{"id":70666,"date":"2022-08-30T11:00:30","date_gmt":"2022-08-30T04:00:30","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=70666"},"modified":"2022-08-30T09:55:10","modified_gmt":"2022-08-30T02:55:10","slug":"pithecanthropus-erectus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pithecanthropus-erectus\/","title":{"rendered":"Pithecanthropus Erectus: Sejarah, Penemuan &#038; Kontroversinya  \u00a0"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu fosil manusia purba yang paling terkenal adalah Pithecanthropus Erectus atau juga biasa dikenal sebagai Manusia Jawa. Pithecanthropus Erectus adalah <\/span>fosil manusia purba pertama yang ditemukan oleh Eugene Dubois di tepi sungai Bengawan Solo, Ngawi pada tahun 1890.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sempat terjadi kontroversi dengan adanya penemuan ini. Banyak masyarakat yang menganggap bahwa fosil temuan Dubois adalah hoax. Benarkah hal tersebut? Berikut penjelasan menganai sejarah penemuan fosil manusia purba Pithecanthropus Erectus dan juga ciri-cirinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA : <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pola-aliran-sungai\/\">Pola Aliran Sungai: Pengertian, Jenis, Bentuk &amp; Prosesnya<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Penemuan Pithecanthropus Erectus<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_70671\" aria-describedby=\"caption-attachment-70671\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-70671\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/nlnb0gxsxfeuhxtlyt4k.webp\" alt=\"pithecanthropus erectus\" width=\"640\" height=\"427\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/nlnb0gxsxfeuhxtlyt4k.webp 640w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/nlnb0gxsxfeuhxtlyt4k-390x260.webp 390w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-70671\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">Kumparan<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Fosil Pithecanthropus Erectus ditemukan oleh Eugene Dubois sekitar tahun 1890. Dokter dari Belanda tersebut awalnya mendapatkan beberapa tulang yang terdiri dari tulang rahang atas, tulang kaki, dan tengkorak di daerah Trinil, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dubois lantas melanjutkan pencarian dengan menggali beberapa wilayah lain di sekitar Trinil yang merupakan endapan alluvial Bengawan Solo. Dari lapisan yang digali terrsebut ditemukan bagian atas tengkorak dan beberapa tulang lain yang menandakan pemiliknya berjalan tegak. <span style=\"font-weight: 400;\">Diperkirakan Pithecanthropus Erectus hidup pada zaman Pleistosen Tengah, atau sekitar 700 ribu atau satu juta tahun lalu.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, menurut catatan Amurwani dan kawan-kawan dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sejarah Indonesia<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (2014), terungkap bahwa sebelumnya Eugene Dubois sempat mencantumkan langkah awal penemuan Pithecanthropus Erectus di daerah sekitar Desa Kedungbrubus, Madiun, Jawa Timur.<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Lokasi Penemuan<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_70672\" aria-describedby=\"caption-attachment-70672\" style=\"width: 740px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-70672\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/60be4e4280cad.webp\" alt=\"pithecanthropus erectus\" width=\"750\" height=\"500\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/60be4e4280cad.webp 750w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/60be4e4280cad-390x260.webp 390w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-70672\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">Kompas<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Di sebuah desa yang terletak di tengah hutan jati , tepatnya di daerah lereng selatan pegunungan Kendeng, Eugene Dubois meneliti dua masa lapisan tanah. Hasilnya, ia menemukan beberapa fosil Pithecanthropus Erectus yang berupa rahang pendek dan sebagian geraham manusia. Namun, ketika itu belum ada nama pasti dan hanya disebut Pithecanthropus A.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Lalu, Eugene Dubois melanjutkan proyek pencarian fosil ke Trinil, Ngawi. Pithecanthropus A yang disebutkan akhirnya semakin sempurna dengan adanya penemuan baru di kawasan aliran Sungai Bengawan Solo tersebut. Hingga akhirnya, fosil kepala Pithecanthropus Erectus digambarkan pendek akan tetapi memiliki bentuk memanjang ke belakang. Sedangkan, rangka tulang paha ditemukan utuh tegak yang menyebabkan manusia purba ini disebut &#8220;manusia kera berjalan tegak&#8221;.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA : <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/peta-dunia\/\">Peta Dunia Beserta Nama Negara dan Sejarahnya<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Penamaan<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_70673\" aria-describedby=\"caption-attachment-70673\" style=\"width: 800px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-70673\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Pithecanthropus-Erectus-compressed-1.webp\" alt=\"pithecanthropus erectus\" width=\"810\" height=\"569\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Pithecanthropus-Erectus-compressed-1.webp 810w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Pithecanthropus-Erectus-compressed-1-768x539.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 810px) 100vw, 810px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-70673\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">Cerdika<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dubois yang menjadi penemu pertama fosil ini, kemudian memberi nama spesies Anthropopithecus yang berarti &#8220;manusia-kera&#8221;. Pemilihan nama ini tidak lepas dari adanya gigi serupa yang ditemukan di wilayah Perbukitan Siwalik di India pada tahun 1878 dan diberi nama Anthropopithecus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Namun, karena ada beberapa bentuk fosil yang ternyata memiliki bentuk yang berbeda, Dubois mengganti nama spesimen Anthropopithecus Erectus. Dan pada akhirnya Dubois kembali mengganti nama spesies ini sebagai Pithecanthropus erectus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Nama ini diambil dari Bahasa Yunani dan Latin yang artinya manusia-kera yang dapat berdiri. Spesies ini juga dikenal dengan nama <em>Java Man<\/em> atau Manusia Jawa. Nama ini meminjam genus Pithecantropus yang ditemukan lebih dahulu oleh Ernst Haeckel. Dalam teori Ernst, ada sebuah mata rantai yang hilang antara kera dengan manusia sehingga memunculkan konsep evolusi manusia-kera.