaman tembaga di Indonesia. Oleh karenanya disimpulkan bahwa Indonesia tidak mengalami periode prasejarah satu ini. Sementara beberapa negara yang mengalami zaman tembaga di antaranya adalah Malaysia, Thailand, Kamboja, dan Vietnam.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">2. Zaman perunggu<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Periode berikutnya adalah zaman perunggu. Sesuai dengan namanya, pada periode ini manusia membuat berbagai peralatan berbahan perunggu yang merupakan jenis logam dari campuran tembaga dan timah putih. Umumnya, campuran tembaga dan timah menggunakan skala 3:10 untuk menghasilkan logam perunggu yang lebih keras.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Peralatan perunggu yang dibuat masyarakat kala itu terbagi menjadi dua, yaitu peralatan untuk keperluan sehari-hari dan peralatan untuk ritual pemujaan roh nenek moyang. Adapun beberapa peninggalan zaman perunggu di Indonesia adalah nekara, kapak corong, dan bejana perunggu.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">3. Zaman besi<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Periode zaman logam yang terakhir adalah zaman besi. Penemuan berbagai peralatan yang terbuat dari besi sekaligus menunjukkan bahwa saat itu manusia telah memiliki keterampilan untuk melebur biji besi. Sekadar informasi, peleburan besi lebih sulit jika dibandingkan dengan peleburan tembaga dan perunggu lantaran membutuhkan panas yang sangat tinggi, yakni sekitar 3.500 derajat Celcius.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Peninggalan zaman besi di Indonesia didominasi oleh alat untuk mendukung kebutuhan sehari-hari. Di antaranya yaitu kapak, pisau, sabit, pedang, dan cangkul.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/neolitikum\/\">Zaman Neolitikum: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Peninggalannya<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Teknik pembuatan alat logam<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_71037\" aria-describedby=\"caption-attachment-71037\" style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-71037\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/zaman-prasejarah-museum-nusantara.webp\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"300\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-71037\" class=\"wp-caption-text\">Museum Nusantara<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Secara umum, ada dua teknik pembuatan peralatan pada zaman logam, yaitu teknik <em>bivalve<\/em> dengan cetakan batu atau disebut teknik dua setangkup dan teknik <em>a cire perdue<\/em> yang menggunakan cetakan tanah liat dan lilin. Teknik a cire perdue juga dikenal sebagai teknik cetak tuang. Untuk lebih jelasnya, berikut uraian tentang langkah-langkah pembuatan alat logam dengan kedua teknik tersebut.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">1. Teknik bivalve<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Teknik <em>bivalve<\/em> atau teknik dua setangkup merupakan cara pembuatan peralatan logam menggunakan cetakan dengan model yang ditangkupkan. Hal ini membuat benda logam yang dihasilkan memiliki rongga di dalamnya. Namun kelebihan teknik ini adalah cetakannya dapat digunakan berulang kali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Adapun langkah pembuatan alat dengan teknik <em>bivalve<\/em> adalah sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Pertama, proses pembuatan alat dimulai dengan membuat cetakan model.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Kemudian, logam yang sudah dicairkan atau dileburkan dituangkan ke dalam cetakan.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Cetakan lalu ditangkupkan dan biarkan hingga logam dingin.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Terakhir cetakan dibuka dan benda logam dapat dilepaskan dari cetakan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">2. Teknik a Cire Perdue<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Teknik berikutnya yaitu <em>a cire perdue<\/em> atau cetak tuang. Jika dibandingkan dengan teknik <em>bivalve<\/em>, teknik cetak tuang akan menghasilkan benda dengan detail yang lebih sempurna. Sayangnya cetakan pada teknik ini hanya dapat digunakan satu kali. <\/span><span style=\"color: #000000;\">Sementara proses pembuatan alat logam dengan teknik <em>a cire perdue<\/em> meliputi langkah-langkah berikut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Pertama adalah membuat cetakan model menggunakan lilin yang kemudian dilapisi dengan tanah liat.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Setelah tanah liat mengeras, kemudian dipanaskan dengan api sehingga lilin mencair.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Berikutnya cairan logam dimasukkan ke dalam cetakan dan dibiarkan hingga dingin.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Cetakan tanah liat kemudian dipecahkan untuk melepas alat yang dibuat.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pithecanthropus-erectus\/\">Pithecanthropus Erectus: Sejarah, Penemuan &amp; Kontroversinya\u00a0\u00a0<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Peninggalan zaman logam di Indonesia<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_71036\" aria-describedby=\"caption-attachment-71036\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-71036\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/zaman-perunggu-BBC.webp\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"360\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/zaman-perunggu-BBC.webp 640w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/zaman-perunggu-BBC-444x250.webp 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/zaman-perunggu-BBC-600x337.webp 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/zaman-perunggu-BBC-285x160.webp 285w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-71036\" class=\"wp-caption-text\">BBC<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Telah disampaikan sebelumnya bahwa Indonesia hanya mengalami zaman perunggu dan zaman besi. Hal itu berdasarkan pada penemuan peninggalan hasil kebudayaan berupa peralatan dari perunggu dan besi. Sementara hasil kebudayaan berupa peralatan tembaga tidak ditemukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di sisi lain, peninggalan zaman logam di Indonesia didominasi oleh peralatan yang terbuat dari perunggu,. Hal ini menunjukkan peran penting zaman perunggu dalam perkembangan peradaban manusia di masa prasejarah di Tanah Air. Kondisi tersebut juga menyebabkan zaman logam di Indonesia disebut juga sebagai zaman perunggu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sementara, berikut adalah beberapa alat zaman logam dan fungsinya yang ditemukan di Indonesia. Sedulur juga dapat melihat peninggalan zaman logam di museum zaman logam atau museum purbakala, misalnya Museum Gedong Arca yanga da di Gianyar, Bali.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">a. Nekara perunggu<\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Adalah sebuah benda berupa genderang besar yang memiliki fungsi sebagai simbol status sosial dan perlengkapan untuk upacara kematian dan upacara kesuburan. Nekara juga digunakan dalam ritual pemanggilan hujan dan roh leluhur. Alat yang juga disebut sebagai moko ini banyak ditemukan di Sumatera dan Jawa-Bali.