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Ciri-ciri Pithecanthropus Erectus<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_70674\" aria-describedby=\"caption-attachment-70674\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-70674\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/o5epdk3dv1wqxea1egpt.webp\" alt=\"pithecanthropus erectus\" width=\"640\" height=\"550\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-70674\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">Kumparan<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berikut Pithecanthropus erectus ciri-ciri yang perlu Sedulur ketahui.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Volume otak Pithecanthropus Erectus berkisar 750 sampai 900 cc.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Memiliki tinggi badan sekitar 165 &#8211; 180 cm.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mempunyai postur tubuhnya dideskripsikan tegap.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Memiliki rahang yang besar tanpa dagu.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Alat kunyah berupa geraham dan rahang yang dimiliki kuat.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Memiliki hidung yang tebal.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Adanya tonjolan di kening sangat terlihat dan meluas hingga dahi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bagian belakang kepala menonjol.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>\u00a0BACA JUGA : <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/manajemen-waktu\/\">Manajemen Waktu: Pengertian, Manfaat, Karakteristik &amp; Caranya<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Klasifikasi Ulang sebagai Homo Rrectus<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_70675\" aria-describedby=\"caption-attachment-70675\" style=\"width: 710px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-70675\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Pithecanthropus-Erectus.webp\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"720\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Pithecanthropus-Erectus.webp 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Pithecanthropus-Erectus-80x80.webp 80w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Pithecanthropus-Erectus-60x60.webp 60w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-70675\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">Zona Penemuan<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah dilakukan banyak penyelidikan dari sisa-sisa fosil yang ditemukan oleh ahli biologi Amerika Ernst Mayr pada tahun 1944, Pithecanthropus Erectus digolongkan sebagai anggota Homo Erectus. <\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai bagian dari klasifikasi ulang, Mayr tidak hanya memasukkan Sinanthropus dan Pithecanthropus, tetapi juga Plesianthropus, Paranthropus, Javanthropus, dan beberapa genera lain sebagai sinonim.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini dilakukan dengan alasan bahwa semua nenek moyang manusia adalah bagian dari satu genus (Homo). Weidenreich menjelaskan bahwa Pithecanthropus Erectus dan Sinanthropus Pekinensis terhubung melalui beberapa rangkaian populasi kawin silang.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Kontroversi<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_70676\" aria-describedby=\"caption-attachment-70676\" style=\"width: 758px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-70676\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/1555777207_Teori_Darwin1_768x433.webp\" alt=\"\" width=\"768\" height=\"433\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/1555777207_Teori_Darwin1_768x433.webp 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/1555777207_Teori_Darwin1_768x433-720x405.webp 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/1555777207_Teori_Darwin1_768x433-444x250.webp 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/1555777207_Teori_Darwin1_768x433-600x337.webp 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/1555777207_Teori_Darwin1_768x433-285x160.webp 285w\" sizes=\"(max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-70676\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">Portal Informasi Indonesia<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dengan penemuan tulang atap tengkorak sebagai sebuah otak kecil dan tulang femor, Dubois beranggapan bahwa ia telah menemukan sosok <em>Missing Link <\/em>atau spesies yang ,emghubungkan Pithecantropus dan manusia. Dimana <em>Missing Link<\/em> merupakah makhluk yang posisi evolusinya berada di antara kera dan manusia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dalam waktu kurang lebih tiga dekade, Dobuis tidak mengizinkan ilmuan lain untuk memeriksa tulang atap tengkorak dan femur tersebut hingga tahun 1923. Hal inilah yang kemudian membuat banyak orang mengkritik bahwa penemuan Dobois adalah hoax atau palsu. Mereka juga melontarkan sindirian bahwa fosil yang ditemukan Dubois mungkin saja miliki primirif yang mirip kera atau owa dibandingkan dengan manusia. Sindiran itu ditulis Dubois sendiri dalam surat-suratnya sebelum ia meninggal pada tahun 1940.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Barang peninggalan<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_70677\" aria-describedby=\"caption-attachment-70677\" style=\"width: 758px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-70677\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/WN_KapakGenggam1-768x432-1.webp\" alt=\"\" width=\"768\" height=\"432\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/WN_KapakGenggam1-768x432-1.webp 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/WN_KapakGenggam1-768x432-1-720x405.webp 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/WN_KapakGenggam1-768x432-1-444x250.webp 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/WN_KapakGenggam1-768x432-1-600x337.webp 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/WN_KapakGenggam1-768x432-1-285x160.webp 285w\" sizes=\"(max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-70677\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">Idsejarah<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berikut barang peninggalan pada zaman manusia purba:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kapak genggam<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kapak perimbas<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Benda tajam<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Batu penggiling<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Alat serpih<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Alat penetak<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"> <div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Demikianlah penjelasan mengenai manusia purba yang disebut dengan Manusia Jawa. Perlu Sedulur ketahui bahwa pada saat itu, m<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">akanan Pithecanthropus erectus adalah daging buruan dan tumbuhan yang tumbuh di sekitar lembah, misalnya jenis umbi-umbian.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Mau belanja bulanan nggak pakai ribet?\u00a0<strong>Aplikasi Super<\/strong>\u00a0solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar.<\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat\u00a0<strong>Aplikasi Super<\/strong>. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":26,"featured_media":70670,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3671,9953,9954],"class_list":["post-70666","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-manusia-purba","tag-pithecanthropus-erectus","tag-zaman-pra-sejarah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pithecanthropus Erectus: Sejarah, Penemuan &amp; Kontroversinya \u00a0<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pithecanthropus erectus merupakan spesies manusia purba yang ditemukan oleh seorang doketer dari Belanda bernama Eugene Dubois.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pithecanthropus-erectus\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pithecanthropus Erectus: Sejarah, Penemuan &amp; Kontroversinya \u00a0\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pithecanthropus erectus merupakan spesies manusia purba yang ditemukan oleh seorang doketer dari Belanda bernama Eugene Dubois.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pithecanthropus-erectus\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-08-30T04:00:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-08-30T02:55:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/14-9-1.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"850\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"450\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Wahyu Lelyana\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Wahyu Lelyana\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pithecanthropus-erectus\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/14-9-1.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/14-9-1.webp\",\"width\":850,\"height\":450},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pithecanthropus-erectus\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pithecanthropus-erectus\/\",\"name\":\"Pithecanthropus Erectus: Sejarah, Penemuan & Kontroversinya \u00a0\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pithecanthropus-erectus\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-08-30T04:00:30+00:00\",\"dateModified\":\"2022-08-30T02:55:10+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/61a4469234190a1c810208146a104bc2\"},\"description\":\"Pithecanthropus erectus merupakan spesies manusia purba yang ditemukan oleh seorang doketer dari Belanda bernama Eugene Dubois.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pithecanthropus-erectus\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pithecanthropus-erectus\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pithecanthropus-erectus\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pithecanthropus Erectus: Sejarah, Penemuan &#038; Kontroversinya \u00a0\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/61a4469234190a1c810208146a104bc2\",\"name\":\"Wahyu Lelyana\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aba085b2590cbbe6c82277a25a30daa3?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aba085b2590cbbe6c82277a25a30daa3?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Wahyu Lelyana\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pithecanthropus Erectus: Sejarah, Penemuan & Kontroversinya \u00a0","description":"Pithecanthropus erectus merupakan spesies manusia purba yang ditemukan oleh seorang doketer dari Belanda bernama Eugene Dubois.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pithecanthropus-erectus\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pithecanthropus Erectus: Sejarah, Penemuan & Kontroversinya \u00a0","og_description":"Pithecanthropus erectus merupakan spesies manusia purba yang ditemukan oleh seorang doketer dari Belanda bernama Eugene Dubois.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pithecanthropus-erectus\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-08-30T04:00:30+00:00","article_modified_time":"2022-08-30T02:55:10+00:00","og_image":[{"width":850,"height":450,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/14-9-1.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Wahyu Lelyana","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Wahyu Lelyana","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pithecanthropus-erectus\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/14-9-1.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/14-9-1.webp","width":850,"height":450},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pithecanthropus-erectus\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pithecanthropus-erectus\/","name":"Pithecanthropus Erectus: Sejarah, Penemuan & Kontroversinya \u00a0","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pithecanthropus-erectus\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-08-30T04:00:30+00:00","dateModified":"2022-08-30T02:55:10+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/61a4469234190a1c810208146a104bc2"},"description":"Pithecanthropus erectus merupakan spesies manusia purba yang ditemukan oleh seorang doketer dari Belanda bernama Eugene Dubois.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pithecanthropus-erectus\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pithecanthropus-erectus\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pithecanthropus-erectus\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pithecanthropus Erectus: Sejarah, Penemuan &#038; Kontroversinya \u00a0"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/61a4469234190a1c810208146a104bc2","name":"Wahyu Lelyana","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aba085b2590cbbe6c82277a25a30daa3?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aba085b2590cbbe6c82277a25a30daa3?s=96&d=mm&r=g","caption":"Wahyu Lelyana"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70666"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=70666"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70666\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":70832,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70666\/revisions\/70832"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/70670"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=70666"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=70666"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=70666"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}