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">b. Kapak corong<\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kapak corong atau juga disebut sebagai kapak perunggu merupakan alat perkakas yang ditemukan di Sumatera Selatan, Jawa-Bali, Sulawesi, Selayar, dan Irian. Umumnya alat ini digunakan untuk mendukung aktivitas di pertanian di samping juga berfungsi dalam upacara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hasil kebudayaan perunggu ini ditemukan di Sumatera dan Madura. Biasanya bejana perunggu digunakan sebagai wadah dalam upacara pemujaan dan juga menjadi tempat untuk minum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>c. Berbagai peralatan besi<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain alat-alat yang terbuat dari perunggu, ditemukan pula sejumlah alat besi sebagai hasil kebudayaan dari zaman logam. Beberapa alat besi yang ditemukan di Indonesia adalah mata kapak dengan tangkai kayu, pisau, sabit, pedang, dan cangkul. Peralatan ini banyak ditemukan di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demikian tadi pembahasan tentang salah satu periode zaman prasejarah, yaitu zaman logam atau zaman perundagian. Dapat dipahami bahwa pada masa ini kehidupan manusia mengalami kemajuan terutama dalam keterampilan membuat peralatan. Selain itu sudah dipaparkan pula sejarah dan peninggalan zaman logam di Indonesia. Nah, semoga informasi ini bisa membantu Sedulur untuk mengenal peradaban manusia di zaman prasejarah, ya!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mau belanja bulanan nggak pakai ribet?<\/span><\/i><b><i> Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":28,"featured_media":70980,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[10015,10014,10013],"class_list":["post-70979","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-peninggalan-zaman-logam","tag-zaman","tag-zaman-logam"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Zaman Logam: Sejarah, Peninggalan &amp; Hasil Kebudayaannya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Zaman logam merupakan salah satu periode dari zaman prasejarah yang ditandai dengan pembuatan perkakas dari logam.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/zaman-logam\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Zaman Logam: Sejarah, Peninggalan &amp; Hasil Kebudayaannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Zaman logam merupakan salah satu periode dari zaman prasejarah yang ditandai dengan pembuatan perkakas dari logam.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/zaman-logam\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-09-01T11:00:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-09-01T07:41:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/15-12.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"850\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"450\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Clarissa Fauzany\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Clarissa Fauzany\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/zaman-logam\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/15-12.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/15-12.webp\",\"width\":850,\"height\":450,\"caption\":\"zaman logam\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/zaman-logam\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/zaman-logam\/\",\"name\":\"Zaman Logam: Sejarah, Peninggalan & Hasil Kebudayaannya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/zaman-logam\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-09-01T11:00:42+00:00\",\"dateModified\":\"2022-09-01T07:41:05+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315\"},\"description\":\"Zaman logam merupakan salah satu periode dari zaman prasejarah yang ditandai dengan pembuatan perkakas dari logam.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/zaman-logam\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/zaman-logam\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/zaman-logam\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Zaman Logam: Sejarah, Peninggalan &#038; Hasil Kebudayaannya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315\",\"name\":\"Clarissa Fauzany\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Clarissa Fauzany\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Zaman Logam: Sejarah, Peninggalan & Hasil Kebudayaannya","description":"Zaman logam merupakan salah satu periode dari zaman prasejarah yang ditandai dengan pembuatan perkakas dari logam.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/zaman-logam\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Zaman Logam: Sejarah, Peninggalan & Hasil Kebudayaannya","og_description":"Zaman logam merupakan salah satu periode dari zaman prasejarah yang ditandai dengan pembuatan perkakas dari logam.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/zaman-logam\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-09-01T11:00:42+00:00","article_modified_time":"2022-09-01T07:41:05+00:00","og_image":[{"width":850,"height":450,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/15-12.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Clarissa Fauzany","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Clarissa Fauzany","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/zaman-logam\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/15-12.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/15-12.webp","width":850,"height":450,"caption":"zaman logam"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/zaman-logam\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/zaman-logam\/","name":"Zaman Logam: Sejarah, Peninggalan & Hasil Kebudayaannya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/zaman-logam\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-09-01T11:00:42+00:00","dateModified":"2022-09-01T07:41:05+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315"},"description":"Zaman logam merupakan salah satu periode dari zaman prasejarah yang ditandai dengan pembuatan perkakas dari logam.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/zaman-logam\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/zaman-logam\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/zaman-logam\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Zaman Logam: Sejarah, Peninggalan &#038; Hasil Kebudayaannya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315","name":"Clarissa Fauzany","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g","caption":"Clarissa Fauzany"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70979"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=70979"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70979\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":71041,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70979\/revisions\/71041"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/70980"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=70979"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=70979"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=70979"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}